"Begitu ya. Tapi itu terlihat hebat, bahkan bisa menahan serangan." kata Arron kagum, karena ia melihat Sean saat bertarung melawan bandit sebelumnya.
"Karena ini adalah lengan logam kiriku buatan ayahku." sahut Sean.
"Aku jadi iri, kamu memiliki lengan logam yang kuat dan punya wajah yang tampan." ucap Erza, lalu ia ditertawakan oleh yang lain.
Arron tidak bertanya lagi, sedangkan Darold memilih diam tapi ia paham. Mereka berdua kagum melihat lengan logam milik Sean.
Sean berjalan mendekati jendela yang ada di dalam kamar itu. Lalu ia membuka jendelnya. Sean mengeluarkan senapan BARRETT M82 dari cincin penyimpanannya.
Lagi-lagi senjata yang dipegang oleh Sean, membuat keempat laki-laki itu heran dan terkejut. Arron bersuara. "Ada apa, Sean ? Benda apa yang kamu pegang ?"
"Aku hanya berjaga. Ini senjataku." jawab Sean sambil melihat sekeliling lingkungan desa dari tempatnya.
"Senjatamu sungguh aneh." ucap Brian.
Sean tidak merespon ucapan Brian. Ia fokus melihat sekeliling Desa. Lalu ia menggunakan teropong senapannya secara perlahan untuk melihat-lihat.
Erza dan Darold memilih untuk tidur. Brian dan Arron saling pandang, dan mengangguk kepalanya. Mereka berdua sebelumnya telah berbicara, dan akan mengatakannya kepada Sean.
Mereka berdua mendekati Sean yang sedang berjaga melihat-lihat. Arron pun bersuara. "Apa yang kau lihat dari benda itu ?"
"Benda ini bisa melihat target dari jarak jauh." jawab Sean.
Arron mengangguk kepalanya. Sean menyudahi aktifitasnya, ia sudah yakin, kalau keadaan Desa masih aman. Saat ini ia memiliki banyak pertanyaan.
Kebetulan, tak hanya Brian, ada juga Arron. Akhirnya Sean memutuskan untuk bertanya yang selama ini membuatnya bertanya-tanya.
"Aku ingin bertanya kepada kalian berdua." ucap Sean.
"Apa kamu masih punya rasa penasaran lagi tentang dunia ini ?" Brian menebak.
Sean mengangguk kepalanya. "Sebenarnya manusia yang memiliki telinga aneh seperti Isla, dan Marie itu mahluk jadi-jadian atau apa ?"
Arron bersuara. "Kamu tidak tau tentang mahluk Ras yang ada di dunia ini ?"
"Anggap saja aku orang yang tersesat dan hilang ingatan. Karena aku tidak tau tentang dunia ini." jawab Sean, Arron terdiam melihat Sean. Beberapa detik kemudian, ia mengangguk kepalanya.
"Kenapa orang-orang di dunia ini mudah percaya ?" batin Sean.
Arron memulai bicara. "Baiklah, biar aku jelaskan. Ras adalah Bangsa atau sekumpulan kelompok besar mahluk hidup yang memiliki ciri khas tersendiri dari mereka. Di Dunia ini, tak hanya Ras manusia saja. Ras Elf, Ras Demi Human, dan Ras lainnya. Kita semua hidup damai dan berdampingan. Jadi, hal biasa jika kita melihat mereka berada di sekitar kita, atau kita ada di sekeliling mereka."
"Isla dan Marie, Kedua anggota party-ku berasal dari dua Ras yang berbeda. Isla berasal dari Ras Elf, dan Marie berasal dari Ras Demi Human kucing." Arron menambahkan.
"Jika kamu ingin lebih tau, di Benua ini terbagi menjadi 15 wilayah Kerajaan. Salah satunya wilayah ini, wilayah Kerajaan Erlang, tempat kita berasal."
Sean mengangguk-angguk kepalanya. Lalu ia teringat saat ia mengintrogasi ketiga bandit. "Kalau Kerajaan Roux, bisa kamu jelaskan ?"
"Ya, Kerajaan Roux adalah salah satunya. Kerajaan itu adalah Kerajaan Ras Elf. Dan keistimewaan dari Ras Elf adalah secara alami mereka bisa berumur panjang, dan karena itu mereka selalu terlihat muda." jawab Brian.
Sean membalas dan bertanya. "Kerajaan Elf ? Lalu kenapa di wilayah Kerajaan ini ada banyak sekali Ras Elf berkeliaran. Bahkan apa tadi satunya..., Ras Demi Human. Ras Elf dan Ras Demi Human kenapa bisa ada di wilayah Kerajaan Erlang yang merupakan Kerajaan Ras Manusia ?"
"Karena Kerajaan Erlang, Kerajaan Roux, dan Kerajaan Wagner telah melakukan saling bekerja sama, dan melakukan Aliansi." jawab Arron.
"Kerajaan Wagner ? Apakah Kerajaan itu adalah Kerajaan Ras Demi Human ?" Sean menebak.
Arron mengangguk kepalanya. "Benar. Jadi, tak hanya di wilayah Kerajaan Erlang saja, di Kerajaan Roux dan Kerajaan Wagner juga ada warga Ras kita berkeliaran disana."
"Apa hanya Kerajaan Erlang saja yang merupakan Kerajaan Ras manusia ?" tanya Sean lagi.
Brian menjawab. "Tidak. Sebenarnya Kerajaan Ras manusia tidak hanya di Kerajaan Erlang saja. Justru ada 9 Kerajaan Ras manusia yang ada di Benua ini. Sisanya Kerajaan Ras Elf, Kerajaan Ras Demi Human, Kerajaan Ras Dark Elf, dan Kerajaan-Kerajaan lainnya."
"Dari ke-15 Kerajaan, hanya 3 Kerajaan : Kerajaan Erlang, Kerajaan Roux, dan Kerajaan Wagner yang hanya bersatu membentuk aliansi. Setelah dibuatnya aliansi, semua saling melengkapi, dan mulai maju. Bahkan tanpa diduga, tidak sedikit penduduk yang di setiap 3 Kerajaan itu, melakukan pernikahan antar 2 Ras yang berbeda." Brian menambahkan.
Sean terbelalak. "Maksudmu, pernikahan Silang ?"
Brian mengangguk kepalanya. Sean bertanya lagi. "Apakah kedua pasangan dari Ras berbeda bisa menghasilkan keturunan ?"
Brian mengangguk kepalanya lagi. "Bisa. Biasanya, anak yang lahir dari pasangan Ras yang berbeda, anaknya akan berdarah campuran. Dan fisiknya bisa menyerupai salah satu kedua orang tuannya."
Brian menambahkan. "Anggotaku yang bernama Rin, dia adalah berdarah campuran. Ayahnya dari Ras Manusia, dan ibunya dari Ras Elf."
"Dan jika kamu ingin tau, anggotaku yang benama Isla, sebenarnya ia berdarah campuran. Ayahnya dari Ras Manusia, sedangkan ibunya dari Ras Elf. Fisik dia seperti ibunya, telinganya lancip." Arron menambahkan.
"Rin dan Isla berdarah campuran. Apa mereka juga berumur panjang seperti Ras Elf pada umumnya ?" tanya Sean.
"Ya, mereka juga berumur panjang. Secara mereka memiliki darah Elf yang mengalir pada diri mereka." jawab Arron.
"Asal kamu tau, umur Rin itu sebenarnya 40 tahun." ucap Brian.
Sean terbelalak. Arron menambahkan. "Sedangkan Isla, sepertinya dia sudah berumur 55 tahun."
Sean terdiam. Ia membayangkan Rin dan Isla yang umurnya benar-benar sangat jauh diatas dirinya, tetapi penampilan mereka benar-benar seperti perempuan remaja.
Mereka menyudahi pembicaraan mereka. Semua memutuskan untuk tidur. Keasikan bercerita, mereka tidak sadar bahwa sudah melewati tengah malam.
.....
Keesokan Harinya.
Hari telah pagi, semua telah bangun, dan siap untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Para Petualang juga telah selesai membersihkan diri mereka.Saat akan pamit. Kepala Desa dan beberapa warga datang kepada mereka untuk ikut sarapan bersama.
Tetapi Sean, Brian dan Arron beserta anggotanya menolak, karena tidak ingin merepotkan. Mereka memilih pamit untuk pergi. Kepala dan warganya menghargai itu.
Sebelum pergi, para Petualang meminta cap stempel kepada Kepala Desa. Dengan senang hati Kepala Desa menurutinya. Setelah mendapat cap stempel Kepala Desa, para Petualang pun pergi.
Kini Para Petualang berjalan bersama. Arron bersuara. "Sean apa kamu yakin setelah ini langsung pergi ke perbatasan wilayah Kerajaan Erlang dan Kerajaan Roux ?"
Belum sempat menjawab, Darold berkata. "Sebaiknya kamu pikirkan dulu, Sean. Jarak menuju perbatasan saja, jika menggunakan kuda, membutuhkan 3 hari bahkan bisa lebih untuk sampai disana. Belum lagi halangan-halangan yang datang nantinya. Sebaiknya kamu tunda dulu, dan Kamu laporkan informasi yang kamu dapat ke pihak Kerajaan."
Sean memegang dagunya, lalu ia mengangguk-angguk kepalanya. Perkataan Darold memang ada benarnya. Ia juga tak menyangka kalau jarak menuju perbatasan tidaklah dekat.
"Lebih baik, kamu ikut kita dulu dan bersama mengatasi kelompok-kelompok bandit yang masih berkeliaran di desa-desa lainnya." ucap Brian mengajak Sean.
Sean pun berfikir tentang ajakan Brian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Jino roy
terima aja ajakan brian, sambil mempelajari semua sihir Sean, retakan semua kepala bandit👌.
NEXT THOR👍, semangat terus UP💪
2021-07-07
7
BAD•
lanjut thor.
2021-07-07
2
NaNa♡
ditunggu kelanjutannya, semangat2
2021-07-07
2