Darren selalu mengikuti kemana saja Kiran pergi. Dan itu tentu saja membuat Kiran risih. Apalagi sekarang mereka jadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.
" Tuan bisakah anda berhenti mengikuti saya?"
" Tidak"
" Kalau anda tidak ada kerjaan, biar saya berikan anda kerjaan. Daripada anda mengikuti saya terus"
" Saya tidak kekurangan uang, jadi saya tidak memerlukan pekerjaan itu"
" Kalau begitu berhentilah mengikuti saya!"
" Jangan galak-galak gadis kecilku"
" Dasar gila!" kata Kiran sambil menjauh dari Darren.
" Kamu tambah cantik kalau lagi kesal begitu gadisku" entah kenapa hari ini Darren sangat senang melihat gadis kecilnya kesal. Ingin rasanya dia mengurung gadis kecilnya itu.
Mungkin ini akan menjadi kebiasaannya yang menyenangkan ketika bersama dengan Kiran nanti. Membayangkannya saja, sudah membuat Darren senyum-senyum sendiri.
( Author: Mungkin Darren benar-benar sudah gila😂😂).
Dari kejauhan ada seorang lelaki yang merasa tidak suka melihat interaksi antara Kiran dan Darren. Entah mengapa hatinya terasa sakit melihat itu semua.
" Sayang, kamu disini" kata Monica.
" Ia, kenapa?"
" Mama kamu cariin tu"
" Ngapain?"
" Mana aku tau lha"
Daffin beranjak dari tempat duduknya. Padahal dia masih mau melihat Kiran, tapi ada aja yang menganggu. Monica mengikuti Daffin di belakang. Tapi langkahnya terhenti melihat laki-laki yang sangat dia kenal bersama dengan Kiran.
Ingin rasanya dia menghampiri lelaki itu. Tapi sekarang dia sedang di acara pernikahan kakak sang kekasih, jadi terpaksa dia mengurungkan niatnya.
" Awas kau cewek manja, berani sekali kau menggoda kekasihku"
Daffin sedang melakukan sesi foto bersama dengan keluarga besarnya. Dia terlihat tidak bersemangat, bayang-bayang Kiran ngobrol dengan lelaki begitu intens menurutnya. Bahkan laki-laki itu berbisik di telinga Kiran.
" Huh" Daffin menghela nafasnya.
" Kamu kenapa?" tanya Monica.
" Nggak apa-apa"
" Terus kenapa kamu menghela nafas kek tadi"
" Dada ku sakit"
" Sakit? apa kita perlu ke dokter?" kata Monica cemas.
Dokter tidak akan bisa menyembuhkan rasa sakit di dada aku ini.
" Kenapa kamu diam aja?" tanya Monica.
" Terus aku harus gimana?"
" Kok aku merasa kamu itu agak aneh ya "
" Aneh gimana?"
" Ia, semenjak bertemu gadis manja itu. Apa kamu sudah jatuh hati sama dia?"
" Ya nggak lha. Aku kan cintanya cuma sama kamu" kata Daffin.
" Aku juga cinta sama kamu"
Daffin memeluk tubuh kekasihnya itu. Dan itu dilihat jelas oleh Kiran. Tapi tidak ada rasa jealous sedikit pun, malahan dia jijik melihat sepasang kekasih itu.
" Apa kamu mau dipeluk juga gadis kecilku?"
Ya Darren melihat Kiran memperhatikan kedua anak manusia yang sedang berpelukan itu. Jadi dia ingin menggoda gadis kecilnya itu.
" Tidak"
" Kalau kamu mau, aku dengan senang hati melakukannya untuk kamu"
Kiran merasa hidupnya tidak akan tenang. Karena lelaki yang ada di sampingnya itu akan selalu mengikuti kemana pun dia pergi.
" Mau kemana?" tanya Darren yang melihat gadis kecilnya beranjak dari tempat duduknya.
" Toilet, mau ikut?"
" Boleh"
Kiran kaget mendengar jawaban Darren. Dia tidak menyangka lelaki itu juga mau ikut ke toilet bersama dengannya.
" Saya pergi sama sahabat saya aja" kata Kiran sambil menarik tangan sahabatnya.
" Tadi nawarin, tapi kok pergi sama sahabat"
Kiran terus saja menarik tangan sahabatnya, tanpa mempedulikan ocehan Darren. Nadia hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya dengan Darren.
" Kenapa kamu senyum-senyum gitu?" tanya Kiran.
" Bukankah kalian berdua cocok"
" Cocok dari Hongkong"
" Kejauhan atuh Hongkong. Eh tunggu, bukannya tadi kamu bilang mau ke toilet. Tapi ini kok ke taman"
" Aku dari awal emang mau ke taman"
" Jadi kamu bohongin tuan Darren?"
" Ia, habisnya dia ngikutin aku mulu"
Tawa Nadia pun pecah. Dia tau gimana risih nya sahabatnya itu. " Dia suka sama kamu Kiran"
" Ngaco kamu"
" Beneran, lagipula kalian berdua cocok"
" Jangan mengada-ada kamu"
" Beneran. Coba kamu liat cara di memandang kamu"
" Sudahlah, lagian dia juga sudah punya pacar. Apa kamu lupa?"
" Benar, tapi selagi janur kuning belum melengkung apa salahnya"
" Kamu nyuruh aku buat jadi pelakor" Ya sekarang Kiran sudah tau arti dari pelakor dan juga pebinor.
" Bukan"
" Aku nggak ingin melihat ada wanita yang tersakiti lagi Nad. Karena aku tau gimana sakitnya di tinggal sama orang yang kita cintai"
" Maaf" ucap Nadia.
" Kenapa kamu minta maaf, aku nggak apa-apa"
" Aku cuma ingin melihat kamu bahagia Kiran"
" Terima kasih, aku juga ingin melihat kamu bahagia dan punya pacar. Bukankah kamu udah lama menjomblo?"
" Sesama jomlo jangan menghina" kata Nadia.
Kedua wanita cantik itupun tertawa bersama. Mereka asik bercanda dan juga tertawa. Sedangkan didalam, Darren sudah pusing karena gadis kecilnya belum juga kembali.
" Kenapa dia lama banget di toiletnya. Apa gue susul aja ya"
" Lo kenapa kek cacing kepanasan gitu?" tanya Romy.
" Gadis kecil gue belum balik dari toilet"
" Terus lo mau nyusul dia ke sana?"
" Rencananya sih gitu"
" Jangan gila kamu"
Pletak.
" Dasar asisten nggak ada akhlak, beraninya bilang bos sendiri gila. Apa kamu udah bosan hidup, Hah!"
" Habisnya lo ngomongnya rada aneh"
" Berani bilang gue gila dan aneh lagi, gue kirim lo ke kutub Utara"
Romy yang mendengar kata kutub Utara itu langsung terdiam. Karena dia tau Darren tidak pernah main-main dengan omongannya. Dulu aja dia pernah mau di kirim ke Afrika untuk mengasuh anak jerapah.
Darren beranjak dari kursinya. Ini sudah terlalu lama gadis kecilnya itu pergi. Jadi dia memutuskan untuk menyusulnya ke toilet. Dia tidak memikirkan apa yang akan dipikirkan oleh orang lain padanya. Bagi dia sekarang adalah pergi menyusul gadis kecilnya.
Benar saja, sampai di depan toilet wanita. Darren menjadi pusat perhatian cewek-cewek yang baru keluar dari toilet. Mereka memandang Darren dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
" Apa kalian lihat-lihat. Saya kesini mau mencari pacar saya. Dari tadi dia ke toilet, tapi belum balik-balik"
Para wanita itu hanya diam dan tak menanggapi omongan Darren. Mereka memilih untuk pergi dari sana.
" Kenapa gue harus menjelaskan sama mereka ya" kata Darren setelah cewek-cewek itu pergi.
Tak berselang lama pintu toilet terbuka, Tapi yang keluar bukan Kiran.
" Sayang, kenapa kamu ada disini? apa kamu nungguin aku?" tanya seorang wanita yang baru keluar dari toilet itu.
" Ck..jangan ge'er lo"
" Udah ngaku aja, kamu kangen kan sama aku?"
" Mimpi! lo kenapa ada disini, Monica?"
Ya wanita yang baru keluar dari toilet itu adalah Monica, kekasih bayaran Darren.
" Tentu saja aku ada disini, karena ini acara pesta pernikahan kakak sahabat aku"
" Apa kamu melihat gadis cantik di dalam toilet?"
" Cewek cantik?"
" Hhhmm"
Monica tersenyum. " Apa kamu buta sayang. Cewek cantik di pesta ini kan cuma aku"
" Ck..pede banget lo. Ya udah, kalau emang nggak ada gue mau pergi dulu"
" Eits.. nggak boleh pergi" kata Monica sambil menahan tangan Darren.
" Lepasin tangan gue"
" Nggak, sebelum kamu cium aku"
" Lo mau dicium"
Monica dengan cepat menganggukkan kepalanya. Kapan lagi bisa menikmati bibir seksi dan sensual itu. Ya selama jadi pacar bayaran Darren, dia belum pernah sekalipun di sentuh oleh lelaki tampan nan dingin itu.
" Pejamkan mata lo"
" Kok pake pejam mata segala?"
" Mau di cium nggak nih"
" Ya mau lha"
" Makanya buruan pejamkan matanya"
Monica tersenyum. Dia segera memejamkan matanya. Setelah menunggu sekian purnama, akhirnya dia bisa merasakan lembutnya bibir Darren.
Darren segera pergi dari sana. Dia tidak ingin mencium wanita jal*ng itu. Karena bibir dan tubuhnya hanya milik gadis kecilnya. Hanya dia yang boleh menikmati semua yang ada pada dirinya. Bukan wanita jal*ng itu.
To be continue.
Udah hari Senin nih. Darren minta vote dan hadiahnya boleh dong 😉😉
Darren.
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Enung Samsiah
knpa sidaren mau punya pacar bayaran simonoka,,,, iiih,,, jijiknyaaaaa,,
2024-01-14
0
Enung Samsiah
monika menang dah jdi pacar davin pacar darren pula,,, ntar ditinggalin dua-duanya,,,,
2024-01-14
0
HARTIN MARLIN
ayo kejar teh Kiran nya
2023-03-19
0