Melihat Goro dan orangnya sedang berbicara, Sean memasukan kembali pistolnya. Tanpa berbasa-basi lagi, Sean langsung melompat maju ke arah Goro dan orang itu yang sedang berbicara. Mereka berdua yang menyadari Sean yang datang ke mendekat, mereka segera melompat mundur.
Goro dan orang itu saling mengucap bersamaan. "Semburan Api Naga !!" (2x)
Woosssss
Serangan sihir Api yang mereka kerahkan untuk menyerang Sean. Sean tak menghindar, melainkan ia tetap maju dan menerima serangan Api mereka berdua. Goro dan orang itu terkejut melihat Sean yang benar-benar gila tanpa ragu yang maju menerima serangan Api mereka berdua.
Sean mendapat luka bakar, tapi itu tidak mengendurkan niatnya untuk berhenti, secara lukanya malah sembuh dengan cepat, hanya pakaian dan jubahnya yang sedikit rusak karena terkena Sihir Api dari dua orang itu.
Sean maju mendekat ke arah Goro, dengan tangan logam kirinya, ia langsung mencekik leher pria berambut aneh itu. "Aku tidak keberatan jika kamu mendapat bantuan dari orang asing untuk melawanku. Tetapi aku merasa tertarik dengan percakapan kalian berdua."
Goro terus berusaha berontak. "Tangannya keras ?" kedua tangannya menyentuh tangan Sean dan mencoba untuk mencengkram balik agar Sean melepaskan cekikannya.
Seketika Goro terdiam setelah menyentuh tangan Sean, rasanya keras, bukan seperti kulit. Dibalik penutup sebagian bawah wajahnya, Sean tersenyum melihat Goro seperti itu, lalu perlahan ia memperkuat cekikkanya.
JLEB !!
Tiba-tiba ada sebuah pedang menusuk Sean dari belakang hingga tembus ke depan dada, ternyata orang berpakaian sangar itu yang melakukannya.
DUGH !!
Orang itu terdorong beberapa meter dan terjatuh di tanah setelah menerima sebuah hantaman yang sangat kuat. Rupanya Sean menendangnya setelah melakukan gerakan memutar tubuhnya.
Tangan kanannya menarik dan mengeluarkan pedang yang menusuk tubuhnya, lalu Sean melemparnya dan jatuh di hadapan orang itu yang sudah berdiri. Orang berpakaian sangar itu terkejut melihat Sean dengan mudahnya mencabut pedangnya tanpa rasa sakit.
"Ku kembalikan pedangmu." ucap Sean.
Tangan kirinya masih mencekik leher Goro, Sean tidak akan melepasnya, karena ia merasa harus menahan Goro yang sepertinya menyembunyikan sesuatu. Tangan kanannya langsung meraih pistolnya lagi, dan mengarahkannya ke orang itu
Dor..!! Dor..!!
Kedua paha orang itu tertembak. Seketika orang itu rubuh dan terjatuh lagi dan duduk di tanah, lalu ia mencoba menggerakan kedua kakinya, namun rasanya sangat sakit, dan ia merasa ada benda kecil di setiap kedua pahanya. Lalu ia melihat benda yang dipegang oleh Sean. "Benda apa itu ?"
"Kamu tidak akan bisa melarikan diri dari sini." ucap Sean.
Sean melempar Goro ke arah orang itu. Bruukk !! Kedua orang itu saling bertabrakan. Sena berjalam mendekati mereka. Terlihat Goro terbatuk-batuk, dan sakit di lehernya.
Kini Sean sudah berdiri di depan mereka berdua. "Aku sangat penasaran dengan percakapan kalian berdua tadi. Bisakah kalian berbagi denganku ? Dari penampilanmu, sepertinya kamu seorang bandit."
"Aku tidak akan memberitahumu, meskipun kamu mengancamku !!" ucap orang itu sambil menyingkirkan tubuh Goro.
"Benarkah ?" sahut Sean.
Goro berusaha bangun dan duduk di sebelah orangnya. Ia memegang lehernya yang sakit, ia benar-benar tak menyangka akan berhadapan Petualang Tingkat Platinum.
Tatapan Sean beralih ke arah Goro. "Hei rambut aneh, bisakah kamu kasih tau apa yang kamu bicarakan dengannya tadi ?"
Goro menatap tajam ke arah Sean, ia tak terima sebutan yang dilontarkan Sean padanya. Orang yang duduk di sebelahnya berbicara lagi. "Goro tidak akan semudah itu berbicara, hahahahaha !!"
JLEB...!!
Orang itu seketika berhenti tertawa, dibalik penutup wajahnya, Sean tersenyum, dan Goro terbelalak. Dada Orang itu tertusuk tangan logam kirinya Sean, sehingga orang itu menghembus nafas terakhirnya.
Sean menarik tangannya, setelah ditarik, tangan logamnya sudah menggenggam jantung dan penuh dengan darah. Goro bergetar ketakutan.
Mungkin Goro sering membunuh monster yang ia temui. Tapi entah kenapa, melihat apa yang dilakukan Sean, ia merasa rasa takut yang luar biasa. Dibalik penutupnya.
Sean tersenyum, ia menunjukan jantung yang di genggamannya ke arah Goro, lalu ia berbicara. "Bisa kamu kasih tau tentang apa yang dibahas dengan orang dari pemilik jantung ini ?"
Pistolnya yang masih digenggam Sean, ia arahkan ke bagian ************ milik pria berambut aneh itu. Sudah bisa di tebak, Sean menodongkan pistolnya ke bagian mana.
.....
Sean telah pergi dari desa itu, setelah mendapat cap stempel Kepala Desa. Sebelumnya saat ia akan pergi, tanpa meminta, kepala desa mendekatinya dan berterima kasih dan memberikan cap stempelnya. Kini Sean berjalan tak sendiri, ia bersama Goro. Hanya mereka berdua.
Kelima anggota party Goro telah Sean bunuh semua. Awalnya masih ada yang hidup, namun sebelum pergi dari desa tadi, Sean membunuh mereka, dan tinggallah Goro.
Ditambah orang berpakaian asing, jadi semuanya 6 orang. Sean meminta bantuan kepada Kepala Desa dan warganya untuk menguburi mereka ber-6. Permintaan Sean dituruti tanpa bantahan.
Kondisi Goro kini, kedua tangannya terikat, dan berjalan. Dibelakangnya ada Sean yang memengang tali ujung yang mengikat Goro. Tangan satunya, menodongkan pistolnya dan menyentuh punggung pria berambut aneh itu.
Semua sudah terungkap, Goro membuka mulutnya, dan memberitahu kalau dirinya melakukan kerja sama dengan salah satu petinggi Kerajaan. Ternyata sebelumnya petinggi Kerajaan itu telah bekerja sama dengan markas bandit terbesar, dan tujuannya adalah ingin merebut kekuasaan Kerajaan Erlang.
Yang membuat Sean semakin penasaran adalah rupanya Goro masih satu keluarga dengan petinggi itu meskipun kerabat jauh. Karena itu, Goro memanfaatkan untuk bertindak seenaknya di desa-desa kecil. Goro terpaksa memberitahunya dari pada ia kehilangan barang berharganya.
"Yang benar jalannnya, orang jelek !!" ucap Sean membentak dari belakang dan sambil menendang bokong Goro.
Goro hanya bisa menahan marahnya. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Ingin sekali melakukan Sihir, tetapi, ia masih mengingat benda yang digenggam oleh Sean yang mampu membunub dalam sekejap.
"Aku heran, kenapa kamu bisa memiliki rambut dengan gaya seperti itu ? kaya J••••• saja !!" ucap Sean mengejek.
(*** \= disensor)
Goro hanya diam, ia tak membalas. Percuma melawan baginya, Sean bukanlah tandingannya. Sean bersuara mengeluarkan kata-kata mutiaranya. "Dasar orang G0bl0k, sudah rambutnya kaya J•••••, berwajahnya tua, jelek, hidup lagi !!"
Goro berhenti berjalan dan langsung membalikan tubuhnya. "Bisakah kamu berhenti menjelek-jelekanku !?!?"
DUGH !!
"Aggrrhhh !!"
Goro langsung terduduk di tanah. Kedua tangannya yang terikat memegang barang berharganya setelah Sean menendangnya.
"Kamu masih berani melawanku ?" tanya Sean dan menatap dingin kearah Goro yang tengah duduk kesakitan. "Mungkin aku tidak membunuhmu, tapi sepertinya aku harus menghancurkan alat kelaminmu jika kamu masih berani denganku."
Sean menarik paksa ujung tali yang mengikat kedua tangan Goro. Goro yang masih duduk, langsung terseret kasar. Goro pun berdiri meski rasa sakitnya belum hilang, hingga jalannya terlihat aneh.
.....
Beberapa lama kemudian, Hari sudah sore. Sean dan Goro telah sampai di Kota Kerajaan Erlang. Dari awal masuk, mereka berdua menjadi pusat perhatian, ditambah penampilan Goro seperti tahanan. Kini mereka berdua telah sampai di Guild Petualang.
Setelah masuk, Sean langsung menarik ujung talinya dan menendang tubuh Goro hingga terdorong dan jatuh di tengah-tengah dalam ruangan Guild. Semua penghuni yang ada di dalam ruangan itu terbelalak.
Mereka benar tidak menduga kalau seorang Goro seperti tahanan. Mereka semua mulai bertanya-tanya di dalam pikiran mereka, entah apa yang dilakukan Goro sehingga diperlakukan oleh Sean seperti itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
----prince.''of_night
ngomong JAB LAY aja ga bisa kwkk
2021-08-14
1
NaNa♡
lanjut thor, semangat...
2021-07-13
2
Jino roy
Ra... rambut... mo...model J•••••!🤣, usaha dulu selesaikan baru sombong, ini namanya sombong setengah-setengah😂.
dah lah greget sama Goro😂, next Thor 👍, tetap semangat 💪
2021-07-13
4