Beberapa lama kemudian, kini ke-5 orang itu berhenti berlari. Mereka ber-5 terlihat bersembunyi di balik pohon. Disisi Sean, ia juga bersembunyi di dahan pohon yang besar.
Setelah ia lihat lebih jelas, 5 petualang itu masih muda, 2 laki-laki, dan 3 perempuan. Dari mereka ber-5, ada 2 yang memiliki telinga yang berbeda. Yang 1 bertelinga hewan kucing yang memiliki ekor, dan yang 1-nya lagi bertelinga lancip.
Rupanya mereka semua sudah berada di dekat sebuah desa kecil. Di desa itu terlihat ramai. Banyak sekali orang-orang dikumpulkan dan berlutut di tanah, sambil memohon.
Dan terlihat juga ada beberapa gadis muda diseret-seret paksa oleh beberapa laki-laki berbadan besar dan sangar. Total laki-laki itu mungkin ada 10. Sudah sangat jelas, ke-10 orang itu adalah bandit.
Penduduk desa memohon-mohon agar Putri mereka untuk tidak dibawa oleh para bandit itu. Mereka akan memberikan apapun asal Putri tidak dibawa.
Ya, para bandit tak hanya merampas harta para warga, tetapi menjadikan gadis muda di desa itu untuk kesenangan mereka. Setelahnya mereka akan menjualnya menjadikannya budak.
Memang di dunia itu, perbudakan masih ada. Padahal Sang Raja Kerajaan Erlang sudah menyatakan penjualan budak sudah di'ilegalkan. Tapi tetap saja ada yang diam-diam menjalankannya.
Disisi ke-5 petualang.
"Ayo kita bergerak."
Keempat temannya mengangguk kepalanya. Mereka ada yang berlari, dan melompat keluar dari persembunyiannya. Mereka langsung muncul tiba-tiba untuk masuk area desa dan menyerang para bandit.
Sementara Disisi Sean, ia memutar bola mata. Menurutnya, ke-5 petualang itu terlalu terburu-buru menyerang secara terang-terangan, tidak memikirkan rencana.
Memang, dari ke-5 petualang itu ada dua yang memegang senjata busur panah. Setidaknya, dari persembunyiannya, menyerang menggunakan busur dan anak panahnya untuk mengurangi jumlah.
Di dahan pohon tempat ia sembunyi, Sean mengeluarkan senapan BARRETT M82 miliknya dari cincin penyimpanannya.
Krek-krek !!
Sean melihat semua orang melalui teropong senapannya. Ia siap untuk menembak, ia tinggal menunggu keadaan.
.....
"Lihatlah, apa mereka bodoh ingin menyerang secara terang-terangan ?" ucap salah satu bandit mengejek.
Wusss !!
Salah satu bandit terkena anak panah yang dilancarkan oleh salah satu petualang laki-laki. Bandit itu berlutut di tanah, sambil memegang lukanya.
Bandit masih mampu menahan rasa sakitnya, karena anak panah yang menyerangnya hanya mengenai bahunya. Tapi baginya itu bukanlah luka yang serius.
Wusss !!
Tiang !!
Anak panah yang kedua datang padanya, namun temannya datang dan menangkisnya dengan menggunakan pedangnya.
Ke-5 Petualang itu maju menyerang bersamaan. Sedangkan para bandit, mereka hanya maju 5 orang saja. Sisanya berjaga agar penduduk yang terkumpul tidak kabur.
Mereka saling bertarung, menangkis, dan menghindar. Saat sedang sedang saling bertarung, tiba-tiba terdengar suara teriakan.
"Kalian para petualang, berhenti !! Atau kubunuh anak ini." Ucap salah satu bandit menyandera anak kecil dengan mendekatkan bilah pedangnya di lehernya.
Bahkan ada gadis muda, dan seorang pria tua dijadikan sandra oleh 2 bandit lainnya. Ke-5 Petualang akhirnya menghentikan pertarungannya.
Lalu salah satu bandit bersuara. "Jatuhkan senjata kalian !!"
Mereka berlima terpaksa menjatuhkan senjata mereka ke tanah. Mereka semua mengangkat kedua tangannya.
Ke-5 bandit yang sebelumnya bertarung dengan ke-5 petualang itu, berjalan mendekati mereka. Masing-masing dari ke-5 bandit itu mengikat ke-5 petualang itu.
Kini ke-5 petualang itu ikut menjadi tahanan para bandit. Sungguh cara licik, menggunakan penduduk desa menjadi sanderanya dan ancamannya.
Para bandit tertawa puas, tak hanya mendapat gadis muda dari desa itu. Tetapi mereka juga akan mendapat satu perempuan Ras Elf dan satu perempuan Ras Demi Human, yang tak lain anggota petualang.
Para bandit itu benar-benar puas. Mereka berkata, mereka akan datang kembali untuk kembali merampas harta para penduduk. Mereka mengejek para warga desa, karena tak mampu memberikan apa yang mereka mau.
Saat mereka menyeret gadis-gadis tahanannya menuju kereta-kereta kuda mereka, tiba-tiba..
Dor !!
Brukk !!
Salah satu bandit terjatuh, dan tergeletak di tanah. Temannya mendekatinya. Saat ia periksa, seketika ia terkejut melihat temannya mendapat luka di dahinya dan mengeluarkan darah.
Dor !!
Brukk !!
Bandit yang memeriksa keadaan temannya barusan, juga ikut tergeletak, dan ia juga mendapat luka sama di dahinya dan mengeluarkan darah.
Bukan hanya para warga desa dan petualang yang terkejut. Para bandit yang tersisa yang juga terkejut bukan main. Ke-8 bandit terkejut bukan main melihay ke-2 teman mereka mendapat luka yang sama dan mati.
Dor !!
Bruukk !!
Salah satu bandit lagi terjatuh. Dia mendapat luka di belakang kepalanya. Semua terkejut lagi, teman mereka yang mati mulai bertambah satu.
Mereka ber-7 menyadari mendengar suara yang kejut dan seketika teman mereka langsung mati. Berarti ada serangan dari jarak jauh.
Dipikirkan mereka, jenis Sihir apa yang bisa menyerang dari jarak jauh. Pasalnya serangnya tidak terlihat. Jika ada serangan sihir, seharusnya mereka melihatnya.
Mereka segera meningkatkan kewaspadaan mereka. Salah satu bandit menarik salah satu tahanannya yang merupakan warga desa dan ia menjadikannya sandera, lalu ia berteriak. "Keluar !! Atau orang tua ini kutebas lehernya !!"
Dor !!
Brukk !!
Baru saja selesai berteriak, bandit itu langsung mati dan geletak di tanah setelah ia mendapat luka di dahinya. Semua kembali terkejut melihatnya.
Salah satu bandit menarik pedangnya dari sarungnya, ia akan langsung membunuh salah satu penduduk desa. Saat akan berjalan...
Dor !!
Bruukk !!
Bandit itu terjatuh, dan tergeletak. Ya, dia mati. Kini tersisa 5 bandit. Mereka be-5 semakin panik bukan main. Mereka harus bertindak agar mereka tidak mati.
Tiba-tiba telihat seorang laki-laki berjubah hitam dan penutup kepalanya. Wajah Laki-laki itu tidak jelas karena sebagian bawah wajahnya tertutup. Dia layaknya seorang assassin.
Semua orang bertanya-bertanya, siapa orang itu. Tapi 2 orang petualang tahu orang itu. Karena sebelumnya mereka berdua pernah melihat orang itu saat di Guild.
Orang serba hitam itu berjalan mendekati salah satu bandit yang di dekatnya. Dari samping ada bandit yang berteriak sambil menyandera salah satu warga. "Jangan macam-macam kau !! Kubunuh orang ini !!"
Dor !!
Bruukk !!
Tanpa menoleh, Sean menembaki bandit itu dengan pistol DESERT EAGLE-nya. Tatapannya tetap ke arah bandit yang ada di depannya. Sedangkan bandit yang ia tembak, telah mati kerena dadanya terkena peluru yang di tembakinya.
Tersisa 4 bandit, termasuk yang ada di depannya. Ke-4 bandit itu sudah tak bisa berfikir jernih. Mereka menganggap Sean adalah orsng berbahaya.
Mereka berfikir, percuma kalau mengandalkan sandera percuma, karena mereka melihat sendiri teman mereka langsung mati dalam sekejap.
Mereka ber-4 maju untuk menyerang Sean. Sean melompat mundur sambil meyimpan pistol DESERT EAGLE miliknya ke dalam cincin penyimpanannya.
Setelah mendaratkan kakinya, Sean kembali melompat maju untuk menyerang salah satu bandit yang ada di dekatnya.
Sean langsung mencengkram leher bandit itu dengan tangan logam kirinya. Ia langsung melemparnya ke arah teman bandit lainnya.
Tiba-tiba, dari belakang...
JLEB !!
Dari belakang, salah satu bandit menusuk tubuh Sean dengan pedangnya hingga tembus ke depan dadanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
EMIYA ALL VERSION
"Up Thor!.."
“Well then, do it in a gaudy manner!"
"Let's go! You have brought it on yourself!"
"Die in reverse!!"
"Verg avesta!!!"
avanger (angra mainyu)
2021-07-05
3
XiaoYan
MC nya dpt mnggukan elemen langka gak thor.. klao bisa sean bisa memiliki sluruh elemen ae thor kikiki
2021-07-05
2
Ali Topan
aishhhh....instingx kok gak tajam seh..kan dia prajurit..seharusx peka donk jika ada bahaya di dekatx... piye to...
2021-07-05
3