17. Tidak sabar

Takut kebablasan karena Amel yang masih forbidden, Bastian cuma bisa meluk dan mencium Amel yang Amel sendiri tentu saja tidak menolak, Bastian mengajak Amel untuk jalan-jalan.

Iyalah, Bastian yang sudah berusia kepala tiga, baru menikah setelah tiga kali gagal, dapat istri, berusia dua puluh dua tahun, lagi seger-segernya.

Semula Amel memang masih nolak dan benci dengan Bastian, tapi mendapati sikap Bastian yang dewasa dan jauh berbeda dari sepuluh tahun yang lalu, membuat percikan api kebencian dan dendam yang bersemayam di hati Amel, cepat sirna.

Ketika Amel diciumi Bastian, Amel hanya diam dan tersenyum, kan membuat Bastian bisa khilaf.

" Kita mau ke mana Pak ? "

" Mel, katanya kamu sudah memaafkan saya, kok masih manggil Bapak ? "

" Iya iya.

Kita mau kemana ? "

" Kamu sendiri mau kemana ? "

" Terserah Mas mau membawa aku kemana, yang penting bersama Mas Bas " Beuh.

Bastian terkekeh.

" Gombal kamu Mel "

" Eh Mas, lihat tuh ! Itu Tante Nindy kan ? Sama siapa dia ? "

Amel menunjuk Nindy yang tengah berada dalam boncengan sepeda motor besar dengan seorang pria berusia matang.

Mereka sama-sama berhenti di traffic light.

" Suaminya mungkin "

Bastian juga tidak tahu suaminya Nindy seperti apa, yang Bastian tahu, suaminya sering berlayar, melihat dari posturnya sih, pria yang tadi pulang membawa koper ke rumah Nindy.

Jangan lupakan rambut Nindy yang terlihat masih basah, dibiarkan saja tergerai, helm yang seharusnya di pakai di kepala, justru Nindy pegang dan di tumpukan pada sebelah pahanya.

" Kenapa senyum sendiri ? Ada yang lucu ? "

Melihat Amel yang senyum-senyum, Bastian tidak tahan untuk tidak bertanya.

" Rambutnya basah, pasti telah terjadi sesuatu tadi, kenapa gak dikeringkan dulu ? Kaya' emak-emak komplek kalau lagi manas-manasin tetangga sebelah yang sudah janda "

Bastian terkekeh, sebelah tangannya mengusap rambut dikepala Amel.

" Kita kan memang tinggal di komplek, tapi gak tahu ada janda atau enggak, atau kamu yang panas ? "

Amel mencebik, iya sih, gara-gara si merah nih, gak jadi unboxing.

Sampai lampu berubah dari merah, kuning lalu hijau, Amel terus melihat ke arah Nindy yang memeluk pinggang pria yang ada didepannya.

Berjalan di dalam Mal, Bastian terus menggenggam tangan Amel menyusuri toko demi toko.

" Jeng, bukankah itu anaknya Jeng Dina, siapa ? Bastian ya ? "

Lima orang perempuan separuh baya yang berkumpul dalam satu meja melihat ke arah Bastian dan Amel yang saat ini berhenti di sebuah toko perhiasan.

Bastian ke Mal mengajak Amel untuk menukar cincin Amel yang kebesaran, agar Amel tidak lagi mendapatkan ejekan jika tanpa sengaja akan bertemu dengan mantan-mantannya Bastian.

" Eh, sepertinya iya, anak dan mantuku "

Wajah Tante Dina ibunya Bastian terlihat langsung berubah cerah melihat Bastian dan Amel yang bergandengan tangan.

Tante Dina sudah berharap namanya akan keluar di pertemuan arisan kali ini, ternyata enggak.

" Jadi bener nih, Bastian sudah menikah ? Gak ngundang-ngundang Jeng ? "

Mbak Susi bertanya antusias.

" Iya, anak satu-satunya, nikah kok diam-diam saja Jeng, apa jangan-jangan...."

Imbuh yang lain.

" Enggaklah, masa' anak saya mau seperti itu, dia seorang pengajar, malulah kalau berbuat seperti itu.

Kalian kan tahu sendiri kalau Bastian tiga kali gagal menikah, nah yang satu ini, sengaja buru-buru dan gak mengundang banyak orang, kuatir gagal lagi "

" Oooh, gitu..."

Sahut ke empat ibu serempak.

" Tapi Jeng, kelihatannya masih muda ya "

" Ho-oh "

Para gank sosialita kelas anak teri saling berkomentar.

" Iya, mantu saya beda sebelas tahun dari Bastian, bagus kan ? Masih gres dan subur, gak sabar nunggu bulan depan "

Tante Dina tertawa renyah seperti bunyi rempeyek.

" Hihihi, pasti di gempur habis tuh siang malam sama Bastian "

" Panas...Panas..."

Kelima perempuan yang pastinya sudah pada memiliki cucu kecuali Mamanya Bastian tertawa-tawa.

" Makanya saya kirimkan jamu kemarin, biar kaya' kuda, saya kan juga pengen kaya' situ-situ yang sudah punya cucu "

Tuh ibu-ibu terus saja meng-ghibahi Bastian dan Amel yang sedang memilih-milih perhiasan.

" Kita tukar saja keduanya ya Mel, biar enak makainya "

Bastian juga mencopot cincin yang melingkari jari manisnya.

" Punya Mas kan sudah pas, kenapa di tukar ? "

" Gap pa pa, kemarin waktu membelinya kan enggak sama kamu, nah sekarang, kamu pilih mana model yang kamu suka "

Amel menatap wajah Bastian, Amel merasa seperti mimpi.

Bastian yang pernah dibencinya sekaligus dicintai oleh Amel remaja, sekarang jadi suaminya.

Gak penting usia Bastian yang lebih tua sepuluh tahun lebih, karena cinta tidak melihat usia dan kedudukan.

Apakah karena Amel merindukan sosok orang tua ? Sehingga Amel merasa nyaman bersama Bastian saat ini ? Entahlah.

Amel hanya mengikuti rasa dendamnya ingin melihat Bastian kecewa setelah mengetahui bahwa perempuan yang dinikahinya adalah orang yang sama yang pernah dihinanya.

Tapi ternyata Amel keliru, Bastian kecewa ? Hanya Bastian yang tahu.

" Kenapa ? Mas memang tampan, kamu bisa melihatnya nanti dirumah sepuasnya, sekarang, pilih cincinnya ! "

" Aku boleh memeluk sebentar gak ? "

Bastian melirik kesana kemari, ada yang memperhatikan mereka tidak ? Kan gak enak kalau ada salah satu yang Bastian kenal atau diantara mahasiswa atau mahasiswinya berada di Mal, melihat Bastian bermesraan di tempat umum.

Setelah memastikan aman, Bastian mengangguk.

Tepat saat Amel memeluk Bastian, Anwar yang memang Dinas siang melintas, kebetulan juga tatapan mereka sama sama bertemu.

Amel cepat-cepat melepaskan pelukannya, terlihat Anwar mencibir.

@Anwar

[ Gak tahan suami cakep dianggurin ? Di tempat umum pakai peluk-peluk segala.

Eh, tadi enggak berantem kan ? ]

Amel membaca sebentar pesan yang dikirimkan Anwar barusan, dia lupa kalau sudah berjanji dengan Anwar akan menghubungi setelah sampai di rumah.

" Siapa yang kirim pesan ? Pilih cincinnya, gak enak tuh sama mbaknya yang sudah nunggui "

Teguran Bastian membuat Amel tersentak kaget.

Amel cuma menggeleng lalu memilih apa yang menurut Amel tidak terlalu mencolok, khususnya buat Bastian.

Ketika Bastian membayar biaya penambahan sedikit, Amel memiliki kesempatan membalas pesan Anwar.

@ Amel

[ Aman, dia sedikit cemburu padamu, artinya, dia memiliki perasaan suka kan ? Iya kan ? Jawab iya lho, kan kita temen ]

Amel maksa.

@Anwar

[ Iya, biar kau senang, walaupun aku ragu hahaha ]

@Amel

[ Jahat, aku do'akan kau segera menikah ]

@Anwar

[ Jangan sekarang Mel, tabunganku belum cukup, tahun depan ya ! ]

" Kalian beneran teman ? "

Suara Bastian dari belakang telinga Amel, sekali lagi membuat Amel terkejut sehingga ponselnya terlepas dari genggaman lalu mendarat mulus di atas lantai, untungnya lantai toko dilapisi karpet karet.

" Alhamdulillah masih selamat, hampir pecah, bisa rugi aku "

Amel mengelus-elus ponselnya.

" Makanya jangan diam-diam membalas pesan dari pria lain selain suaminya, kualat lho "

" Anwar Mas, temen aku "

" Tapi dia pria kan Mel ? "

" Hah ? "

" Sudah, sekarang kita kemana ? "

Bastian tidak mau memperpanjang masalah Amel yang berbalas pesan karena tanpa sepengetahuan Amel, Bastian tadi mengintip obrolan Amel dan Anwar di aplikasi warna hijau berlogo telepon itu.

" Boleh nonton ? Aku ingin merasakan nonton bioskop dengan pacar "

Ternyata Amel bisa malu-malu juga.

Bastian mengangguk sembari menggandeng tangan Amel menuju lantai atas.

Truk saja gandengan, masa Bastian dan Amel enggak.

...******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

Safitri Agus

Safitri Agus

Genk sosialita kelas teri,🤣

2023-09-02

0

Kecombrang

Kecombrang

ya deh...., ya deh thor

2023-04-01

0

Malem Sihombing

Malem Sihombing

jangan kecewakan mertua mu yang baik itu ya mel

2021-10-25

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!