Rasa kesal Erlangga

Setelah mengantar Alana ke kedai es creamnya Erlangga kembali melajukan mobilnya ke arah showroom miliknya. Sedari dari ponselnya tidak berhenti berdering. Ada nama Dinda tertera di layar ponsel itu. Akan tetapi tidak ada niatan Erlangga untuk menerima panggilan dari Dinda.

“Dia pasti mau mengomel,” gumam Erlangga.

Erlangga mengubah ponselnya ke mode silent agar dering ponselnya tidak menganggu indra pendengarannya.

Pukul 3 sore Erlangga sampai di showroom miliknya. Setelah memarkirkan mobilnya, Erlangga keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya.

“Sore, Pak,” sapa salah seorang karyawan di showroom.

“Sore,” sapa balik Erlangga.

Erlangga terus melangkah menuju ruangan kerjanya. Pandangnya tidak sengaja bertemu dengan Dinda. Terlihat sekali jika Dinda sangat kesal. Akan tetapi Erlangga tidak memperdulikan itu.

“Selamat sore, Pak,” sapa Dinda.

“Sore, Din.” Erlangga menyapa balik Dinda.

Dinda mencoba bersikap profesional, karena di showroom Erlangga adalah atasannya. Dinda tidak bisa mengamuk seenaknya sendiri, meskipun ia ingin sekali melakukan itu.

Erlangga kembali melangkah ke arah ruangannya, tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Dinda.

Baru saja Erlangga duduk di kursinya pintu ruangan terbuka dan muncul Dinda dari balik pintu.

“Apa kamu tidak punya sopan santun? Ketuklah pintu sebelum masuk ke dalam ruanganku,” ucap Erlangga.

“Biasanya aku langsung masuk kamu tidak keberatan,” jawab Dinda.

Erlangga diam karena tidak ingin meladeni Dinda.

“Kamu keterlaluan Erlangga! Aku menunggumu selama tiga jam di kamar mandi sampai aku ketiduran, tapi kamu justru meninggal aku begitu saja,” omel Dinda.

“Maaf, Dinda ... mami mendadak langsung mengajak aku pergi. Bahkan tidak membiarkan aku untuk mandi,” ucap Erlangga.

Dinda mendekati Erlangga. Tanpa permisi Dinda duduk di atas meja, tepat di hadapan Erlangga. Tanpa rasa malu Dinda pun mengangkat satu kakinya ke atas pangkuannya. Dinda sengaja memperlihatkan pahanya kepada Erlangga.

“Kenapa mami kamu terlalu mencampuri urusan kamu?” tanya Dinda. “Seharusnya mami kamu gak seperti itu.”

Erlangga masih diam.

“Mami kamu kaya gak pernah muda saja,” ucap Dinda. “Sok banget ngatur-ngatur kamu.”

Erlangga mulai mengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya. Ia tidak suka jika Dinda bicara buruk tentang maminya.

“Kamu sekali-kali harus melawan mami kamu dong, biar mami kamu gak keterlaluan seperti itu,” ucap Dinda.

Kali ini Erlangga sudah tidak bisa menerima semua perkataan Dinda tentang maminya. Erlangga berdiri dari kursinya lalu tangannya mencengkram kedua sisi wajah Dinda.

“Jika kamu berani bicara buruk tentang mami aku ... bersiaplah untuk angkat kaki dari sini!” Erlangga menghempaskan wajah Dinda dengan kasar.

“Erlangga ... sakit,” rintih Dinda.

“Kamu sama sekali tidak ada artinya di mataku jika dibandingkan dengan mami. Bahkan kamu tidak lebih berharga dibandingkan dengan ujung kuku mami sekalipun,” hina. Erlangga.

“Erla—” Ucapan Dinda dipotong oleh Erlangga.

“Keluar dari ruanganku segera!” usir Erlangga.

Dinda menggeleng dan mencoba untuk merayu Erlangga. “Sayang, tolong maafkan aku.”

“Keluar!” teriak Erlangga.

Erlangga menarik Dinda dengan tidak sabarnya dan mengeluarkan perempuan itu dari dalam ruangan kerjanya.

“Sial,” umpat Erlangga.

Seliar-liarnya Erlangga, tetap saja maminya adalah yang paling utama. Setelah papinya meninggal, bagi Erlangga maminya adalah segalanya. Erlangga tidak akan terima jika ada yang bicara buruk tentang maminya.

Erlangga menarik napasnya dalam-dalam untuk meredam amarah di dalam dirinya. Erlangga kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kursi di balik mejanya. Pandangnya sekarang fokus pada layar laptop yang ada di hadapannya.

Waktu terus berlalu hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Erlangga masih fokus pada laptopnya. Setiap bulannya Erlangga harus memeriksa sendiri data keuangan di showroom miliknya.

Biasanya tidak selama itu, tetapi karena Erlangga datang sangat terlambat, membuat pekerjanya belum selesai hingga malam.

Tok tok tok

“Masuk,” ucap Erlangga.

Pintu ruangan kerjanya terbuka, Erlangga masih fokus pada pekerjaannya hingga membuatnya tidak melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.

“Aku tahu kamu pasti lembur jadi aku buatkan kopi untukmu,” ucap Dinda seraya meletakan secangkir kopi di hadapan Erlangga.

Erlangga jelas tahu siapa yang sedang bicara itu.

“Ini sudah malam ... kenapa kamu belum pulang?” tanya Erlangga.

“Aku tadinya mau pulang, tapi melihat mobilmu masih ada di luar jadi aku kembali lagi,” jawab Dinda.

“Pulanglah ini sudah malam!” perintah Erlangga.

Dinda tidak mendengarkan perintah dari Erlangga. Dinda berjalan ke dekat Erlangga. Dinda melingkar tangannya ke leher Erlangga.

“Tidak apa-apa. Biasanya aku juga menemanimu jika kamu sedang lembur,” ucap Dinda.

Bukan Dinda namanya jika tidak bisa merayu Erlangga. Dinda menggerakkan tangannya di sepanjang dada Erlangga seraya membuka kaitan kancing kemejanya. Tangannya lalu masuk ke dalam dan mengusap dada Erlangga.

“Pergilah! Aku sedang tidak mood,” usir Erlangga.

Dinda tidak menyerah begitu saja. Dengan manja Dinda merebahkan kepalanya di pundak Erlangga.

“Aku tahu kamu masih marah padaku. Maafkan aku untuk kata-kataku tadi siang,” pinta Dinda.

“Aku tidak bermaksud seperti itu, mungkin karena aku sedang kesal saja,” ucap Dinda. “Please ... maafkan aku. Aku janji tidak akan melakukannya lagi.”

“Hmmm,” gumam Erlangga. “Sekarang pergilah!”

“Aku tidak mau pergi sampai kamu tidak marah lagi padaku,” tolak Dinda.

“Aku sudah memaafkanmu,” ucap Erlangga.

“Belum sepenuhnya,” ucap Dinda.

“Terserah,” ucap Erlangga.

“Ayo kita main, baru aku percaya jika kamu sudah memaafkan aku,” ajak Dinda.

“Aku sedang bekerja,” ucap Erlangga.

“Sekali saja,” rayu Dinda.

Dinda mulai mencium bibir Erlangga, tanpa memberikan celah sedikitpun. Bukan hal baru bagi Dinda untuk bisa membangkitkan hasrat dalam diri bosnya. Terbukti kini Erlangga yang mengendalikan permainan itu.

Dinda mulai menanggalkan pakaiannya sendiri untuk makin memancing hawa panas dalam diri Erlangga.

Hasrat Erlangga sudah terpancing oleh Dinda hingga ia pun sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.

“Kamu memang gila, Dinda,” ucap Erlangga. “Tapi aku suka dengan kegilaanmu ini.”

Erlangga yang sudah tidak bisa mengendalikan hasratnya, mengangkat tubuh Dinda dan membawanya ke atas sofa yang ada di ruangan itu.

Detik itu juga Dinda tersenyum puas, merasa sudah bisa mengendalikan diri Erlangga.

Sofa ruangan kerja Erlangga sudah beberapa kali menjadi saksi bisu atas apa yang sedang Erlangga dan Dinda lakukan. Suara decitan sofa seolah mengikuti setiap gerakan yang Erlangga lakukan.

Hingga suara desahan panjang lolos dari mulut keduanya menjadi pertanda berakhirnya pergulatan panas itu.

Erlangga melepaskan penyatuan tubuh mereka dan kembali memakai pakainya.

“Sudah puas, sekarang pulanglah,” ucap Erlangga.

Dinda pun kembali memakai pakaiannya seraya tersenyum penuh kepuasan. Dinda berjalan mendekati Erlangga lalu kembali melingkarkan tangannya ke leher Erlangga.

“Aku aku sangat mencintaimu, Erlangga. Aku akan buktikan pada ibu Monika jika aku adalah calon menantu yang baik,” ucap Dinda.

Erlangga tersenyum seolah sedang mengejek Dinda. “Jangan terlalu berharap, Dinda. Mami sudah menyiapkan calon istri untukku.”

“Apa!” Dinda berteriak setelah mendengar perkataan Erlangga. “Kamu dijodohkan? Dan kamu mau?”

“Tentu saja, ucapan mami adalah perintah bagiku,” jawab Erlangga.

Terpopuler

Comments

♈🥀 Virgo GirL 🥀🌸

♈🥀 Virgo GirL 🥀🌸

G tau mesti ngomong apa buat perempuan ky dinda, ngotak bgt, murce bgt yaelah..

2022-03-27

0

Endang Purwati

Endang Purwati

sama aja 2 nya...sma2 bejad...🙈🙈

2021-12-29

0

Agustin

Agustin

Bagus erlangga

2021-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 Erlangga Bayu Pramuja
2 Rasa Sedih Monica
3 Permintaan Maaf Erlangga
4 Kegilaan Erlangga (21+)
5 Dijodohkan
6 Penolakan Erlangga
7 Tentang Alana
8 Rasa kesal Erlangga
9 Uji Kesabaran
10 Sebuah Pertimbangan
11 Mencoba Untuk Dekat
12 Taruhan Monica dan Erlangga
13 Kebingungan Erlangga
14 Bertemu Alana
15 Selamat hari raya Idul Adha
16 Rival
17 Berebut Alana
18 Jalan Berdua
19 Jalan Berdua 2
20 Pengganggu
21 Perbedaan Alana dan Dinda
22 Kumpul Keluarga
23 Hitam Dan Putih
24 Persetujuan Erlangga
25 Resmi Menikah
26 Ada Aku
27 Berbeda
28 Ciuman Pertama
29 Mulai Dekat
30 Rasa Yang Terpendam
31 Perubahan
32 Datang Ke Sekolah
33 Rasa Nyaman
34 Pujian Untuk Alana
35 Karena Dia
36 Bahaya
37 Kecemasan Erlangga
38 Ancaman
39 Perjanjian
40 Kejujuran Erlangga
41 Masih Peduli
42 Ciuman Penyembuh
43 Pengakuan Alana
44 Pengakuan Erlangga
45 Alana Vs Dinda
46 Permintaan Maaf
47 Jebakan Untuk Alana
48 Ketakutan Alana
49 Pindah
50 Satu Kamar
51 Dia Suamiku
52 Kebakaran
53 Pelaku Kebakaran
54 Penangkapan Dinda
55 Never Leave My Life
56 Hasrat
57 Untuk Yang Pertama
58 Lima Puluh Delapan
59 Lima Puluh Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Puluh Satu
62 Enam Puluh Dua
63 Enam Puluh Tiga
64 Enam Puluh Empat
65 Enam puluh Lima
66 Enam Puluh Enam
67 Enam Puluh Tujuh
68 Enam Puluh Delapan
69 Enam Puluh Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Puluh Satu
72 Tujuh Puluh Dua
73 Tujuh Puluh Tiga
74 Tujuh Puluh Empat
75 Tujuh Puluh Lima
76 Tujuh Puluh Enam
77 Tujuh Puluh Tujuh
78 Tujuh Puluh Delapan
79 Tujuh Puluh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Puluh Satu
82 Delapan Puluh Dua
83 Delapan Puluh Tiga
84 Delapan Puluh Empat
85 Delapan Puluh Lima
86 Delapan Puluh Enam
87 Delapan Puluh Tujuh
88 Delapan Puluh Delapan
89 Delapan Puluh Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Puluh Satu
92 Sembilan Puluh Dua
93 Sembilan Puluh Tiga
94 Sembilan Puluh Empat
95 Sembilan Puluh Lima
96 Sembilan Puluh Enam
97 Sembilan Puluh Tujuh
98 Sembilan Puluh Delapan
99 Sembilan Puluh Sembilan
100 Seratus
101 Seratus Satu
102 Seratus Dua
103 Seratus Tiga
104 Seratus Empat
105 Seratus Lima
106 Seratus Enam
107 Seratus Tujuh
108 Seratus Delapan
109 Bukan up.
110 Seratus Sembilan
111 S2 Chapter 1
112 S2 Chapter 2
113 S2 Chapter 3
114 S2 Chapter 4
115 S2 Chapter 5
116 S2 Chapter 6
117 S2 Chapter 7
118 S2 Chapter 8
119 S2 Chapter 9
120 S2 Chapter 10
121 S2 Chapter 11
122 S2 Chapter 12
123 S2 Chapter 13
124 S2 Chapter 14
125 S2 Chapter 15
126 S2 Chapter 16
127 S2 Chapter 17
128 S2 Chapter 18
129 S2 Chapter 19
130 S2 Chapter 20
131 S2 Chapter 21
132 S2 Chapter 22
133 S2 Chapter 23
134 S2 Chapter 24
135 S2 Chapter 25
136 S2 Chapter 26
137 S2 Chapter 27
138 S2 Chapter 28
139 S2 Chapter 29
140 S2 Chapter 30
141 S2 Chapter 31
142 S2 Chapter 32
143 Chapter 33
144 Chapter 34
145 S2 Chapter 35
146 S2 Chapter 36
147 S2 Chapter 37
148 S2 Chapter 38
149 S2 chapter 39
150 S2 Chapter 40
151 S2 Chapter 41
152 S2 Chapter 42
153 S2 Chapter 43
154 S2 Chapter 44
155 S2 Chapter 45
156 S2 Chapter 46
157 S2 Chapter 47
158 S2 Chapter 48
159 S2 Chapter 49
160 S2 Chapter 50
161 S2 Chapter 51
162 S2 Chapter 52
163 S2 Chapter 53
164 S2 Chapter 54
165 S2 Chapter 55
166 S2 Chapter 56
167 S2 Chapter 57
168 S2 Chapter 58
169 S2 Chapter 59
170 S2 Chapter 60
171 S2 Chapter 61
172 S2 Chapter 62
173 S2 Chapter 63
174 S2 Chapter 64
175 S2 Chapter 65
176 S2 Chapter 66
177 S2 Chapter 67
178 S2 Chapter 68
179 S2 Chapter 69
180 S2 Chapter 70
181 S2 Chapter 71
182 S2 Chapter 72
183 S2 Chapter 73
184 S2 Chapter 74
185 S2 Chapter 75
186 S2 Chapter 76
187 S2 Chapter 77
188 S2 Chapter 78 (End)
189 Promosi Karya
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Erlangga Bayu Pramuja
2
Rasa Sedih Monica
3
Permintaan Maaf Erlangga
4
Kegilaan Erlangga (21+)
5
Dijodohkan
6
Penolakan Erlangga
7
Tentang Alana
8
Rasa kesal Erlangga
9
Uji Kesabaran
10
Sebuah Pertimbangan
11
Mencoba Untuk Dekat
12
Taruhan Monica dan Erlangga
13
Kebingungan Erlangga
14
Bertemu Alana
15
Selamat hari raya Idul Adha
16
Rival
17
Berebut Alana
18
Jalan Berdua
19
Jalan Berdua 2
20
Pengganggu
21
Perbedaan Alana dan Dinda
22
Kumpul Keluarga
23
Hitam Dan Putih
24
Persetujuan Erlangga
25
Resmi Menikah
26
Ada Aku
27
Berbeda
28
Ciuman Pertama
29
Mulai Dekat
30
Rasa Yang Terpendam
31
Perubahan
32
Datang Ke Sekolah
33
Rasa Nyaman
34
Pujian Untuk Alana
35
Karena Dia
36
Bahaya
37
Kecemasan Erlangga
38
Ancaman
39
Perjanjian
40
Kejujuran Erlangga
41
Masih Peduli
42
Ciuman Penyembuh
43
Pengakuan Alana
44
Pengakuan Erlangga
45
Alana Vs Dinda
46
Permintaan Maaf
47
Jebakan Untuk Alana
48
Ketakutan Alana
49
Pindah
50
Satu Kamar
51
Dia Suamiku
52
Kebakaran
53
Pelaku Kebakaran
54
Penangkapan Dinda
55
Never Leave My Life
56
Hasrat
57
Untuk Yang Pertama
58
Lima Puluh Delapan
59
Lima Puluh Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Puluh Satu
62
Enam Puluh Dua
63
Enam Puluh Tiga
64
Enam Puluh Empat
65
Enam puluh Lima
66
Enam Puluh Enam
67
Enam Puluh Tujuh
68
Enam Puluh Delapan
69
Enam Puluh Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Puluh Satu
72
Tujuh Puluh Dua
73
Tujuh Puluh Tiga
74
Tujuh Puluh Empat
75
Tujuh Puluh Lima
76
Tujuh Puluh Enam
77
Tujuh Puluh Tujuh
78
Tujuh Puluh Delapan
79
Tujuh Puluh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Puluh Satu
82
Delapan Puluh Dua
83
Delapan Puluh Tiga
84
Delapan Puluh Empat
85
Delapan Puluh Lima
86
Delapan Puluh Enam
87
Delapan Puluh Tujuh
88
Delapan Puluh Delapan
89
Delapan Puluh Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Puluh Satu
92
Sembilan Puluh Dua
93
Sembilan Puluh Tiga
94
Sembilan Puluh Empat
95
Sembilan Puluh Lima
96
Sembilan Puluh Enam
97
Sembilan Puluh Tujuh
98
Sembilan Puluh Delapan
99
Sembilan Puluh Sembilan
100
Seratus
101
Seratus Satu
102
Seratus Dua
103
Seratus Tiga
104
Seratus Empat
105
Seratus Lima
106
Seratus Enam
107
Seratus Tujuh
108
Seratus Delapan
109
Bukan up.
110
Seratus Sembilan
111
S2 Chapter 1
112
S2 Chapter 2
113
S2 Chapter 3
114
S2 Chapter 4
115
S2 Chapter 5
116
S2 Chapter 6
117
S2 Chapter 7
118
S2 Chapter 8
119
S2 Chapter 9
120
S2 Chapter 10
121
S2 Chapter 11
122
S2 Chapter 12
123
S2 Chapter 13
124
S2 Chapter 14
125
S2 Chapter 15
126
S2 Chapter 16
127
S2 Chapter 17
128
S2 Chapter 18
129
S2 Chapter 19
130
S2 Chapter 20
131
S2 Chapter 21
132
S2 Chapter 22
133
S2 Chapter 23
134
S2 Chapter 24
135
S2 Chapter 25
136
S2 Chapter 26
137
S2 Chapter 27
138
S2 Chapter 28
139
S2 Chapter 29
140
S2 Chapter 30
141
S2 Chapter 31
142
S2 Chapter 32
143
Chapter 33
144
Chapter 34
145
S2 Chapter 35
146
S2 Chapter 36
147
S2 Chapter 37
148
S2 Chapter 38
149
S2 chapter 39
150
S2 Chapter 40
151
S2 Chapter 41
152
S2 Chapter 42
153
S2 Chapter 43
154
S2 Chapter 44
155
S2 Chapter 45
156
S2 Chapter 46
157
S2 Chapter 47
158
S2 Chapter 48
159
S2 Chapter 49
160
S2 Chapter 50
161
S2 Chapter 51
162
S2 Chapter 52
163
S2 Chapter 53
164
S2 Chapter 54
165
S2 Chapter 55
166
S2 Chapter 56
167
S2 Chapter 57
168
S2 Chapter 58
169
S2 Chapter 59
170
S2 Chapter 60
171
S2 Chapter 61
172
S2 Chapter 62
173
S2 Chapter 63
174
S2 Chapter 64
175
S2 Chapter 65
176
S2 Chapter 66
177
S2 Chapter 67
178
S2 Chapter 68
179
S2 Chapter 69
180
S2 Chapter 70
181
S2 Chapter 71
182
S2 Chapter 72
183
S2 Chapter 73
184
S2 Chapter 74
185
S2 Chapter 75
186
S2 Chapter 76
187
S2 Chapter 77
188
S2 Chapter 78 (End)
189
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!