Kegilaan Erlangga (21+)

Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk keluar dari dunia liar yang sebelumnya Erlangga masuki. Setelah keluar dari penjara, Erlangga harus merasakan yang namanya kecanduan obat-obatan terlarang yang sangat menyiksa dirinya. Hal itu membuat dirinya harus dimasukkan ke dalam pusat rehabilitasi.

Hati Monica saat itu sangat hancur. Bahkan ia berpikir untuk menyusul suaminya saja. Monica merasa sangat berat menjalani hidupnya sendiri dan mengurus anak tanpa sosok suami di sisinya.

“Lebih baik mami menyusul papi kalian saja,” ucap Monica.

Mendengar perkataan maminya Erlangga bertekad untuk membebaskan dirinya dari yang namanya kecanduan. Setelah keluar dari pusat rehabilitasi Erlangga kembali melanjutkan hidupnya, dimulai dari pendidikannya dan juga mulai berbisnis kecil-kecilan.

Kata-kata maminya itu masih terngiang di telinga Erlangga, bahkan sampai 10 tahun kemudian kini Erlangga sudah berumur 29 tahun. Erlangga sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang mapan, yang jelas juga tampan.

Dalam usianya yang hampir memasuki kepala tiga, Erlangga sudah mempunyai bisnis sendiri. Dari 3 showroom mobil mewah, beberapa tempat gym, dan 5 buah minimarket. Namun, sayangnya Erlangga masih belum memiliki seorang istri. Bukan karena tidak laku, tetapi Erlangga masih belum ingin terikat oleh hubungan yang resmi.

Erlangga tidak kekurangan stok perempuan, karena tampa mencari para wanita itu sudah berdatangan ke dekat dirinya. Namun, belum ada satupun yang berhasil menguasai hatinya.

Erlangga tidak seperti kakaknya, Evano dan juga mendiang papinya, Egi Pramuja, yang setia pada satu perempuan. Erlangga justru tidak bisa setia dengan satu perempuan saja. Tidak jarang Erlangga juga melakukan cinta satu malam bersama wanita.

Akan tetapi Erlangga merasa dirinya tidak salah. Para perempuan itu sendiri yang rela membuka kakinya lebar-lebar untuk dirinya. Erlangga hanya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Tepat pukul 12 malam Erlangga sedang ada di apartemen pribadinya. Erlangga sedang berbicara dengan seorang perempuan yang berpakaian mini, yang menampilkan lekuk tubuhnya.

“Sayang, jangan marah dong.” Erlangga sedang mencoba membujuk seorang wanita yang merupakan partner ranjangnya.

“Aku kemarin tidak datang karena aku sibuk,” ucap Erlangga.

“Sibuk dengan perempuan lain,” tuduh wanita yang memiliki nama Dinda.

“Aku 'kan kemarin sudah bilang ... aku pergi sama mami ke rumah kak Evano. Untuk menghadiri acara ulang tahun keponakanku,” jelas Erlangga.

“Bohong!” Dinda masih berdiri membelakangi Erlangga.

“Gak, Sayang,” ucap Airlangga.

Ugh rasanya sangat mual jika merayu seorang wanita yang sedang marah itu.

Erlangga maju untuk menghampiri Dinda. Erlangga langsung memberikan pelukan pada Dinda dari belakang.

“Sayang, sudah dong marahnya,” bujuk Erlangga. “Bagaimana kalau kita main sekarang!” Erlangga berbisik di telinga Dinda. “Aku akan puasin kamu,” ucap Erlangga.

Erlangga mau membujuk Dinda karena malam itu dirinya butuh pelepasan. Bukan tidak mampu mencari wanita lain, tetapi malam itu Erlangga hanya menginginkan Dinda, yang selalu tahu bagaimana memuaskan dirinya.

Dinda berbalik ke arah Erlangga lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher Erlangga. “Benar ya, kemarin kamu cuma pergi ke rumah kamu. kamu gak pergi dengan perempuan lain.”

“Gak sayang,” ucap Erlangga.

“Ya sudah, kita ke kamar sekarang yuk,” ajak Dinda dengan antusiasnya.

“Di sini saja. Kalau ke kamar ... kelamaan,” bisik Erlangga.

“Kamu gak sabaran ya,” ucap Dinda dengan suara manja.

Padahal yang tidak sabaran adalah Dinda sendiri. Tangan yang mulai bergerak membuka kaitan kancing kemeja yang Erlangga pakai. Dengan tidak sabarnya juga Dinda mendaratkan kecupan dibibir Erlangga. Membuat Erlangga sedikit kewalahan.

Erlangga menggerakkan tangannya untuk menjauhkan tubuh Dinda.

“Santai, Din,” ucap Erlangga.

Dinda tidak semudah itu menyerah. Dinda menanggalkan seluruh kain yang melekat di tubuhnya lalu merebahkan tubuh polosnya di atas sofa, dengan posisi menantang. Dinda tahu jika Erlangga mudah ia pancing hasratnya.

Erlangga menyunggingkan senyum sinisnya. Wanita dihadapannya selalu tahu bagaimana memulai permainan. Erlangga pun membuka seluruh kain yang masih tersisa di tubuhnya lalu menyusul Dinda yang ada di atas sofa.

Saat tubuh mereka menyatu, erangan kecil keluar dari mulut Dinda dan juga Erlangga, makhluk yang sama-sama saling menginginkan kepuasan.

Suara decitan sofa bercampur racauan Dinda seolah menggema di ruangan tengah apartemen mewah itu. Suara itu makin membuat Erlangga bersemangat.

“Aku sudah mau sampai, Din,” ucap Erlangga.

“Aku juga,” ucap Dinda dengan nafas yang terengah-engah.

Erlangga makin mempercepat gerakan tubuhnya, hingga suara desahan panjang keluar dari mulut keduanya secara bersamaan. Suara itu menjadi pertanda berakhirnya pergulatan mereka.

Erlangga masih ada di atas tubuh Dinda dengan nafas yang tidak beraturan. Erlangga dan Dinda sama-sama meraup udara untuk mengisi kembali pasokan oksigen di dalam paru-paru mereka.

Setelah nafas mereka kembali normal, Erlangga memisahkan tubuhnya dengan Dinda.

“Sudah puas?” tanya Dinda.

“Sangat,” jawab Dinda. “Kamu memang selalu tahu apa yang aku mau,” ucap Dinda.

“Kamu juga,” balas Erlangga.

Erlangga mencium sekelas bibir Dinda. Setelah itu Dinda beranjak dari sofa untuk memunguti pakaiannya. Lalu Dinda memakainya kembali ke tubuhnya.

“Aku pulang ya. Hari ini aku nggak nginep ya,” ucap Dinda.

“Kenapa?” Erlangga bertanya seraya memakai celana pendeknya.

“Besok aku ada banyak pekerjaan,” jawab Dinda.

“Nginep ya. Kalau nanti malam aku ingin lagi bagaimana?” tanya Erlangga layaknya seorang anak kecil yang meminta dibelikan es cream.

Erlangga menarik pinggang Dinda untuk mengikis jarak di antara mereka.

“Masa kamu tega buat aku mandi air dingin tengah malam,” rengek Erlangga.

“Baiklah, aku menginap,” ucap Dinda. “Asal kamu menjadikan aku perempuan satu-satunya di sisimu,” pinta Dinda.

“Baiklah,” balas Erlangga.

“Untuk kali ini ya. Aku tidak janji jika nanti ada perempuan yang lebih darimu,”batin Erlangga.

Dinda adalah salah satu karyawati di showroom miliknya. Dinda bekerja di bagian marketing. Hubungan mereka terjalin atas dasar ketidaksengajaan. Namun, dari ketidaksengajaan itu hubungan mereka berlanjut hingga setengah tahun lamanya.

Bagi Erlangga Dinda adalah wanita spesial. Bukan karena Erlangga mencintai Dinda, melainkan karena dia wanita satu-satunya yang saat itu tahu bagaimana memuaskan hasratnya.

Hubungan mereka juga seperti simbiosis mutualisme, yang sama-sama saling menguntungkan. Erlangga butuh Dinda untuk memuaskan hasratnya, sedangkan Dinda butuh uang Erlangga untuk memenuhi gaya hidupnya.

“Aku mandi dulu,” ucap Dinda.

“Mau mandi bersama?” tawar Erlangga.

“Apakah hanya mandi?” tanya Dinda dengan nada menggoda.

“Jika kamu ingin melakukan hal lain ... aku juga tidak keberatan,” ucap Erlangga dengan senyum nakalnya.

Dinda merentangkan kedua tangannya, mengisyaratkan pada Erlangga untuk menggendongnya. Erlangga tidak menolaknya karena sebentar lagi Dinda akan kembali membuat tubuhnya serasa melayang, ditambah kenikmatan yang tiada tara yang akan ia dapatkan nanti.

Erlangga masuk ke dalam kamar mandi bersama Dinda di gendongannya. Lebih dari 1 jam mereka berada di dalam kamar mandi untuk mandi dan kembali semua saling memuaskan.

Rasa lelah pada diri mereka membuat mereka harus menyudahi permainan panas itu.

“Aku sudah sangat lelah,” ucap Dinda.

“Ayo kita tidur,” ajak Erlangga.

Keduanya sama-sama merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur, di bawah satu selimut. Rasa lelah membuat mereka cepat ke masuk ke alam mimpi.

*****

Keesokan harinya suara bel yang berulang kali di apartemen yang mengusik tidur Erlangga. Erlangga menyibakkan selimut dan bangun dengan rasa kesal. Sama halnya dengan Dinda.

“Siapa yang menekan bek seperti itu?” tanya Dinda dengan kesalnya.

“Aku akan melihatnya,” ucap Erlangga.

Erlangga berjalan keluar dari kamarnya untuk membuka pintu. Sebelum membuka pintu, Erlangga lebih dulu melihat siapa yang datang melalui lubang kecil yang ada di pintu.

“Mami! Mati aku.” Erlangga terkejut melihat maminya mendadak datang ke apartemennya.

Segera Erlangga berlari ke kamarnya untuk menyembunyikan Dinda. Bisa gawat jika ibu negara itu sampai tahu ada di dalam apartemennya.

Terpopuler

Comments

rika mayanti

rika mayanti

ga pake pengaman ya..jijik x nnti yg dpat beks erlangga

2022-07-25

1

Endang Purwati

Endang Purwati

kaann Kanjeng mami dateenngg...

2021-12-29

0

Uthie

Uthie

nakal banget emang si El ini 😅

2021-08-06

1

lihat semua
Episodes
1 Erlangga Bayu Pramuja
2 Rasa Sedih Monica
3 Permintaan Maaf Erlangga
4 Kegilaan Erlangga (21+)
5 Dijodohkan
6 Penolakan Erlangga
7 Tentang Alana
8 Rasa kesal Erlangga
9 Uji Kesabaran
10 Sebuah Pertimbangan
11 Mencoba Untuk Dekat
12 Taruhan Monica dan Erlangga
13 Kebingungan Erlangga
14 Bertemu Alana
15 Selamat hari raya Idul Adha
16 Rival
17 Berebut Alana
18 Jalan Berdua
19 Jalan Berdua 2
20 Pengganggu
21 Perbedaan Alana dan Dinda
22 Kumpul Keluarga
23 Hitam Dan Putih
24 Persetujuan Erlangga
25 Resmi Menikah
26 Ada Aku
27 Berbeda
28 Ciuman Pertama
29 Mulai Dekat
30 Rasa Yang Terpendam
31 Perubahan
32 Datang Ke Sekolah
33 Rasa Nyaman
34 Pujian Untuk Alana
35 Karena Dia
36 Bahaya
37 Kecemasan Erlangga
38 Ancaman
39 Perjanjian
40 Kejujuran Erlangga
41 Masih Peduli
42 Ciuman Penyembuh
43 Pengakuan Alana
44 Pengakuan Erlangga
45 Alana Vs Dinda
46 Permintaan Maaf
47 Jebakan Untuk Alana
48 Ketakutan Alana
49 Pindah
50 Satu Kamar
51 Dia Suamiku
52 Kebakaran
53 Pelaku Kebakaran
54 Penangkapan Dinda
55 Never Leave My Life
56 Hasrat
57 Untuk Yang Pertama
58 Lima Puluh Delapan
59 Lima Puluh Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Puluh Satu
62 Enam Puluh Dua
63 Enam Puluh Tiga
64 Enam Puluh Empat
65 Enam puluh Lima
66 Enam Puluh Enam
67 Enam Puluh Tujuh
68 Enam Puluh Delapan
69 Enam Puluh Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Puluh Satu
72 Tujuh Puluh Dua
73 Tujuh Puluh Tiga
74 Tujuh Puluh Empat
75 Tujuh Puluh Lima
76 Tujuh Puluh Enam
77 Tujuh Puluh Tujuh
78 Tujuh Puluh Delapan
79 Tujuh Puluh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Puluh Satu
82 Delapan Puluh Dua
83 Delapan Puluh Tiga
84 Delapan Puluh Empat
85 Delapan Puluh Lima
86 Delapan Puluh Enam
87 Delapan Puluh Tujuh
88 Delapan Puluh Delapan
89 Delapan Puluh Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Puluh Satu
92 Sembilan Puluh Dua
93 Sembilan Puluh Tiga
94 Sembilan Puluh Empat
95 Sembilan Puluh Lima
96 Sembilan Puluh Enam
97 Sembilan Puluh Tujuh
98 Sembilan Puluh Delapan
99 Sembilan Puluh Sembilan
100 Seratus
101 Seratus Satu
102 Seratus Dua
103 Seratus Tiga
104 Seratus Empat
105 Seratus Lima
106 Seratus Enam
107 Seratus Tujuh
108 Seratus Delapan
109 Bukan up.
110 Seratus Sembilan
111 S2 Chapter 1
112 S2 Chapter 2
113 S2 Chapter 3
114 S2 Chapter 4
115 S2 Chapter 5
116 S2 Chapter 6
117 S2 Chapter 7
118 S2 Chapter 8
119 S2 Chapter 9
120 S2 Chapter 10
121 S2 Chapter 11
122 S2 Chapter 12
123 S2 Chapter 13
124 S2 Chapter 14
125 S2 Chapter 15
126 S2 Chapter 16
127 S2 Chapter 17
128 S2 Chapter 18
129 S2 Chapter 19
130 S2 Chapter 20
131 S2 Chapter 21
132 S2 Chapter 22
133 S2 Chapter 23
134 S2 Chapter 24
135 S2 Chapter 25
136 S2 Chapter 26
137 S2 Chapter 27
138 S2 Chapter 28
139 S2 Chapter 29
140 S2 Chapter 30
141 S2 Chapter 31
142 S2 Chapter 32
143 Chapter 33
144 Chapter 34
145 S2 Chapter 35
146 S2 Chapter 36
147 S2 Chapter 37
148 S2 Chapter 38
149 S2 chapter 39
150 S2 Chapter 40
151 S2 Chapter 41
152 S2 Chapter 42
153 S2 Chapter 43
154 S2 Chapter 44
155 S2 Chapter 45
156 S2 Chapter 46
157 S2 Chapter 47
158 S2 Chapter 48
159 S2 Chapter 49
160 S2 Chapter 50
161 S2 Chapter 51
162 S2 Chapter 52
163 S2 Chapter 53
164 S2 Chapter 54
165 S2 Chapter 55
166 S2 Chapter 56
167 S2 Chapter 57
168 S2 Chapter 58
169 S2 Chapter 59
170 S2 Chapter 60
171 S2 Chapter 61
172 S2 Chapter 62
173 S2 Chapter 63
174 S2 Chapter 64
175 S2 Chapter 65
176 S2 Chapter 66
177 S2 Chapter 67
178 S2 Chapter 68
179 S2 Chapter 69
180 S2 Chapter 70
181 S2 Chapter 71
182 S2 Chapter 72
183 S2 Chapter 73
184 S2 Chapter 74
185 S2 Chapter 75
186 S2 Chapter 76
187 S2 Chapter 77
188 S2 Chapter 78 (End)
189 Promosi Karya
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Erlangga Bayu Pramuja
2
Rasa Sedih Monica
3
Permintaan Maaf Erlangga
4
Kegilaan Erlangga (21+)
5
Dijodohkan
6
Penolakan Erlangga
7
Tentang Alana
8
Rasa kesal Erlangga
9
Uji Kesabaran
10
Sebuah Pertimbangan
11
Mencoba Untuk Dekat
12
Taruhan Monica dan Erlangga
13
Kebingungan Erlangga
14
Bertemu Alana
15
Selamat hari raya Idul Adha
16
Rival
17
Berebut Alana
18
Jalan Berdua
19
Jalan Berdua 2
20
Pengganggu
21
Perbedaan Alana dan Dinda
22
Kumpul Keluarga
23
Hitam Dan Putih
24
Persetujuan Erlangga
25
Resmi Menikah
26
Ada Aku
27
Berbeda
28
Ciuman Pertama
29
Mulai Dekat
30
Rasa Yang Terpendam
31
Perubahan
32
Datang Ke Sekolah
33
Rasa Nyaman
34
Pujian Untuk Alana
35
Karena Dia
36
Bahaya
37
Kecemasan Erlangga
38
Ancaman
39
Perjanjian
40
Kejujuran Erlangga
41
Masih Peduli
42
Ciuman Penyembuh
43
Pengakuan Alana
44
Pengakuan Erlangga
45
Alana Vs Dinda
46
Permintaan Maaf
47
Jebakan Untuk Alana
48
Ketakutan Alana
49
Pindah
50
Satu Kamar
51
Dia Suamiku
52
Kebakaran
53
Pelaku Kebakaran
54
Penangkapan Dinda
55
Never Leave My Life
56
Hasrat
57
Untuk Yang Pertama
58
Lima Puluh Delapan
59
Lima Puluh Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Puluh Satu
62
Enam Puluh Dua
63
Enam Puluh Tiga
64
Enam Puluh Empat
65
Enam puluh Lima
66
Enam Puluh Enam
67
Enam Puluh Tujuh
68
Enam Puluh Delapan
69
Enam Puluh Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Puluh Satu
72
Tujuh Puluh Dua
73
Tujuh Puluh Tiga
74
Tujuh Puluh Empat
75
Tujuh Puluh Lima
76
Tujuh Puluh Enam
77
Tujuh Puluh Tujuh
78
Tujuh Puluh Delapan
79
Tujuh Puluh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Puluh Satu
82
Delapan Puluh Dua
83
Delapan Puluh Tiga
84
Delapan Puluh Empat
85
Delapan Puluh Lima
86
Delapan Puluh Enam
87
Delapan Puluh Tujuh
88
Delapan Puluh Delapan
89
Delapan Puluh Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Puluh Satu
92
Sembilan Puluh Dua
93
Sembilan Puluh Tiga
94
Sembilan Puluh Empat
95
Sembilan Puluh Lima
96
Sembilan Puluh Enam
97
Sembilan Puluh Tujuh
98
Sembilan Puluh Delapan
99
Sembilan Puluh Sembilan
100
Seratus
101
Seratus Satu
102
Seratus Dua
103
Seratus Tiga
104
Seratus Empat
105
Seratus Lima
106
Seratus Enam
107
Seratus Tujuh
108
Seratus Delapan
109
Bukan up.
110
Seratus Sembilan
111
S2 Chapter 1
112
S2 Chapter 2
113
S2 Chapter 3
114
S2 Chapter 4
115
S2 Chapter 5
116
S2 Chapter 6
117
S2 Chapter 7
118
S2 Chapter 8
119
S2 Chapter 9
120
S2 Chapter 10
121
S2 Chapter 11
122
S2 Chapter 12
123
S2 Chapter 13
124
S2 Chapter 14
125
S2 Chapter 15
126
S2 Chapter 16
127
S2 Chapter 17
128
S2 Chapter 18
129
S2 Chapter 19
130
S2 Chapter 20
131
S2 Chapter 21
132
S2 Chapter 22
133
S2 Chapter 23
134
S2 Chapter 24
135
S2 Chapter 25
136
S2 Chapter 26
137
S2 Chapter 27
138
S2 Chapter 28
139
S2 Chapter 29
140
S2 Chapter 30
141
S2 Chapter 31
142
S2 Chapter 32
143
Chapter 33
144
Chapter 34
145
S2 Chapter 35
146
S2 Chapter 36
147
S2 Chapter 37
148
S2 Chapter 38
149
S2 chapter 39
150
S2 Chapter 40
151
S2 Chapter 41
152
S2 Chapter 42
153
S2 Chapter 43
154
S2 Chapter 44
155
S2 Chapter 45
156
S2 Chapter 46
157
S2 Chapter 47
158
S2 Chapter 48
159
S2 Chapter 49
160
S2 Chapter 50
161
S2 Chapter 51
162
S2 Chapter 52
163
S2 Chapter 53
164
S2 Chapter 54
165
S2 Chapter 55
166
S2 Chapter 56
167
S2 Chapter 57
168
S2 Chapter 58
169
S2 Chapter 59
170
S2 Chapter 60
171
S2 Chapter 61
172
S2 Chapter 62
173
S2 Chapter 63
174
S2 Chapter 64
175
S2 Chapter 65
176
S2 Chapter 66
177
S2 Chapter 67
178
S2 Chapter 68
179
S2 Chapter 69
180
S2 Chapter 70
181
S2 Chapter 71
182
S2 Chapter 72
183
S2 Chapter 73
184
S2 Chapter 74
185
S2 Chapter 75
186
S2 Chapter 76
187
S2 Chapter 77
188
S2 Chapter 78 (End)
189
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!