Pulang dari taman kompleks Darren dan Romy tidak langsung pulang. Mereka berdua ikut Kiran dan Nadia ke rumahnya. Walaupun tidak dapat izin dari gadis kecilnya, dia tetap pergi.
" Apa tuan muda dari keluarga Danendra tidak memiliki rumah, sehingga dia harus ikut ke rumah saya"
" Anggap saja begitu, lagi pula aku mau bertemu calon mertua"
" Ck.. sejak kapan orang tua aku jadi calon mertua Anda"
" Sejak aku sarapan di rumah mereka"
Kiran malas berdebat memilih untuk masuk kedalam rumah. Darren mengikuti dari belakang begitu juga dengan Romy dan Nadia.
" Eh ada tuan muda Darren" kata Anggun.
Darren tersenyum kemudian dia mencium tangan calon mertuanya, kemudian diikuti sama Romy.
" Pemuda ini siapa?" tanya Anggun.
" Namanya Romy Tante, dia sahabat aku"
" Oh, yuk duduk"
Darren dan Romy duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
" Mom, adek mau mandi dulu ya"
" Ia sayang, tapi cepetan ya mandinya"
" Hhmm"
Kiran berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, diikuti sama Nadia di belakang.
Sedangkan Darren mengobrol dengan calon mertuanya.
Sesampainya di kamar, Kiran tidak langsung ke kamar mandi. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Dia menatap langit-langit kamarnya.
" Kenapa tuan muda yang playboy itu selalu ngikutin aku!"
Nadia tersenyum mendengar sahabatnya menggerutu. Ia membaringkan tubuhnya di samping Kiran.
" Kenapa nggak kamu coba aja pacaran dengan tuan muda itu?"
" Jangan ngaco. Apa kamu nggak tau dia itu playboy"
" Apa kamu pernah melihat dia jalan sama wanita?" tanya Nadia sambil melirik sahabatnya itu.
" Belum"
" Walaupun diluar sana berhembus rumor tentang dia, tapi kita nggak pernah melihat dia menggandeng wanita"
Kiran berpikir. Benar juga apa yang di bilang sahabatnya itu. Apalagi sikap Darren yang terlihat cuek pada orang lain.
" Ya siapa tau dia bertemu kekasihnya dengan sembunyi-sembunyi"
" Sebelum tau kebenarannya, kamu jangan mengambil kesimpulan dulu"
" Nggak tau lah, mending aku mandi" kata Kiran sambil bangkit dari tidurnya. Kemudian ia berjalan menuju kamar mandi.
Nadia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu. Ya setiap membahas tentang cowok, sahabatnya itu selalu bersikap seperti itu. Entah sampai kapan sahabatnya akan menutup pintu hatinya.
Darren asik mengobrol dengan calon mertuanya. Mereka sudah terlihat akrab satu sama lain. Romy yang notabenenya sahabat Darren ikut senang melihat keakraban anggun dan Darren. Sama mommy-nya saja Darren tidak terlihat se akrab ini.
" Maafkan sifat Kiran ya. Dia dulu tidak seperti ini" kata Anggun.
" Nggak apa-apa Tante. Saya suka sifat Kiran yang seperti itu, daripada cewek yang bersikap lembut, tapi hatinya licik"
Anggun tersenyum mendengar ucapan Darren. Entah kenapa saat dilihat sikap dan sifat Darren mirip seperti suami dan putranya. Terlihat dingin, tapi penyayang.
" Oh iya Tan, Om Vandy kemana?"
" Kebun belakang"
" Kebun?"
" Ia, apa tuan muda tidak pernah berkebun?"
" Nggak Tante" jawab Darren tersenyum kikuk.
" Sayang sekali, padahal berkebun itu hal yang sangat menyenangkan"
Darren tambah kagum dengan keluarga Vandy. Walaupun mereka orang kaya, tapi mau melakukan pekerjaan seperti itu. Sedangkan kebanyakan orang kaya kadang malu dan juga jijik bersentuhan dengan hal-hal seperti berkebun.
" Sesekali coba kalian berdua coba berkebun"
" Nanti kita akan coba Tante"
" Apa kalian mau melihat kebun yang ada di belakang"
" Boleh Tante" jawab Darren dan Romy berbarengan.
Anggun tersenyum melihat kedua lelaki tampan yang ada di hadapannya itu. Mereka berdua terlihat sangat antusias.
" Yuk ikut Tante"
Darren dan Romy segera bangkit dari duduknya. Mereka sangat penasaran dengan kebun yang ada di belakang rumah yang mewah itu.
Kedua lelaki tampan itu berjalan mengikuti Anggun di belakang. Mereka berdua terlihat seperti bodyguard Anggun.
Sesampainya di kebun belakang. Kedua cowok tampan itu di buat takjub melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka. Berbagai macam jenis buah dan sayuran tumbuh subur di sana.
" Wow..ini sangat menakjubkan" kata Darren.
" Tu daddy-nya Kiran" kata Anggun sambil menunjuk ke arah suaminya.
Darren dan Romy mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Anggun. Kedua cowok tampan itu kaget melihat Vandy. Wajah dan tubuhnya sudah di penuhi tanah.
" I-itu Om Vandy?"
" Hhmm"
" Apa dia nggak merasa jijik Tan?"
" Dulu ia, bahkan ekspresi dia sama kek kamu sekarang ini. Bahkan daddy Kiran dulu tidak mau menyentuh peralatan kebun. Tapi karena rasa ingin tau dan penasarannya kuat, dia pun mencoba. Akhirnya kecanduan sampai sekarang" kata Anggun sambil tersenyum melihat suaminya yang sibuk menanam cabe.
Darren dan Romy juga penasaran. Mereka berdua langsung menghampiri Vandy yang sedang fokus menanam bibit cabe merah keriting.
" Om" panggil Darren.
Vandy yang mendengar suara seseorang memanggilnya pun menoleh.
" Eh, tuan muda Narendra"
" Panggil Darren aja Om"
" Ngapain kalian berdua ke sini"
" Mau liat om berkebun, sekalian belajar"
" Oh boleh, kalau kalian berdua mau belajar. Coba ambil bibit cabe yang ada di sana?"
Darren dan Romy segera mengambil bibit cabe yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.
Sampai di sana, kedua cowok tampan itu mengambil bibit-bibit cabe yang sudah tumbuh di dalam polybag itu. Mereka berdua membawa bibit cabe itu ke tempat Vandy.
" Ini Om"
" Oh iya. Sekarang kalian berdua liat cara menanamnya ya"
" Baik Om"
Vandy mengambil satu bibit cabe itu. Dia merobek polybag itu dengan pisau karter. Kedua cowok tampan itu fokus melihat tahap demi tahap cara penanaman bibit cabe itu.
" Selesai" kata Vandy saat bibit cabe itu sudah tertanam dengan sempurna di tempatnya.
Darren dan Romy bertepuk tangan.
" Om hebat" puji kedua cowok tampan itu.
" Kalian berdua mau mencoba?"
" Mau Om" jawab kedua cowok tampan itu.
Vandy tersenyum melihat kedua pemuda itu. Mereka terlihat seperti putranya dulu. Sangat bersemangat.
Darren dan Romy langsung mempraktekkan ilmu yang mereka pelajari tadi. Dengan semangat 45 mereka mulai menanam bibit cabe itu.
Darren sudah berhasil mengeluarkan bibit cabe itu dari polybag. Dia melakukan seperti apa yang dia lihat tadi. Akhirnya satu bibit cabe berhasil dia tanam.
" Ye berhasil" kata Darren sambil bertepuk tangan kayaknya anak kecil yang berhasil mengerjakan tugasnya.
Anggun dan suaminya tersenyum melihat tingkah Darren yang seperti anak kecil. Begitu juga dengan Romy. Dia tidak menyangka bos sekaligus sahabatnya itu bisa bersikap kekanak-kanakan seperti itu.
" Om aku berhasil" kata Darren bangga.
Ada kepuasan tersendiri bagi Darren setelah berhasil menanam bibit cabe itu. Rasanya lebih menyenangkan daripada memenangkan tender proyek yang harganya miliaran rupiah.
Dari kejauhan seorang wanita cantik tersenyum melihat tingkah Darren yang seperti bocah itu. Ia kagum dan juga tak menyangka cowok tampan itu mau melakukan pekerjaan seperti itu.
To be continue.
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian ya Reader terzayang 😉😉
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
andi hastutty
mulai nih curi curi pandang gadis kecil hahhahaha😍
2022-08-18
0
andi hastutty
mulai nih curi curi pandang gadis kecil hahhahaha
2022-08-18
0
Wanda Everdine Kambey
Siappp Thor... Mkn seru.. Asyikk nie ada hiburan lagi...
2022-07-09
0