Selesai menanam beberapa bibit cabe. Darren dan Romy membersihkan diri mereka. Karena baju dan wajah mereka sudah di penuhi sama tanah dan juga keringat.
" Nih handuk untuk kalian" kata Vandy sambil memberikan dua handuk pada Darren.
" Makasih Om" ucap Darren.
" Om, apa kita boleh mandi di kolam berenang?" tanya Romy.
" Boleh, silakan"
" Makasih Om. Yuk Ren kita berenang" kata Romy.
" Lo aja deh Rom, gue mandi di kamar mandi aja"
" Nggak asik lo, yuk loncat" kata Romy sambil mendorong tubuh Darren ke kolam berenang.
Byuuurr.
" Romy!"
" Apaan sih teriak-teriak kek di hutan" kata Romy yang ikut nyebur juga.
" Dasar asisten nggak ada akhlak lo" kata Darren sambil me-noyor kepala Romy.
Romy yang tidak terima di toyor sahabatnya itu membalas hal yang sama. Dan terjadilah perkelahian antara dua lelaki tampan itu. Air kolam renang yang semula tenang, lumer keluar akibat pergumulan kedua lelaki tampan itu.
" Lo udah berani melawan gue ya" kata Darren sambil membenamkan kepala Romy.
Romy membalas Darren dengan menendang tubuh Darren.
" Aww.. aset gue. Romy sialan!"
Romy tertawa bahagia karena berhasil mengenai aset berharga milik sahabatnya itu. Sedangkan Darren masih meringkuk sambil memegang asetnya.
" Makanya lo jangan macam-macam ama gue"
" Untung Lo teman gue, kalau nggak kelar idup lo "
Kiran dan Nadia yang tak sengaja melihat kedua pria itu hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd kedua pria tampan itu.
" Kalian berdua sudah puas main-mainnya?" tanya Kiran pada kedua pria itu.
Darren dan Romy menoleh ke sumber suara. Alangkah kagetnya Darren melihat siapa yang lagi berdiri di pinggir kolam renang. Ide jahilnya langsung muncul di otak encernya.
" Kenapa kalian diam. Apa kalian berdua tidak mendengar apa yang saya katakan!"
" Kalau kami tidak dengar, kamu mau apa?" tanya Darren yang berenang menghampiri Kiran ke pinggir kolam.
Kiran yang tidak menyadari akal licik Darren masih berdiri di pinggir kolam renang. Darren memegang kedua kaki Kiran dan menariknya ke dalam kolam.
" Aaaaa!"
Darren tertawa lepas karena berhasil mengerjai Kiran. Begitu juga dengan Nadia dan Romy. Tapi tawa mereka hanya sebentar, karena Kiran memberikan tatapan mematikan pada mereka berdua.
" Berani sekali anda!"
Darren yang mendengar suara Kiran yang meninggi pun menghentikan tawanya. Ia melirik gadis yang ia cintai itu. Ada rasa bersalah karena sudah membuat sang pujaan hati marah.
" Sorry" ucap Darren.
Kiran tidak mengindahkan ucapan Darren. Ia berjalan menuju pinggir kolam. Namun belum sempat ia sampai di pinggir, satu tangan kokoh menahannya.
" Lepas!"
" Tidak akan, sebelum kamu mau memaafkan aku"
Kiran melepaskan tangannya dari Darren. Tapi ia justru mendapatkan pelukan dari Darren. Tubuh Kiran membeku mendapatkan pelukan yang tiba-tiba itu.
Darren memberi isyarat pada Romy untuk meninggalkan ia dan Kiran berdua di dalam kolam itu. Karena ia akan menyelesaikan masalah ini berdua saja dengan Kiran.
Romy pun mengerti maksud sahabatnya itu. Ia naik ke atas. Sampai di atas kolam, ia menarik tangan Nadia menjauh dari sana. Sekarang hanya tinggal Darren dan Kiran yang ada di dalam kolam itu. Karena tidak ada pergerakan dari Kiran barulah Darren melepaskan pelukannya.
" Sorry, karena telah lancang menyentuh mu"
Kiran menatap lelaki yang ada di hadapannya itu. Entah kenapa dia tidak tega melihat Darren dengan wajah memelas seperti itu. Kiran menghela nafasnya.
" Sudah lupakan" kata Kiran.
" Maksudnya?"
" Saya sudah memaafkan anda. Lain kali jangan bercanda seperti tadi lagi"
" Makasih karena udah mau memaafkan aku. Sekarang kita teman" kata Darren sambil mengulurkan tangannya.
" Saya tidak minat berteman dengan anda tuan"
" Kalau begitu jadilah kekasihku"
" Ngaco"
" Aku serius"
" Saya tidak minat cinta-cintaan "
" Kenapa?"
" Tidak apa-apa. Saya tidak ingin saja"
" Itu bukan jawaban"
" Terserah anda "
" Kalau terserah aku, berarti kamu harus jadi pacarku"
" Ck.. ternyata anda keras kepala juga"
" Silakan pilih, pacar atau teman"
Kiran tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi lelaki yang ada di hadapannya itu. Lelaki itu sangat keras kepala.
" Ya sudah, teman" kata Kiran sambil menjabat tangan Darren.
" Teman" kata Darren sambil tersenyum penuh arti.
Sekarang kita memang teman. Tapi jangan panggil aku tuan muda dari keluarga Narendra kalau aku tidak bisa menaklukkan hati kamu yang seperti batu itu. Bukankah cinta datang karena ada rasa nyaman, maka aku memberikan kenyamanan itu untuk mu.
" Sekarang bolehkah saya keluar dari dalam kolam ini?" tanya Kiran.
" Boleh, tapi ada satu syarat"
" Syarat?"
" Hmm"
" Sepertinya anda sudah mulai ngelunjak"
Darren tersenyum mendengar ucapan gadis kecilnya.
" Cepat katakan syaratnya"
" Nah gitu dong nurut"
" Buruan!"
" Berhenti bicara formal dengan aku"
" Ok. Udah kan? sekarang apa sudah boleh aku keluar?"
" Bareng" jawab Darren.
Sepasang anak manusia itu keluar dari dalam kolam itu. Darren senang karena sudah berhasil maju selangkah untuk dekat dengan gadisnya. Walaupun baru menjadi temannya itu tidak masalah.
" Lho adek mandi juga?" tanya Anggun yang datang entah darimana.
" Astagfirullah, mommy ngagetin aja"
" Hehe maaf"
" Mommy ngapain kesini?" tanya Kiran pada sang mommy.
" Nganterin baju ganti untuk Darren dan temannya" jawab Anggun sambil memberikan baju ganti pada Darren.
" Makasih Tante"
" Sama-sama. Adek bukannya udah mandi tadi?"
" Udah, tapi ada orang jail yang narik adek ke kolam. Jadi mandi lagi"
Anggun menggelengkan kepalanya. Dia tau apa yang terjadi sama Darren dan sang putri. Ya Anggun tak sengaja mengintip ke empat anak muda itu pas dia mau mengantarkan baju ganti tadi.
" Ya udah, sekarang adek buruan ganti baju gih. Ntar masuk angin"
" Ya Mom"
Kiran masuk kedalam rumah meninggalkan mommy-nya dan juga Darren di sana.
" Aku juga permisi mau ganti baju dulu ya Tan"
" Tunggu!"
Darren menghentikan langkahnya. " Ada apa Tan?"
" Apa kamu menyukai putri Tante?"
Deg.
Darren membeku mendengar pertanyaan dari Anggun. Ia tidak tau harus berbicara apa. Seketika nyalinya menciut.
" Apa kamu mencintai putri Tante?" tanya Anggun lagi.
" I-iya Tante. Maaf kalau aku sudah lancang mencintai putri Tante. Aku mohon jangan halangi aku untuk mendekati putri Tante"
Anggun tersenyum mendengar jawaban Darren. Dia berharap Darren bisa meluluhkan hati putrinya yang keras itu. Sudah saatnya untuk putrinya itu bahagia.
" Tante tidak akan menghalangi kamu untuk mendekati putri Tante"
" Benarkah Tan?"
" Tapi tidak mudah untuk menaklukkan hatinya"
" Itu tidak masalah Tante. Aku akan berusaha menghancurkan benteng pertahanan yang selama ini dia bangun itu"
" Tante mendukung mu"
" Terima kasih, dengan dukungan Tante ini akan menjadikan kekuatan untukku untuk menaklukkan hati nona muda itu"
" Sama-sama. Semangat Darren" kata Anggun sambil sambil berlalu pergi meninggalkan Darren.
"Restu mommy mu sudah ku dapatkan. Dengan begitu akan lebih mudah untuk menaklukkan hati kamu nona muda. Ok! misi mengejar cinta nona muda segera di mulai" kata Darren sambil menyemangati dirinya sendiri.
To be continue.
Udah vote Darren.
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Wanda Everdine Kambey
Asyikkk.. Semangat Darren, jgn konyol Kiran ga suka, yg wajar n terus terang aja... Hayuu Thor semangat dan lanjut keseruannya... Uhuuy
2022-07-09
0
Febri Ana
cusss lanjuuttt
2022-05-12
0
Bunga Tarigan
visialnya ganteng bnget tuan muda narendra
2022-04-17
0