"Baiklah, aku mau." balas Sean,menerima tawaran Richard.
Richard segera bangkit dari duduknya. Ia mengambil salah satu kunci kamar dari meja kerjanya. Richard segera mengajak Sean keluar dari ruangannya.
Bangunan Guild itu terdapat 5 lantai. Lantai 1 sampai lantai 3, tempat para petualang berkumpul untuk makan, mengambil misi, dan rapat. Lantai 4 sampai lantai 5, tempat kamar-kamar inap jika para petualang ingin menyewanya.
Sean dan Richard sudah berada di lantai 5. Mereka berdua menulusuri lorong panjang di dalam bangunan itu. Benar saja. Kanan kiri lorong itu terdapat banyak pintu, tepatnya kamar penginapan.
Sean mendapat salah satu kamar sewa di lantai 5, karena di Lantai 4 sudah penuh, tinggal Lantai 5 saja.
Setelah sampai di depan salah satu pintu kamar. Richard memberikan kunci kamarnya. "Ini kamar sewamu."
Sean menerimanya, lalu Richard berkata. "Wanita itu juga menyewa kamar inap di Guild-ku."
Sean memutar bola matanya. Ia benar-benar bosan mendengar cerita Richard yang terus membahas wanita yang katanya dari dunia lain.
"Ahh.., aku lupa mengatakannya. Nama Wanita itu.." ucap Richard terpotong.
"Berapa harga sewanya ?" tanya Sean memotong ucapan Richard.
"2 minggu, 1 Koin Emas saja." jawab Richard. Sean pun memberi 1 Koin Emasnya. Setelah menerima pembayaran, Richard pamit undur diri.
Sean pun membuka kunci pintu kamar inap yang baru ia sewa. Lalu ia masuk ke dalam dan menutup pintu kamarnya, dan kembali menguncinya.
Sean ingin segera tidur dan istirahat. Meski memiliki kekuatan regenerasi, fisik yang hebat, dan stamina ia juga butuh stamina penuh untuk esok dan seterusnya.
.....
Keesokan Harinya.
Hari telah pagi, Sean baru bangun bangun dari tidurnya. Ia ingin membersihkan dirinya, lalu ia berjalan ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar sewanya.
Setelah mandi, Sean mengeluarkan pakaian serba hitamnya dari cincin penyimpanannya. Lalu ia mengenakan jubah hitam berlengan panjang dengan penutup kepala.
Setelah ia menutupi sebagain bawah wajahnya, Sean keluar dari kamar sewanya, tak lupa ia mengunci kembali pintunya. Ia berjalan di lorong menuju ke lantai bawah.
Banyak sekali orang-orang keluar dari kamar mereka untuk menjalani tugas mereka setiap harinya sebagai petualang. Bahkan ada manusia bertelinga hewan, dan bertelinga lancip.
Manusia bertelinga hewan adalah Ras Demi Human. Dan manusia bertelinga Lancip adalah Ras Elf. Sebenarnya di dunia yang ia tempati saat ini, ada benyak jenis Ras.
Sean belum tau itu karena ia belum bertanya tentang Ras selain Ras manusia. Ia memilih diam dan pura-pura tidak kaget. Karena jika dilihat-lihat, manusia yang ada di dunia itu, menganggap hal yang biasa-biasa saja.
Sean kini telah sampai di lantai satu. Ingin sekali sarapan. Tapi ia urungkan, karena ia menjadi pusat perhatian. Mungkin karena ia orang baru.
Sean memilih berjalan mendekati resepsionis. Disana hanya ada Lucy yang tidak sibuk. Sean mendekatinya. Lucy bertanya dengan senyumannya. "Ada yang bisa dibantu ?"
"Aku ingin mengambil misi." jawab Sean dingin.
Lucy menghela nafasnya pelannya "Dingin sekali." batin Lucy, tapi ia harus profesional dalam bekerja.
Lucy mengambil sebuah buku. Lalu ia membaca isi buku itu. Buku itu adalah salinan misi yang sudah ia catat sebelum dipasang di papan pengumuman.
"Bagaimana kalau misi menghancurkan kelompok-kelompok bandit yang tersebar. Mereka selalu mengganggu perjalanan para pedagang, terkadang mereka selalu mengganggu di desa-desa kecil." tawar Lucy.
"Bukankah misi ini sudah diselesaikan kemarin kelompok party-nya Brian ?" tanya Sean teringat.
Lucy menjawab. "Sebenarnya, jumlah bandit sangat banyak. Mereka membuat kelompok-kelompok untuk menyebar dan memperluas keberadaan mereka di dekat desa-desa kecil yang berada di dalam wilayah Kerajaan Erlang. Jika semakin banyak kelompok yang kamu hancurkan, semakin banyak bayaran yang kamu dapat."
"Keberadaan mereka bisa dibilang cukuo sulit di temukan. Saat ini, banyak sekali Petualang Tingkat Perak sampai Tingkat Emas yang menjalankan misi ini. Tapi ada juga beberapa Petualang Tingkat Platinum yang ikut misi ini."
Sean mengangguk kepalanya. "Hm.. Baiklah, aku mengambil misi ini."
Lucy mengangguk kepalanya. Lalu ia mengambil kertas kecil, dan menulis sesuatu. Beberapa kemudian, diberikan kepada Sean. "Jika kamu berhasil menghancurkan satu kelompok bandit, mintalah cap stempel kepada kepala desa, pedagang, atau korbat yang bersangkutan."
Sean menerimanya. Lalu ia berjalan menjauh dari tempat resepsionis. Setelah melihat Sean yang sudah keluar dari Guild, Lucy hanya beguman. "Orang itu dingin sekali."
Diluar Guild, disisi Sean, ia berjalan dalam kota Kerajaan Erlang. Jarak ke pintu gerbang, mungkin ada 1 kilometer. Beberapa saat Ia berjalan, ia melihat pintu gerbang kota Kerajaan yang dijaga beberap penjaga.
Setelah Sean melewati pintu gerbang, Sean memakai pentutup kepalanya. Kini ia benar-benar berada di luar kota Kerajaan. Sekarang, ia harus berusaha untuk menjalankan misi.
Meski sendiri, ia tidak masalah. Justru ia sangat menyukai tantangan, mengingat kalau dirinya dulu adalah seorang prajurit.
.....
Sudah sekian lama Sean berjalan. Hari pun juga telah siang. Kini ia berada di dalam hutan. Namun hutan itu masih di dalam wilayah Kerajaan Erlang.
Kini Sean ingin membakar daging kelinci yang ia tangkap kemarin. Ia ingin makan karena ia tidak sarapan, setidaknya ia punya tenaga untuk menjalankan misi.
Ia mengumpulkan kayu secukupnya. Setelah tekumpul, ia mencari tempat yang pas untuk tempat ia memasak. Sean menemukan sungai bersih di dekat terjun, ia berencana ingin memasak di pinggir sungai itu.
Sean mengeluarkan satu ekor kelinci dan korek api gas dari cincin penyimpanannya. Lalu ia memulai memasak, tak lupa ia mencuci daging kelinci itu di air sungai itu.
Setelahnya ia memulai menyalakan api, dan membakar daging kelincinya. Setelah matang, ia memakannya daging kelinci bakarnya. Beberapa lama kemudian, ia telah habis memakannya. Ia meminum air terjun, karena air itu telah ia panaskan.
Selesai sudah mengisi tenaganya, Sean melanjutkan perjalanannya. Beberapa lama ia berjalan, ia mendengar suara langkah kaki mendekat. Sean segera meloncat tinggi ke dahan pohon besar untuk bersembunyi.
Dari tempat Sean bersembunyi, ia melihat 5 orang berlarian. Dari pakaian 5 orang itu, Sean menebak kalau mereka ber-5 adalah sekelompok petualang.
"Mereka mau pergi kemana ?" batin Sean.
Dengan hati-hati, Sean mengikuti ke-5 orang itu. Sean melompat-lompat dari pohon kepohon agar tidak ketahuan. Sean benar-benar penasaran arah tujuan ke-5 orang itu pergi.
"Kita harus cepat !!"
"Jangan sampai terlambat !!"
"Apa kau yakin ?"
"Ya, Sihir Cahayaku mendeteksi keberadaan sekelompok bandit di salah desa kecil."
"Jika bilang begitu, kita harus bergegas !!"
Itulah percakapan mereka ber-5. Sean yang juga mendengar dan penasaran, akhirnya Sean tetap terus mengikuti mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
X_Shadow
"Ia meminum air dari air terjun" / " ia minum dari air terjun"
2022-12-28
1
ו...xan...•×
gw tebak petualan wanita dari dunia lain ibu nya
2021-07-16
0
XiaoYan
lanjut thor.. Semangat crazy up
2021-07-05
3