Sean pun akhirnya memutuskan untuk ikut dengan kedua party itu yang saling membantu dan saling melengkapi itu. Karena ia juga harus bisa berhadaptasi dengan orang-orang yang baru ia kenal. Lagipula anggota party Brian dan party Arron sangat, tiak pernah membeda-bedakan. Mereka bersaing tetapi bersaing sehat.
Hari akan mendekati Sore, sudah 2 Desa yang mereka selamatkan dari kelompok bandit yang menyebar. Sean Tidak banyak turun tangan untuk menghadapi para bandit yang sedang mengganggu di setiap desa, atau pun yang tiba-tiba muncul menghalangi jalan mereka.
Sean hanya akan turun tangan jika kedua party itu mengalami kesusahan. Itupun atas permintaan mereka, karena mereka merasa Sean berada di atas level mereka, jadi mereka harus berusaha agar level mereka naik.
Hanya Erza, Lisa, Elif, dan Marie yang kenaikan Level. Angka Level di Kartu Identitas Petualang mereka ber-4, otomatis berubah naik 1 tingkat.
Sebelum melanjutkan perjalanan pulangnya, semua mengucapkan selamat kepada mereka ber-4 atas kenaikan level yang mereka peroleh.
Disini, Brian pun teringat. Lalu ia menatap Sean. "Oh ya Sean. Aku penasaran denganmu. Kemarin aku melewatkanmu saat mendaftar menjadi Petualang."
Semua yang mendengar kata-kata Brian, kini ikut menatap Sean. Mereka juga penasaran Level Sean, pasalnya Sean sangat kuat. Brian kembali bersuara. "Kalau boleh tau, berapa Levelmu ?"
Tangan Sean perlahan meraih Kartu Identitas Petualangnya. Lalu ia serahkan kepada Brian untuk melihatnya.
Melihat Brian yang sudah menerima Kartu Identitas Petualang milik Sean, ketiga anggotanya segera mendekati Brian. Begitu juga dengan Arron dan keempat anggotanya.
Semua terbelalak melihat Kartu Identitas Petualang milik Sean. Mereka berucap dengan nada tinggi bersamaan. "Level 77, Petualang Tingkat Platinum !!"
Semua terkejut bukan main setelah melihat Kartu Identitas Petualang milik Sean. Sungguh benar-benar mereka tak bisa untuk tidak terkejut.
Setahu mereka, tidak !! Semua orang pasti tau bagi seseorang yang baru mendaftar menjadi Petualang, entah mau langsung berada di Level 1 atau Level 10, semua Petualang yang baru mendaftar pasti akan jatuh di Level Tingkat Perunggu.
"Bukankah Petualang di Kerajaan Erlang baru ada 9 Petualang yang sudah ada di Tingkat Platinum. ?" tanya Erza memastikan.
Semua mengangguk kepalanya. Namun mereka jarang melihat ke-9 Petualang itu, karena mereka ber-9 terpisah. Masing-masing dari mereka mengambil jalan dan misi sendiri atau dengan anggota party-nya masing-masing. Terkadang mereka juga mengambil misi perjalanan jauh.
Mereka menatap Sean dengan tanda tanya. Jika Sean benar-benar di Level Tingkat Platinum, maka total Petualang Tingkat Platinum di Kerajaan Erlang sekarang berjumlah 10 orang.
Dalam batin mereka. "Siapa Sean sebenarnya ?"
Sean yang tau tatapan itu, ia menjawab. "Jika kalian bertanya, aku hanya bisa menjawab, karena sebelum mendaftar menjadi Petualang, aku sudah lebih dulu melatih fisikku."
Ya, karena mengingat dulu saat masih di dunianya, Sean adalah Prajurit yang rutin dalam melatih fisiknya. Bahkan anggota prajurit lainnya menyerah jika mengadu kekuatan fisik mereka dengan Sean.
Kekuatan fisiknya semakin bertambah setelah dirinya berhasil menjadi kelinci percobaan ayahnya. Yah.., meskipun begitu, itupun juga terpaksa agar dirinya cepat selamat dari komanya.
Brian bersuara. "Apa dikatakan oleh Sean, ada benarnya. Karena dari awal kita bertemu, kamu sudah sangat hebat. Aku juga dulu baru pertama kali mendaftar, aku langsung berada di Level 6, itu pun aku serang melawatkan waktu latihan fisikku dan sihirku."
"Benar, aku juga seperti itu, aku berada di Level 8. Karena ada juga orang-orang yang tidak pernah melatih fisiknya, saat pertama kali mereka mendaftar, Level mereka pasti berada di Level 1 atau 2." Arron menambahkan, semua mengangguk-angguk kepalanya. Karena mereka juga mengalami hal yang sama.
Contohnya saat baru pertama kali mendaftar, Isla langsung berada di Level 10, karena dari kecil dia sudah berlatih mengenai Sihir oleh ibunya. Erza dan Rin di level 5. Dan yang lainnya juga mengalaminya.
Darold pun bersuara. "Tapi, hal yang tak wajar jika kamu tiba-tiba di Level 77, Sean. Bukankah itu tanda tanya ?"
Sean membalas. "Bagiku, Level hanyalah angka. Tingkatan hanyalah status. Namun yang terpenting adalah, kemampuan dan usaha kita saat kita bertarung. Tetapi, bertarunglah jangan hanya mengandalkan kekuatan saja, tapi gunakanlah juga pola pikiran kita, agar kita bisa menemukan cara agar bisa mengalahkan musuh."
Semua terdiam karena kagum mendengar ucapan Sean. Dan mereka berfikir perkataan Sean adalah benarnya. Yah, meskipun Sean terkadang dingin dan datar, tetapi ia masih punya rasa peduli.
"Sudah-sudah, tak perlu di perpanjangkan. Yang jelas kita harus terus melatih kekuatan kita agar kita bisa lebih kuat." balas Arron yang tidak ingin berlama-lama membahas tentang Level, karena ia sudah percaya dengan Sean.
Keempat anggota party-nya dan party-nya Brian mengangguk kepalanya. Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Kerajaan Erlang.
.....
Semua kini tengah dalam perjalanan pulang kembali ke kota Kerajaan Erlang. Hari ini hanya 2 Desa yang mereka selamatkan. Tapi tetap saja, entah kapan pasti ada sekelompok bandit lagi yang datang ke setiap-setiap desa lagi.
Sean sudah mendapat informasi lagi dari hasil introgasinya kepada para bandit di setiap 2 desa yang tadi mereka selamatkan. Sean semakin yakin, semua tidak akan berakhir jika markas bandit terbesar itu dihancurkan.
Percuma menjalankan misi memburu monster, tetapi bandit tetap berkeliaran. Sungguh tidak wajar, bisa-bisanya bandit memiliki tuan besar di markas besar mereka.
.....
Beberapa lama kemudian, mereka ber-10 sudah sampai di kota Kerajaan. Mereka berjalan menuju Guild Petualang. Setelah masuk ke dalam Guild Petualang, seperti biasa, Sean menjadi sosok pusat perhatian meskipun ia sudah tertutup.
Mereka ber-10 menemui salah satu petugas resepsionis. Mereka memberi laporan tentang misi mereka. Mereka pun mendapat bayarannya yang sesuai.
Brian dan ketiga anggotanya masing-masing mendapat 2 koin emas. Begitu juga dengan anggota party Arron. Karena sebelum bertemu Sean, Arron dan keempat anggotanya telah membantu Desa lain sebelumnya.
Sedangkan Sean hanya mendapat 1 koin emas dan 25 koin perak, karena ia hanya membantu 3 desa saja, tapi Sean tidak mempermasalahkan hal itu.
"Sean, setelah ini kamu akan kemana ?" tanya Brian
"Aku ingin kembali ke penginapan dan istirahat." jawab Sean.
"Baiklah kalau begitu sampai disini dulu kebersamaan kita. Aku dan keempat anggotaku harus pergi pulang. Sampai nanti lagi." ucap Arron mewakili party-nya berpamitan.
"Ya, kita berempat juga, sampai jumpa, Sean." pamit Brian mewakili kelompok party-nya.
Party Brian dan Party Arron keluar dari Guild bersama. Kebetulan, arah pulang ke rumah mereka ke-9 satu arah.
Setelah memandang party Brian dan party Arron pergi, pandangan Sean beralih ke arah resepsionis. Ia terlihat cantik. Kali ini bukan Lucy yang melayaninya, karena Lucy sedang melayani anggota Party lain.
"Aku ingin bertemu Master Guild." ucap Sean.
"Baiklah, mohon menunggu." jawab resepsionis wanita cantik itu.
Sean mengangguk kepalanya, lalu resepsionis wanita cantik itu pergi, dan Sean menunggu. Saat sedang menunggu, tiba-tiba dari belakang, ada tangan besar memegang pundak kanannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
dholpin👅🎉🎉
gax sabar lihat Sean menggunakan sihir
2021-07-27
3
Jino roy
siap orang yang megang pundak Sean pasti orang itu cari gara-gara? orang cari mati itu!😠 potong saja tangannya!😤
NEXT UP👍, TETAP SEMANGAT THOR💪
2021-07-09
7
NaNa♡
lanjut thir, semangat...
2021-07-08
4