Berebut Alana

Tidak ingin harga dirinya tercoreng, Erlangga tidak akan membuat Alana jatuh ke tangan Satria ataupun laki-laki lainnya. Malu kalau dirinya kalah dengan bocah baru kemarin itu.

Erlangga menjauh dari mobilnya dan berjalan ke stand milik Alana. Matanya terus menatap kedekatan Satria dan Alana. Erlangga bertekad untuk untuk menjauhkan Alana dari Satria.

“Belum habis?” tanya Erlangga.

Suara Erlangga mengalihkan pandangan Alana.

“Belum, Mas. Padahal tinggal dikit lagi,” jawab Alana.

Erlangga melihat ada es cream berbagai varian rasa yang masih tersisa di wadah masing-masing.

“Aku beli saja semuanya,” ucap Erlangga tiba-tiba.

Hah?

“Mas Erlangga mau makan es cream sebanyak ini? Nanti Mas sakit perut kalau kebanyakan makan es cream. Jangan deh, Mas?” larang Alana.

“Ya gak lah. Aku gak mungkin makan itu semua. Bagi-bagiin gratis ke semua orang yang lewat saja,” jawab Erlangga.

“Jangan dong, Mas. Sayang uangnya,” larang Alana lagi.

Erlangga menghela napas, serta menggaruk-garuk rambutnya sendiri. Dirinya merasa frustasi menghadapi sikap Alana.

“Gak apa-apa deh, Mas. Nunggu ada yang beli saja,” ucap Alana.

Erlangga berpikir sejenak, memikirkan bagaimana caranya agar es cream yang Alana jual habis. Dirinya sudah tidak sabar untuk membawa Alana pergi.

Erlangga mengedarkan pandangannya ke sekitar taman itu. Matanya melihat ada dua remaja perempuan sedang berjalan melewati stand Alana. Kebetulan mata kedua remaja itu terus melihat ke arah dirinya. Erlangga yang menyadari itu, ide cemerlang pun langsung melintas di benak Erlangga.

“Mba,” panggil Erlangga.

Dua remaja itu langsung berhenti saat Erlangga memanggilnya.

“Sini, Mba!” Erlangga memanggil dua remaja perempuan itu untuk mendekat.

Tentu saja dua remaja itu tidak akan menolaknya. Keduanya segera berjalan mendekati Erlangga.

Alana yang melihat itu merasa heran. Apa yang akan dilakukan oleh laki-laki yang akan menjadi calon suaminya?

Merasa penasaran Alana bertanya dengan berbisik di telinga Erlangga.

“Mas, mau ngapain?” bisik Alana.

“Lihat saja nanti.” Erlangga balas berbisik.

Erlangga mengalihkan pandangannya saat dua remaja itu sudah ada di hadapannya.

“Ada apa, Mas?” tanya salah satu dari dua remaja itu.

“Mba, beli dong es creamnya. Nanti bisa foto gratis sama saya loh,” ucap Erlangga.

Erlangga yakin seratus persen jika dua remaja itu akan menerima tawarannya.

“Beneran, Mas?” seru kedua remaja itu.

“Ya, benerlah. Mana ada tampang bohong di wajah saya ini,” ucap Erlangga dengan bangganya.

“Ya sudah saya mau, Mas,” seru salah seorang remaja itu disusul yang lainnya.

Yes

“Ya sudah. Tunggu apa lagi? Ayo beli es creamnya. Masih ada berbagai varian rasa,” ucap Erlangga.

Kedua remaja yang sudah terjebak oleh pesona Erlangga langsung menghampiri stand Alana. Mereka membeli satu cup es cream berukuran besar dengan berbagai varian rasa.

Dalam setiap kali pembelian mereka berfoto dengan Erlangga. Hal itu pun menarik pengunjung lain terutama kaum hawa.

Mendadak malam itu Erlangga seolah menjadi foto model. Alana merasa senang melihat standnya mendadak ramai. Namun, tidak dengan Satria. Laki-laki berusia 18 tahun itu merasa tersaingi.

“Cuma kaya itu saja sih aku juga bisa,” gumam Satria.

Satria tidak ingin kalah, laki-laki itu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Erlangga. Namun, sepertinya Satria tidak seberuntung Erlangga. Meskipun Satria lebih muda dari Erlangga, tetapi pesona Satria kalah dari anak bungsu Egi Pramuja itu.

Dalam waktu sekejap saja, sisa es cream yang dijual Alana habis tanpa sisa, malah ada yang merasa kecewa. Mereka bukan kecewa karena tidak kebagian es cream, melainkan tidak bisa berfoto dengan Erlangga.

“Wah, es creamnya sudah habis,” seru Alana. “Mas Erlangga, terima kasih ya ... berkat Mas Erlangga es cream-nya cepat habis.”

“Kok cuma dia doang yang di kasih ucapan selamat? Aku juga bantuin kamu ... dari siang malah,” protes Satria.

“Iya, aku berterima kasih juga sama kamu, Satria,” ucap Alana. “Terima kasih sudah mau bantuin aku.”

“Sirik saja,” ejek Erlangga. “Aku 'kan yang buat es cream itu habis dalam sekejap.”

“Kaya gitu saja bangga. Saya juga bisa.” Satria menggerutu.

Erlangga tertawa seolah sedang mengejek Satria. “Tadi saja gak ada yang foto sama kamu. Mereka lebih memilih foto sama aku.”

Satria mendengkus mendengar ejekkan Erlangga. Harga diri Satria ternodai oleh Erlangga. Satria yang dikenal pujaan kaum hawa jika di sekolah, kalah oleh laki-laki yang lebih tua dari dirinya.

“Jangan kebanyakan mikir!” Erlangga melempar cone es cream tepat ke arah wajah Satria dan langsung membuyarkan lamunan Satria.

“Apa sih, Om?” sungut Satria.

“Jangan kebanyakan melamun,” ledek Erlangga diikuti tawa mengejeknya.

Alana memandangi Satria dan Erlangga secara bergantian. Alana yang berdiri di tengah, di antara Satria dan Erlangga bingung melihat dua laki-laki yang sedang berdebat itu.

“Apa kalian tidak bisa berhenti berdebat?” tanya Alana.

“Dia yang cari gara-gara. Pria dewasa yang gampang ngambek,” ejek Satria.

“Kamu lihat sendiri 'kan, Alana! Calon pacar kamu itu sama sekali tidak ada sopan-sopannya bicara sama orang yang lebih tua,” ucap Erlangga.

“Sudahlah, cepat tutup standmu terus kita pergi,” ajak Erlangga.

“Eh, Om mau bawa Alana ke mana?” Buru-buru Satria bertanya pada Erlangga.

“Bukan urusan kamu, anak kecil,” jawab Erlangga.

“Wah, gak bisa Om! Kalau Alana kenapa-kenapa saya yang harus tanggung jawab,” ucap Satria.

“Jangan berpikir negatif! Memangnya aku mau ngapain dia. Nanti aku yang akan mengantar Alana pulang,” ucap Erlangga.

“Saya sudah lebih dulu ajak Alana jalan-jalan. Om jangan nyerobot dong,” sungut Satria.

Erlangga mengalihkan pandangannya ke arah Alana. Tatapan Erlangga seolah meminta penjelasan pada Alana.

“Benar itu, Alana?” tanya Erlangga.

“I-ya, Mas.” Alana menjawab dengan terbata-bata.

“Terus kamu mau?” Erlangga bertanya lagi. “Katanya dia sudah punya banyak pacar, kok kamu mau diajak jalan sama pacar orang?”

Padahal sendirinya juga punya banyak pacar.

“Iya, ya.” Alana membatin.

“Bukan urusan, Om.” Satria menyela pembicaraan Erlangga dan Satria. “Lagian Alana juga gak keberatan jalan sama saya. Iya, 'kan, Alana?”

“Emmmm, Satria ... aku minta maaf ya. Kayaknya aku gak jadi jalan-jalan sama kamu. Bener kata mas Erlangga, kamu pacar orang. Nanti kalau ada yang lihat aku jalan sama kamu bagaimana? Aku takut mereka akan salah paham,” ucap Alana dengan wajah tertunduk.

“Tapi, Alana —”

“Kamu dengar, 'kan? Alana sudah gak mau, jadi ... jangan maksa Alana lagi.” Erlangga memotong perkataan Satria.

Ada senyum yang menunjukan kemenangan di bibir Erlangga yang membuat Satria merasa kesal.

“Om itu kenapa sih ikut campur urusan saya sama Alana? Om suka sama Alana? Kalau iya ... gak pantas, Om. Di luaran sana masih banyak perempuan yang seumuran sama, Om.” Nada bicara Satria sudah terdengar kesal.

“Eh, anak kecil ... pantas gak pantas itu bukan kamu yang menentukan,” balas Erlangga.

“Sudah, sudah ... kalian jangan bertengkar,” pinta Alana. “Aku mau pulang sendiri saja.”

“Lagian aku juga gak mau jalan sama Mas Erlangga. Mas Erlangga 'kan juga sama ... punya banyak pacar,” ucap Alana.

Perkataan yang Alana katakan langsung membuat Erlangga terbengong. Erlangga yang tadinya penuh dengan rasa percaya diri kini serasa ingin mengubur dirinya hidup-hidup setelah mendengar penolakan dari Alana.

Terpopuler

Comments

ganti nama

ganti nama

wkwkwk...satu sama ...sama sama banyak pacar...🌹💜💃🌈

2024-08-25

1

Memelia Paixao

Memelia Paixao

skakmati😀😀

2023-08-20

0

Endang Purwati

Endang Purwati

wkwwkwkwkwk...refleks saiyaa ngakaknya thoorr....hahahaha...puas bangeettt Erlan di bilangin begitu smaa Alana... .😂😂😂😂😂 gimana rasanya Lan....Mak jleb kaann.. bengong....bengong dahhh llooo ..😂😂😂😂

eehhh iyaaa...gak pa2 kan thooorrr klo sya manggil Erlangga dengn Erlan...di kolom komentar...lebih enak disebut soalnya...😂😂😂✌✌✌✌

berharapnya siihh, lebh banyak part debatnya Satria dan Erlan ... seru...sya seneng...😂😂😂

2021-12-30

1

lihat semua
Episodes
1 Erlangga Bayu Pramuja
2 Rasa Sedih Monica
3 Permintaan Maaf Erlangga
4 Kegilaan Erlangga (21+)
5 Dijodohkan
6 Penolakan Erlangga
7 Tentang Alana
8 Rasa kesal Erlangga
9 Uji Kesabaran
10 Sebuah Pertimbangan
11 Mencoba Untuk Dekat
12 Taruhan Monica dan Erlangga
13 Kebingungan Erlangga
14 Bertemu Alana
15 Selamat hari raya Idul Adha
16 Rival
17 Berebut Alana
18 Jalan Berdua
19 Jalan Berdua 2
20 Pengganggu
21 Perbedaan Alana dan Dinda
22 Kumpul Keluarga
23 Hitam Dan Putih
24 Persetujuan Erlangga
25 Resmi Menikah
26 Ada Aku
27 Berbeda
28 Ciuman Pertama
29 Mulai Dekat
30 Rasa Yang Terpendam
31 Perubahan
32 Datang Ke Sekolah
33 Rasa Nyaman
34 Pujian Untuk Alana
35 Karena Dia
36 Bahaya
37 Kecemasan Erlangga
38 Ancaman
39 Perjanjian
40 Kejujuran Erlangga
41 Masih Peduli
42 Ciuman Penyembuh
43 Pengakuan Alana
44 Pengakuan Erlangga
45 Alana Vs Dinda
46 Permintaan Maaf
47 Jebakan Untuk Alana
48 Ketakutan Alana
49 Pindah
50 Satu Kamar
51 Dia Suamiku
52 Kebakaran
53 Pelaku Kebakaran
54 Penangkapan Dinda
55 Never Leave My Life
56 Hasrat
57 Untuk Yang Pertama
58 Lima Puluh Delapan
59 Lima Puluh Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Puluh Satu
62 Enam Puluh Dua
63 Enam Puluh Tiga
64 Enam Puluh Empat
65 Enam puluh Lima
66 Enam Puluh Enam
67 Enam Puluh Tujuh
68 Enam Puluh Delapan
69 Enam Puluh Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Puluh Satu
72 Tujuh Puluh Dua
73 Tujuh Puluh Tiga
74 Tujuh Puluh Empat
75 Tujuh Puluh Lima
76 Tujuh Puluh Enam
77 Tujuh Puluh Tujuh
78 Tujuh Puluh Delapan
79 Tujuh Puluh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Puluh Satu
82 Delapan Puluh Dua
83 Delapan Puluh Tiga
84 Delapan Puluh Empat
85 Delapan Puluh Lima
86 Delapan Puluh Enam
87 Delapan Puluh Tujuh
88 Delapan Puluh Delapan
89 Delapan Puluh Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Puluh Satu
92 Sembilan Puluh Dua
93 Sembilan Puluh Tiga
94 Sembilan Puluh Empat
95 Sembilan Puluh Lima
96 Sembilan Puluh Enam
97 Sembilan Puluh Tujuh
98 Sembilan Puluh Delapan
99 Sembilan Puluh Sembilan
100 Seratus
101 Seratus Satu
102 Seratus Dua
103 Seratus Tiga
104 Seratus Empat
105 Seratus Lima
106 Seratus Enam
107 Seratus Tujuh
108 Seratus Delapan
109 Bukan up.
110 Seratus Sembilan
111 S2 Chapter 1
112 S2 Chapter 2
113 S2 Chapter 3
114 S2 Chapter 4
115 S2 Chapter 5
116 S2 Chapter 6
117 S2 Chapter 7
118 S2 Chapter 8
119 S2 Chapter 9
120 S2 Chapter 10
121 S2 Chapter 11
122 S2 Chapter 12
123 S2 Chapter 13
124 S2 Chapter 14
125 S2 Chapter 15
126 S2 Chapter 16
127 S2 Chapter 17
128 S2 Chapter 18
129 S2 Chapter 19
130 S2 Chapter 20
131 S2 Chapter 21
132 S2 Chapter 22
133 S2 Chapter 23
134 S2 Chapter 24
135 S2 Chapter 25
136 S2 Chapter 26
137 S2 Chapter 27
138 S2 Chapter 28
139 S2 Chapter 29
140 S2 Chapter 30
141 S2 Chapter 31
142 S2 Chapter 32
143 Chapter 33
144 Chapter 34
145 S2 Chapter 35
146 S2 Chapter 36
147 S2 Chapter 37
148 S2 Chapter 38
149 S2 chapter 39
150 S2 Chapter 40
151 S2 Chapter 41
152 S2 Chapter 42
153 S2 Chapter 43
154 S2 Chapter 44
155 S2 Chapter 45
156 S2 Chapter 46
157 S2 Chapter 47
158 S2 Chapter 48
159 S2 Chapter 49
160 S2 Chapter 50
161 S2 Chapter 51
162 S2 Chapter 52
163 S2 Chapter 53
164 S2 Chapter 54
165 S2 Chapter 55
166 S2 Chapter 56
167 S2 Chapter 57
168 S2 Chapter 58
169 S2 Chapter 59
170 S2 Chapter 60
171 S2 Chapter 61
172 S2 Chapter 62
173 S2 Chapter 63
174 S2 Chapter 64
175 S2 Chapter 65
176 S2 Chapter 66
177 S2 Chapter 67
178 S2 Chapter 68
179 S2 Chapter 69
180 S2 Chapter 70
181 S2 Chapter 71
182 S2 Chapter 72
183 S2 Chapter 73
184 S2 Chapter 74
185 S2 Chapter 75
186 S2 Chapter 76
187 S2 Chapter 77
188 S2 Chapter 78 (End)
189 Promosi Karya
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Erlangga Bayu Pramuja
2
Rasa Sedih Monica
3
Permintaan Maaf Erlangga
4
Kegilaan Erlangga (21+)
5
Dijodohkan
6
Penolakan Erlangga
7
Tentang Alana
8
Rasa kesal Erlangga
9
Uji Kesabaran
10
Sebuah Pertimbangan
11
Mencoba Untuk Dekat
12
Taruhan Monica dan Erlangga
13
Kebingungan Erlangga
14
Bertemu Alana
15
Selamat hari raya Idul Adha
16
Rival
17
Berebut Alana
18
Jalan Berdua
19
Jalan Berdua 2
20
Pengganggu
21
Perbedaan Alana dan Dinda
22
Kumpul Keluarga
23
Hitam Dan Putih
24
Persetujuan Erlangga
25
Resmi Menikah
26
Ada Aku
27
Berbeda
28
Ciuman Pertama
29
Mulai Dekat
30
Rasa Yang Terpendam
31
Perubahan
32
Datang Ke Sekolah
33
Rasa Nyaman
34
Pujian Untuk Alana
35
Karena Dia
36
Bahaya
37
Kecemasan Erlangga
38
Ancaman
39
Perjanjian
40
Kejujuran Erlangga
41
Masih Peduli
42
Ciuman Penyembuh
43
Pengakuan Alana
44
Pengakuan Erlangga
45
Alana Vs Dinda
46
Permintaan Maaf
47
Jebakan Untuk Alana
48
Ketakutan Alana
49
Pindah
50
Satu Kamar
51
Dia Suamiku
52
Kebakaran
53
Pelaku Kebakaran
54
Penangkapan Dinda
55
Never Leave My Life
56
Hasrat
57
Untuk Yang Pertama
58
Lima Puluh Delapan
59
Lima Puluh Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Puluh Satu
62
Enam Puluh Dua
63
Enam Puluh Tiga
64
Enam Puluh Empat
65
Enam puluh Lima
66
Enam Puluh Enam
67
Enam Puluh Tujuh
68
Enam Puluh Delapan
69
Enam Puluh Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Puluh Satu
72
Tujuh Puluh Dua
73
Tujuh Puluh Tiga
74
Tujuh Puluh Empat
75
Tujuh Puluh Lima
76
Tujuh Puluh Enam
77
Tujuh Puluh Tujuh
78
Tujuh Puluh Delapan
79
Tujuh Puluh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Puluh Satu
82
Delapan Puluh Dua
83
Delapan Puluh Tiga
84
Delapan Puluh Empat
85
Delapan Puluh Lima
86
Delapan Puluh Enam
87
Delapan Puluh Tujuh
88
Delapan Puluh Delapan
89
Delapan Puluh Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Puluh Satu
92
Sembilan Puluh Dua
93
Sembilan Puluh Tiga
94
Sembilan Puluh Empat
95
Sembilan Puluh Lima
96
Sembilan Puluh Enam
97
Sembilan Puluh Tujuh
98
Sembilan Puluh Delapan
99
Sembilan Puluh Sembilan
100
Seratus
101
Seratus Satu
102
Seratus Dua
103
Seratus Tiga
104
Seratus Empat
105
Seratus Lima
106
Seratus Enam
107
Seratus Tujuh
108
Seratus Delapan
109
Bukan up.
110
Seratus Sembilan
111
S2 Chapter 1
112
S2 Chapter 2
113
S2 Chapter 3
114
S2 Chapter 4
115
S2 Chapter 5
116
S2 Chapter 6
117
S2 Chapter 7
118
S2 Chapter 8
119
S2 Chapter 9
120
S2 Chapter 10
121
S2 Chapter 11
122
S2 Chapter 12
123
S2 Chapter 13
124
S2 Chapter 14
125
S2 Chapter 15
126
S2 Chapter 16
127
S2 Chapter 17
128
S2 Chapter 18
129
S2 Chapter 19
130
S2 Chapter 20
131
S2 Chapter 21
132
S2 Chapter 22
133
S2 Chapter 23
134
S2 Chapter 24
135
S2 Chapter 25
136
S2 Chapter 26
137
S2 Chapter 27
138
S2 Chapter 28
139
S2 Chapter 29
140
S2 Chapter 30
141
S2 Chapter 31
142
S2 Chapter 32
143
Chapter 33
144
Chapter 34
145
S2 Chapter 35
146
S2 Chapter 36
147
S2 Chapter 37
148
S2 Chapter 38
149
S2 chapter 39
150
S2 Chapter 40
151
S2 Chapter 41
152
S2 Chapter 42
153
S2 Chapter 43
154
S2 Chapter 44
155
S2 Chapter 45
156
S2 Chapter 46
157
S2 Chapter 47
158
S2 Chapter 48
159
S2 Chapter 49
160
S2 Chapter 50
161
S2 Chapter 51
162
S2 Chapter 52
163
S2 Chapter 53
164
S2 Chapter 54
165
S2 Chapter 55
166
S2 Chapter 56
167
S2 Chapter 57
168
S2 Chapter 58
169
S2 Chapter 59
170
S2 Chapter 60
171
S2 Chapter 61
172
S2 Chapter 62
173
S2 Chapter 63
174
S2 Chapter 64
175
S2 Chapter 65
176
S2 Chapter 66
177
S2 Chapter 67
178
S2 Chapter 68
179
S2 Chapter 69
180
S2 Chapter 70
181
S2 Chapter 71
182
S2 Chapter 72
183
S2 Chapter 73
184
S2 Chapter 74
185
S2 Chapter 75
186
S2 Chapter 76
187
S2 Chapter 77
188
S2 Chapter 78 (End)
189
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!