BAB 16 Haru

"Sorry. Gue mau ngundurin diri jadi mayoret sekaligus keluar dari Marching Band."

"Shei, kamu serius?"

Sahabat Shei sejak SMP menanyakan. Dia adalah Alya. Gadis teladan dan culun yang dengan tulus berteman dengan Shei. Dulu.

"Alasannya kenapa?"

Kali ini kakak kelasnya yang bertanya, sebagai ketua Marching Band Nusantara High School.

"Gue, nggak bisa lagi. Kalau emang Kak Vero nggak ngizinin, keputusan gue udah bulat, gue akan tetep keluar dari Marching Band. Maaf, Kak."

Shei pergi tanpa mendengar persetujuan ketua. Perasaan Shei sebenarnya sangat berat untuk keluar dari anggota Marching Band, tapi ini untuk kebaikan seseorang.

Kenangan satu tahun yang lalu saat dia bersekolah di Nusantara High School. Shei mencoba memfokuskan diri, dia memandang ke depan. Semua orang tengah menunggunya.

Shei mengeratkan memegang baton. Dan.

WOAAAAAHH

Semua orang segera melebarkan mata mereka dengan takjub. Shei sudah melempar tongkatnya, dan menangkapnya dengan sempurna.

Anggota kelas Flower pun ada menyaksikan aksi Shei itu yang menjadi mayoret. Shei menarik perhatian seisi sekolah. Memainkan, memutar-mutarkan, serta melempar baton.

"Wow," kagum Joy melihat sahabat barunya itu.

Joy tidak menyangka. Bukan. Tapi semua orang.

Pandangan Ello yang tidak lepas untuk melihat aksi Shei sedikit pun tidak ingin dilewatkan. Dia menatap bangga.

Tidak hanya sekedar memainkan baton, Shei sedikit melakukan gerakan untuk menari menambah kagum semua orang.

Tongkat itu kembali ia pegang dengan erat. Nafas Shei sedikit tidak teratur, mencoba mengontrolnya.

PROK PROK PROK PROK PROK

Suara tepuk tangan yang begitu banyak didengar Shei setelah menyelesaikan persyaratan untuk mengikuti ekstrakurikuler Marching Band Baknus.

Sudah lama ia tidak mendengar dan melihat orang menatapnya seperti ini.

"Shei...." teriak Joy. Shei melihatnya. "Lo keren abis....."

Shei tersenyum tipis dengan pujian itu.

Rave melihat semuanya, dia tersenyum miring menatap Shei di lapang. Lalu ia pun pergi.

"MB Baknus bakalan berjaya lagih nih."

"Lo bisa gabung sama Marching Band Baknus," ucap Feby, Ketua MB.

Ello memberikan sebuah jempol pada Shei dengan senyumnya itu.

...• • •...

Shei berjalan di lorong sekolah setelah apa yang ia lakukan di lapangan. Meski masih tidak percaya dia akan kembali menjadi mayoret.

"Shei."

Shei menengok ke belakang tanpa menghentikan langkahnya, setelah melihat siapa yang memanggilnya dia kembali melihat ke depan.

"Ternyata lo mutusin buat gabung Marching Band."

Shei angguk.

"Yang tadi itu keren. Beneran deh Shei, gue serius."

Joy memuji.

Shei tersenyum.

Sampai mereka tiba di kelas, Joy masih memuji Shei. Melebih-lebihkan. Orang-orang menatapnya ketika Shei masuk, masih ada yang memandangnya tidak senang mungkin karena berita yang tersebar kemarin bahwa Shei adalah seorang pembully, tapi tidak sebanyak kemarin. Tatapan mereka sedikit berubah.

Atau mungkin gara-gara aksi Shei di lapangan. Shei juga tidak tahu.

"Shei, yang tadi lo keren banget."

"Bener. Lo keren banget serius, lo udah kayak mayoret profesional."

Mendapat pujian baru dari teman sekelasnya, Shei tidak memberikan ekspresi meskipun sebenarnya dalam hatinya dia senang.

Brak. Suara kecil gebrakan meja dari tempat duduk Fay. Salah satu murid kelas Flower yang memperlihatkan ketidaksukaannya pada Shei.

Semua orang melihat ke arahnya.

"Kalian semua! Kalian mau diem aja setelah dia mempermalukan kelas kita," kelakar Fay.

"Emang Shei ngelakuin apa??" sosor Joy kepada Fay untuk membela.

"Dengan rumornya yang tersebar itu," tekannya. "Dia udah melanggar aturan nomor satu. Apa kalian nggak akan bertindak setelah dia mempermalukan Flower Class? Huh?!"

Sepertinya Fay memiliki dendam tersendiri pada Shei.

"Alya, lo ketua kelas disini. Kasih dia konsekuensi setelah melanggar aturan," tuntutnya lagi.

Alya berpikir keras untuk itu. Pertama kalinya dia menghadapi masalah yang melanggar aturan kelas. Pasalnya dia adalah murid baru yang mendapat hoki langsung ditunjuk menggantikan ketua kelas lamanya.

Tapi bukan Alya jika tidak bisa menyelesaikan masalah yang mungkin masih sepele ini.

"Kalau begitu, kita lanjut ke peraturan nomor dua," ujar Alya membuat semua orang bengong. "Dilarang saling mengucilkan penghuni kelas Flower dan harus selalu bergandengan tangan."

Mereka terdiam setelahnya.

"... Karena kita nggak tahu awal permasalahan Shei di sekolah lamanya, dan belum ada bukti yang pasti. Lebih baik, kita pegang erat dengan peraturan nomor dua tadi."

"Nggak bisa gitu!" tolak Fay. "Dia bener-bener udah mencemarkan nama baik sekolah."

"Berarti, masalah Shei itu biar jadi urusan sekolah," imbuh Alvin. Kali ini dia yang berbicara untuk menyelesaikan masalah ini.

"Karena masalah Shei menyangkut sekolah. Jadi, kita nggak usah ikut campur," tambah Ello untuk membela Shei.

"Sekolah aja adem-adem aja sama Shei," seloroh Ghesa kali ini.

"Wah gue setuju tuh Ghes..." kata Joy menyetujui ucapan Ghesa tadi.

Fay menahan emosinya itu. Dia tidak bisa berkutik lagi.

"Selamat siang anak-anak."

Suara itu membuat murid Flower segera bergegas duduk setelah kedatangan wali kelas mereka, Pak Satria.

"Selamat siang, Pak...."

Dan Shei duduk diam, dia tidak menyangka, ada orang-orang yang membelaya. Di sekolah barunya ini.

"Shei," panggil Satria. "Saya liat kamu tadi di lapangan, keren," pujinya.

Shei senang mendengarnya. "Makasih, Pak."

"Baiklah, karena seminggu lagi kita akan melakukan Ujian Akhir Semester. Saya akan mengubah tempat duduk kalian dari sekarang."

"Yaaaah.... Pak......" keluh murid Flower.

"Nggak ada yang ngeluh-ngeluh. Semuanya berdiri, dan tunggu di belakang."

Tidak memakan waktu yang lama untuk pak Satria mengatur tempat duduk murid Flower.

Ada yang menerima dengan senang hati dengan kursi barunya, ada yang tidak suka, ada yang acuh tak acuh.

...Denah Tempat Duduk Flower Class...

Joy menoleh ke belakang dengan senyumnya, melihat Shei yang duduk di belakangnya. Sementara Alvin dan Alya duduk paling depan dan bersebelahan. Rave kembali dengan kursi keramat di bagian paling akhir, meskipun hanya berpindah barisan.

Dan Ello.

"Hai El...." Fay akhirnya mengatakan apa yang dia harapkan bisa terjadi, dia bisa duduk dekat dengan orang yang disukainya.

Ello memutarkan bola matanya malas segera dia mengangkat tangan. "Pak, saya mau pindah. Nggak mau duduk disini."

"Kalau nggak mau yaudah nggak usah ikut belajar."

Ello mendengus kesal.

"Saya akan memberikan soal untuk kalian kerjakan, tapi sebelum itu, kalian tonton video nya terlebih dahulu."

Meski pembelajaran sudah dimulai, Shei melihat ke depan tapi tidak memperhatikan layar menonton video melainkan ke sosok Alya yang duduk di depan sana.

Kenapa dia ngebela gue tadi? Apa itu cuman pura-pura? Atau... emang surat misterius dan akun itu bukan ulah dia?

Shei semakin pusing dengan masalah yang sangat misterius ini yang datang menghampirinya di sekolah baru.

...🌸...

Episodes
1 PROLOG SERIES 2
2 BAB 1 Kepindahan
3 BAB 2 D-Day School
4 BAB 3 School Tour
5 BAB 4 Perubahan Sikap
6 BAB 5 Mood
7 BAB 6 Rahasia Terdalam
8 D'OAS SERIES 2
9 BAB 7 Real Friend
10 BAB 8 Menyapa Teman Lama
11 BAB 9 Sesuatu Yang Akan Menjadi Awal
12 BAB 10 Surat Misterius
13 BAB 11 Marching Band
14 BAB 12 Sosmed
15 BAB 13 Akhir Pekan (1/2)
16 BAB 14 Akhir Pekan (2/2)
17 BAB 15 Uluran Tangan
18 BAB 16 Haru
19 BAB 17 Anggota Baru
20 BAB 18 Bolos
21 BAB 19 Anak Nakal
22 BAB 20 Termasuk Sahabat?
23 BAB 21 Bergelut Pikiran
24 BAB 22 Merah
25 BAB 23 Kian Masa Lalu
26 BAB 24 Suspicious
27 BAB 25 Brave
28 BAB 26 Bagian Yang Hilang
29 BAB 27 Sibling?
30 BAB 28 Saling Berpikir
31 BAB 29 Past
32 BAB 30 Friendship
33 BAB 31 Sebuah Alasan
34 BAB 32 Pernah
35 BAB 33 Menarik Memori
36 BAB 34 Rumah
37 BAB 35 Cat Vs Lion
38 BAB 36 Shttt
39 BAB 37 Ujian Akhir
40 BAB 38 Bundar Kesakitan
41 BAB 39 Penjelasan
42 BAB 40 Bamm
43 BAB 41 Morning
44 BAB 42 Go for A Walk
45 BAB 43 Day With You
46 BAB 44 Suddenly
47 BAB 45 Meet Again (1/2)
48 BAB 46 Meet Again (2/2)
49 BAB 47 I Know
50 BAB 48 Envy
51 BAB 49 Defended
52 BAB 50 Love
53 BAB 51 Will Notice It
54 BAB 52 Pelaku Pertama
55 BAB 53 Posisi Yang Berbeda
56 BAB 54 Save Me
57 BAB 55 Puzzle
58 BAB 56 Dies Natalis or Not
59 BAB 57 Dies Natalis
60 BAB 58 Dies Natalis or Yes
61 BAB 59 Everything Will be Just Fine
62 BAB 60 Where are You
63 BAB 61 Sheila
64 BAB 62 NHS
65 BAB 63 Kanan
66 BAB 64 Adanya Teman
67 BAB 65 Packing
68 BAB 66 Lupakan Keluh Kesahmu
69 BAB 67 Permainan
70 BAB 68 Sebuah Foto
71 BAB 69 Jawaban
72 BAB 70 Happy Day
73 BAB 71 Smell
74 BAB 72 Not Me
75 BAB 73 Memori
76 BAB 74 Awal yang Baru
77 BAB 75 Rekrutmen
78 BAB 76 Fay & Lisa
79 BAB 77 Pelatihan
80 BAB 78 I don't Know Anything
81 BAB 79 Marching Flower VS Geng NHS (1/2)
82 BAB 80 Marching Flower VS Geng NHS (2/2)
83 BAB 81 On whose side?
84 BAB 82 Memori
85 BAB 83 Di Mulai
86 BAB 84 Gelora (1/2)
87 BAB 85 Gelora (2/2)
88 BAB 86 Kelemahan
89 BAB 87 Lisa Got Caught
90 BAB 88 Rave's Reason
91 BAB 89 Bagian Yang Telah Kembali
92 BAB 90 Mess Up
93 BAB 91 Dendam Yang Tak Terbalas
94 BAB 92 Feeling Bad
95 BAB 93 Flower [End]
96 Diary Of A School Series 2
97 Informasi : Diary Of A School Series 3
98 Karya Baru, Baru Saja Liris!
Episodes

Updated 98 Episodes

1
PROLOG SERIES 2
2
BAB 1 Kepindahan
3
BAB 2 D-Day School
4
BAB 3 School Tour
5
BAB 4 Perubahan Sikap
6
BAB 5 Mood
7
BAB 6 Rahasia Terdalam
8
D'OAS SERIES 2
9
BAB 7 Real Friend
10
BAB 8 Menyapa Teman Lama
11
BAB 9 Sesuatu Yang Akan Menjadi Awal
12
BAB 10 Surat Misterius
13
BAB 11 Marching Band
14
BAB 12 Sosmed
15
BAB 13 Akhir Pekan (1/2)
16
BAB 14 Akhir Pekan (2/2)
17
BAB 15 Uluran Tangan
18
BAB 16 Haru
19
BAB 17 Anggota Baru
20
BAB 18 Bolos
21
BAB 19 Anak Nakal
22
BAB 20 Termasuk Sahabat?
23
BAB 21 Bergelut Pikiran
24
BAB 22 Merah
25
BAB 23 Kian Masa Lalu
26
BAB 24 Suspicious
27
BAB 25 Brave
28
BAB 26 Bagian Yang Hilang
29
BAB 27 Sibling?
30
BAB 28 Saling Berpikir
31
BAB 29 Past
32
BAB 30 Friendship
33
BAB 31 Sebuah Alasan
34
BAB 32 Pernah
35
BAB 33 Menarik Memori
36
BAB 34 Rumah
37
BAB 35 Cat Vs Lion
38
BAB 36 Shttt
39
BAB 37 Ujian Akhir
40
BAB 38 Bundar Kesakitan
41
BAB 39 Penjelasan
42
BAB 40 Bamm
43
BAB 41 Morning
44
BAB 42 Go for A Walk
45
BAB 43 Day With You
46
BAB 44 Suddenly
47
BAB 45 Meet Again (1/2)
48
BAB 46 Meet Again (2/2)
49
BAB 47 I Know
50
BAB 48 Envy
51
BAB 49 Defended
52
BAB 50 Love
53
BAB 51 Will Notice It
54
BAB 52 Pelaku Pertama
55
BAB 53 Posisi Yang Berbeda
56
BAB 54 Save Me
57
BAB 55 Puzzle
58
BAB 56 Dies Natalis or Not
59
BAB 57 Dies Natalis
60
BAB 58 Dies Natalis or Yes
61
BAB 59 Everything Will be Just Fine
62
BAB 60 Where are You
63
BAB 61 Sheila
64
BAB 62 NHS
65
BAB 63 Kanan
66
BAB 64 Adanya Teman
67
BAB 65 Packing
68
BAB 66 Lupakan Keluh Kesahmu
69
BAB 67 Permainan
70
BAB 68 Sebuah Foto
71
BAB 69 Jawaban
72
BAB 70 Happy Day
73
BAB 71 Smell
74
BAB 72 Not Me
75
BAB 73 Memori
76
BAB 74 Awal yang Baru
77
BAB 75 Rekrutmen
78
BAB 76 Fay & Lisa
79
BAB 77 Pelatihan
80
BAB 78 I don't Know Anything
81
BAB 79 Marching Flower VS Geng NHS (1/2)
82
BAB 80 Marching Flower VS Geng NHS (2/2)
83
BAB 81 On whose side?
84
BAB 82 Memori
85
BAB 83 Di Mulai
86
BAB 84 Gelora (1/2)
87
BAB 85 Gelora (2/2)
88
BAB 86 Kelemahan
89
BAB 87 Lisa Got Caught
90
BAB 88 Rave's Reason
91
BAB 89 Bagian Yang Telah Kembali
92
BAB 90 Mess Up
93
BAB 91 Dendam Yang Tak Terbalas
94
BAB 92 Feeling Bad
95
BAB 93 Flower [End]
96
Diary Of A School Series 2
97
Informasi : Diary Of A School Series 3
98
Karya Baru, Baru Saja Liris!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!