Jalan Berdua

Bukan Erlangga namanya jika tidak bisa membawa Alana pergi bersamanya. Dengan alasan maminya ingin bertemu, maka Erlangga berhasil membawa Alana untuk pergi bersamanya.

“Lah, Mas Erlangga ... katanya kita mau ketemu sama mami? Ini kayaknya bukan jalan ke rumah mami?” tanya Alana.

“Memang bukan,” jawab Erlangga.

“Hah?”

“Aku bohong,” aku Erlangga.

“Kok bohong?” tanya Alana.

“Biar aku bisa menjauhkan kamu dari Satria.” Erlangga menjawab dengan santainya.

“Tapi aku 'kan sudah mutusin buat gak pergi sama siapapun,” ucap Alana. “Kalian itu sama saja. Sama-sama punya pacar.”

“Tapi aku 'kan calon suami kamu,” ucap Erlangga. “Aku berhak ngelarang kamu untuk pergi sama siapa saja.”

Eh?

“Mas Erlangga cemburu ya sama Satria?” ledek Alana.

“Gak! Jangan bermimpi,” kilah Erlanga.

“Masa sih? Bilang saja kalau cemburu. Jangan gengsi untuk mengakui, Mas.” Alana masih mencoba meledek Erlangga.

“Siapa yang cemburu?” Erlangga masih menepis semua hal yang Alana katakan.

“Keliatan kok dari wajahnya,” ledek Alana.

“Sok tahu.”

Alana mendesah kecewa. “Padahal aku pengin banget loh kalau Mas itu cemburu.”

Erlangga menepikan mobilnya dan berhenti di tepi jalan itu.

“Lah ... kok berhenti, Mas?” Alana merasa bingung saat Erlangga tiba-tiba memberhentikan mobilnya.

Erlangga tidak langsung menjawab. Pandangan Erlangga yang awalnya lurus ke depan kini berubah ke arah Alana.

“Mas, kenapa natap aku kaya gitu. Mas marah ya?” tanya Alana. “Maaf deh tadi aku cuma bercanda.”

Erlangga masih diam, tetapi pandangannya masih menatap Alana. Erlangga menatap Alana seakan sedang mengintimidasi Alana.

“Maaf, Mas.” Alana tergagap.

Erlangga mencondongkan tubuhnya ke arah Alana. Kini wajah Erlangga berada tepat di hadapan wajah Alana.

“Kamu maksa banget sih untuk aku cemburu sama Satria,” ucap Erlangga.

Alana tersenyum dengan menunjukan deretan giginya. “Ya kali ... Mas Erlangga ... beneran cemburu.”

“Aku bukan cemburu, tapi gak suka. Kamu itu calon istriku, gak etis saja kalau kamu masih jalan sama laki-laki lain,” jawab Erlangga.

Calon istri!

Mendadak hati Alana berbunga-bunga saat Erlangga menyebut dirinya sebagai calon istri.

“Memang, Mas sudah setuju dengan perjodohan ini? Mas katanya sudah punya pacar?” tanya Alana.

“Pasti mereka cantik-cantik? Beda jauh sama aku,” tebak Alana.

Erlangga menyentil kening Alana, membuat gadis itu memekik.

“Awww! Sakit, Mas?” pekik Alana seraya mengusap-usap keningnya.

“Banyakkan nanya kamu? Nyebelin?” ucap Erlangga.

Erlangga menjauhkan tubuhnya dari Alana. Ia kembali duduk pada posisi semula.

Menyebalkan? Itu karena Erlangga merasa tidak bisa menjawab seluruh pertanyaan yang Alana lontarkan.

“Maaf ...,” ucap Alana dengan wajah yang tertunduk.

“Sekarang aku yang akan bertanya,” ucap Erlangga.

Erlangga kembali mencondongkan tubuhnya ke hadapan Alana, membuat gadis itu kembali merasakan debaran jantungnya yang begitu hebat.

“A-pa?” tanya Alana.

Erlangga mempertemukan pandangannya dengan Alana pada satu titik yang sama. Jarak pandangan mereka sangat dekat, hanya berjarak beberapa centi saja.

“Ma-s ... ma-u a-pa?” Alana bicara dengan terbata-bata.

“Jawab pertanyaanku! Kenapa kamu mau dijodohin sama aku. Umur aku jauh lebih tua dari kamu? Bukan hanya itu saja ... banyak keburukan yang belum kamu ketahui tentang aku?” tanya Erlangga tanpa menjauhkan wajahnya dari hadapan Alana.

“Ka-ka-rena mami Monica yang memilihnya,” jawab Alana.

Meskipun Alana menjawab dengan terbata-bata, tetapi Erlangga melihat kesungguhan di mata Alana.

“Ada alasan lain?” Erlangga bertanya lagi.

Alana menggeleng. “Gak ada. Selama ini mami selalu memberikan aku yang terbaik. Jadi ... kali ini pun aku percaya sama pilihan mami.”

Tubuh Erlangga membeku seketika setelah mendengar jawaban Alana.

Begitu percayanya dia sama mami.

Erlangga kembali duduk pada posisi semula dan kembali melajukan mobilnya.

Di tempatnya Alana mengambil napas panjang untuk menetralkan debaran jantungnya. Diam-diam Alana mencuri-curi pandang pada Erlangga.

“Mas ... kita sebenarnya mau ke mana?” tanya Alana.

“Ke mana saja,” jawab Erlangga tanpa mengalihkan pandangannya ke Alana.

Alana diam, ia pasrah ke manapun Erlangga akan membawanya. Alana percaya jika Erlangga tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padanya.

Hening mengambil alih suasana di dalam mobil, di antara Alana dan Erlangga. Tidak ada yang mengeluarkan kata-kata, mereka sama-sama duduk dalam diam.

Alana kembali mencuri pandang pada Erlangga. Dilihatnya wajah kusut Erlangga, tetapi tidak memudarkan ketampanannya.

“Mas ... boleh aku tanya?” Alana membuka suaranya.

“Hmmm,” gumam Erlangga.

“Aku tahu Mas Erlangga tidak suka sama aku. Tapi ... kenapa Mas mau saja menerima perjodohan ini?” tanya Alana.

Erlangga menghela napasnya sebelum mulai menjawab pertanyaan Alana.

“Karena kamu pilihan Mami,” jawab Alana.

Alana menyunggingkan senyum tipisnya. Ada perasaan tidak enak pada Erlangga dalam senyumnya.

“Aku yakin seratus persen jika Mas Erlangga itu orang yang sangat baik. Buktinya, Mas Erlangga sepertinya sayang banget sama mami,” puji Alana. “Selalu nurut apa kata mami.”

Erlangga tersenyum tipis, ia bingung haruskah dirinya merasa senang dengan pujian Alana?

Sudah berulang kali aku mencoba menggagalkan rencana perjodohan ini, tapi selalu gagal. Mami bersikeras hanya menginginkan kamu sebagai menantunya. Apalagi yang bisa aku lakukan selain menerima perjodohan ini.

Dan mungkin juga benar kata kak Evano. Kalau aku masih harus menebus kesalahan pada masa laluku yang membuat ayah kamu meninggal.

Ada satu hal yang mengganjal di benak Erlangga. Apa Alana sudah tahu jika dirinya yang menjadi penyebab kematian ayahnya?

Suasana kembali hening saat Erlangga kembali diam. Erlangga diam dan bergelut dengan pikirannya.

Ponsel Erlangga mendadak berdering. Hampir tiga kali ponselnya berdering, tetapi Erlangga sepertinya tidak menyadarinya.

Alana mendengar suara ponsel Erlangga berdering hingga beberapa kali. Namun, Alana merasa heran saat Erlangga tidak menerima panggilan itu.

Alana melihat ada nama Dinda tertera di layar telepon genggam milk Erlangga. Alana kembali mendengar telepon genggam Erlangga berdering kembali.

“Eh, kenapa tidak diangkat?” batin Alana.

Pandangannya Alana arahkan pada Erlangga. Alana melihat Erlangga sedang berkonsentrasi mengemudi, tetapi Alana juga tahu jika pikiran Erlangga tidak ditempatnya. Itulah mengapa Erlangga tidak menyadari jika ponselnya berdering.

“Mas, Erlangga ...,” panggil Alana.

Tidak ada sahutan dari Erlangga. Alana mencoba sekali lagi untuk memanggil Erlangga.

“Mas Erlangga.” Alana memanggil seraya menggoyangkan tubuh Erlangga.

“Mas Erlangga!” panggil Alana.

Lamunan Erlangga buyar setelah suara Alana masuk ke dalam indra pendengarannya.

“Ada apa?” tanya Erlangga.

“Mas Erlangga, kok bengong?” tanya Alana. “Ada yang lagi dipikirin?”

“Gak kok,” jawab Erlangga. “Ada apa sih? Jangan nganggu! Aku lagi nyetir mobil.”

“Emmmm ... itu handphone Mas dari tadi bunyi terus. Kenapa gak dijawab?” tanya Alana.

“Oh.”

Ponselnya kembali berdering, Erlangga melihat ada Dinda di layar ponselnya. Erlangga berdecak, rasanya malas menerima panggilan dari wanita itu. Entah mengapa? Biasanya jika panter ranjangnya itu menelepon, Erlangga akan kembali bersemangat. Akan tetapi malam itu tidak.

“Dari pacarnya ya, Mas?” tanya Alana.

“Hmmm.”

“Kenapa gak diangkat?” tanya Alana lagi.

“Males,” jawab Erlangga singkat.

“Nanti pacarnya marah, loh,” ucap Alana.

Kedua sudut bibir Erlangga naik ke atas. Rasanya Erlangga ingin tertawa detik itu juga.

Lucu, harusnya yang marah kan dia. Tapi kenapa dia justru mikirin perasaan orang lain.

“Mas, kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Alana.

“Kamu lucu,” jawab Erlangga.

“Aku lucu? Bagian mana yang membuat aku lucu?” Rona merah muncul di kedua sisi wajah Alana.

“Kamu itu lucu. Pacarnya calon suami kamu telepon, harusnya yang marah itu kamu. Kenapa kamu jadi malah mikirin perasaan dia,” ucap Erlangga.

“Memang aku boleh marah, Mas?”

Astaga! Mau marah saja pake segala minta izin.

Erlangga sudah tidak bisa lagi menahan tawanya menghadapi kepolosan Alana. Merasa gemas, Erlangga mengacak-ngacak rambut Alana tanpa menghentikan tawanya.

Terpopuler

Comments

Endang Purwati

Endang Purwati

ttuuhh...kek mana gak kebat-kebit hatimu maass Erlan...bukan cuma polos itu Alana nya mas ..tapi dia tulus..satu yg saya suka dri semua jawab yg Alana berikan ke Erlan...dri sekian banyak pertanyaan ...."karena mas Erlan pilihan mami, karena selam ini mami sellu memberikan yg terbaik utk saya" klo kamu peka dan menyadari nya mas Erlan...itu adlaah sebuah bentuk KETULUSAN ...💙💙

2021-12-30

0

Nina Sonia

Nina Sonia

kayanya Alana bukan polos" banget deh,,,dia mungkin gak mau kebawa suasana perjodohan karena dia udah tau bahwa erlangga tidak menyukainya

2021-12-11

0

Maria Agustina Bungalay

Maria Agustina Bungalay

rasain kamu Er dikerjain anak SMA

2021-07-26

0

lihat semua
Episodes
1 Erlangga Bayu Pramuja
2 Rasa Sedih Monica
3 Permintaan Maaf Erlangga
4 Kegilaan Erlangga (21+)
5 Dijodohkan
6 Penolakan Erlangga
7 Tentang Alana
8 Rasa kesal Erlangga
9 Uji Kesabaran
10 Sebuah Pertimbangan
11 Mencoba Untuk Dekat
12 Taruhan Monica dan Erlangga
13 Kebingungan Erlangga
14 Bertemu Alana
15 Selamat hari raya Idul Adha
16 Rival
17 Berebut Alana
18 Jalan Berdua
19 Jalan Berdua 2
20 Pengganggu
21 Perbedaan Alana dan Dinda
22 Kumpul Keluarga
23 Hitam Dan Putih
24 Persetujuan Erlangga
25 Resmi Menikah
26 Ada Aku
27 Berbeda
28 Ciuman Pertama
29 Mulai Dekat
30 Rasa Yang Terpendam
31 Perubahan
32 Datang Ke Sekolah
33 Rasa Nyaman
34 Pujian Untuk Alana
35 Karena Dia
36 Bahaya
37 Kecemasan Erlangga
38 Ancaman
39 Perjanjian
40 Kejujuran Erlangga
41 Masih Peduli
42 Ciuman Penyembuh
43 Pengakuan Alana
44 Pengakuan Erlangga
45 Alana Vs Dinda
46 Permintaan Maaf
47 Jebakan Untuk Alana
48 Ketakutan Alana
49 Pindah
50 Satu Kamar
51 Dia Suamiku
52 Kebakaran
53 Pelaku Kebakaran
54 Penangkapan Dinda
55 Never Leave My Life
56 Hasrat
57 Untuk Yang Pertama
58 Lima Puluh Delapan
59 Lima Puluh Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Puluh Satu
62 Enam Puluh Dua
63 Enam Puluh Tiga
64 Enam Puluh Empat
65 Enam puluh Lima
66 Enam Puluh Enam
67 Enam Puluh Tujuh
68 Enam Puluh Delapan
69 Enam Puluh Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Puluh Satu
72 Tujuh Puluh Dua
73 Tujuh Puluh Tiga
74 Tujuh Puluh Empat
75 Tujuh Puluh Lima
76 Tujuh Puluh Enam
77 Tujuh Puluh Tujuh
78 Tujuh Puluh Delapan
79 Tujuh Puluh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Puluh Satu
82 Delapan Puluh Dua
83 Delapan Puluh Tiga
84 Delapan Puluh Empat
85 Delapan Puluh Lima
86 Delapan Puluh Enam
87 Delapan Puluh Tujuh
88 Delapan Puluh Delapan
89 Delapan Puluh Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Puluh Satu
92 Sembilan Puluh Dua
93 Sembilan Puluh Tiga
94 Sembilan Puluh Empat
95 Sembilan Puluh Lima
96 Sembilan Puluh Enam
97 Sembilan Puluh Tujuh
98 Sembilan Puluh Delapan
99 Sembilan Puluh Sembilan
100 Seratus
101 Seratus Satu
102 Seratus Dua
103 Seratus Tiga
104 Seratus Empat
105 Seratus Lima
106 Seratus Enam
107 Seratus Tujuh
108 Seratus Delapan
109 Bukan up.
110 Seratus Sembilan
111 S2 Chapter 1
112 S2 Chapter 2
113 S2 Chapter 3
114 S2 Chapter 4
115 S2 Chapter 5
116 S2 Chapter 6
117 S2 Chapter 7
118 S2 Chapter 8
119 S2 Chapter 9
120 S2 Chapter 10
121 S2 Chapter 11
122 S2 Chapter 12
123 S2 Chapter 13
124 S2 Chapter 14
125 S2 Chapter 15
126 S2 Chapter 16
127 S2 Chapter 17
128 S2 Chapter 18
129 S2 Chapter 19
130 S2 Chapter 20
131 S2 Chapter 21
132 S2 Chapter 22
133 S2 Chapter 23
134 S2 Chapter 24
135 S2 Chapter 25
136 S2 Chapter 26
137 S2 Chapter 27
138 S2 Chapter 28
139 S2 Chapter 29
140 S2 Chapter 30
141 S2 Chapter 31
142 S2 Chapter 32
143 Chapter 33
144 Chapter 34
145 S2 Chapter 35
146 S2 Chapter 36
147 S2 Chapter 37
148 S2 Chapter 38
149 S2 chapter 39
150 S2 Chapter 40
151 S2 Chapter 41
152 S2 Chapter 42
153 S2 Chapter 43
154 S2 Chapter 44
155 S2 Chapter 45
156 S2 Chapter 46
157 S2 Chapter 47
158 S2 Chapter 48
159 S2 Chapter 49
160 S2 Chapter 50
161 S2 Chapter 51
162 S2 Chapter 52
163 S2 Chapter 53
164 S2 Chapter 54
165 S2 Chapter 55
166 S2 Chapter 56
167 S2 Chapter 57
168 S2 Chapter 58
169 S2 Chapter 59
170 S2 Chapter 60
171 S2 Chapter 61
172 S2 Chapter 62
173 S2 Chapter 63
174 S2 Chapter 64
175 S2 Chapter 65
176 S2 Chapter 66
177 S2 Chapter 67
178 S2 Chapter 68
179 S2 Chapter 69
180 S2 Chapter 70
181 S2 Chapter 71
182 S2 Chapter 72
183 S2 Chapter 73
184 S2 Chapter 74
185 S2 Chapter 75
186 S2 Chapter 76
187 S2 Chapter 77
188 S2 Chapter 78 (End)
189 Promosi Karya
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Erlangga Bayu Pramuja
2
Rasa Sedih Monica
3
Permintaan Maaf Erlangga
4
Kegilaan Erlangga (21+)
5
Dijodohkan
6
Penolakan Erlangga
7
Tentang Alana
8
Rasa kesal Erlangga
9
Uji Kesabaran
10
Sebuah Pertimbangan
11
Mencoba Untuk Dekat
12
Taruhan Monica dan Erlangga
13
Kebingungan Erlangga
14
Bertemu Alana
15
Selamat hari raya Idul Adha
16
Rival
17
Berebut Alana
18
Jalan Berdua
19
Jalan Berdua 2
20
Pengganggu
21
Perbedaan Alana dan Dinda
22
Kumpul Keluarga
23
Hitam Dan Putih
24
Persetujuan Erlangga
25
Resmi Menikah
26
Ada Aku
27
Berbeda
28
Ciuman Pertama
29
Mulai Dekat
30
Rasa Yang Terpendam
31
Perubahan
32
Datang Ke Sekolah
33
Rasa Nyaman
34
Pujian Untuk Alana
35
Karena Dia
36
Bahaya
37
Kecemasan Erlangga
38
Ancaman
39
Perjanjian
40
Kejujuran Erlangga
41
Masih Peduli
42
Ciuman Penyembuh
43
Pengakuan Alana
44
Pengakuan Erlangga
45
Alana Vs Dinda
46
Permintaan Maaf
47
Jebakan Untuk Alana
48
Ketakutan Alana
49
Pindah
50
Satu Kamar
51
Dia Suamiku
52
Kebakaran
53
Pelaku Kebakaran
54
Penangkapan Dinda
55
Never Leave My Life
56
Hasrat
57
Untuk Yang Pertama
58
Lima Puluh Delapan
59
Lima Puluh Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Puluh Satu
62
Enam Puluh Dua
63
Enam Puluh Tiga
64
Enam Puluh Empat
65
Enam puluh Lima
66
Enam Puluh Enam
67
Enam Puluh Tujuh
68
Enam Puluh Delapan
69
Enam Puluh Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Puluh Satu
72
Tujuh Puluh Dua
73
Tujuh Puluh Tiga
74
Tujuh Puluh Empat
75
Tujuh Puluh Lima
76
Tujuh Puluh Enam
77
Tujuh Puluh Tujuh
78
Tujuh Puluh Delapan
79
Tujuh Puluh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Puluh Satu
82
Delapan Puluh Dua
83
Delapan Puluh Tiga
84
Delapan Puluh Empat
85
Delapan Puluh Lima
86
Delapan Puluh Enam
87
Delapan Puluh Tujuh
88
Delapan Puluh Delapan
89
Delapan Puluh Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Puluh Satu
92
Sembilan Puluh Dua
93
Sembilan Puluh Tiga
94
Sembilan Puluh Empat
95
Sembilan Puluh Lima
96
Sembilan Puluh Enam
97
Sembilan Puluh Tujuh
98
Sembilan Puluh Delapan
99
Sembilan Puluh Sembilan
100
Seratus
101
Seratus Satu
102
Seratus Dua
103
Seratus Tiga
104
Seratus Empat
105
Seratus Lima
106
Seratus Enam
107
Seratus Tujuh
108
Seratus Delapan
109
Bukan up.
110
Seratus Sembilan
111
S2 Chapter 1
112
S2 Chapter 2
113
S2 Chapter 3
114
S2 Chapter 4
115
S2 Chapter 5
116
S2 Chapter 6
117
S2 Chapter 7
118
S2 Chapter 8
119
S2 Chapter 9
120
S2 Chapter 10
121
S2 Chapter 11
122
S2 Chapter 12
123
S2 Chapter 13
124
S2 Chapter 14
125
S2 Chapter 15
126
S2 Chapter 16
127
S2 Chapter 17
128
S2 Chapter 18
129
S2 Chapter 19
130
S2 Chapter 20
131
S2 Chapter 21
132
S2 Chapter 22
133
S2 Chapter 23
134
S2 Chapter 24
135
S2 Chapter 25
136
S2 Chapter 26
137
S2 Chapter 27
138
S2 Chapter 28
139
S2 Chapter 29
140
S2 Chapter 30
141
S2 Chapter 31
142
S2 Chapter 32
143
Chapter 33
144
Chapter 34
145
S2 Chapter 35
146
S2 Chapter 36
147
S2 Chapter 37
148
S2 Chapter 38
149
S2 chapter 39
150
S2 Chapter 40
151
S2 Chapter 41
152
S2 Chapter 42
153
S2 Chapter 43
154
S2 Chapter 44
155
S2 Chapter 45
156
S2 Chapter 46
157
S2 Chapter 47
158
S2 Chapter 48
159
S2 Chapter 49
160
S2 Chapter 50
161
S2 Chapter 51
162
S2 Chapter 52
163
S2 Chapter 53
164
S2 Chapter 54
165
S2 Chapter 55
166
S2 Chapter 56
167
S2 Chapter 57
168
S2 Chapter 58
169
S2 Chapter 59
170
S2 Chapter 60
171
S2 Chapter 61
172
S2 Chapter 62
173
S2 Chapter 63
174
S2 Chapter 64
175
S2 Chapter 65
176
S2 Chapter 66
177
S2 Chapter 67
178
S2 Chapter 68
179
S2 Chapter 69
180
S2 Chapter 70
181
S2 Chapter 71
182
S2 Chapter 72
183
S2 Chapter 73
184
S2 Chapter 74
185
S2 Chapter 75
186
S2 Chapter 76
187
S2 Chapter 77
188
S2 Chapter 78 (End)
189
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!