"Dimana ini ?!"
Sean terkejut bukan main melihat sekelilingnya. Semua berubah, padahal belum ada satu jam ia melewati tempat itu kini berubah total.
Semua tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon yang ia lihat sungguh berbeda. Perasaan hutan yang ia lewati tidak selebat sekarang. Perlahan ia berjalan menjauhi goa.
Sean berjalan sambil melihat-lihat. Hutannya memang lebat dan banyak sekali buah-buah bergantungan. Ia pun mengambul salah satu buah apel. Rasanya pun juga sama seperti pada umumnya.
Bruukk !!
Dari belakang ada yang menghantamnya hingga membuatnya terdorong dan mengantam sebuah pohon, hingga pohon itu rubuh. Sean terbangun, ia mendapat luka pertamanya setelah keluar dari goa.
Tapi dengan kekuatan regenerasinya, tidakada dua detik, lukanya hilang dan sembuh kembali. Sean berdiri, ia melihat seekor badak, dan membuatnya mengerut dahinya.
"Badak apaan itu ? Kenapa memiliki tanduk ?" guman Sean.
Pasalnya badak yang ia lihat bukan hanya memiliki cula satu, melainkan juga memiliki tanduk di samping kanan kiri kepalanya.
Badak itu berlari ke arahnya. Sean tidak pergi beranjak dari tempatnya, ia tetap berdiri. Ia memasang kuda-kuda, dan lengan kiri siap untuk menyerang.
BUGH !!
BOOM !!
Kepala badak itu terkena pukulan oleh lengan logamnya, hingga membuat badak itu terdorong beberapa meter. Pukulan tangan logam kirinya memang bukan main.
Badak itu masih hidup, hanya saja, tidak berani untuk bangun. Mungkun karena tengkoraknya pecah akibat pukulan Sean barusan.
Sean melompat ke atas tubuh badak itu. "Inilah akibatnya jika kamu tiba-tiba menyerangku."
JLEB !!
Dengan menggunakan tangan logamnya, Sean menusuk tubuh badak itu. Kulit hewan itu memang keras, tapi lengan logamnya mampu mematahkannya.
Sean menarik tangan kirinya. Di dalam telapaknya, ia menggenggam jantung badak itu. Tentu saja, itu membuat hewan itu mati seketika. Sean membuang jantung itu. Sean pergi meninggalkan mayat badak itu begitu saja.
Ia berjalan mencari jalan keluar dari hutan. Sudah hampir satu jam ia berjalan, tiba-tiba ia teringat kotak kecil pemberian ayahnya. Sean segera mengambilnya dari saku celananya.
Kotak kecil itu kini dalam genggamannya. Sean membukanya. Terlihat ada cincin dan sebuah kertas. Kertas itu tulisan ayahnya. Sean pun membacanya.
.
.
.
Sean, Jika kamu membaca surat ini. Berarti ayah sudah tidak bersamamu dan menjagamu. Perlu kau tau, kau adalah putra ayah satu-satunya. Ayah memiliki rahasia yang belum disampaikan kepadamu. Ibumu masih hidup.
Mungkin kamu tidak akan percaya, jika mendengar kata 'Dunia Lain'. Ya, ibu kandung berasal dari dunia lain, tepatnya dimensi lain yang tidak sama seperti dunia kita.
Sebelum ibumu pergi, ibumu berpesan kepada ayah agar selalu menjagamu. Alasan Ayah dan ibumu berpisah, itu demi keselamatanmu.
Apakah kamu penasaran wajah ibumu ? Benar kamu belum pernah melihat wajah ibumu semenjak dirimu lahir. Ayah hanya memiliki foto ibumu, dan sudah ayah selipkan di dalam kotak bersama surat ini.
Apa kau juga lihat, ada sebuah cincin ? Itulah cincin pemberian ibumu. Cincin itu bukanlah cincin biasa. Cincin itu adalah cincin ruang penyimpanan tak terbatas. Ayah juga sudah menyimpan persiapan semuanya di dalam cincin itu untukmu kelak.
Ayah harap, setelah kamu membaca surat ini, kamu bisa pergi sejauh mungkin agar bahaya atau perang tidak mendekatimu. Meski kamu memiliki kemampuan luar biasa, tapi tetap saja, seorang ayah akan selalu khawatir terdapat anaknya.
Dan ayah juga berharap, kamu bisa pergi ke dunia lain tempat ibumu berasal dan menemuinya, atau ibumu datang ke dunia asal kita untuk menjemputmu. Katakan padanya jika kamu bertemu dengan ibumu, kalau ayah sangat mecintainya.
Mungkin itu saja yang bisa ayah sampaikan kepadamu. Kamu jaga diri baik-baik. Ayah selalu menyayangimu.
Ayahmu,
Alexander.
.
.
.
Sean memenjam kedua matanya setelah membaca isi surat itu. Ia terduduk lemas. Ia masih tidak percaya isi surat itu. "Ibuku masih hidup ?"
Lalu ia teringat kembali isi surat itu tentang dunia lain. "Dunia lain ?"
Sean tertawa kecil, membacanya. "Mana mungkin ada dunia lain."
Beberapa saat kemudian, Sean menghentikan tawanya. Lalu ia melihat sekelilingnya. Dan ia kembali teringat semenjak dirinya keluar dari dalam goa.
Dan ia kembali teringat saat ia bertarung dengan hewan badak bercula satu dan bertanduk. "Apa ini di dunia lain ?" Lalu ia melihat dan kembali isi surat ayahnya.
Setelah beberapa menit kemudian, ia telah selesai membaca. Sean membaca ulang isi surat itu berkali-kali agar ia lebih paham. Di dalam kotak kecil itu ternyata ada sebuah foto sepasang pria dan wanita.
Pria di foto itu sudah pasti ayahnya saat masih muda, dan tampan. Lalu ia melihat wajah wanita muda, dan cantik yang bersanding dengan ayahnya. "Apa ini ibuku ?"
Lalu Sean melihat ada sebuah cincin dengan satu permata kecil. "Cincin penyimpanan ?"
Karena penasaran, ia mengarahkan permata kecil pada cincin itu ke tanah. Seketika mata Sean terbelalak tak percaya yang ia lihat. Cincin dalam genggamannya mengeluarkan sebuah senjata.
Ya, cincin itu mengeluarkan senapan BARRETT M82. Tak hanya itu, bahkan ada ratusan, tidak !! Beribu-ribuan peluru di dalamnya. Lalu keluar juga senapan AK-47 dan Pistol DESERT EAGLE. Melihat ketiga senjata andalannya bisa tersimpan di dalam cincin, Sean melotot tak percaya.
Tidak hanya ketiga senjatanya saja, hampir semua peralatan perang dan pakaiannya juga ada di dalamnya. Sungguh diluar logika, sebuah cincin bisa menyimpan barang-barang. Sean segera memasukannya kembali ke dalam cincin penyimpanannya.
Ia tak menyangka, kalau ayahnya telah menyiapkannya semua untuknya. Kini ia melihat kembali sekelilingnya. Setelah dipikir-pikir, memang benar suasana hutan sungguh asing baginya.
Tidak ingin ambil pusing, Sean langsung memakai cincin penyimpanannya di jari tangan kanannya. Setelahnya, ia berjalan dan mencari jalan keluar dari hutan. Dibilang percaya atau tidak sekarang dirinya sudah berpindah di dunia lain, Sean memilih untuk menuruti takdir yang datang padanya.
Sean pun teringat sewaktu dirinya masih duduk di bangku sekolah. Ia pernah membaca sebuah buku tentang dunia lain. Namun tidak ada bukti, karena itu hanya sebuah teori dari para ilmuwan.
Jika dirinya memang terkirim ke dunia lain, mengingat isi surat ayahnya yang mengatakan ibunya masih hidup dan berasal dari dunia lain, maka ia harus memulai mencari ibunya.
.....
Sudah satu hari ia berjalan menusuri hutan, namun ia belum menemukan jalan untuk keluar dari hutan itu. Sudah ada beberapa hewan-hewan aneh datang menyerangnya, namun dengan mudah ia mengatasinya.
Sean masih bingung, entah ingin percaya atau tidak percaya, kalau dirinya ada di dunia lain, sudah cukup banyak ia mengalahkan moster. Terutama saat ia melawan monster ular berkaki. Awalnya ia mengira kalau monster itu adalah siluman.
Terkadang ia menemukan hewan kelinci bertanduk, lalu ia tangkap. Sudah 6 ekor ia menangkapnya, karena ia akan memakan daging kelinci itu, saat lapar.
.....
Hari memang telah siang, namun karena kondisi hutan yang sangat lebat, terlihat seperti malam, sesekali ada sorot cahaya kecil yang masuk melalui celah kecil dedaunan.
Tiba-tiba indra pendengaran tajam milik Sean, ia menangkap suara pertarungan. "Apa ada perang ? Tapi suaranya seperti suara pedang."
Sean segera menutup sebagian wajahnya. Ia segera berlari dan melompat tinggi ke arah dahan pohon yang cukup besar. Kemampuan indra pendengarannya benar-benar menangkap sumber suara pertarungan. Sean segera mencari sumber suara itu. Ia melompat dari pohon ke pohon.
Beberapa saat kemudian, ia telah sampai. Dari atas pohon, dari jarak kurang lebih 50 meter, dari tempatnya, Sean melihat 4 orang tengah melawan sekumpulan monster.
Tubuh para monster seperti manusia dan berwarna hijau. Telinganya runcing, memakai kain untuk menutupi bagian terlarangnya. Wajahnya cukup menyeramkan.
Sean terbelalak melihatnya. "Monster apaan itu ??!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Bagus + / Jelek -
pasti yg bertarung ada cewek
2023-06-17
1
alpharo pasaribu
autor bocil ep ep -_
2022-01-17
0
Hadid Afrizal
semangat
2021-12-05
0