Erlangga sudah ada di dalam kamarnya yang ada di kediaman Pramuja. Dirinya masih menggerutu karena maminya benar-benar akan menjodohkannya.
“Perempuan kaya apa sih dia? Sampai mami maksa banget buat aku nikah sama dia,” ucap Erlangga.
Selesai mandi, Erlangga keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya. Erlangga memilih kaos berwarna hitam polos dengan celana jeans yang panjangnya sampai batas lutut.
Selesai berpakaian Erlangga keluar dari kamarnya. Erlangga berjalan menuruni anak tangga. Pandangannya ke sana-kemari, seperti sedang mencari seseorang.
“Mana sih tuh perempuan? Lama banget datangnya?” gerutu Erlangga. “Gak tahu apa aku sibuk.”
“Om Erlangga.”
Erlangga menoleh ke asal suara, matanya melihat keponakan kembarnya dan adik mereka, Keisha, anak ketiga Evano dan Violetta. “Hai Kenzo, Kenzi, Keisha ... kalian apa kabar?”
“Kami baik, Om,” jawab Kenzo mewakili kedua adiknya.
“Kalian ke sini sama siapa?” tanya Erlangga.
“Sama mamah,” jawab Kenzo lagi.
Erlangga manggut-manggut untuk merespon perkataan keponakanya.
“Kata mamah ada aunty baru yang mau datang ke sini,” tanya Kenzi.
“Om gak tahu,” jawab Erlangga.
“Kok Om bisa gak tahu?” Keisha bertanya dengan nada lucunya.
“Memang om tidak tahu Keisa ... sayangnya om.” Erlangga mengangkat tubuh anak kecil berumur 4 tahun itu, memindahkannya ke atas pangkuannya.
Erlangga akhirnya ikut menonton tv bersama dua keponakan kembarnya serta Keisa.
“Erlangga kamu sudah selesai mandinya,” ucap Monica.
Erlangga menoleh ke asal suara. Dari arah dapur, mami dan kakak iparnya sedang melangkah mendekati ke tempatnya.
“Sudah, Mam,” jawab Erlangga. “Mana sih tuh perempuan? Lama banget! Aku kan mau ke showroom,” ucap Erlangga.
“Sebentar lagi juga datang,” jawab Monica. “Lagian hari ini kamu gak datang ke showroom juga gak apa-apa, 'kan,” ucap Monica.
“Ya gak bisa lah, Mam,” ucap Erlangga.
“Duh ... yang sudah gak sabar ketemu sama calon istri,” ledek Violetta dan dibalas cibiran oleh Erlangga.
“Paling juga kamu mau ketemu sama Dinda itu, 'kan?” tuduh Monica.
“Ya pasti ketemu lah, Mam. Dinda kan kerja sama aku,” ucap Erlangga.
“Mami gak suka kamu deket-deket sama Dinda. Mami tahu dia itu perempuan gak bener! Kenapa kamu gak pecat saja dia?”
“Ya gak bisa gitu juga, Mam. Dinda itu kerjanya bagus kok Mam,” bela Erlangga.
Apalagi kalau kerja di atas ranjang ... lebih bagus lagi.
“Terserah kamulah,” ucap Monica.
Tidak lama ada seorang penjaga yang masuk ke dalam rumah. Penjaga itu mengantarkan seorang perempuan muda yang ingin bertemu dengan Monica.
“Permisi, Ibu ... ada tamu. Katanya mau bertemu sama Ibu,” ucap perjaga itu.
Monica langsung melihat seorang perempuan yang sedang di belakang penjaga di rumahnya.
“Ini dia orang yang kita tunggu. Sini, Sayang.” Monica menyuruh perempuan muda yang ada di belakang penjaga itu untuk mendekat. “Alana ... sini, Sayang.”
Mendengar panggilan Monica, Alana pun berjalan mendekat ke arah Monica. Alana langsung menyalami tangan lalu mencium punggung tangan Monica.
“Mami, apa kabar?” tanya Alana.
“Baik, Nak,” jawab Monica.
Erlangga belum ingin melihat calon istrinya, tetapi ia heran perempuan itu bahkan sudah memanggil maminya dengan panggilan 'mami'. Sedekat itu kah hubungan mereka?
Monica mengarahkan pandangannya ke arah Erlangga. “Erlangga ... sini, Sayang. Kenalkan ini Alana perempuan yang mami ceritakan padamu. Dia calon istri kamu,” ucap Monica.
Mata Erlangga melebar setelah mendengar perkataan maminya dan melihat Alana.
“Mami gak sedang bercanda, 'kan?” tanya Erlangga.
“Ya, gak lah,” sahut Monica.
Erlangga terkejut saat melihat perempuan muda di hadapannya yang masih berseragam putih abu-abu. Bukan hanya itu, perempuan itu terlihat sangat imut.
Tingginya mungkin kurang dari 160 cm, tubuhnya kurus dan tidak berisi, apalagi dadanya tidak terlihat besar seperti milik Dinda atau perempuan yang selama ini dia kencani.
“Alana, kenalkan ini Erlangga. Anak mami yang pernah mami ceritakan ke kamu,” ucap Monica.
Alana melihat ke arah Erlangga dengan tersenyum ramah. Lalu ia mengulurkan tangannya ke hadapan Erlangga.
“Perkenalkan ... aku Alana, Om,” ucap Alana.
Erlangga tidak membalas uluran tangan Alana. Justru Erlangga terlihat sangat kesal.
“Apa? Kamu manggil aku apa ... Om!” Erlangga menggeram, tetapi ia tahan di tenggorokannya.
“Lalu apa aku harus memanggil kamu Tante?” ucap Alana yang membuat Monica dan Violetta menahan tawa mereka.
Erlangga mengarahkan pandangannya ke arah Monica. “Mami dengar 'kan, tadi dia manggil aku apa?”
“Memang apa salahnya? Kamu tidak sadar jika kamu sudah punya lima orang keponakan.” Monica membela Alana. “Kamu itu sudah tidak muda lagi tapi belum memiliki anak.”
“Tapi .... ” Erlangga menghentikan ucapannya saat melihat maminya tidak menggubris perkataannya.
“Alana, dia itu calon suami kamu. Jadi ... jangan panggil dia om. Panggil dia 'sayang atau mas' biar akrab,” ucap Monica.
“Iya, Mami,” jawab Alana dengan rasa gugupnya.
“Ya sudah kita langsung makan siang yuk,” ajak Monica.
Monica menuntun Alana menuju meja makan, tetapi Erlangga mencegah maminya. Mengisyaratkan pada maminya jika dirinya ingin bicara.
“Alana, kamu tidak keberatan 'kan jika kamu pergi ke meja makan duluan?” tanya Monica.
“Iya, Mam ... gak apa-apa,” sahut Alana.
“Twins, Keisa ... ajak tante Alana ke meja makan ya,” ucap Monica.
“Oke, Oma,” sahut Kenzo dan Kenzi secara bersamaan.
“Letta, tolong temani Alana ya,” ucap Monica.
“Iya, Mam,” sahut Violetta.
Setelah memastikan Alana dan kakak iparnya juga anak kembarnya sudah menjauh, Erlangga menarik maminya ke kamar maminya.
“Erlangga, ada apa? Jangan tarik-tarik mami kaya gini dong,” ucap Monica.
“Mami gak salah mau jodohin aku sama anak kecil itu?” tanya Monica.
“Gak dong,” jawab Monica.
“Mami, dia itu masih anak-anak. Mami mau jadiin aku pedofil?” tanya Erlangga.
“Sudah pendek —”
“Dia gak pendek, cuma kurang tinggi,” protes Monica.
“Sama saja, Mam,” ucap Erlangga.
“Tubunya juga kurus, gak ada isinya. Mana enak dipegang-pegang,” ucap Erlangga.
Monica terbelalak mendengar protes dari anaknya. Dengan kesalnya Monica menoyor kepala anaknya. “Hahalin dulu baru boleh pegang-pegang.”
“Ck, Mami ....”
“Dia kan masih 17 tahun, makanya dia masih sangat imut,” ucap Monica. “Nanti juga kalau bertambah umur juga tubuhnya jadi lebih besar dan tinggi.”
“Seenggaknya yang enak untuk dipandang, Mam,” ucap Erlangga.
“Memang kamu mau nyari istri atau panjangan,” ucap Monica.
Oke! Erlangga diam. Dalam hal berdebat memang maminya yang paling hebat. Pantas papinya bertekuk lutut di hadapan maminya, maminya pandai membalikan keadaan.
“Sudahlah, mami gak mau berdebat. Ayo cepat kita keluar! Kasihan Alana menunggu kita di luar,” ajak Monica.
“Mam ...,” rengek Erlangga.
“Titik! Gak pake koma,” tegas Monica.
“Kasih kesempatan Erlangga untuk cari jodoh sendiri,” pinta Erlangga.
“Mami suruh nunggu berapa lama lagi, Erlangga?” tanya Monica.
Monica menghela napas panjang. Anak bungsunya memang senang sekali menguji kesabarannya.
“Sini duduk, Nak.” Monica mengajak Erlangga untuk duduk di atas tempat tidur.
Diraihnya tangan Erlangga untuk ia genggam.
“Nak, Mami gak tahu kapan papi kamu akan datang buat jemput mami —”
“Mami kenapa sih suka bicara begitu,” protes Erlangga.
“Itu kenyataan, Sayang. Mami sudah tua. Sebelum mami gak ada ... mami cuma pengin lihat kamu menikah dan bahagia dengan keluarga kamu sendiri,” ucap Monica.
“Tapi kenapa harus Alana, Mam?” tanya Erlangga.
“Karena mami sudah kenal Alana dari kecil. Meskipun dia anak yatim piatu dan dari keluarga yang kurang mampu, tapi mami tahu dia gadis baik-baik,” jawab Monica.
“Kamu coba deket dulu sama Alana, mami yakin seratus persen kamu pasti suka sama dia,” ucap Monica.
Erlangga tidak menjawab, dia hanya berdecak saja sebagai bentuk penolakan.
“Erlangga ....”
“Oke, Mam. Erlangga akan coba.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Emak Kam
kayaknya Alana anak yang ditabrak oleh Erlangga deh
2023-03-21
0
Endang Purwati
llaahh iyaaa..bener laaahhh klo dipanggil Om...secara selisih umurnya aja 11 thn...kok gak terima dipanggil Om...😂😂 belom lagi ditambah 5 keponakan....yaaaang bener om-om.laaahhhh
2021-12-29
0
novi ariyanti
Alana anaknya tukang nasi goreng yang ditabrak Erlangga bukan?
2021-10-23
0