Dari belakang, salah satu bandit menusuk tubuh Sean dengan pedangnya hingga tembus ke depan dadanya. Semua orang terkejut melihat Sean tertusuk.
Bandit yang menusuknya tersenyum remeh mengejek Sean. "Kamu jangan berlagak seperti pahlawan."
Sean memutar tubuhnya, dan langsung memberi hantaman ke wajah bandit itu dengan kepalan tangan logam kirinya.
BUGH !!
Bandit itu terpental, ia terjatuh dan tergeletak di tanah. Entah dia pingsan atau telah mati. Semua terkejut lagi melihat Sean mampu membalas meski tubuhnya tertusuk pedang.
Sean awal ia sudah tau, ada yang mengincarnya dan menyerangnya dari belakang. Tapi Sea nmemilih mengabaikannya, karena dirinya memiliki kekuatan regenerasi, jadi tidak perlu dikhawatirkan.
Sean menarik pedang yang menusuknya dan membuangnya. Semua orang semakin terkejut buka main. Melihat Sean dengan santai-santainya, seakan tidak terjadi apapun.
Ke-5 petualang juga tak bisa berkata apapun. Yang mereka tau, Mereka bisa menyembuhkan luka mereka jika menggunakan Sihir Cahaya. Dan Sean tidak sama sekali menggunakan Sihir Cahaya.
Sean berlari, lalu melompat, ia langsung melayangkan pukulan tangan kanannya ke arah bandit yang masih berdiri.
BUGH !!
Bandit itu terkena pukulan Sean. Ia masih bisa berdiri. Ia pun maju untuk membalas Sean.
Ia menyerang menggunakan pedangnya. Ia menyerang Sean. Namun Sean bisa menahannya, dan langsung menghancurkan pedangnya menggunakan tangan logamnya.
BUGH !!
Tanpa basa-basi, Sean langsung memberikan tendangannya, hingga membuat bandit itu terdorong menabrak kedua temannya yang barus aja terbangun dari serangan sebelumnya.
Sean mengeluarkan salah satu benda sebesar kepalan tangannya dari cincin penyimpanannya. Lalu ia melemparnya ke arah 3 bandit itu.
Salah satu dari mereka langsung mengarahkan serangan Sihir ke arah benda kecil yang di lempar oleh Sean. "Serangan Bola Api !!"
DUAR !!
Terjadilah sebuah ledaka dan membuat ketiga bandit itu terdorong, dan terjatuh ke tanah, namun mereka tidak mati, melainkan kaget setelah menerima hembusan ledakan barusan.
Disisi Sean, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Pasalnya tadi ia melempar salah satu granat, tapi malah di diserang oleh lawannya. "Granat diserang gak diserang juga ujung-ujungnya meledak."
Salah satu bandit berdiri. Kedua temannya masih tergeletak tak sadarkan diri karena pingsan. Bandit yang tersisa satu, masih berani untuk melawan.
Lalu bandit itu mengarahkan pedangnya ke arah Sean, bertanda ia akan akan menyerang. Kini hanya dia yang mampu berdiri, berarti ia akan menjadi lawan terakhir.
"Pedang Api." ucap bandit itu.
Pedang milik bandit itu, tiba-tiba diselimuti Api. Sean memiringkan kepalanya. "Senjatamu bagus juga."
Sean berjalan mendekatinya. Sedangkan lawannya berlari dan melompat menyerang Sean. Sean mempercepatkan langkah kakinya, dan menunduk.
Serangan Pedang Api milik bandit itu, tidak kena. Lalu ia memutar balik untuk menyerang kembali. Sean juga memutar cepat tubuhnya, ia langsung mencengkram wajah bandit itu dengan tangan kanannya.
"Gerakanmu lambat." ucap Sean.
Bandit itu berusaha melepaskan tangan Sean yang mencengkram wajahnya. Karena pedang apinya masih ia genggam, ia layangkan untuk menyerang.
Tiang !!
Serangan tertahan. Sean menahan serangan pedang api itu dengan lengan logam kirinya. Lagi-lagi aksi Sean dibuat kaget, karena lengan kirinya tidak terpotong, melainkan bisa menahan serangan.
Sean melepaskankan cengkramannya, namun berpindah menjambak rambutnya. Lalu tangan satunya memukul wajah bandit itu.
BUGH !! BUGH !! BUGH !! BUGH !!
Sean memukul wajah bandit itu. Setelah berhenti memukul wajah lawannya, kedua tangannya langsung memegang kepala lawannya. Lalu ia menarik kepalanya dan menghantam dengan wajah bandit itu dengan lututnya berkali-kali.
Bandit itu terdorong dan jatuh ditanah. Wajah benar-benar babak belum. Darah tak hanya keluar dari sudut bibirnya yang sudah bengkak itu, tapi dari kedua lubang hidungnya juga mengeluarkan darah.
Sean berjalan mendekatinya. Bandit itu, sudah tak sadarkan diri karena pingsan. Sean segera mengeluarkan tali dari cincin penyimpanannya. Ia akan mengikat 3 bandit yang masih hidup.
.....
Semua para warga yang menjadi tahanan, telah dibebaskan. Terutama para gadis muda yang tadinya akan dibawa para bandit tadi. Ke-5 Petualang juga telah semua berbebas.
Semua warga desa berterima kasih para Petualang yang telah melindungi mereka, terutama kepada Sean. Mereka tak henti-hentinya berterimakasih.
Sean meminta untuk berhenti berterimakasih. Sean menyuruh para warga untuk segera kembali ke kediaman mereka untuk membersihkan kekacauan yang sudah dibuat para bandit tadi.
.....
Hari sudah Sore. Para warga desa masih memulihkan keadaan lingkungan desa yang sebentar lagi akan selesai. Semua barang-barang yang telah dirampas telah mereka ambil kembali.
Sementara disisi Sean, ia kini tengah berdiri di depan ke-3 bandit yang sudah ia ikat di pohon besar yang ada di halaman desa itu. Ke-3 bandit itu belum sadarkan diri. Lalu ada ke-5 Petualang datang mendekatinya.
"Sebelumnya, aku dan mewakili teman-teman party-ku mengucapkan Terimakasih karena sudah menolong dan membatu kami." ucap salah satu laki-laki yang merupakan ketua kelompok party-nya.
"Tidak masalah, sesama Petualang, bukankah salinh membantu dan menolong itu hal yang wajar." jawab Sean tanpa menoleh, pandangannya tetap tertuju ke-3 bandit yang belum sadarkan diri.
Hening. Suasana hening setelah Sean menjawab ucapan laki-laki tadi. Lalu beberapa saat kemudian laki-laki itu berkata lagi kepada Sean.
"Jika boleh tau, kamu berada di kelompok party mana ? Karena aku dan teman-temanku melihat kamu datang sendiri." ucapnya.
Lalu teman perempuan yang merupakan Ras Elf menambahkan. "Apa kamu terpisah dengan kelompok party-mu ?"
"Tidak, aku hanya sendiri saja." jawab Sean datar.
"Perkenalkan namaku Arron Dvorak, semua orang biasa memanggilku Arron, aku ketua kelompok party-ku." ucap laki-laki itu memperkenalkan yang benama Arron Dvorak.
Laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk berjabat perkenalan diri. Sean menoleh, lalu ia membalas, dan menjabat tangan Arron.
"Sean Alexander, panggil saja Sean." jawab Sean.
Lalu ke-4 anggota party Arron juga memperkenalkan diri mereka.
"Namaku Darold Kruger. Semua biasa memanggilku Darold." ucap salah satu anggota laki-laki dari party-nya Arron.
Laki-laki bernama Darold itu mengulurkan tangannya, dan Sean membalas dan menjabatnya.
"Namaku Elif Huntelaar, kamu bisa memanggilku Elif." ucap salah satu anggota perempuan party-nya Arron.
"Namaku Isla De Groot. Semua orang memanggilku Isla." anggota party-nya Arron yang perempuan bertelinga lancip.
"Namaku Marie Hawkins. Panggil saja Marie." anggota party-nya Arron lagi, perempuan bertelinga hewan kucing itu, dan mengenakan pakaian kimono hitam.
Semua anggota party Arron memperkenalkan diri mereka masing-masing sambil mengulurkan tangannya. Dan tentu saja, Sean membalas uluran tangan mereka dan menjabatnya.
Baru saja mereka selesai perkenalan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki-kaki yang berlari dan mendekat. Semua warga dan Para Petualang menoleh dan melihat.
_______________________________________
Visual.
Arron Dvorak.
.....
Darold Kruger.
.....
Elif Huntelaar.
.....
Isla De Groot.
.....
Marie Hawkins.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
DNK • SLOTH SINN
next
2021-11-09
0
Ardian Putra
wooow cool man 👌👌👌
2021-09-09
2
EMIYA ALL VERSION
"Up Thor!!"
“Let’s shuffle the cards."
"Can you keep up with me?"
"Chronos Rose!!"
assassin (emiya)
2021-07-06
4