Kini Raja Erlang dan Richard duduk saling berhadapan di ruang kerja milik Raja. Di dalam ruangannya hanya mereka berdua. Mereka berdua membahas informasi yang dibawa Richard.
Raja Erlang berfikir keras tentang informasi yang Richard sampaikan padanya. Dalam pikirannya, Raja Erlang menebak-nebak, siapa yang sudah berkhianat di dalam istana Kerajaan.
Di luar ruangan itu, hanya ada 2 prajurit penjaga yang bertugas untuk tidak memberi jalan masuk dan menguping. Karena sebelumnya saat Raja Raja Erlang meminta hal itu.
Raja saat ini penasaran sosok seseorang yang telah menyampaikan hal itu kepada Richard. Karena pemikiran cukup masuk akal meskipun masih dibilang kemungkinan.
"Bisakah kamu kasih tau, siapa orang yang telah memberitahumu ?" tanya Raja Erlang.
"Dia seorang Petualang Guild Kerajaan ini, Tuan Raja." jawab Richard dengan sopan.
"Petualang ya ?" sahut Raja Erlang sambil mengelus dagunya yang berjenggot pendek. "Siapa nama Petualang itu ?" lanjutnya bertanya.
"Dia seorang Petualang Guild Kerajaan ini, Tuan Raja." jawab Richard dengan sopan.
"Petualang ya ?" sahut Raja Erlang sambil mengelus dagunya yang berjenggot pendek. "Siapa nama Petualang itu ?" lanjutnya bertanya.
"Sean Alexander, Tuan Raja." jawab Richard.
"Sean Alexander ? Namanya yang sangat asing, tapi terdengar bagus. Dia Petualang di Tingkat apa ?" sahut Raja Erlang dan bertanya.
"Dia Petualang Tingkat Platinum."
Raja Erlang terbelalak. "Apa dia baru saja naik Level Tingkat ? Karena hanya ada hanya ada 9 Petualang Tingkat Platinum yang ada di Kerajaanku, salah satunya adalah kamu."
Richard mengangguk kepalanya. "Benar Tuan, dia baru saja naik Levelnya ke Level Tingkat Platinum."
Richard tidak mungkin memberitahu kalau Sean adalah orang yang datang dari dunia lain. Dan juga ia tidak memberitahu kalau Sean adalah Petualang yang baru mendaftar dan langsung di Level Tingkat Platinum. Karena ia sudah berjanji.
"Baiklah, aku minta kamu ajak dia untuk datang kemari. Aku ingin melihat Petualang Tingkat Platinum yang baru Naik Level itu " kata Raja Erlang.
"Maksud anda, Sean Alexander ?" tanya Richard memastikan.
Raja Erlang mengangguk kepalanya. Lalu ia berdiri dari duduknya. "Aku besok siang, dia sudah ke istanaku."
Richard bangkit dari duduknya, lalu ia sedikit menundukkan tubuhnya. "Baik Yang Mulia Raja. Saya usahakan akan membawanya akan datang kemari."
.....
Sementara Disisi Lain.
Sean tengah berada di dalam hutan. Biasanya sehari ia berburu atau membunuh monster, esoknya ia datang ke desa-desa terdekat untuk memastikan bandit-bandit tidak datang.
Kali ini ia mencoba dua misi sekaligus, karena monster buruannya muncul lebih awal, tidak seperti biasanya yang susah saat dicari.
Misi pemburuan monster beruang telah ia selesaikan. Sean menebas leher monster beruang, dan menyimpan kepalanya di cincin penyimpanannya. Itu akan dibawa untuk bukti misinya terlesaikan.
Sekarang Sean sudah mendekati salah satu Desa. Sebelumnya Desa ini sudah dibantu oleh anggota party lain. Tetapi bisa saja bandit-bandit yang lain datang.
Ditambah belum ada keamanannya, karena prajurit penjaga yang baru untuk setiap desa belum ada. Ia penasaran, apa informasinya telah disampaikan ke Raja Erlang oleh Richard ?
Sean sudah memasuki salah satu Desa. Baru sampai di halaman desa, ia melihat pemandangan yang kurang mengenakan.
Ada sebuah party Petualang yang berjumlah 6 orang tengah duduk santai dan seenak-enaknya menyuruh-nyuruh warga desa melayani mereka.
Ada salah satu orang yang tidak asing bagi Sean meskipun tidak saling kenal. Ia berguman menyebut nama orang itu. "Goro."
Sean berjalan mendekati party Goro yang sedang memanfaatkan para warga desa itu. Bahkan gadis-gadis muda desa terlihat seperti terpaksa melayani party itu.
"Terlalu manja." guman Sean yang melihat party Goro, yang setiap orangnya makan potongan buah dengan cara disuap oleh gadis-gadis desa.
Sean mengeluarkan DESERT EAGLE miliknya, dan ia sembunyikan di balik jubah hitamnya yang menutupi pakaiannya. Sean terus berjalan mendekati mereka.
Salah satu anggota party Goro terkejut melihat seseorang berpakaian dan berjubah hitam berjalan mendekat. Ciri khas yang tak asing, ditambah penutup kepalanya dan penutup sebagian bawah wajahnya.
Dia tau, kalau orang siapa lagi kalau bukan Sean. Sean berjalan mendekati mereka, ia segera memberitahu kepada sang ketuanya, siapa lagi kalau bukan Goro.
Setelah diberitahu, Goro menoleh ke arah Sean yang sudah berdiri 5 meter lebih darinya. Goro segera bangkit dari duduknya.
"Wah, lihatlah teman-teman, Sang Petualang Tingkat Platinum terbaru telah datang menghampiri kita." ucap Goro.
Para warga dan gadis-gadis yang sedang terpaksa melayani party Goro, segera pergi menjauh. Mereka takut akan menjadi korban jika ada keributan antar Petualang.
Sean tidak menjawab perkataan Goro, ia hanya memandangnya dingin pada pria berambut aneh itu. Goro bersuara lagi. "Apakah sikapmu itu adalah ciri khasmu ? Kamu bersikap seperti ini sejak awal kita bertemu."
"Apakah ini perilaku seseorang peringkat ke-3 yang menjijikan ?" ucap Sean bertanya.
Goro yang mendengar itu, berwajah merah. Marah karena Sean berani berbicara seperti itu padanya. Mengingat kalau Sean adalah Petualang Tingkat Platinum, Goro masih tidak percaya.
Karena menurut Goro, Sean adalah orang asing. Tidak pernah terlihat. Seseorang yang tiba-tiba muncul dan Tingkatnya langsung di Level Tingkat Platinum, baginya sulit dipercaya.
Goro meraih Pedang besarnya yang menggantung di punggungnya. Lalu ia arahkan ke arah Sean. "Aku menantangmu bertarung !!"
Dibalik penutup wajahnyanya, Sean tersenyum. Lalu ia bersuara. "Kamu menantangku bertarung ?"
"Aku tidak takut padamu, dan aku tidak percaya jika kamu sudah di Level Tingkat Platinum." ucap Goro, dan ke-5 anggota party-nya mengangguk kepalanya, mereka juga tidak percaya.
Sean memutar bola matanya. Kenapa masalah Level dan Level yang terus dibahas oleh pria berambut aneh ini. Sean lalu membuka penutup kepalanya.
"Aku menerima tantanganmu." ucap Sean dingin.
Goro langsung berlari menghampiri Sean. Dengan kedua tangannya, ia menggenggam pedang besarnya untuk menyerang, dan sambil berteriak. "Hiyaaaaaahhhhh !!"
Sean berdiri di tempat, ia tidak bergerak sama sekali. Tapi ia merasa kesal, karena Goro maju dengan cara yang berlebihan. "Kenapa harus pake teriak segala sih !!"
Goro sudah mendekat, dan langsung melayangkan pedangnya ke arah Sean. Sean melompat mundur untuk menghindari serangan Goro.
Goro lalu mengarahkan salah satu tangannya ke arah Sean yang mundur menjauhinya. "Serangan Hujan Api !!"
Goro menyerang Sean dengan serangan Sihir Apinya. Muncullah Api-api di telapak tangan Goro dan langsung menyerang maju ke arah Sean. Serangan itu datang sangat banyak dan menghujaninya.
Sean tidak menghindar, ia malah bergerak maju. Ia berlari, tidak peduli serangan Goro ke mengenainya. Goro yang melihatnya tersenyum.
Namun beberapa detik kemudian, senyumannya memudar. Pasalnya serangan Sihir Apinya mengenai tubuh Sean, tetapi tidak berefek apapun.
Goro menyudahi serangan Sihir. Ia segera maju berlari dan melayangkan lagi pedang besarnya ke arah Sean yang juga berlari ke arahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
De'Ran7
nih orang pasti salah satu penghianat kerajaan(Goro)🤔
2022-10-02
2
DNK • SLOTH SINN
next.
2021-11-09
0
----prince.''of_night
Woi
2021-08-14
0