Taruhan Monica dan Erlangga

Erlangga merasakan sakit di kepalanya saat ia bangun dari tidurnya. Keningnya ia pijit untuk mengurangi rasa pening di kepalanya.

Untuk sesaat Erlangga memejamkan matanya erat-erat. Setelah rasa pening di kepalanya mereda Erlangga kembali membuka matanya. Beberapa kali Erlangga mengedipkan matanya agar matanya bisa beradaptasi dengan cahaya yang ada di dalam kamarnya.

Erlangga mengambil posisi duduk dengan bersandar pada kepala ranjang. Pandangannya ia arahkan ke atas seraya menarik napasnya.

Erlangga melihat jam yang tergantung di dinding kamarnya. Waktu menunjukan pukul 5 pagi, itu artinya dirinya hanya tidur selama 3 jam saja.

Erlangga ingin tidur kembali. Namun, tidak bisa. “Lebih baik aku olah raga saja.”

Erlangga bangun dari atas tempat tidur. Sebelum ke kamar mandi Erlangga lebih dulu mengganti dengan pakaian olah raganya.

Setelah mencuci muka Erlangga keluar dari kamarnya dan melangkah ke taman belakang rumah. Erlangga berlari mengelilingi kolam berenang sambil memikirkan tentang perjodohannya dengan Alana.

Sejujurnya Erlangga masih belum sepenuhnya menerima perjodohan itu. Masih ada banyak hal yang Erlangga pikirkan tentang Alana.

“Bagaimana bisa mami mau jodohin aku sama anak-anak yang polosnya kebangetan kaya dia sih?” batin Erlangga.

Memikirkan tentang Alana membuat Erlangga hampir saja terjatuh karena tersandung kakinya sendiri. Erlangga pun mengumpat kesal.

“Shit! Tuh anak kecil ganggu banget sih,” umpat Erlangga.

Erlangga memilih untuk pergi ke halaman depan rumahnya. Cahaya matahari akan lebih dulu menyinari bagian depan rumah megah keluarganya itu.

Saat sedang berlari kecil di depan rumah, suara Alana masuk ke dalam indra pendengarannya.

“Mas Erlangga lagi ngapain?” tanya Alana.

“Kamu lihat aku sedang ngapain?” Erlangga balik bertanya pada Alana.

“Olah raga,” jawab Alana.

“Kalau sudah tahu kenapa bertanya.” Erlangga berucap dengan sedikit rasa kesal.

“Ya sudah kalau begitu aku permisi pulang dulu. Sampaikan maaf pada mami karena aku pulang tanpa pamit. Aku gak mau ganggu tidur mami,” ucap Alana.

“Hmmm,” sahut Erlangga singkat.

Erlangga melihat Alana mulai menjauh. Namun, Erlangga memanggilnya kembali. Erlangga mengatakan jika ia akan mengantar Alana pulang.

“Gak usah, Mas. Nanti ngerepotin lagi,” tolak Alana.

“Sudah deh jangan ngajak debat pagi-pagi,” ucap Erlangga. “Kamu tunggu di sini sebentar.”

Erlangga masuk ke dalam rumahnya untuk mencuci wajahnya dan juga meminum segelas air. Setelah itu Erlangga kembali ke luar rumahnya melalui pintu yang menghubungkan rumah dengan garasi mobil.

Erlangga masuk ke dalam mobilnya dan duduk di hadapan kemudi mobil. Klakson Erlangga bunyikan untuk mengalihkan perhatian Alana.

“Ayo masuk!” suruh Erlangga.

Setelah Alana masuk ke dalam mobil, Erlangga melajukan mobilnya. Sebenarnya Erlangga malas untuk mengantar Alana, tetapi dari pada kena ceramah dari maminya mending ia antarakan saja Alana.

Dalam perjalanan Erlangga kembali dibuat kesal oleh kepolosan Alana. Sungguh ia tidak habis pikir, bagaimana jadinya kalau mereka menikah.

Bukan hanya itu saja sekali lagi Erlangga dibuat terkejut oleh Alana, saat anak kecil itu mengatakan alamat rumahnya.

“Jalam Merdeka, Gang Mawar no. 10,” ucap Alana.

Erlangga menginjak rem mobilnya secara mendadak. Beruntung mereka tidak celaka atas tindakan Erlangga.

*****

Erlangga masih duduk di dalam mobilnya sambil menunggu Alana. Pikirannya melayang memikirkan Alana. Alamat rumah Alana sangatlah tidak asing baginya.

Alamat rumah Alana mengingatkan akan masa lalunya yang kelam.

“Apakah Alana anak dari orang yang dulu ia tabrak?” batin Erlangga.

“Aku harus menanyakan ini pada mami nanti,” ucap Erlangga.

Erlangga menarik napas panjang untuk menghilangkan rasa sesak di dalam dadanya karena mengingat masa lalunya.

Sesaat kemudian Erlangga menolehkan pandangannya ke luar mobil. Sudah sekitar lima belas menit dirinya menunggu Alana, tetapi perempuan itu belum juga kembali.

“Lama banget sih?” gerutu Erlangga.

Erlangga ingin menyusul Alana. Namun, baru ia akan membuka pintu matanya melihat Alana sedang sedang berjalan ke arahnya.

Erlangga terus memandang Alana sampai gadis itu masuk ke dalam mobilnya.

“Maaf ya nunggu lama,” ucap Alana.

“Lama banget sih? Dandan dulu,” omel Erlangga. “Dandan gak dandan juga sama saja,” ejek Erlangga.

Erlangga kembali menyalakan mesin mobil dan melajukannya menuju ke sekolah Alana.

Jarak dari rumah ke sekolahnya Alana tidak begitu jauh. Jika berjalan kaki mungkin hanya setengah jam saja. Dan pada saat itu juga Erlangga baru tahu jika Alana bersekolah di sekolah elit tempat dulu ia dan kedua kakaknya menimba ilmu.

“Kamu sekolah di sini?” tanya Erlangga.

“Iya, aku dapat beasiswa penuh di sini,” jawab Alana.

“Beasiswa? Dari mami?” tanya Erlangga.

“Kok pikirannya ke mami?” Alana balik bertanya.

“Karena keluarga kami adalah salah satu penyumbang terbesar di sekolah ini,” jawab Erlangga.

“Hah, aku baru tahu tentang itu,” ucap Alana. “Tapi kata kepala sekolah ... karena aku selalu jadi juara umum di sekolah jadi aku dapat beasiswa penuh.”

“Ya sudah, aku turun dulu. Terima kasih sudah nganterin aku sampai ke sekolah,” ucap Alana.

“Hmmm,” sahut Erlangga.

“Oh iya aku mau ngucapin terima kasih untuk satu hal lagi ...,” ucap Alana.

“Apalagi Alana? Aku merasa bosan dengar kamu minta maaf dan berterimakasih terus.” Erlangga merasa kenyang dengan ucapan terima kasih dari Alana.

Alana tersenyum dengan menunjukan deretan giginya. “Terima kasih sudah gendong aku ke kamar semalam.”

“Jangan tertawa, aku tidak akan melakukan itu lagi,” ucap Erlangga. “Heran aku, badan kamu kecil tapi berat.”

“Hehehe,” tawa Alana.

“Sudah sana turun! Bentar lagi masuk,” suruh Erlangga.

Alana keluar dari mobil Erlangga. Setelah menutup pintu mobil Alana melambaikan tangannya kepada Erlangga. Alana berjalan memutari mobil itu untuk masuk ke dalam sekolah.

Sementara di dalam mobil Erlangga terus memperhatikan Alana, sampai tubuh perempuan itu hilang dari pandangannya. Erlangga kembali melajukan mobilnya kembali ke rumahnya.

Ada sesuatu yang harus ia pastikan kepada maminya. Erlangga harus bertanya pada maminya siapa Alana sebenarnya? Apakah benar Alana adalah anak dari penjual nasi goreng yang meninggal karena ulah dirinya?

Erlangga sampai di rumahnya satu jam kemudian. Segera Erlangga memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumah untuk mencari maminya.

“Bibi, mami mana?” tanya Erlangga.

“Ibu ada di kamar,” jawab bibi. “Mungkin sedang mandi.”

Erlangga segera melangkah ke kamar maminya. Tanpa menunggu lagi, Erlangga mengetuk pintu kamar maminya.

Tok tok tok

“Mam,” panggil Erlangga.

Erlangga tidak mendengar sahutan dari maminya.

Erlangga ingin mengetuk pintu lagi, tetapi pintu itu lebih dulu terbuka dari dalam.

“Ada apa, Erlangga? Mami habis mandi,” ucap Monica.

“Ada yang mau Erlangga tanyain sama Mami,” ucap Erlangga tanpa basa-basi.

“Ya sudah, ayo masuk.” Monica kembali masuk ke dalam kamarnya diikui oleh Erlangga.

“Apa yang ingin kamu tanyakan tentang Alana?” tanya Monica.

“Apa Alana adalah anak dari penjual nasi goreng yang meninggal gara-gara Erlangga?” tanya Erlangga.

“Iya,” jawab Monica dengan santainya.

“Mam ... ini maksudnya apa sih? Jadi mami nyuruh aku untuk menebus kesalahan aku dengan menikahi Alana?” tanya Erlangga. “Apa tidak cukup dengan kita bertanggung jawab selama ini dengan menghidupi mereka dan sekarang Mami nyuruh aku untuk menikahi dengan Alana.”

Monica nampak tidak suka dengan perkataan yang dilontarkan oleh Erlangga.

“Dengar Erlangga! Apa yang kita berikan pada mereka itu tidak akan cukup untuk menebus kesalahan kamu,” ucap Monica.

“Mami sama sekali tidak pernah berniat untuk menjodohkan kamu sama Alana. Tapi melihat kamu seperti ini ... mami jadi punya niatan untuk itu,” jawab Monica.

“Memang Erlangga kenapa, Mam? Erlangga merasa baik-baik saja. Aku merasa tidak ada yang salah dengan diriku,” ucap Erlangga.

“Tidak ada yang salah?” Monica menggelengkan kepalanya seraya mendesah kesal. “Kamu sudah berumur hampir 30 tahun, tapi kamu belum menikah juga. Sampai kapan kamu akan main-main terus seperti ini?”

Erlangga diam sejenak untuk memikirkan apa yang ingin ia katakan pada maminya. Erlangga harus hati-hati bicara dengan maminya karena maminya pintar membalikan keadaan.

“Erlangga gak mau dijodohin sama Alana,” protes Erlangga.

“Kamu gimana sih? Kemarin mau sekarang gak mau? Gak punya pendirian banget sih!” omel Monica.

“Yang kemarin jawabnya terpaksa, Mam. Tapi kali ini Erlangga benar-benar tidak mau dijodohin sama Alana,” ucap Erlangga.

“Terus kamu mau jadi perjaka tua selamanya?” tanya Monica.

“Ya, gaklah, Mam!”

“Terus?”

“Erlangga mau cari jodoh sendiri,” ucap Erlangga.

“Baik! Mami kasih kamu jangka waktu dua minggu! Jika kamu tidak menemukan perempuan yang pinter masak, rajin, sabar, sayang sama keluarga, dan mandiri kaya Alana ... pokoknya kamu harus tetap menikah dengan Alana,” ucap Monica.

“O-o-ke,” gagap Erlangga.

“Ingat ya ... dua minggu,” ulang Monica.

Deal

Terpopuler

Comments

Endang Purwati

Endang Purwati

si Mama...ngasih waktunya 2 Minggu...😂😂🙈🙈

2021-12-29

1

Ilan Irliana

Ilan Irliana

jan 2 mnggu dwonk mom...2 bln z gt...spya alana jg bs mnata ht dlu..hihi..biar erlangga bucin dlu gt..haha

2021-07-17

2

✿⃝⭕🌼Ohti

✿⃝⭕🌼Ohti

semangat y

2021-07-17

2

lihat semua
Episodes
1 Erlangga Bayu Pramuja
2 Rasa Sedih Monica
3 Permintaan Maaf Erlangga
4 Kegilaan Erlangga (21+)
5 Dijodohkan
6 Penolakan Erlangga
7 Tentang Alana
8 Rasa kesal Erlangga
9 Uji Kesabaran
10 Sebuah Pertimbangan
11 Mencoba Untuk Dekat
12 Taruhan Monica dan Erlangga
13 Kebingungan Erlangga
14 Bertemu Alana
15 Selamat hari raya Idul Adha
16 Rival
17 Berebut Alana
18 Jalan Berdua
19 Jalan Berdua 2
20 Pengganggu
21 Perbedaan Alana dan Dinda
22 Kumpul Keluarga
23 Hitam Dan Putih
24 Persetujuan Erlangga
25 Resmi Menikah
26 Ada Aku
27 Berbeda
28 Ciuman Pertama
29 Mulai Dekat
30 Rasa Yang Terpendam
31 Perubahan
32 Datang Ke Sekolah
33 Rasa Nyaman
34 Pujian Untuk Alana
35 Karena Dia
36 Bahaya
37 Kecemasan Erlangga
38 Ancaman
39 Perjanjian
40 Kejujuran Erlangga
41 Masih Peduli
42 Ciuman Penyembuh
43 Pengakuan Alana
44 Pengakuan Erlangga
45 Alana Vs Dinda
46 Permintaan Maaf
47 Jebakan Untuk Alana
48 Ketakutan Alana
49 Pindah
50 Satu Kamar
51 Dia Suamiku
52 Kebakaran
53 Pelaku Kebakaran
54 Penangkapan Dinda
55 Never Leave My Life
56 Hasrat
57 Untuk Yang Pertama
58 Lima Puluh Delapan
59 Lima Puluh Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Puluh Satu
62 Enam Puluh Dua
63 Enam Puluh Tiga
64 Enam Puluh Empat
65 Enam puluh Lima
66 Enam Puluh Enam
67 Enam Puluh Tujuh
68 Enam Puluh Delapan
69 Enam Puluh Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Puluh Satu
72 Tujuh Puluh Dua
73 Tujuh Puluh Tiga
74 Tujuh Puluh Empat
75 Tujuh Puluh Lima
76 Tujuh Puluh Enam
77 Tujuh Puluh Tujuh
78 Tujuh Puluh Delapan
79 Tujuh Puluh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Puluh Satu
82 Delapan Puluh Dua
83 Delapan Puluh Tiga
84 Delapan Puluh Empat
85 Delapan Puluh Lima
86 Delapan Puluh Enam
87 Delapan Puluh Tujuh
88 Delapan Puluh Delapan
89 Delapan Puluh Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Puluh Satu
92 Sembilan Puluh Dua
93 Sembilan Puluh Tiga
94 Sembilan Puluh Empat
95 Sembilan Puluh Lima
96 Sembilan Puluh Enam
97 Sembilan Puluh Tujuh
98 Sembilan Puluh Delapan
99 Sembilan Puluh Sembilan
100 Seratus
101 Seratus Satu
102 Seratus Dua
103 Seratus Tiga
104 Seratus Empat
105 Seratus Lima
106 Seratus Enam
107 Seratus Tujuh
108 Seratus Delapan
109 Bukan up.
110 Seratus Sembilan
111 S2 Chapter 1
112 S2 Chapter 2
113 S2 Chapter 3
114 S2 Chapter 4
115 S2 Chapter 5
116 S2 Chapter 6
117 S2 Chapter 7
118 S2 Chapter 8
119 S2 Chapter 9
120 S2 Chapter 10
121 S2 Chapter 11
122 S2 Chapter 12
123 S2 Chapter 13
124 S2 Chapter 14
125 S2 Chapter 15
126 S2 Chapter 16
127 S2 Chapter 17
128 S2 Chapter 18
129 S2 Chapter 19
130 S2 Chapter 20
131 S2 Chapter 21
132 S2 Chapter 22
133 S2 Chapter 23
134 S2 Chapter 24
135 S2 Chapter 25
136 S2 Chapter 26
137 S2 Chapter 27
138 S2 Chapter 28
139 S2 Chapter 29
140 S2 Chapter 30
141 S2 Chapter 31
142 S2 Chapter 32
143 Chapter 33
144 Chapter 34
145 S2 Chapter 35
146 S2 Chapter 36
147 S2 Chapter 37
148 S2 Chapter 38
149 S2 chapter 39
150 S2 Chapter 40
151 S2 Chapter 41
152 S2 Chapter 42
153 S2 Chapter 43
154 S2 Chapter 44
155 S2 Chapter 45
156 S2 Chapter 46
157 S2 Chapter 47
158 S2 Chapter 48
159 S2 Chapter 49
160 S2 Chapter 50
161 S2 Chapter 51
162 S2 Chapter 52
163 S2 Chapter 53
164 S2 Chapter 54
165 S2 Chapter 55
166 S2 Chapter 56
167 S2 Chapter 57
168 S2 Chapter 58
169 S2 Chapter 59
170 S2 Chapter 60
171 S2 Chapter 61
172 S2 Chapter 62
173 S2 Chapter 63
174 S2 Chapter 64
175 S2 Chapter 65
176 S2 Chapter 66
177 S2 Chapter 67
178 S2 Chapter 68
179 S2 Chapter 69
180 S2 Chapter 70
181 S2 Chapter 71
182 S2 Chapter 72
183 S2 Chapter 73
184 S2 Chapter 74
185 S2 Chapter 75
186 S2 Chapter 76
187 S2 Chapter 77
188 S2 Chapter 78 (End)
189 Promosi Karya
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Erlangga Bayu Pramuja
2
Rasa Sedih Monica
3
Permintaan Maaf Erlangga
4
Kegilaan Erlangga (21+)
5
Dijodohkan
6
Penolakan Erlangga
7
Tentang Alana
8
Rasa kesal Erlangga
9
Uji Kesabaran
10
Sebuah Pertimbangan
11
Mencoba Untuk Dekat
12
Taruhan Monica dan Erlangga
13
Kebingungan Erlangga
14
Bertemu Alana
15
Selamat hari raya Idul Adha
16
Rival
17
Berebut Alana
18
Jalan Berdua
19
Jalan Berdua 2
20
Pengganggu
21
Perbedaan Alana dan Dinda
22
Kumpul Keluarga
23
Hitam Dan Putih
24
Persetujuan Erlangga
25
Resmi Menikah
26
Ada Aku
27
Berbeda
28
Ciuman Pertama
29
Mulai Dekat
30
Rasa Yang Terpendam
31
Perubahan
32
Datang Ke Sekolah
33
Rasa Nyaman
34
Pujian Untuk Alana
35
Karena Dia
36
Bahaya
37
Kecemasan Erlangga
38
Ancaman
39
Perjanjian
40
Kejujuran Erlangga
41
Masih Peduli
42
Ciuman Penyembuh
43
Pengakuan Alana
44
Pengakuan Erlangga
45
Alana Vs Dinda
46
Permintaan Maaf
47
Jebakan Untuk Alana
48
Ketakutan Alana
49
Pindah
50
Satu Kamar
51
Dia Suamiku
52
Kebakaran
53
Pelaku Kebakaran
54
Penangkapan Dinda
55
Never Leave My Life
56
Hasrat
57
Untuk Yang Pertama
58
Lima Puluh Delapan
59
Lima Puluh Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Puluh Satu
62
Enam Puluh Dua
63
Enam Puluh Tiga
64
Enam Puluh Empat
65
Enam puluh Lima
66
Enam Puluh Enam
67
Enam Puluh Tujuh
68
Enam Puluh Delapan
69
Enam Puluh Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Puluh Satu
72
Tujuh Puluh Dua
73
Tujuh Puluh Tiga
74
Tujuh Puluh Empat
75
Tujuh Puluh Lima
76
Tujuh Puluh Enam
77
Tujuh Puluh Tujuh
78
Tujuh Puluh Delapan
79
Tujuh Puluh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Puluh Satu
82
Delapan Puluh Dua
83
Delapan Puluh Tiga
84
Delapan Puluh Empat
85
Delapan Puluh Lima
86
Delapan Puluh Enam
87
Delapan Puluh Tujuh
88
Delapan Puluh Delapan
89
Delapan Puluh Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Puluh Satu
92
Sembilan Puluh Dua
93
Sembilan Puluh Tiga
94
Sembilan Puluh Empat
95
Sembilan Puluh Lima
96
Sembilan Puluh Enam
97
Sembilan Puluh Tujuh
98
Sembilan Puluh Delapan
99
Sembilan Puluh Sembilan
100
Seratus
101
Seratus Satu
102
Seratus Dua
103
Seratus Tiga
104
Seratus Empat
105
Seratus Lima
106
Seratus Enam
107
Seratus Tujuh
108
Seratus Delapan
109
Bukan up.
110
Seratus Sembilan
111
S2 Chapter 1
112
S2 Chapter 2
113
S2 Chapter 3
114
S2 Chapter 4
115
S2 Chapter 5
116
S2 Chapter 6
117
S2 Chapter 7
118
S2 Chapter 8
119
S2 Chapter 9
120
S2 Chapter 10
121
S2 Chapter 11
122
S2 Chapter 12
123
S2 Chapter 13
124
S2 Chapter 14
125
S2 Chapter 15
126
S2 Chapter 16
127
S2 Chapter 17
128
S2 Chapter 18
129
S2 Chapter 19
130
S2 Chapter 20
131
S2 Chapter 21
132
S2 Chapter 22
133
S2 Chapter 23
134
S2 Chapter 24
135
S2 Chapter 25
136
S2 Chapter 26
137
S2 Chapter 27
138
S2 Chapter 28
139
S2 Chapter 29
140
S2 Chapter 30
141
S2 Chapter 31
142
S2 Chapter 32
143
Chapter 33
144
Chapter 34
145
S2 Chapter 35
146
S2 Chapter 36
147
S2 Chapter 37
148
S2 Chapter 38
149
S2 chapter 39
150
S2 Chapter 40
151
S2 Chapter 41
152
S2 Chapter 42
153
S2 Chapter 43
154
S2 Chapter 44
155
S2 Chapter 45
156
S2 Chapter 46
157
S2 Chapter 47
158
S2 Chapter 48
159
S2 Chapter 49
160
S2 Chapter 50
161
S2 Chapter 51
162
S2 Chapter 52
163
S2 Chapter 53
164
S2 Chapter 54
165
S2 Chapter 55
166
S2 Chapter 56
167
S2 Chapter 57
168
S2 Chapter 58
169
S2 Chapter 59
170
S2 Chapter 60
171
S2 Chapter 61
172
S2 Chapter 62
173
S2 Chapter 63
174
S2 Chapter 64
175
S2 Chapter 65
176
S2 Chapter 66
177
S2 Chapter 67
178
S2 Chapter 68
179
S2 Chapter 69
180
S2 Chapter 70
181
S2 Chapter 71
182
S2 Chapter 72
183
S2 Chapter 73
184
S2 Chapter 74
185
S2 Chapter 75
186
S2 Chapter 76
187
S2 Chapter 77
188
S2 Chapter 78 (End)
189
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!