Note : Mungkin di beberapa Bab kedepan, akan membuat kalian Bosan. Terimakasih
_________
"Setidaknya beristirahatlah lebih dulu, untuk mengisi tenagamu. Karena aku, Brian, dan yang lainnya akan beristirahat dan menginap di desa ini." kata Arron.
Mendengar perkataan Arron ada benarnya. Sean pun mengangguk kepalanya, ia akan istirahat dan menginap. Sean menjawab. "Baiklah, sepertinya aku juga akan istirahat dan menginap."
Lalu ada seseorang pria paruh baya berjalan mendekati mereka. Pria itu adalah kepala desa, ia mengucapkan berterimakasih kembali.
Lalu ada seseorang pria paruh baya berjalan mendekati mereka. Pria itu adalah kepala desa, ia mengucapkan berterimakasih kembali.
Untuk sebagai tanda Terimakasihnya, pria itu meminta para petualang untuk ikut makan malam bersama. Brian dan Arron, sebagai ketua kelompok party mereka, dengan senang hati menerimanya.
Setelah itu Kepala Desa itu pergi kembali ke kediaman mereka. Brian pun bersuara. "Sean, kamu harus ikut makan malam bersama kami dan mereka."
Arron membenarkan ucapan Brian. "Yah, ikutlah bersama kami, ini sebagai kalau kita berteman meskipun kita tidak satu kelompok party."
"Baiklah, aku akan ikut. Karena aku tidak mungkin akan melewatkan makan bersama." jawab Sean, terdengar datar, tapi tidak masalah bagi mereka semua.
.....
Hari telah malam.
Semua tengah berkumpul di taman yang letaknya di tengah-tengah desa, Semua akan mengadakan pesta kecil-kecilan bersama. Sudah ada banyak meja yang telah ditata.
Mereka semua benar-benar sangat niat mengadakan pesta kecil-kecilan, tetapi terlihat berlebihan. Hal itu sudah sering diadakan oleh para warga desa itu sebagai menyambut kedatangan tamu atau berterimakasih.
Tak hanya keluarga Kepala Desa yang ikut, semua juga ikut mengikuti untuk memberi penghormatan kepada ke-10 Petualang yang telah menyelamatkan mereka.
Meskipun Desa kecil, tetapi solidaritas merek benar-benar luar biasa. Kini semua tengah duduk di kursi mereka masing-masing. Masih ada yang bernyanyi sambil melingkari api unggun, ada yang berbicara dan bercanda. Tapi itu tidak masalah.
Kepala Desa dan beberapa warga kepercayaannya telah duduk. Begitu juga ke-10 Petualang duduk satu meja yang sama dengan Kepala Desa. Mereka saling berbicara dan menukar informasi.
Yang ternyata setiap desa di wilayah Kerajaan Erlang sudah ada 5 Prajurit Penjaga. Raja Erlang yang memberi perintah. Untuk setiap desa yang ada diwilayah Kerajaan Erlang, entah itu desa kecil atau desa besar, harus dijaga 5 orang prajurit.
Tetapi, salah satu dari ke-5 prajurit itu, ada 1 orang penyusup, dan membunuh ke-4 prajurit mati. Setelahnya, para bandit datang. Hampir setiap minggu, mereka datang untuk merampas harta mereka.
Jika tidak diberi, maka wanita-wanita muda, atau anak gadis mereka, akan mereka bawa pergi. Itulah pembicaraan Brian, Arron dengan Kepala Desa dan beberapa warga kepercayaannya.
Desa yang saat ini, baru kali ini mereka didatangi oleh para bandit. Sebelum para bandit datang, kejadian yang sama dimana salah satu prajurit penjaga Desa ada yang penyusup atau penghianat.
Rin dan Isla menambahkan tentang keberadaan markas bandit terbesar yang dikatakan bandit yang telah diintrogasi.
Jadi kesimpulannya, ada seorang ada beberapa yang penyusup atau penghianat yang telah menyebar di dalam istana Kerajaan Erlang. Dan kemungkinan ada penghianat yang bekerja sama dengan pemimpin bandit terbesar itu.
Pembicaraan mereka selesai karena makanan mereka telah datang. Kepala Desa bersuara. "Kita akhiri dulu pembicaraannya. Sementara ini. Mari kita rayakan pesta kecil-kecilan ini bersama untuk Ke-10 tuan Petualang."
"Yeeaaahhh !!" sorakaan para warga, dan beberapa petualang. Hanya saja Sean memilih diam.
Semua piring-piring berisi bermacam-macam lauk dan sayuran, telah diletakan di tengah-tengah setiap jumlah meja yang ada, warga perempuan yang membawanya dan beberapa laki-laki membantunya.
Setiap orang telah mendapat piring masing-masing, berserta nasinya. Untuk lauk dan sayurnya, mereka tinggal mengambilnya saja yanga ada di depan mereka sesuka hati.
Semua telah mengambil lauk dan sayuran. Sean juga telah mengambil sepotong daging dan sayuran. Semua pun memulai makannya. Sambil makan dan mereka juga bercanda.
Disisi Sean, ia perlahan membuka penutup wajah yang menutupi sebagian bawah wajahnya. Karena mana mungkin ia makan tanpa membuka penutup wajahnya.
Disisi lain, para petualang dan para warga, mereka terhenti sejenak menikmati makanan mereka. Mereka sangat penasaran wajah Sean.
Pasalnya dari awal Sean datang, Sean belum membuka penutup sebagian bawah wajahnya. Dari warna kulit putih mulus di wajahnya dan kedua mata tajamnya, sudah pasti Sean tampan.
Yang paling penasaran, adalah para Petualang. Terutama, Brian dan ketiga anggotanya. Pasalnya semenjak mereka bertemu mereka belum melihat seluruh wajah asli Sean.
Sean telah membuka penutup wajahnya. Seketika semua hening. Mereka terpaku melihat wajah Sean yang asing, wajah Sean seakan bukan berasal dari benua tempat lahir mereka.
Tapi, yang paling utama, wajah Sean benar-benar tampan. Para Petualang wanita terpaku karena terpesona ketampan Sean, tak hanya itu, para warga wanita muda yang masih berumur muda juga merasakan hal yang sama.
Sean yang sedang makan, pun terhenti. Ia menoleh kesana kemari. "Ada dengan kalian ? Kenapa kalian berhenti makan ?"
Semha pun tersadar. Mereka segera segera memakan makanan mereka. Terutama para warga wanita muda dan Petualang wanita, mereka terlihat salah tingkah dan segera memakan makanan mereka.
Sedangkan disisi Brian, Arron, dan Erza, mereka bertiga mengakui kalau Sean lebih tampan dari mereka. Dalam hati mereka bertiga, ketiga laki-laki itu mengutuk ketampanan Sean. Sementara, disisi Sean, ia kembali memakan makanannya.
.....
Hari semakin malam.
Pesta telah selesai. Para warga segera pulang ke rumah mereka masing-masing. Sisa pesta mereka ditinggal begitu saja karena sudah malam. Jadi mereka akan membersihkannya esok hari.
Ke-10 Petualang yang juga sudah memutuskan untuk menginap dan berjaga. Kebetulan, Kepala Desa menghampiri mereka.
Kepala Desa mengatakan kalau desanya juga ada tempat penginapan, tapi kecil dan tidak mewah. Mereka semua menerimanya. Ke-10 Petualang pergi ke penginapan itu.
.....
Memang benar, penginapan itu tidak mewah tetapi nyaman. Semua sudah di lantai 2. Para Petualang wanita menginap satu kamar. Dan para Petualang laki-laki satu kamar yang ada di samping kamar Petualang wanita.
Brian, Arron, Darold, dan Erza telah selesai mandi membersihkan dirinya mereka. Mereka telah mengganti pakaian mereka yang mereka bawa di dalam cincin penyimpanan mereka masing-masing.
Sean memilih mandi setelah mereka berempat telah selesai mandi duluan. Saat Sean datang yang sudah mengenakan celana panjang lorengnya, dan kaos lengan pendek, Arron dan Darold terkejut. Pasalnya mereka berdua melihat lengan logam kiri Sean.
"Sean, lengan tangan kirimu, logam ?" tanya Arron dan Darold kaget.
Sean mengangguk kepalanya dengan santai. Brian dan Erza tidak terkejut, karena mereka sudah tau sejak diawal pertemuan.
"Ya." jawab Sean.
"Dari mana kau mendapatkannya ?" tanya Arron.
"Aku mendapatkannya setelah kehilangan lengan tangan kiriku." jawab Sean.
"Begitu ya. Tapi itu terlihat hebat, bahkan bisa menahan serangan." kata Arron kagum, karena ia teringat saat melihat Sean bertarung melawan para bandit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
AitchAre
"wanita muda yang berumur muda?"
ya iya lah
2023-08-27
1
Music Is Life🎧🎶
kok ada 2??
2022-06-10
1
eca ridha
kata2 nya banyak yg keulang thor.. tapi tetap suka
2021-08-02
0