12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan

Malam pertama tidur di rumah milik Bastian sendiri, Amel jadi tidak bisa tidur, perutnya terasa keram, pinggangnya pegel pegel, bawa'annya miring terus, selain takut bocor, juga karena Amel merasa tidak nyaman.

" Perutnya sakit "

Bastian jadi ikutan tidak bisa tidur juga karena ranjang terus bergoyang-goyang.

" Sedikit "

" Beneran ? "

Bastian tidak percaya, sakit sedikit tapi kedua alisnya Amel menyatu, dahinya juga berkerut, belum lagi wajah Amel yang terlihat pucat dan meringis menahan sakit.

Bastian keluar dari kamar, tidak berselang lama, dia sudah kembali.

" Coba ini diletakkan di atas perutmu, biasanya bisa mengurangi rasa nyerinya "

Bastian menyerahkan air hangat didalam botol kaca.

Amel diam saja.

Dari mana dia tahu hal seperti ini, pasti mantan pacarnya lagi.

Amel mendengkus sebal, lalu memejamkan matanya.

" Dulu, mantan eh calon istri saya kalau nyeri datang bulan, selalu menggunakan cara tradisional seperti ini "

Tuh kan, nyebelin.

" Berapa banyak sih mantan calon istri, Bapak ? "

Walaupun Amel sudah tahu dari Om Joko, pura pura saja tidak tahu.

Dengan cemberut Amel mengambil botol yang berisi air hangat dari tangan Bastian

" Nanti kalau saya kasih tahu, kamu cemburu lagi "

Bibir Amel mencibir.

" Tante Nindy itu siapa ? Centil banget, pakai tahu kalau Bapak suka brownies lagi "

" Lah, kan kamu tahu sendiri kalau dia tetangga depan rumah "

" Bukan itu maksud pertanyaan-ku "

" Iya, saya tahu, rumahnya berada persis di seberang rumah ini, suaminya seorang pelaut, dia tahu saya suka brownies, waktu saya membeli rumah ini dan memasukkan perabotan rumah, dia datang memperkenalkan diri sembari membawa brownies, lalu ...."

" Lalu Bapak bilang kalau Bapak suka brownies ? "

Potong Amel mencebikkan bibirnya.

" Sayakan cuma basa basi sebagai balasan atas keramahan pada tetangga, hal biasa kan ? "

" Dengan tetangga kegatelan seperti itu gak perlu ramah ramah, apalagi suaminya jarang pulang, huh, minta aku olesin sambel terasi aja tuh yang gatel "

Wajah Amel terlihat emosi, sampai botol yang berisi air hangat di tekan tekan di atas perutnya.

Melihat itu, Bastian tergidik ngeri.

" Kamu cemburu ya, Mel "

Bastian mencolek bahu Amel.

" Enggak, ngapain cemburu "

" Masa' sih ? "

" Enggak percaya ya udah, aku cuma gak suka ada perempuan yang keganjenan sama suamiku, itu aja "

Amel menyodorkan air dalam botol yang sudah dingin.

" Ya udah kalau enggak mau ngaku, terserah kamu saja.

Perutnya udah enak'kan ? "

" Udah, sekarang aku ngantuk sekali "

Amel memejamkan kedua matanya.

Bastian mengecup dahi Amel pelan, Amel langsung melotot.

" Saya kan suami kamu, Mel, masa' ngecup dahi aja gak boleh "

" Nanti minta yang lain ? "

" Mel, Kalau tidak karena tamu bulanan kamu datang tadi siang, harusnya kan malam ini kamu memenuhinya kewajiban kamu sesuai janji "

" Ya ampun Pak, inget ke situ terus "

" Wajar'kan ? Om kamu saja anaknya sudah dua, nah saya ? "

" Apa Bapak gak geli ngelihat aku ? Jelek, dekil, kurus, idup lagi ? "

" Mel, itu kan dulu, sekarang kamu sudah dewasa, sudah jadi istri saya, jadi gak perlu ingat yang dulu lagi ! "

Amel menghembuskan napas kuat, kembali memejamkan kedua matanya.

Kalau lagi datang bulan gini, bawa'an Amel itu males, dan maunya tiduran saja, tapi kalau ada yang ngajak berantem, Amel layani.

...*****...

Amel bangun lebih lama dan lebih siang dari Bastian, kerena ketika Amel membersihkan diri dan keluar kamar, Bastian sedang berolahraga di halaman, tepatnya di depan pintu dapur.

" Pak, Olahraga kok ditempat yang sempit gitu, di depan atau keliling komplek kan lebih luas "

Bastian yang sedang bermain skipping menghentikan gerakannya.

" Tidur kamu nyenyak sekali ya, sampai gak nyadar kalau celana yang saya kenakan terkena noda darah kamu "

" Hah ? Jangan ngada-ngada deh Pak ! Mana mungkin bisa seperti itu ? "

" Ngapain saya ngada-ngada, kalau kamu tidak percaya, kamu bisa ngecek di keranjang kain kotor, buktinya akan terpampang secara nyata "

Amel memicingkan kedua matanya menatap Bastian yang sekarang tengah mengangkat barbel seberat dua kilogram dengan satu tangan secara bergantian, pantas saja lengan dan badan Bastian kencang berotot, rupanya dia tipe pria yang doyan berolahraga.

Eh, tunggu dulu, jangan-jangan Pak Bas emang enggak bohong, pantesan aja celana yang aku kenakan tadi banyak noda, tapi bagaimana bisa sampai mengenai celana Pak Bas ? Gak mungkin kan Pak Bas sengaja menempelkan ke celananya ?

Membayangkan itu, Amel bergidik geli.

" Sepanjang malam, kamu menjadikan sebelah kaki saya sebagai bantal guling Amel, sampai pegel rasanya, mau saya lepaskan, saya gak tega lihat kamu, udah tidur dengan mulut melongo lagi, gak ada cakep cakep-nya, untung gak ngences "

Bastian mencibir.

" Ngina aja terus ! Mau aku kutuk lagi ? "

" Eh, jangan dong Mel, saya suami kamu lho, jangan berdo'a yang tidak tidak, nanti yang rugi kamu sendiri "

Amel cuma melengos.

Bastian aja yang aneh, masa' percaya dengan kutukan, memangnya ini zaman apa ? Emang Bastian itu jodoh Amel, makanya Bastian selalu gagal ketika hendak menikah.

Kalau soal Amel yang mengeluarkan sumpah serapahnya, itu hanya kebetulan saja.

" Pak, kalau mau olah raga, didepan sana ! Aku mau mencuci "

" Apa hubungannya ? "

" Merusak konsentrasi aku mencuci Pak, jika Bapak terus bergoyang goyang disini "

Bastian menaikkan sebelah alisnya,

" Aneh, bergoyang bagaimana ? Saya mengangkat barbel Amel, bukan bergoyang "

" Sama saja, kan Bapak bergerak juga "

" Bergerak dengan bergoyang itu beda Amelia Putri "

" Sama "

Bastian ngalah, daripada perang mulut sama Amel yang sedang PMS, lebih baik di iyakan saja.

Bastian berjalan ke depan, tidak lama kembali lagi, Amel saja baru juga mulai memilih milih mana pakaian kotor yang hendak di giling terlebih dahulu.

" Kok bentar aja ? Udahan ? "

" Kamu lihat saja kedepan sendiri, nanti kalau saya olah raga di depan, kamu pasti marah marah "

Tanpa banyak bertanya, Amel berjalan ke depan mengikuti saran dari Bastian.

Kedua mata Amel melotot menatap penampakan di seberang rumah.

Ulet keket, eh Nindy, sengaja berpura pura menyiram tanaman dan menyapu halaman dengan menggunakan hotpants warna merah menyala dan kaus you can see my ketiak.

Bolak balik melihat arah ke rumah Bastian.

" Gak perlu olah raga di luar Pak, kamar kosong itu saja untuk Bapak berolah raga, aku bisa juga pakai pakaian seperti dia, gak perlu Bapak lihat istri orang lain "

Amel berdecak jengkel, bisa tensi terus menerus dia punya tetangga kegatelan seperti itu.

" Jangan sekarang kalau mau pakai pakaian seperti itu Mel, Minggu depan aja "

" Kenapa ? "

" Amel, kamu kan sendang..."

" Iya iya, pokoknya Bapak gak boleh beramah tamah dengan Nindy ! "

" Siap Nyonya ! "

Sahut Bastian ngeloyor melanjutkan olahraganya di halaman samping.

Melihat Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan sendiri.

...******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

Terpopuler

Comments

pur wati

pur wati

suami istri klop bangettttttt🤩🤩🤩🤩 tapi seru juga.👍👍

2023-06-03

0

Vera Diani

Vera Diani

Cemburu jg kau Mel 🤣😂🤣🤣

2022-11-10

0

Jenni Johanis

Jenni Johanis

lucu banget🥰😘

2022-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 2. Lamaran
3 3. Aku terima bersih
4 4. Pernikahan
5 5. Kalian menjebak saya ?
6 6. Percuma
7 7. Sudah jinak.
8 8. Mencari Alasan
9 9. Membeli CD
10 10. Jadi siapa yang pantas ?
11 11. Pengen meluk tapi gengsi
12 12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13 13.Hei janda-ku
14 14. Bastian Ngambek
15 15. Keluh kesah Amel
16 16. Jangan menunggu jandamu
17 17. Tidak sabar
18 18. Jadi bahan gosip di toilet
19 19. PPKM
20 20. Jadi horang kaya
21 21. Aku sudah ready
22 22. Apa enaknya ?
23 23. Beda dengan milik Alif
24 24. Gaya pasrah
25 25. POV Bastian
26 26. Akhirnya tahu juga rasanya
27 27. Bertemu lagi
28 28. Kemarahan Bastian
29 29. Usaha Amel
30 30. Seperti seorang matador
31 31. Protesan Amel.
32 32. Kedatangan Om Joko
33 33. Abang jadi pengen
34 34. Bastian ketagihan
35 35. Turunan.
36 36. Status WA.
37 37. Mas sih oke
38 38. Kehilangan
39 39. Bastian kena amuk
40 40. Menyesali diri
41 41. Pulang
42 42. Lebih beruntung
43 43. Pertemuan yang tidak terduga.
44 44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45 45. Bertemu Wulan kembali
46 46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47 47. Bertemu ibu
48 48. Tergantung
49 49. Cara Bastian menghibur Amel
50 50. Keputusan
51 51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52 52. Ikut menyalahkan
53 53. Dua garis merah
54 54. Menyelesaikan misi
55 55. Bastian kena sawan
56 56. Latihan
57 57. Mengucapkan selamat tinggal
58 58. Permintaan pertama
59 59. Puas dari Hongkong?
60 60. Datang pada Papa!
61 61. Tidak akan ada siaran ulang.
62 62. Pesan
63 63. Nasehat yang menyakitkan
64 64. Buang saja ke laut
65 65. CCB
66 66. Ancaman santet
67 67. Banyak larangan
68 68. Merasa tua
69 69. Drama rumah tangga
70 60. Jamur salah nama
71 71. Kelas kehamilan
72 72. Ternyata
73 73. Bekerja lebih ekstra
74 74. Andai dia bisa aku miliki
75 75. Balik mengancam
76 76. Tahanan rumah
77 77. Kandang Serigala
78 78. Melimpahkan kesalahan
79 79. Amel, Kamu dimana ?
80 80. Seperti Rahwana
81 81. Firasat
82 82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83 83. Masih takut
84 84. BASTIAN YANG LEBAY
85 85. PERMINTAAN ANWAR
86 86. TANGGUNG
87 87. ENDING
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog
2
2. Lamaran
3
3. Aku terima bersih
4
4. Pernikahan
5
5. Kalian menjebak saya ?
6
6. Percuma
7
7. Sudah jinak.
8
8. Mencari Alasan
9
9. Membeli CD
10
10. Jadi siapa yang pantas ?
11
11. Pengen meluk tapi gengsi
12
12. Bastian yang keringetan, Amel yang kepanasan
13
13.Hei janda-ku
14
14. Bastian Ngambek
15
15. Keluh kesah Amel
16
16. Jangan menunggu jandamu
17
17. Tidak sabar
18
18. Jadi bahan gosip di toilet
19
19. PPKM
20
20. Jadi horang kaya
21
21. Aku sudah ready
22
22. Apa enaknya ?
23
23. Beda dengan milik Alif
24
24. Gaya pasrah
25
25. POV Bastian
26
26. Akhirnya tahu juga rasanya
27
27. Bertemu lagi
28
28. Kemarahan Bastian
29
29. Usaha Amel
30
30. Seperti seorang matador
31
31. Protesan Amel.
32
32. Kedatangan Om Joko
33
33. Abang jadi pengen
34
34. Bastian ketagihan
35
35. Turunan.
36
36. Status WA.
37
37. Mas sih oke
38
38. Kehilangan
39
39. Bastian kena amuk
40
40. Menyesali diri
41
41. Pulang
42
42. Lebih beruntung
43
43. Pertemuan yang tidak terduga.
44
44. Tidak ada tempat untuk pengkhianat
45
45. Bertemu Wulan kembali
46
46. Kegiatan yang lebih menyenangkan
47
47. Bertemu ibu
48
48. Tergantung
49
49. Cara Bastian menghibur Amel
50
50. Keputusan
51
51. Kata maaf itu akhirnya terucap juga
52
52. Ikut menyalahkan
53
53. Dua garis merah
54
54. Menyelesaikan misi
55
55. Bastian kena sawan
56
56. Latihan
57
57. Mengucapkan selamat tinggal
58
58. Permintaan pertama
59
59. Puas dari Hongkong?
60
60. Datang pada Papa!
61
61. Tidak akan ada siaran ulang.
62
62. Pesan
63
63. Nasehat yang menyakitkan
64
64. Buang saja ke laut
65
65. CCB
66
66. Ancaman santet
67
67. Banyak larangan
68
68. Merasa tua
69
69. Drama rumah tangga
70
60. Jamur salah nama
71
71. Kelas kehamilan
72
72. Ternyata
73
73. Bekerja lebih ekstra
74
74. Andai dia bisa aku miliki
75
75. Balik mengancam
76
76. Tahanan rumah
77
77. Kandang Serigala
78
78. Melimpahkan kesalahan
79
79. Amel, Kamu dimana ?
80
80. Seperti Rahwana
81
81. Firasat
82
82. TAU GITU DIBUANG KE LAUT
83
83. Masih takut
84
84. BASTIAN YANG LEBAY
85
85. PERMINTAAN ANWAR
86
86. TANGGUNG
87
87. ENDING

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!