8. Mencari Alasan

Rumah milik Bastian tidak terlalu besar, hanya ada halaman yang kecil dengan beberapa pot tanaman hias yang tanpa berbunga, ruang tamu, ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan, hanya lemari untuk meletakkan TV dan hiasan atau partisi yang membatasi antara keduanya.

Rumah tipe tujuh lima yang Bastian beli sekitar setengah tahun yang lalu, jaga-jaga jika bertemu jodoh, Bastian bisa langsung membawanya pindah kerumah miliknya sendiri, gak mungkin gabung dengan kedua orang tuanya.

Sudah usia diatas kepala tiga, masa' masih terus ngumpul dengan Papa dan Mamanya, lagi pula mana mungkin nyaman istrinya kelak bila bercampur dengan mertua.

Ruang dapur, lalu pintu belakang yang mentok dinding, di tembok setinggi tiga meter, teras depan, halaman kecil di samping untuk menjemur pakaian, sebelah kiri kanan rumah tetangga.

Komplek perumahan yang lumayan ramai.

" Pak, selain kamar ini, ada kamar yang lain gak ? "

Amel mengikuti Bastian yang sudah meletakkan kedua tas di dalam kamar.

" Ada "

" Ah, saya dikamar yang lain saja ya, saya tidurnya suka ngorok, ntar bapak terganggu "

Amel mengangkat kopernya, dia lupa kalau tadi malam mereka sudah tidur bersama.

" Kamar mandi, tuh pintunya "

Bastian menunjuk dengan dagunya.

Amel cemberut karena di usilin oleh Bastian.

Bastian hanya tersenyum tipis.

Amel berkeliling sendiri menyusuri semua isi rumah, ada sih kamar satu lagi yang berseberangan dengan kamar yang baru mereka masuki, tapi isinya kosong, tidak ada apapun, kalau Amel tidur di situ, berarti cuma diatas lantai, dingin, keras, badan Amel bisa sakit sakit semua.

Amel membuka isi kulkas, kosong juga, perutnya yang biasa di isi dengan berbagai macam cemilan ketika berada di rumah Om Joko, mendadak berbunyi.

" Pak, ini rumah sudah berapa lama sih enggak ditempati ? Apa pun tidak ada, saya lapar "

Suara Amel lumayan kencang membuat Bastian yang masih berada didalam kamar, buru buru berjalan ke dapur.

" Suara kamu bisa di pelan-kan sedikit gak Mel, malu sama tetangga, jangankan kamu berteriak, berbisik saja tetangga akan mendengar "

Bastian lebay.

" Jadi kita harus menggunakan bahasa isyarat, gitu ? "

" Ya enggak juga, intinya bicara dengan intonasi biasa, ada apa ? "

" Saya lapar Pak, di kulkas tidak ada apa apa, bapak harus bertanggung jawab memberi saya makan "

" Pesan Online saja, lagi pula ini masih jam berapa ? Kenapa sudah lapar lagi, kamu cacingan ya ? "

" Enggaklah, makan-ku memang banyak, makanya siap siap bapak kerja keras untuk ngasih makan aku, atau kalau tidak sanggup, kita pulang kerumah orang tua Bapak, disana kan banyak makanan "

Bastian memutar bola matanya jengah, berjalan semakin mendekat ke arah Amel yang masih berdiri di dekat kulkas.

" Kamu kira saya tidak mampu untuk memberi makan kamu, jangankan memberi makan perutmu, yang lainnya juga saya mampu, apa kamu mau membuktikannya sekarang ? "

Otak Amel cepat menangkap kemana arah pembicaraan Bastian.

" Oh, tidak perlu Pak, saya yakin bapak mampu "

Amel mundur kebelakang hingga mentok ke pintu kulkas.

" Dari mana kamu tahu? Kamu kan belum membuktikan, kita baru semalam menikah "

Amel tertawa canggung.

" Dari badan bapak yang segede Bima, saya sudah bisa menilainya "

" Bima ? Bima siapa ? Mantan pacar kamu ? "

" Ya ela Pak, masa' Bima enggak tahu, itu lho salah satu saudara di Pandawa Lima, yang menikah dengan raksasa wanita, yang...."

" Diam ! Jangan menyamakan saya dengan tokoh tokoh imajinasi penulis buku itu, saya mau hak saya kamu berikan sekarang juga "

Bastian menarik tangan Amel, menggeretnya menuju ke kamar.

" Eh, jangan maksa dong Pak, ini masih siang menjelang sore, ntar keringetan lho, keringet saya bau "

Amel berusaha menahan kakinya, tapi mana mungkin berhasil, tubuh Bastian yang tinggi proposional, sementara Amel yang memiliki tinggi rata rata dan sedikit kurang berdaging kalah tenaga dengan Bastian.

Bastian hanya menyeringai.

" Dikamar ada AC, jangan banyak alasan "

" Saya lagi datang bulan Pak "

" Jangan menipu saya, kamu tunjukkan pada saya, apa kamu benar-benar datang bulan "

Bastian mendorong Amel hingga jatuh ke atas ranjang, lalu Bastian mengunci kamar, kunci kamar dimasukkan ke dalam saku celananya.

" Malu dong Pak, masa' seperti itu diperlihatkan ke Bapak "

" Kenapa harus malu, saya suami kamu, nanti juga akan saya lihat semuanya, atau saya akan mengecek sendiri apakah kamu memakai pembalut atau tidak "

Gila, sudah tidak waras Pak Bas ini.

Bastian naik ke atas ranjang, wajah Amel mulai memucat.

Tidak, Amel tidak mau menyerahkan diri dengan cara dipaksa, Amel tidak rela.

" Saya teriak lho Pak, kalau Bapak memaksa "

" Teriak saja, mereka juga tahu kalau kita pengantin baru, anggap saja kita menggunakan gaya yang sedikit ekstrim "

Berpikir, berpikir berpikir.

Amel berusaha keras mencari cara bagaimana agar Bastian tidak jadi melakukannya untuk saat ini, melihat Bastian mulai melepaskan satu demi satu pengait kancing kemeja yang dikenakannya, badan Amel semakin menggigil.

" Pak, kita kan belum membersihkan rumah, pasti disini berdebu "

" Hei, gadis sok pintar, saya sudah menyuruh mbak Nuri membersihkan rumah ini kemarin "

" Pak, nanti malam ya, saya lapar, masa bapak tega sih membiarkan perut istrinya kelaparan, nanti saya tidak punya tenaga lho untuk melayani bapak "

Shit, Amel ingin menabok mulutnya sendiri sekencang kencangnya, bisa bisanya dia mengatakan hal yang memalukan seperti itu.

Bastian menghembuskan napas kuat, lalu menjatuhkan badannya di sebelah Amel yang sudah terpojok di kepala ranjang.

" Pesanlah makanan yang kamu mau, awas saja kalau nanti malam kamu banyak alasan lagi, saya perkosa kamu "

Bibir Bastian membentuk seringaian puas karena berani menakut nakuti Amel.

Amel buru buru turun dari ranjang, berdua saja di dalam kamar bersama Bastian, bahaya.

" Pak, pintunya dikunci "

Amel sudah berdiri di depan pintu.

Bastian mengambil kunci dalam saku celananya lalu melemparkan ke arah Amel.

Amel lebih memilih duduk di teras sembari menunggu pesanan makanannya sampai, Amel berbalas pesan pada Anwar.

@Amel

[ Fren, aku sudah tidak tinggal di rumah orang tua Pak Bas, kalau kau libur, main kesini ya ]

Terlihat Anwar sedang mengetik.

@Anwar

[ Maaf maaf saja ya, aku ogah melihat mantan guru songong itu, kau tidak jadi dicerai-nya ? ]

@Amel

[ Belum ]

@ Anwar

[ Gak jadi dong aku menunggu jandamu, hahahaha

Eh, pengantin baru kok masih ingat aku, kemana suamimu ]

@Amel

[ Menyiapkan stamina untuk penyerangan nanti malam, hihihi ]

@Anwar

[ Mesum, kau mengharapkan juga ternyata, muna ]

@ Amel

[ Jangan nuduh dong, enak saja ]

Entah berapa banyak keduanya berbalas chat sampai makanan yang Amel pesan datang, baru keduanya berhenti.

Bastian masih berada di dalam kamar, entah ngapain dia, Amel juga tidak perduli, makanan lebih menarik untuk saat ini.

...******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

Terpopuler

Comments

Murni Agani

Murni Agani

kirain minta dipulangin krmh omny😂🤣

2022-02-09

0

☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀

☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀

ngakak abis😁😁😁🤣🤣🤣

2021-12-06

0

Surtia Ningsih

Surtia Ningsih

pengen deh temenan ma Anwar😁

2021-10-30

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!