Uji Kesabaran

“Kamu tidak bisa mencampakkan aku begitu saja, Erlangga!” ucap Dinda. “Kamu tidak bisa meninggalkan aku begitu saja.”

Erlangga diam, ia malas untuk meladeni perkataan Dinda. Erlangga membuka laci meja kerjanya untuk mengambil sejumlah uang, mungkin totalnya sampai sekitar lima juta.

“Ini bayaranmu untuk malam ini.

Aku akan memanggilmu jika aku butuh.” Erlangga menaruh setumpuk uang ke atas meja yang di hadapannya.

“Aku tidak mau menerima ini,” tolak Dinda.

“Terserah kalau kamu tidak mau,” ucap Erlangga.

“Aku tidak butuh uang ini,” ucap Dinda.

Dinda melangkah mendekati Erlangga. “Yang aku butuhkan hanya kamu.”

“Jangan berharap lebih pada hubungan ini. Selama ini kita berhubungan hanya karena kita saling membutuhkan. Aku butuh tubuhmu dan kamu butuh uangku,” ucap Erlangga.

“Memang, aku tahu itu. Tapi aku mulai berharap lebih padamu ... aku mulai mencintaimu, Erlangga,” ucap Dinda.

Erlangga mengulas senyum seolah sedang mengejek Dinda.

“Sudahlah, Dinda ... pergilah! Aku akan panggil kamu jika aku membutuhkanmu lagi,” usir Erlangga.

“Erlangga, tapi —”

“Jangan merusak suasana hatiku, Dinda atau kamu akan tanggung akibatnya,” ancam Erlangga.

“Oke, aku akan pergi, permisi,” ucap Dinda.

“Hmmm, ambil uangmu dan jangan lupa tutup pintunya,” perintah Erlangga tampa melihat ke arah Dinda.

Sesuai perintah dari Erlangga, setelah mengambil uang yang ada di atas meja Dinda pun keluar dari ruangan kerja Erlangga.

“Aku tidak akan membiarkanmu mencampakkan aku begitu saja. Aku tidak mau hanya mendapatkan uang ini saja. Aku ingin semua uang milikmu.” Dinda berucap dalam hatinya.

Braaak

Dinda menutup pintu ruangan kerja Erlangga yang langsung menimbulkan suara yang nyaring.

Erlangga tersenyum penuh kemenangan melihat kepergian Dinda. Erlangga senang saat melihat Dinda merasa kesal.

“Itu akibatnya karena sudah berani menghina mamiku,” ucap Erlangga.

Erlangga memang menyukai Dinda karena mampu memuaskan dirinya. Akan tetapi memberikannya gelar sebagai istrinya, Erlangga harus berpikir seribu kali. Apalagi maminya sangat tidak menyukai Dinda.

Dering ponsel Erlangga memecah kesunyian di ruangan kerjanya. Erlangga langsung mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya.

Ada nama mami di layar ponselnya. Segera Erlangga menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan itu.

“Halo, Mam? Ada apa?” tanya Erlangga.

Kamu di mana?

“Masih di kantor,” jawab Erlangga.

Kok masih di kantor? Ini sudah malam.

“Masih ngecek keuangan, Mam. Ini juga gara-gara Mami yang bikin aku telat ke kantor,” jawab Erlangga.

Ya sudah, nanti jam sepuluh kamu jemput Alana ya. Mami sudah bilang sama Alana jika kamu mau jemput dia.

“Tapi, Mam ....”

Sambungan telepon terputus.

“Ya, Mami ... kok diputus.” Erlangga mengusap wajahnya kasar.

Sesaat kemudian Erlangga menarik napasnya dalam-dalam. Jujur Erlangga masih merasa heran, kenapa maminya begitu memaksa untuk menikahi Alana?

Dari segi penampilan, Alana jauh dari tipenya. Dari segi umur, Alana bahkan jauh lebih muda. Dalam hal ini Erlangga lah yang paling diuntungkan, dapat daun muda.

Apalagi jika yang dikatakan oleh maminya itu benar jika Alana masih perawan, menang banyak jadinya.

“Aku jadi kasihan sama, Alana.”

Erlangga membereskan pekerjaannya sebelum keluar dari ruangan kerjanya.

“Sudah mau pulang ya, Pak?” tanya salah seorang penjaga di showroomnya.

“Iya, Pak,” jawab Erlangga. “Tolong jaga showroom saya ini ya.”

“Baik, Pak. Ini sudah tugas kami,” jawab penjaga itu.

Erlangga melangkah keluar dari showroom menuju tempat mobilnya terparkir. Erlangga melajukan mobilnya untuk menjalankan tugas dari ibu negara.

“Apa sih spesialnya tuh bocil. Makin penasaran saja,” gumam Erlangga.

Erlangga melajukan mobilnya ke taman kota, tempat Alana berjualan es cream. Laju mobil sport milik Erlangga melaju pelan tapi pasti. Erlangga sengaja melajukan mobilnya dengan santai, berharap ketika sampai di sana Alana sudah lebih dulu pulang.

Pukul sepuluh malam tepat Erlangga sampai di tempat Alana berjualan. Erlangga sengaja memberhentikan mobilnya tidak jauh dari tempat Alana.

Erlangga melihat Alana masih duduk di pinggir taman itu.

“Dia belum pulang juga,” ucap Erlangga.

Erlangga memutuskan untuk tidak keluar dari dalam mobil. Erlangga sengaja ingin mengerjai Alana. Erlangga ingin menguji kesabaran gadis kecil yang akan menjadi istrinya.

“Kita lihat seberapa sabarnya dia menungguku,” ucap Erlangga.

Detik sudah menjadi menit, dan menit sudah menjadi jam. Terhitung sudah dua jam lebih Erlangga duduk di dalam mobil, memperhatikan Alana yang sedang menunggunya. Dari dalam mobil juga Erlangga terus memperhatikan Alana yang masih setia menunggunya. Bukan hanya itu, Alana masih setia menunggunya dengan menahan rasa kantuknya.

“Itu perempuan kerasa kepala banget,” guman Erlangga.

Tidak tega melihat Alana yang hampir tertidur di bangku taman, Erlangga akhirnya kembali melajukan mobilnya ke arah Alana.

Tin Tin Tin

Erlangga membunyikan klakson mobilnya tepat di hadapan Alana. Keterkejutan Alana bisa dilihat Erlangga dengan jelas. Kaca mobil Erlangga turunkan dan menyuruh Alana untuk segera masuk ke dalam mobilnya.

“Masuk!” suruh Erlangga.

Alana menganggukkan kepalanya lalu segera masuk ke dalam mobil. Alana duduk di kursi penumpang tepat di samping Erlangga.

“Maaf ya, Mas ... aku sudah merepotkan,” ucap Alana.

Eh?

“Dia gak marah, malam minta maaf. Yang harusnya minta maaf 'kan aku?” batin Erlangga.

“Kok kamu gak marah, aku telat jemput kamu loh?” tanya Erlangga seraya kembali melajukan mobilnya.

“Mas Erlangga pasti sibuk, tapi masih mau jemput aku. Maaf ya, aku sebenarnya gak enak sama mas Erlangga, tapi mami ....” Alana menundukkan wajahnya merasa bersalah pada Erlangga.

“Aku telat dua jam loh, kenapa kamu gak pulang saja dulu?” Erlangga bertanya lagi.

“Nanti kalau Mas Erlangga tiba-tiba datang terus aku sudah pergi bagaimana? Aku tambah gak enak lagi sama Mas Erlangga,” ucap Alana.

“Baik banget,” batin Erlangga.

“Kamu kan bisa telepon aku,” ucap Erlangga.

“Aku gak punya nomor telepon Mas Erlangga,” ucap Alana.

“Bisa minta sama mami, 'kan,” ucap Erlangga.

“Gak kepikiran, Mas,” sahut Alana.

Jawaban Alana membuat Erlangga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Erlangga mengambil ponselnya lalu memberikannya kepada Alana.

“Tulis nomor ponsel kamu di sini,” suruh Erlangga.

Alana menerima ponsel dari Erlangga, lalu mengetikkan nomor ponsel miliknya. Setelah menyimpan nomor ponselnya Alana kembali memberikan telepon genggam itu ke pemiliknya.

“Ini sudah, Mas,” ucap Alana.

Erlangga menerima ponselnya dari Alana dan memasukannya ke saku kemejanya.

“Lain kali kalau aku telat datang kamu langsung pulang saja,” suruh Erlangga.

“Iya, Mas. Sekali lagi aku minta maaf ya, Mas. Aku sudah bikin repot Mas,” ucap Alana. “Lain kali aku akan nolak jika mami maksa Mas buat jemput aku.”

“Iya, gak apa-apa,” balas Erlangga.

“Baik banget Alana. Coba kalau Dinda atau perempuan yang selama ini dekat sama aku, pasti sudah marah-marah gak jelas dan bicaranya bisa keluar dari jalur kalau aku telat jemput mereka,” batin Erlangga.

“Terus sekarang aku harus antar kamu ke mana?” tanya Erlangga.

Tidak ada respon dari Alana. Erlangga menolehkan pandangnya ke Alana dan terheran saat Alana tenyata sudah memejamkan matanya.

“Lah dia sudah tidur. Aku harus antar dia ke mana?” tanya Erlangga pada dirinya sendiri.

Terpopuler

Comments

Haikal Rizik

Haikal Rizik

dasar laki2 geblek Erlangga kui

2022-04-19

0

Endang Purwati

Endang Purwati

astaghfirulloh...kelewatan kamu Erlangga.... aaarrggghhhhh....

2021-12-29

0

Nur Lela

Nur Lela

dasar sengklek si Erlangga,kasihan si Alana di kerjain...bikin bucin thor si Erlangga

2021-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Erlangga Bayu Pramuja
2 Rasa Sedih Monica
3 Permintaan Maaf Erlangga
4 Kegilaan Erlangga (21+)
5 Dijodohkan
6 Penolakan Erlangga
7 Tentang Alana
8 Rasa kesal Erlangga
9 Uji Kesabaran
10 Sebuah Pertimbangan
11 Mencoba Untuk Dekat
12 Taruhan Monica dan Erlangga
13 Kebingungan Erlangga
14 Bertemu Alana
15 Selamat hari raya Idul Adha
16 Rival
17 Berebut Alana
18 Jalan Berdua
19 Jalan Berdua 2
20 Pengganggu
21 Perbedaan Alana dan Dinda
22 Kumpul Keluarga
23 Hitam Dan Putih
24 Persetujuan Erlangga
25 Resmi Menikah
26 Ada Aku
27 Berbeda
28 Ciuman Pertama
29 Mulai Dekat
30 Rasa Yang Terpendam
31 Perubahan
32 Datang Ke Sekolah
33 Rasa Nyaman
34 Pujian Untuk Alana
35 Karena Dia
36 Bahaya
37 Kecemasan Erlangga
38 Ancaman
39 Perjanjian
40 Kejujuran Erlangga
41 Masih Peduli
42 Ciuman Penyembuh
43 Pengakuan Alana
44 Pengakuan Erlangga
45 Alana Vs Dinda
46 Permintaan Maaf
47 Jebakan Untuk Alana
48 Ketakutan Alana
49 Pindah
50 Satu Kamar
51 Dia Suamiku
52 Kebakaran
53 Pelaku Kebakaran
54 Penangkapan Dinda
55 Never Leave My Life
56 Hasrat
57 Untuk Yang Pertama
58 Lima Puluh Delapan
59 Lima Puluh Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Puluh Satu
62 Enam Puluh Dua
63 Enam Puluh Tiga
64 Enam Puluh Empat
65 Enam puluh Lima
66 Enam Puluh Enam
67 Enam Puluh Tujuh
68 Enam Puluh Delapan
69 Enam Puluh Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Puluh Satu
72 Tujuh Puluh Dua
73 Tujuh Puluh Tiga
74 Tujuh Puluh Empat
75 Tujuh Puluh Lima
76 Tujuh Puluh Enam
77 Tujuh Puluh Tujuh
78 Tujuh Puluh Delapan
79 Tujuh Puluh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Puluh Satu
82 Delapan Puluh Dua
83 Delapan Puluh Tiga
84 Delapan Puluh Empat
85 Delapan Puluh Lima
86 Delapan Puluh Enam
87 Delapan Puluh Tujuh
88 Delapan Puluh Delapan
89 Delapan Puluh Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Puluh Satu
92 Sembilan Puluh Dua
93 Sembilan Puluh Tiga
94 Sembilan Puluh Empat
95 Sembilan Puluh Lima
96 Sembilan Puluh Enam
97 Sembilan Puluh Tujuh
98 Sembilan Puluh Delapan
99 Sembilan Puluh Sembilan
100 Seratus
101 Seratus Satu
102 Seratus Dua
103 Seratus Tiga
104 Seratus Empat
105 Seratus Lima
106 Seratus Enam
107 Seratus Tujuh
108 Seratus Delapan
109 Bukan up.
110 Seratus Sembilan
111 S2 Chapter 1
112 S2 Chapter 2
113 S2 Chapter 3
114 S2 Chapter 4
115 S2 Chapter 5
116 S2 Chapter 6
117 S2 Chapter 7
118 S2 Chapter 8
119 S2 Chapter 9
120 S2 Chapter 10
121 S2 Chapter 11
122 S2 Chapter 12
123 S2 Chapter 13
124 S2 Chapter 14
125 S2 Chapter 15
126 S2 Chapter 16
127 S2 Chapter 17
128 S2 Chapter 18
129 S2 Chapter 19
130 S2 Chapter 20
131 S2 Chapter 21
132 S2 Chapter 22
133 S2 Chapter 23
134 S2 Chapter 24
135 S2 Chapter 25
136 S2 Chapter 26
137 S2 Chapter 27
138 S2 Chapter 28
139 S2 Chapter 29
140 S2 Chapter 30
141 S2 Chapter 31
142 S2 Chapter 32
143 Chapter 33
144 Chapter 34
145 S2 Chapter 35
146 S2 Chapter 36
147 S2 Chapter 37
148 S2 Chapter 38
149 S2 chapter 39
150 S2 Chapter 40
151 S2 Chapter 41
152 S2 Chapter 42
153 S2 Chapter 43
154 S2 Chapter 44
155 S2 Chapter 45
156 S2 Chapter 46
157 S2 Chapter 47
158 S2 Chapter 48
159 S2 Chapter 49
160 S2 Chapter 50
161 S2 Chapter 51
162 S2 Chapter 52
163 S2 Chapter 53
164 S2 Chapter 54
165 S2 Chapter 55
166 S2 Chapter 56
167 S2 Chapter 57
168 S2 Chapter 58
169 S2 Chapter 59
170 S2 Chapter 60
171 S2 Chapter 61
172 S2 Chapter 62
173 S2 Chapter 63
174 S2 Chapter 64
175 S2 Chapter 65
176 S2 Chapter 66
177 S2 Chapter 67
178 S2 Chapter 68
179 S2 Chapter 69
180 S2 Chapter 70
181 S2 Chapter 71
182 S2 Chapter 72
183 S2 Chapter 73
184 S2 Chapter 74
185 S2 Chapter 75
186 S2 Chapter 76
187 S2 Chapter 77
188 S2 Chapter 78 (End)
189 Promosi Karya
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Erlangga Bayu Pramuja
2
Rasa Sedih Monica
3
Permintaan Maaf Erlangga
4
Kegilaan Erlangga (21+)
5
Dijodohkan
6
Penolakan Erlangga
7
Tentang Alana
8
Rasa kesal Erlangga
9
Uji Kesabaran
10
Sebuah Pertimbangan
11
Mencoba Untuk Dekat
12
Taruhan Monica dan Erlangga
13
Kebingungan Erlangga
14
Bertemu Alana
15
Selamat hari raya Idul Adha
16
Rival
17
Berebut Alana
18
Jalan Berdua
19
Jalan Berdua 2
20
Pengganggu
21
Perbedaan Alana dan Dinda
22
Kumpul Keluarga
23
Hitam Dan Putih
24
Persetujuan Erlangga
25
Resmi Menikah
26
Ada Aku
27
Berbeda
28
Ciuman Pertama
29
Mulai Dekat
30
Rasa Yang Terpendam
31
Perubahan
32
Datang Ke Sekolah
33
Rasa Nyaman
34
Pujian Untuk Alana
35
Karena Dia
36
Bahaya
37
Kecemasan Erlangga
38
Ancaman
39
Perjanjian
40
Kejujuran Erlangga
41
Masih Peduli
42
Ciuman Penyembuh
43
Pengakuan Alana
44
Pengakuan Erlangga
45
Alana Vs Dinda
46
Permintaan Maaf
47
Jebakan Untuk Alana
48
Ketakutan Alana
49
Pindah
50
Satu Kamar
51
Dia Suamiku
52
Kebakaran
53
Pelaku Kebakaran
54
Penangkapan Dinda
55
Never Leave My Life
56
Hasrat
57
Untuk Yang Pertama
58
Lima Puluh Delapan
59
Lima Puluh Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Puluh Satu
62
Enam Puluh Dua
63
Enam Puluh Tiga
64
Enam Puluh Empat
65
Enam puluh Lima
66
Enam Puluh Enam
67
Enam Puluh Tujuh
68
Enam Puluh Delapan
69
Enam Puluh Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Puluh Satu
72
Tujuh Puluh Dua
73
Tujuh Puluh Tiga
74
Tujuh Puluh Empat
75
Tujuh Puluh Lima
76
Tujuh Puluh Enam
77
Tujuh Puluh Tujuh
78
Tujuh Puluh Delapan
79
Tujuh Puluh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Puluh Satu
82
Delapan Puluh Dua
83
Delapan Puluh Tiga
84
Delapan Puluh Empat
85
Delapan Puluh Lima
86
Delapan Puluh Enam
87
Delapan Puluh Tujuh
88
Delapan Puluh Delapan
89
Delapan Puluh Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Puluh Satu
92
Sembilan Puluh Dua
93
Sembilan Puluh Tiga
94
Sembilan Puluh Empat
95
Sembilan Puluh Lima
96
Sembilan Puluh Enam
97
Sembilan Puluh Tujuh
98
Sembilan Puluh Delapan
99
Sembilan Puluh Sembilan
100
Seratus
101
Seratus Satu
102
Seratus Dua
103
Seratus Tiga
104
Seratus Empat
105
Seratus Lima
106
Seratus Enam
107
Seratus Tujuh
108
Seratus Delapan
109
Bukan up.
110
Seratus Sembilan
111
S2 Chapter 1
112
S2 Chapter 2
113
S2 Chapter 3
114
S2 Chapter 4
115
S2 Chapter 5
116
S2 Chapter 6
117
S2 Chapter 7
118
S2 Chapter 8
119
S2 Chapter 9
120
S2 Chapter 10
121
S2 Chapter 11
122
S2 Chapter 12
123
S2 Chapter 13
124
S2 Chapter 14
125
S2 Chapter 15
126
S2 Chapter 16
127
S2 Chapter 17
128
S2 Chapter 18
129
S2 Chapter 19
130
S2 Chapter 20
131
S2 Chapter 21
132
S2 Chapter 22
133
S2 Chapter 23
134
S2 Chapter 24
135
S2 Chapter 25
136
S2 Chapter 26
137
S2 Chapter 27
138
S2 Chapter 28
139
S2 Chapter 29
140
S2 Chapter 30
141
S2 Chapter 31
142
S2 Chapter 32
143
Chapter 33
144
Chapter 34
145
S2 Chapter 35
146
S2 Chapter 36
147
S2 Chapter 37
148
S2 Chapter 38
149
S2 chapter 39
150
S2 Chapter 40
151
S2 Chapter 41
152
S2 Chapter 42
153
S2 Chapter 43
154
S2 Chapter 44
155
S2 Chapter 45
156
S2 Chapter 46
157
S2 Chapter 47
158
S2 Chapter 48
159
S2 Chapter 49
160
S2 Chapter 50
161
S2 Chapter 51
162
S2 Chapter 52
163
S2 Chapter 53
164
S2 Chapter 54
165
S2 Chapter 55
166
S2 Chapter 56
167
S2 Chapter 57
168
S2 Chapter 58
169
S2 Chapter 59
170
S2 Chapter 60
171
S2 Chapter 61
172
S2 Chapter 62
173
S2 Chapter 63
174
S2 Chapter 64
175
S2 Chapter 65
176
S2 Chapter 66
177
S2 Chapter 67
178
S2 Chapter 68
179
S2 Chapter 69
180
S2 Chapter 70
181
S2 Chapter 71
182
S2 Chapter 72
183
S2 Chapter 73
184
S2 Chapter 74
185
S2 Chapter 75
186
S2 Chapter 76
187
S2 Chapter 77
188
S2 Chapter 78 (End)
189
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!