Baru saja mereka selesai perkenalan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki-kaki yang berlari dan mendekat. Semua penduduk dan Para Petualang menoleh dan melihat.
Rupanya kedatangan sekelompok petualang lagi yang datang. Mereka ber-4, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Sean yang melihat mereka ber-4, ia bisa mengenalinya. Arron pun bersuara. "Apa kalian sudah menyelamatkan desa bagian lain ?"
Salah satu anggota party yang baru datang itu menjawab. "Ya, kami telah berhasil mengalahkan bandit-bandit yang menyerang desa sebelah. Lalu bagaimana denganmu ?"
Arron menjawab. "Ya, desa ini sudah di aman berkat dia. Dia yang membantu kami sekaligus menyelamatkan kami dan para penduduk desa." ucapnya sambil menunjuk Sean.
Ke-4 anggota party yang baru datang melihat ke arah laki-laki yang ditunjuk oleh Arron. Ke-4 orang itu terbelalak melihat orang yang mereka kenal. Dengan serempak mereka ber-4 spontan berucap. "Sean !?!?"
Ke-4 anggota party yang baru datang melihat ke arah laki-laki yang ditunjuk oleh Arron. Ke-4 orang itu terbelalak melihat orang yang mereka kenal. Dengan serempak mereka ber-4 spontan berucap. "Sean !?!?"
Ucap ke-4 orang bersamaan yang baru saja datang. Mereka terbelalak melihat salah kenalan baru mereka.
"Tidak kusangka, kamu baru saja mendaftar kemarin, kamu langsung mengambil misi ?" ucap Brian.
Sean membuka penutup kepalanya. "Menjadi Petualang di hari pertama langsung mengambil misi, bukankah itu hal bagus untuk Petualang pemula."
"Ya, kau benar. Tapi untukmu, kamu bukanlah Petualang pemula." ucap Brian dan Ketiga anggota mengangguk kepalanya seakan setuju dengan ucapan laki-laki yang kada bersikap datar dan terkadang dingin itu.
"Apa kalian telah saling kenal ?" tanya Arron melihat keakraban kelompok party Brian bersama Sean.
"Yah, kami ber-4 juga baru mengenalnya kemarin. Dia sering membantu kami." jawab Rin menatap Sean.
Brian lalu menceritakan secara singkat dimana ia dan ketiga anggotanya bertemu Sean. Arron dan keempat anggotanya pun paham dan sependapat kalau Sean memang banyak membantu.
Dan juga kenapa party Brian dan party Arron saling mengenal dan tak bersaing satu sama lain. Karena mereka semua adalah teman dan bersaing sehat.
"Jadi, apa yang akan kalian lakukan saat ini ?" tanya Brian.
"Mungkin aku dan keempat anggotaku bermalam di desa ini untuk berjaga agar desa aman sampai besok pagi." jawab Arron.
"Bagaimana denganmu, Sean ?" tanya Brian.
"Aku ingin mengintrogasi ketiga manusia rendahan ini." jawab Sean memandang ketiga bandit yang terikat dan masih tak sadarkan diri.
Semua Petualang menoleh ke arah yang Sean lihat. Arron dan keempat anggotanya setuju dengan kata-kata Sean, yaitu mengintrogasi ketiga bandit.
Brian dan ketiga anggotanya bingung melihat ketiga manusia yang terikat. Lalu Arron menjelaskan siapa ketiga manusia terikat itu. Setelah mendengar cerita Arron, Brian dan ketiga anggotanya juga marah.
Sean lalu meminta Lisa untuk menyiramkan ketiga bandit itu dengan Sihir Airnya. Lisa pun tak keberatan.
Byuurrr !!
Ketiga bandit itu terbangun. Mereka melihat kesana-kemari. Lalu mereka terkejut melihat diri mereka telah terikat. Dan mereka juga terkejut sudah ada 10 Petualang yang berdiri di hadapan mereka.
Mereka teringat kejadian yang menimpa mereka. Lalu pandangan mereka tertuju ke arah Sean yang berdiri tepat di depan mereka dan menatap ke arah mereka. Ya, Sean yang telah membuat mereka tumbang.
"Lepaskan kami !!" teriak mereka ber-3.
Brian, Arron, dan beserta semua anggotanya ingin memberi mereka ber-3 pelajaran. Saat mereka akan mendekat, Sean menghalanginya. "Cukup aku saja. Kalian semua bantu semua penduduk desa."
Akhirnya ke-9 Petualang itu menuruti ucapan Sean. Entah kenapa mereka menurut, mungkin kehebatan karena Sean membuat mereka seperti itu.
"Selain dari Rin, anggota party dari Brian, apa anggota perty-mu ada yang bisa menggunakan Sihir Cahaya ?" tany Sean kepada Arron, sang ketua kelompok party-nya.
Arron mengangguk kepalanya. "Ya, ada, anggota party-ku, Isla dan Marie, mereka berdua bisa menggunakan Sihir Cahaya."
Jadi totalnya ada 3 perempuan yang bisa menggunakan Sihir Cahaya. Rin, Isla, dan Marie.
Namun Sean meminta Rin dan Isla tetap ditempat. Sean mengatakan kepada Marie untuk menyembuhkan penduduk jika ada yang terluka.
Setelah Brian, Arron, dan semua anggotanya telah pergi menjauh untuk membantu para penduduk desa dan Marie menyembuhkan para penduduk jika ada yang terluka dengan Sihir Cahayanya.
Sean mengeluarkan Pistol DESERT EAGLE miliknya dari cincin penyimpanannya. Lalu ia arahkan pistolnya ke arah ketiga bandit itu.
"Katakan dimana markas tuan kalian ?" tanya Sean dingin sambil menodongkan pistolnya.
Melihat Sean memegang pistol, Rin dan Isla bertanya-tanya dalam pikiran mereka berdua, karena bagi mereka, benda yang dipegang Sean sangatlah asing. "Benda apa itu ?"
"Meskipun kamu mengacam kami, sampai mati, kami tidak akan tidak akan memberitahumu." jawab salah satu dari mereka ber-3 sambil tersenyum remeh, dan diikuti kedua temannya.
Dor !!
Sean menembak paha salah satu bandit itu. Tentu saja, ia sangat sakit.
"Katakan !!" ucap Sean dingin.
"Tidak !!"
Dor..!! Dor..!! Dor..!!
Sean menembak lagi, bahkan kedua teman bandit itu. Rin dan Isla yang berdiri di belakangnya, hanya diam melihat Sean menyiksa ketiga bandit itu.
Tapi dalam pikiran mereka berdua, terkejut benda yang dipegang Sean benar-benar bisa membuat luka dalam sekejap, karena tak terlihat jelas serangan yang keluar dari pistol itu.
"Rin, Isla. Sembuhkan mereka." ucap Sean yang terus memandang ketiga bandit itu yang masih bernafas dan terluka tembak di tubuhnya.
Rin dan Isla menurut. Mereka berdua menyembuhkan luka-luka ketiga bandit itu. Setelah selesai disembuhkan, Sean kembali melakukan hal yang sama.
Sean menanyakan keberadaan markas tuan dari ketiga bandit itu. Namun jawaban mereka tetap sama. Sampai akhirnya, Sean menembaki mereka berkali-kali.
Sudah kelima kali mereka disembuhkan oleh Rin dan Isla, akhirnya mereka bertiga mengaku dan memberitahu keberadaan markas tuan mereka.
Rupanya markas tuan mereka berada di dekat kaki gunung berapi yang letaknya di perbatasan dekat wilayah Kerajaan Erlang dan Kerajaan Roux.
Mendengar itu, Isla dan Rin terkejut. Sean segera menembak mati ketiga bandit itu di tepat kepalanya. Sean melihat Isla dan yang sepertinya tau sesuatu.
"Apa yang sedang mereka berdua pikirkan ?" batin Sean bertanya.
"Jika markas mereka di dekat wilayah perbatasan, bukankah itu adalah markas bandit terbesar yang terkenal itu ?" tanya Isla memastikan, dan Rin mengangguk kepalanya.
Lalu terdengar suara langkah kaki mendekat. Mereka bertiga melihat Brian dan Arron berjalan mendekati Sean, Rin, dan Isla.
"Bagaimana ?" tanya Brian dan Arron.
Sean pun menjelaskan tempat markas bandit. Setelah mendengar letak keberadaan markas bandit di dekat wilayah perbatasan, seperti Rin dan Isla, Brian dan Arron terkejut.
"Setelah tau tempat markas mereka, apa kamu akan pergi ?" tanya Brian kepada Sean.
"Ya, bukankah itu adalah tugas seorang petualang saat menjalankan misinya ?" jawab Sean.
"Setidaknya beristirahatlah lebih dulu, untuk mengisi tenagamu. Karena aku, Brian, dan yang lainnya akan beristirahat dan menginap di desa ini." kata Arron.
Sean menjawab. "...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Ethizay
333
2021-12-21
0
mr. Lucifer
pp
2021-10-14
2
ו...xan...•×
gw bertanya tanya pelurunya kagak habis kah ?
2021-07-16
1