BAB 04

Sean memukul dada goblin itu berkali-kali dengan lengan tangan kiri logamnya. Bahkan gerakan pukulannya semakin cepat.

BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!!

BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!!

JLEB..!!

Pukulan terakhirnya tembus ke dada. Sean menarik tangan kirinya. Goblin itu mati, karena jantungnya telah berada di genggaman Sean. Sean membuang jantung itu. Lalu ia turun dari tubuh mahluk hijau itu

Melihat Sean yang turun dari tubuh goblin itu, salah satu dari mereka berjalan mendekati orang itu yang baru saja menyelamatkan mereka.

"Terimakasih telah menyelamatkan kami." ucap salah satu dari mereka yang merupakan laki-laki.

Sean menoleh dan menatapnya. Ia mengangguk kepalanya. "Tidak masalah. Tapi kenapa kalian bisa berada di dalam hutan ini ?"

"Kami ber-4 adalah petualang yang menjalankan salah satu misi."

"Misi ?" sahut Sean heran.

"Benar kami mengambil misi untuk mengalahkan salah satu kelompok bandit yang suka merampok para pedagang yang sedang berpegian mengirim dagangannya."

"Bandit ? Maksudmu penjahat ?" ucap Sean.

Laki-laki itu mengangguk kepalanya mendengar pertanyaan dari Sean. "Sebenarnya kami sedang mencari jalan pintas melalui hutan ini. Tetapi kami malah bertemu sekelompok goblin."

"Goblin ? Maksudmu mahluk hijau ini ?" tanya Sean sambil menunjukkan mayat-mayat mahluk hijau yang dibunuhnya.

Laki-laki itu mengangguk kepalanya. Sean mencerna ucapan laki-laki didepannya. Bandit yang suka merampok, lalu para petualang mencari jalan pintas, berarti sebentar lagi akan akan ada jalan keluar dari hutan.

"Apa kamu tau dimana kota terdekat dari sini ?" tanya Sean.

"Ya, kota terdekat dari sini adalah tempat asal kami. Kota Kerajaan Erlang."

Dalam hatinya, Sean. "Kerajaan ?"

"Kalau kamu dari mana ?" tanya Brian.

"Aku sebenarnya tersesat." jawab Sean asal. Ia tidak mungkin kasih tau kalau dirinya dari Dunia Lain.

"Bagaimana kalau kamu ikut dengan kami. Setelah menyelesaukan misi, mungkin kami mengantarmu sampai ke kota."

"Ahh, baiklah." jawab Sean.

"Sebelumnya, namaku Brian." kata laki-laki muda itu memperkenalkan dirinya yang bernama Brian.

"Namaku Sean." ucap Sean singkat.

"Sikap orang ini sedikit dingin." batin Brian.

"Kau tidak perlu bersikap seperti padaku. Ayo, aku kenalkan teman-teman party-ku denganmu." ucap Brian sambil mengajak Sean.

"Party ?"

Namun Sean mengangguk kepalanya. Brian dan Sean berjalan mendekati ketiga manusia yang merupakan teman-temannya Brian. Salah satunya, perempuan yang terluka saat serangan tadi.

Brian pun memperkenalkan Sean kepada temannya, dan menjelaskan kalau Sean akan ikut sementara dengan kelompok party-nya, karena setelah berhasil menjalankan misi, hingga sampai mereka pulang.

"Namaku Lisa." kata salah satu perempuan yang kakinya terluka namun telah diobati.

"Namaku Erza." ucap anggota laki-laki satunya.

"Namaku Rin." ucap perempuan yang telah mengobati temannya.

"Lisa, apa lukamu sudah baik-baik saja ?" tanya Brian.

"Tenang saja, Brian. Lukaku sudah sembuh setelah diobati oleh Rin dengan Sihirnya." jawab Lisa tersenyum sambil berdiri normal.

Sean mengerut dahinya, ia berguman dalam harinya. "Sihir ? Sihir penyembuh ?"

Pasalnya dalam diri Sean memiliki kekuatan regenerasi. Ia mengira kalau Sihir Cahaya memiliki hubungan dengan kekuatan regenerasinya.

Pikiran Sean kini banyak sekali rasa penasaran tentang dunia tempatnya sekarang. Sungguh bisa dibilang luar biasa atau tidak wajar. Padahal ia memiliki kekuatan yang diluar nalar.

Brian tersenyum karena anggotanya sudah baik-baik saja. Lalu ia mengajak semua melanjukan perjalanannya. Mereka tetap memilih jalan pintas yaitu lewat hutan.

Namun sebelum itu, dari mereka mengajak Sean untuk memotong telinga kanan para Goblin itu, terutama jantung goblin berbadan besar tadi.

"Untuk aku lakukan itu ?" tanya Sean heran.

Brian tersenyum, lalu ia menjawab. "Karena sebagai bukti kalau kamu telah mengalahkan sekelompok kecil goblin ini. Kamu akan mendapat bayarannya jika menukarkannya sebagai bonus dalam misi."

"Apalagi goblin yang berbadan besar itu kemungkinan ada di level 35. Sudah dipastikan bayarannya cukup banyak." tambahnya.

Sean beguman dalam hatinya. "Level ?"

Sean menghela nafasnya. "Lebih baik itu untuk kalian, sebagian upahku kepada kalian karena mau membimbingku mencari jalan keluar dari hutan ini."

"Benarkah ?" sahut dari mereka.

Sean mengangguk kepalanya. Mereka ber-4 terlihat bersemangat, dan segera memotong telinga dari kelima mayat goblin itu, lalu mereka menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan milik mereka masing-masing. Setelah selesai mereka memulai perjalanan.

Keuntungan lewat hutan, bisa lebih cepat, dan bisa saja langsung menemukan sekelompok bandit jika bersembunyi. Erza, berjalan di dibelakang, bersama Lisa dan Rin. Sedangkan Brian, ia paling depan bersama Sean.

"Sean, apa aku boleh bertanya sesuatu ?" tanya Brian.

Anggotanya yang dibelakang ingin ikut mendengar apa yang ingin ditanyakan oleh ketua partynya.

"Silahkan." sahut Sean, namun pandangannya ke arah depan.

"Apa lengan tangan kirimu dari logam." tanya Brian, ia sudah penasaran dengan lengan tangan kirinya Sean.

Pandangannya masih ke arah depan, tapi dibalik menutup mulutnya, ia tersenyum simpul. "Ya, lengan tangan kiriku terbuat dari logam."

"Hebat !! Aku belum pernah melihat ada logam dibuat untuk dijadikan lengan." kata Brian kagum.

Teman-temannya yang berjalan mengikutnya di belakang, hanya bisa diam. Namun dalam hatinya mereka juga kaget bukan main, dan kagum.

Pasalnya mustahil di dunia mereka ada manusia yang menggunakan logam atau besi sejenisnya untuk menjadikannya salah satu organ di tubuhnya.

"Ya, ini adalah hasil percobaan ayahku. Karena saat perang aku kehilangan tangan kiriku. Kamu pasti mengerti apa maksudku bukan ?" kata Sean, ia tidak menjelaskan kelebihan tangan kirinya.

"Ya, intinya ayahmu menginginkanmu agar bisa hidup dengan tubuh yang lengkap." kata Brian.

"Tapi, aku melihat tangan logammu mampu membunuh dengan cara menusuk dada goblin tadi." kata Erza.

"Erza, dimana-mana logam pastinya keras. Untuk memukulmu dengan pelan saja, pasti sudah bisa membuatmu pingsan." ucap Rin.

"Benar juga." sahut Erza yang terlihat sepertu orang bodoh.

"Lalu senjata apa yang kau pakai tadi senjata jenis apa ?" tanya Lisa kepada Sean.

"Itu adalah senjataku, yang bisa digunakan untuk menyerang dari jarak yang tidak jauh dari targetnya." jawab Sean asal tentang pistolnya.

"Lalu untuk yang ke-4 goblin yang berbadan kecil tadi, kamu juga yang membunuhnya dengan senjatamu ?" tanya Rin.

Sean mengangguk kepalanya, namun pandangannya masih ke arah depan. "Ya, itu juga dari serangan dari salah satu senjataku."

Mereka mulai fokus dengan perjalanan mereka. Hampir satu jam, akhirnya mereka melihat wilayah terbuka. Sean tersenyum, karena semenjak ia datang dari dunianya, ia belum menemukan jalan keluar dari hutan yang lebat.

Diwaktu yang sama, mereka mendengar suara ribut dari luar hutan. Mereka segera berlari ke arah sumber suara itu. Sedangkan Sean, ia berjalan santai. Ia hanya menebak-nebak, siapa apa di depan sana.

Terlihat 6 manusia berbadan besar. Pakaian mereka terlihat sangat, dan mereka menggunakan senjata. Senjata yang digunakan Mereka ber-6 rata-rata menggunakan pedang.

Brian, Lisa, Erza, dan Rin telah keluar dari hutan. Mereka melihat dua kereta kuda milik pedagang tengah dihadang oleh 6 orang bandit.

Terpopuler

Comments

Risa

Risa

hari ? atau hati ?

2022-07-02

1

M Ferdi

M Ferdi

party nya aneh ngelawan goblin aja gak bisa itu malah ngelawan bandit kan aneh

2022-01-09

1

Jenenku Sopo

Jenenku Sopo

oke lanjut makin seru aja hhhhh

2021-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01
2 BAB 02
3 BAB 03
4 BAB 04
5 BAB 05
6 BAB 06
7 BAB 07
8 BAB 08
9 BAB 09
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 NAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108 | END
109 PEMBERITAHUAN
110 PEMBERITAHUAN 2
111 PEMBERITAHUAN 3
112 PEMBERITAHUAN 4
113 PEMBERITAHUAN 5
114 PEMBERITAHUAN 6
Episodes

Updated 114 Episodes

1
BAB 01
2
BAB 02
3
BAB 03
4
BAB 04
5
BAB 05
6
BAB 06
7
BAB 07
8
BAB 08
9
BAB 09
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
NAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108 | END
109
PEMBERITAHUAN
110
PEMBERITAHUAN 2
111
PEMBERITAHUAN 3
112
PEMBERITAHUAN 4
113
PEMBERITAHUAN 5
114
PEMBERITAHUAN 6

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!