BAB 18

Kini Raja Erlang dan Richard duduk saling berhadapan di ruang kerja milik Raja. Di dalam ruangannya hanya mereka berdua. Mereka berdua membahas informasi yang dibawa Richard.

Raja Erlang berfikir keras tentang informasi yang Richard sampaikan padanya. Dalam pikirannya, Raja Erlang menebak-nebak, siapa yang sudah berkhianat di dalam istana Kerajaan.

Di luar ruangan itu, hanya ada 2 prajurit penjaga yang bertugas untuk tidak memberi jalan masuk dan menguping. Karena sebelumnya saat Raja Raja Erlang meminta hal itu.

Raja saat ini penasaran sosok seseorang yang telah menyampaikan hal itu kepada Richard. Karena pemikiran cukup masuk akal meskipun masih dibilang kemungkinan.

"Bisakah kamu kasih tau, siapa orang yang telah memberitahumu ?" tanya Raja Erlang.

"Dia seorang Petualang Guild Kerajaan ini, Tuan Raja." jawab Richard dengan sopan.

"Petualang ya ?" sahut Raja Erlang sambil mengelus dagunya yang berjenggot pendek. "Siapa nama Petualang itu ?" lanjutnya bertanya.

"Dia seorang Petualang Guild Kerajaan ini, Tuan Raja." jawab Richard dengan sopan.

"Petualang ya ?" sahut Raja Erlang sambil mengelus dagunya yang berjenggot pendek. "Siapa nama Petualang itu ?" lanjutnya bertanya.

"Sean Alexander, Tuan Raja." jawab Richard.

"Sean Alexander ? Namanya yang sangat asing, tapi terdengar bagus. Dia Petualang di Tingkat apa ?" sahut Raja Erlang dan bertanya.

"Dia Petualang Tingkat Platinum."

Raja Erlang terbelalak. "Apa dia baru saja naik Level Tingkat ? Karena hanya ada hanya ada 9 Petualang Tingkat Platinum yang ada di Kerajaanku, salah satunya adalah kamu."

Richard mengangguk kepalanya. "Benar Tuan, dia baru saja naik Levelnya ke Level Tingkat Platinum."

Richard tidak mungkin memberitahu kalau Sean adalah orang yang datang dari dunia lain. Dan juga ia tidak memberitahu kalau Sean adalah Petualang yang baru mendaftar dan langsung di Level Tingkat Platinum. Karena ia sudah berjanji.

"Baiklah, aku minta kamu ajak dia untuk datang kemari. Aku ingin melihat Petualang Tingkat Platinum yang baru Naik Level itu " kata Raja Erlang.

"Maksud anda, Sean Alexander ?" tanya Richard memastikan.

Raja Erlang mengangguk kepalanya. Lalu ia berdiri dari duduknya. "Aku besok siang, dia sudah ke istanaku."

Richard bangkit dari duduknya, lalu ia sedikit menundukkan tubuhnya. "Baik Yang Mulia Raja. Saya usahakan akan membawanya akan datang kemari."

.....

Sementara Disisi Lain.

Sean tengah berada di dalam hutan. Biasanya sehari ia berburu atau membunuh monster, esoknya ia datang ke desa-desa terdekat untuk memastikan bandit-bandit tidak datang.

Kali ini ia mencoba dua misi sekaligus, karena monster buruannya muncul lebih awal, tidak seperti biasanya yang susah saat dicari.

Misi pemburuan monster beruang telah ia selesaikan. Sean menebas leher monster beruang, dan menyimpan kepalanya di cincin penyimpanannya. Itu akan dibawa untuk bukti misinya terlesaikan.

Sekarang Sean sudah mendekati salah satu Desa. Sebelumnya Desa ini sudah dibantu oleh anggota party lain. Tetapi bisa saja bandit-bandit yang lain datang.

Ditambah belum ada keamanannya, karena prajurit penjaga yang baru untuk setiap desa belum ada. Ia penasaran, apa informasinya telah disampaikan ke Raja Erlang oleh Richard ?

Sean sudah memasuki salah satu Desa. Baru sampai di halaman desa, ia melihat pemandangan yang kurang mengenakan.

Ada sebuah party Petualang yang berjumlah 6 orang tengah duduk santai dan seenak-enaknya menyuruh-nyuruh warga desa melayani mereka.

Ada salah satu orang yang tidak asing bagi Sean meskipun tidak saling kenal. Ia berguman menyebut nama orang itu. "Goro."

Sean berjalan mendekati party Goro yang sedang memanfaatkan para warga desa itu. Bahkan gadis-gadis muda desa terlihat seperti terpaksa melayani party itu.

"Terlalu manja." guman Sean yang melihat party Goro, yang setiap orangnya makan potongan buah dengan cara disuap oleh gadis-gadis desa.

Sean mengeluarkan DESERT EAGLE miliknya, dan ia sembunyikan di balik jubah hitamnya yang menutupi pakaiannya. Sean terus berjalan mendekati mereka.

Salah satu anggota party Goro terkejut melihat seseorang berpakaian dan berjubah hitam berjalan mendekat. Ciri khas yang tak asing, ditambah penutup kepalanya dan penutup sebagian bawah wajahnya.

Dia tau, kalau orang siapa lagi kalau bukan Sean. Sean berjalan mendekati mereka, ia segera memberitahu kepada sang ketuanya, siapa lagi kalau bukan Goro.

Setelah diberitahu, Goro menoleh ke arah Sean yang sudah berdiri 5 meter lebih darinya. Goro segera bangkit dari duduknya.

"Wah, lihatlah teman-teman, Sang Petualang Tingkat Platinum terbaru telah datang menghampiri kita." ucap Goro.

Para warga dan gadis-gadis yang sedang terpaksa melayani party Goro, segera pergi menjauh. Mereka takut akan menjadi korban jika ada keributan antar Petualang.

Sean tidak menjawab perkataan Goro, ia hanya memandangnya dingin pada pria berambut aneh itu. Goro bersuara lagi. "Apakah sikapmu itu adalah ciri khasmu ? Kamu bersikap seperti ini sejak awal kita bertemu."

"Apakah ini perilaku seseorang peringkat ke-3 yang menjijikan ?" ucap Sean bertanya.

Goro yang mendengar itu, berwajah merah. Marah karena Sean berani berbicara seperti itu padanya. Mengingat kalau Sean adalah Petualang Tingkat Platinum, Goro masih tidak percaya.

Karena menurut Goro, Sean adalah orang asing. Tidak pernah terlihat. Seseorang yang tiba-tiba muncul dan Tingkatnya langsung di Level Tingkat Platinum, baginya sulit dipercaya.

Goro meraih Pedang besarnya yang menggantung di punggungnya. Lalu ia arahkan ke arah Sean. "Aku menantangmu bertarung !!"

Dibalik penutup wajahnyanya, Sean tersenyum. Lalu ia bersuara. "Kamu menantangku bertarung ?"

"Aku tidak takut padamu, dan aku tidak percaya jika kamu sudah di Level Tingkat Platinum." ucap Goro, dan ke-5 anggota party-nya mengangguk kepalanya, mereka juga tidak percaya.

Sean memutar bola matanya. Kenapa masalah Level dan Level yang terus dibahas oleh pria berambut aneh ini. Sean lalu membuka penutup kepalanya.

"Aku menerima tantanganmu." ucap Sean dingin.

Goro langsung berlari menghampiri Sean. Dengan kedua tangannya, ia menggenggam pedang besarnya untuk menyerang, dan sambil berteriak. "Hiyaaaaaahhhhh !!"

Sean berdiri di tempat, ia tidak bergerak sama sekali. Tapi ia merasa kesal, karena Goro maju dengan cara yang berlebihan. "Kenapa harus pake teriak segala sih !!"

Goro sudah mendekat, dan langsung melayangkan pedangnya ke arah Sean. Sean melompat mundur untuk menghindari serangan Goro.

Goro lalu mengarahkan salah satu tangannya ke arah Sean yang mundur menjauhinya. "Serangan Hujan Api !!"

Goro menyerang Sean dengan serangan Sihir Apinya. Muncullah Api-api di telapak tangan Goro dan langsung menyerang maju ke arah Sean. Serangan itu datang sangat banyak dan menghujaninya.

Sean tidak menghindar, ia malah bergerak maju. Ia berlari, tidak peduli serangan Goro ke mengenainya. Goro yang melihatnya tersenyum.

Namun beberapa detik kemudian, senyumannya memudar. Pasalnya serangan Sihir Apinya mengenai tubuh Sean, tetapi tidak berefek apapun.

Goro menyudahi serangan Sihir. Ia segera maju berlari dan melayangkan lagi pedang besarnya ke arah Sean yang juga berlari ke arahnya.

Terpopuler

Comments

De'Ran7

De'Ran7

nih orang pasti salah satu penghianat kerajaan(Goro)🤔

2022-10-02

2

DNK • SLOTH SINN

DNK • SLOTH SINN

next.

2021-11-09

0

----prince.''of_night

----prince.''of_night

Woi

2021-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01
2 BAB 02
3 BAB 03
4 BAB 04
5 BAB 05
6 BAB 06
7 BAB 07
8 BAB 08
9 BAB 09
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 NAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108 | END
109 PEMBERITAHUAN
110 PEMBERITAHUAN 2
111 PEMBERITAHUAN 3
112 PEMBERITAHUAN 4
113 PEMBERITAHUAN 5
114 PEMBERITAHUAN 6
Episodes

Updated 114 Episodes

1
BAB 01
2
BAB 02
3
BAB 03
4
BAB 04
5
BAB 05
6
BAB 06
7
BAB 07
8
BAB 08
9
BAB 09
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
NAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108 | END
109
PEMBERITAHUAN
110
PEMBERITAHUAN 2
111
PEMBERITAHUAN 3
112
PEMBERITAHUAN 4
113
PEMBERITAHUAN 5
114
PEMBERITAHUAN 6

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!