Anggun terus memandangi wajah cantik putrinya. Dia membelai lembut rambut panjang putrinya itu. Rasanya seperti mimpi, dia bisa membelai rambut panjang milik putrinya.
Nadia ikut bahagia melihat sahabatnya kembali berkumpul dengan keluarganya. Dia sangat tau bagaimana tersiksanya Kiran menahan rindu sama keluarganya. Untuk mengurangi rasa rindunya, Kiran menyibukkan diri dengan pekerjaan.
Semoga senyum itu tidak akan pernah hilang lagi. Gumam Nadia dalam hati.
Setelah puas melepaskan rindu dengan mommy dan Daddy-nya. Kiran pamit sama mommy dan daddy-nya.
" Mom, Dad. Adek pamit ke kamar dulu ya"
" Ia sayang"
" Yuk Nad" ajak Kiran.
Ya Nadia akan tidur sekamar dengan Kiran selama mereka tinggal di sana. Karena Kiran berniat akan membeli sebuah rumah untuk dia tempati sementara waktu.
Kiran memandang kamarnya yang sudah 3 tahun dia tinggalkan. Kamar itu masih sama dengan yang dulu, tidak ada yang berubah. Mungkin sang mommy meminta bibik untuk selalu membersihkan kamarnya.
Nadia juga memandang kamar milik bos sekaligus sahabatnya itu. Kamar itu jauh berbeda dengan kamar milik Kiran yang ada di luar negeri. Di sini kamarnya lebih terlihat seperti kamar anak gadis pada umumnya. Sedangkan kamarnya yang ada di mansion nya yang ada di luar negeri, seperti kamar anak laki-laki.
" Kamarnya lebih girly ya" kata Nadia.
" Ia begitulah "
Mata Nadia tertuju pada foto Kiran dengan seorang lelaki sedang berpelukan. Dengan masih memakai seragam SMA. Dia mengambil foto itu.
" Apakah dia lelaki yang sudah menyakiti kamu?" tanya Nadia.
" Hhmm"
" Apa kamu benar-benar sudah move on dari lelaki ini?"
" Tentu saja sudah, kamu kan tau sendiri gimana aku melalui kehidupan di negeri orang"
" Aku tau. Aku yakin kamu akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari dia"
" Ck.. kamu sendiri juga masih jomlo nona" ledek Kiran.
" Ah ia, ternyata nasib kita sama"
Kedua gadis cantik itu tertawa bersama. Kiran beruntung mempunyai sahabat seperti Nadia, begitu juga sebaliknya.
" Kamu mau mandi atau langsung tidur?" tanya Kiran.
" Tidur, udah ngantuk banget soalnya"
" Baiklah, kalau gitu aku mau mandi dulu "
Kiran mengambil handuk, kemudian dia berjalan menuju kamar mandi. Dia akan membersihkan dirinya.
Setelah Kiran masuk kedalam kamar mandi, Nadia langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk itu.
" Ah nyamannya"
Tidak butuh waktu lama Nadia sudah berada di dunia mimpi. Mungkin efek lelah juga, jadi matanya lebih cepat terpejam.
Setelah 15 menit berada di kamar mandi, Kiran akhirnya keluar dari kamar mandi. Dia tersenyum melihat sahabatnya yang sudah terlelap.
Kiran mengambil pakaiannya di dalam koper. Kemudian dia pergi ke walk in closet untuk memakai pakaiannya. Setelah selesai memakai pakaiannya, dia ikut bergabung dengan Nadia.
Beda dengan Nadia, Kiran malah tidak bisa memejamkan matanya. Karena nggak bisa tidur, dia memilih untuk mengerjakan pekerjaannya.
Dia mengambil laptop, kemudian mulai mengecek email yang di kirim oleh sekretarisnya itu. Jari-jari Kiran dengan lihai menari di atas keyboard itu.
🍃🍃🍃
Darren baru sampai di mansion nya. Hari ini dia benar-benar lelah. Di tambah lagi tadi dia harus berdebat dengan wanita yang sangat menyebalkan menurutnya.
" Selamat datang tuan muda" ucap sang bibik.
" Apa Pak Tino sudah membeli boneka Pikachu terbaru?" tanya Darren.
" Sudah tuan, bonekanya juga sudah di letakkan di kamar "
" Bagus. Kalau gitu saya keatas dulu ya Bik, sekalian mau melihat bonekanya"
" Baik tuan"
Darren menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar khusus tempat menyimpan boneka berwarna kuning itu. Ya semua boneka yang ada di mansion mamanya dulu, sudah di pindahkan ke mansion miliknya.
Darren memutar handle pintu kamar itu dengan sangat pelan seakan takut membangunkan sang empunya kamar. Padahal kamar itu hanya berisi boneka Pikachu yang lucu-lucu.
Dia memandang boneka-boneka yang tertata rapi di dalam lemari berukuran besar. Boneka itu di rawat dengan sangat baik sama pelayannya. Terlihat jelas tidak ada sedikit pun debu yang menempel di boneka-boneka itu.
Darren menghempaskan tubuhnya di atas kasur king size itu. Dia menatap langit-langit kamarnya.
" Kemana lagi aku harus mencari kamu gadis kecilku" lirih Darren.
Ya tiga tahun lalu Darren mendengar dari salah satu bodyguard nya kalau gadis kecil yang di sukai pergi meninggalkan tanah air. Para bodyguard Darren tidak bisa menemukan dimana gadis kecilnya itu. Sampai sekarang dia masih tetap mencari keberadaan gadis kecilnya itu.
Tok.
Tok.
Tok.
" Tuan"
" Masuk"
Sang asisten pun masuk kedalam kamar tuannya.
" Ponsel tuan berbunyi "
Darren baru teringat kalau ponselnya tertinggal di dalam mobil. " Bawa sini"
Sang asisten menyerahkan ponsel milik tuan mudanya. Setelah itu dia pamit undur diri. Sepeninggal asistennya barulah Darren mengangkat telepon dari kekasihnya. Lebih tepatnya kekasih yang dia bayar untuk menghindari wanita-wanita yang selalu di jodohkan oleh mommy-nya.
" Hallo sayang" terdengar suara di seberang sana.
" Aku sudah pernah bilang, jangan pernah menghubungiku kalau aku lagi nggak butuh"
" Aku tau, tapi sekarang aku lagi butuh uang"
" Bukannya kemarin baru aku transfer"
" Sudah habis aku belikan sama tas keluaran terbaru"
" Ya udah, nanti aku transfer lagi"
" Makasih sayang"
Tut.
Darren membanting ponselnya ke lantai. Alhasil ponsel mahal itu hancur tak berbentuk lagi.
" Dasar wanita jal*ng! tunggu waktunya nanti. Setelah gue menemukan gadis kecilku, maka saat itulah kau akan ku tendang dari kehidupanku"
Darren berjalan menuju kamar mandi. Dia harus mendinginkan otaknya dengan air dingin. Karena kalau tidak, semua orang yang berada di mansion itu akan kena imbasnya.
Ditempat lain.
Seorang pemuda tampan masih berkutat dengan pekerjaannya. Hari ini pekerjaannya sangat menumpuk, karena kemarin dia libur untuk menemani sang kekasih jalan-jalan.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk!"
Ceklek.
" Masih sibuk ya" ucap seorang wanita.
Mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Cowok tampan itu langsung menoleh ke arah si pemilik suara. Kemudian dia tersenyum pada si pemilik suara itu.
" Kamu sudah datang sayang?"
" Seperti yang kamu lihat" jawab sang kekasih sambil berjalan menghampiri kekasihnya.
Wanita itu duduk di pangkuan sang kekasih.
" Apa kamu sudah selesai belanjanya?" tanya Daffin. Ya lelaki tampan itu adalah Daffin Putra Hermansyah.
" Sudah. Aku capek" kata sang kekasih sambil mengecup bibir kekasihnya.
" Kalau capek, bawa istirahat sayang"
" Aku mau nunggu kamu selesai bekerja"
" Kalau kamu duduk di pangkuan aku terus, kapan kerjaan aku mau selesai"
" Hehe.. maaf sayang" kata sang kekasih sambil berdiri dari pangkuan kekasihnya.
" Kamu duduk manis di sofa itu. Aku mau melanjutkan pekerjaan aku dulu"
" Hhmm"
Cewek itu duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Daffin melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
" Yank, denger-denger pebisnis yang terkenal di daratan Eropa itu datang ke Indonesia lho?" kata cewek itu.
" Benarkah?"
" Ia, kamu harus bertemu dengan pebisnis itu. Supaya perusahaan kamu tambah maju"
" Ia sayang, ntar aku minta sekretaris aku untuk menyiapkan proposal kerjasamanya"
" Lebih cepat lebih bagus sayang"
" Ia, lagipula tidak mudah menjalin kerjasama dengan perusahaan itu"
" Coba aja dulu, siapa tau berhasil"
Daffin memikirkan ucapan kekasihnya itu. Benar apa yang di bilang kekasihnya, jarang-jarang ada kesempatan seperti ini. Dia pun menghubungi sekretarisnya untuk menyiapkan proposal kerjasama dengan pebisnis muda itu.
To be continue.
Zanna Kirania Dwipangga.
Darren Evan Narendra.
Daffin Putra Hermansyah
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Rita Riau
vasual Darren mirip,,, Wang hedee
dafin,,,kayak Wylie🤔🤭
2024-01-15
0
HARTIN MARLIN
visualnya ganteng-ganteng dan cantik
2023-03-15
0
v 🍓
ahh nunu my boy 🥰🥰
2022-08-24
0