Selesai berbelanja dan juga makan Kiran dan Nadia memutuskan untuk pulang. Kedua cewek cantik itu berjalan menuju parkiran. Sampai di parkiran Kiran merasa seperti ada yang mengawasi mereka.
" Princess kamu merasa ada yang ngikutin kita nggak sih?" tanya Nadia.
" Ternyata kamu merasakannya juga ya"
" Ia dong, sepertinya ada yang mau main-main sama kita"
" Biarkan saja kita ikuti permainan mereka, lagipula aku sudah lama nggak mukul orang" kata Kiran dengan senyum smirk nya.
" Kamu nyeremin deh kalau senyum kek gitu"
" Yuk jalan, nanti kamu cari jalan yang agak sepi supaya rencana mereka berjalan dengan mulus" kata Kiran.
" Ck... bukan rencana mereka yang akan berjalan mulus, tapi rencana kamu" kata Nadia sambil melajukan mobilnya.
Kiran hanya tersenyum mendengarkan ucapan sahabatnya itu. Emang benar apa yang di katakan sahabatnya itu. Dia akan menggiring mangsanya ke tempat yang benar.
Benar saja saat Nadia melajukan mobilnya, ada satu mobil yang mengikuti mobil mereka. Kedua gadis cantik itu tersenyum, akhirnya ikan memakan umpannya.
Nadia melajukan mobilnya ke jalan yang agak sepi. Karena emang seperti itu rencana dari sahabatnya. Dia hanya mengikuti skenarionya saja.
Saat mereka sudah berada di jalan yang sepi. Mobil di belakang itu langsung menyalip mobil Kiran. Nadia merem mendadak mobilnya, karena mobil itu berhenti tepat di depan mobil mereka.
Para penjahat itu keluar dari dalam mobil. Salah satu dari mereka datang menghampiri mobil Kiran.
" Keluar!" teriak penjahat itu.
" Mangsa datang sendiri Nad" ucap Kiran sambil tersenyum pada sahabatnya.
" Silakan dimulai pertunjukannya Dewi kematian" kata Nadia.
" Tentu saja. Kamu duduk manis saja di sini"
" Siap Dewi"
Kiran membuka pintu mobilnya agak keras, hingga penjahat tadi itu terlempar kebelakang. Karena hantaman pintu mobil Kiran.
" Ups.. Ada orang ternyata" kata Kiran setelah keluar dari mobil.
Para penjahat itu melongo melihat gadis yang keluar dari mobil itu. Kalau orang lain mungkin sudah takut melihat pria bertubuh kekar yang ada di depannya, tapi tidak dengan Kiran. Dia tetap tenang.
Salah satu penjahat yang tersungkur tadi bangkit kembali. Dia berjalan menuju tempat teman-temannya.
" Hei gadis kecil!"
Kiran melihat ke kiri dan ke kanan mencari gadis kecil yang di maksud oleh penjahat itu. Tapi tidak ada satu orang pun di sana selain dirinya dan para lelaki berbadan kekar itu.
" Anda memanggil saya?"
" Ia, kau! emang siapa lagi"
" Saya bukan anak kecil. Apa kalian tidak melihat tubuhku sebesar ini"
" Jangan banyak bacot lo! cepat serahkan nyawa lo"
" Uuuhh sadis amat. Tapi kalau kalian bisa coba saja" tantang Kiran.
" Hei kalian! cepat serang gadis kecil itu"
Beberapa orang lelaki berbadan kekar itu maju, kemudian mulai menyerang Kiran. Tentu saja Kiran tidak tinggal diam, dia mencoba menghindar. Alhasil para penjahat itu hanya mengenai angin saja.
Para penjahat itu tambah emosi, karena serangan mereka tidak ada yang mengenai Kiran. Sedangkan Kiran hanya tersenyum melihat ekspresi para penjahat itu.
" Apa cuma segitu kemampuan kalian?" ledek Kiran.
Penjahat itu merasa terhina karena ucapan Kiran. Yang tadinya maju cuma 5 orang, sekarang mereka maju secara bersamaan dan menyerang Kiran dengan membabi buta.
Kiran agak kesusahan bergerak karena dia memakai rok selutut. Tanpa pikir panjang, dia langsung merobek roknya itu dan menyisakan celana pendek di atas lutut.
Sebenarnya Kiran juga tidak ingin para penjahat itu melihat pahanya. Tapi mau gimana lagi, dia terpaksa. Kalau tidak dia akan susah bergerak karena rok yang dia pakai.
Setelah roknya tersingkir, Kiran pun mulai beraksi. Karena tidak ada lagi yang menghalangi pergerakannya. Dia dengan lincahnya membalas serangan para penjahat itu.
Tidak jauh dari tempat Kiran berkelahi, ada seorang lelaki tampan yang shock melihat gadis kecilnya merobek roknya, sehingga menampakkan pahanya yang putih mulus tanpa cela. Bukan cuma itu dia juga tidak menyangka gadis kecilnya itu bisa berkelahi.
" Kamu memang selalu penuh kejutan" kata Darren.
Ya pemuda tampan itu adalah Darren. Dia tidak sengaja melewati jalan itu. Karena dia melihat mobil yang sangat familiar berhenti di sana, alhasil Darren pun memberhentikan mobilnya tidak jauh dari mobil itu. Tapi sampai di sana dia dikejutkan sama pemandangan yang ada didepannya sekarang ini. Dia melihat gadis kecilnya di keroyok para penjahat.
Darren tersenyum melihat para penjahat itu sudah mulai kelelahan. Serangan mereka juga tidak ada yang mengenai gadis kecilnya.
" Kamu memang cocok bersanding denganku gadis kecil"
Kiran tidak mau membuang-buang waktu lagi. Dia melakukan serangan terakhirnya. Dia membuat gerakan memutar, dengan satu serangan itu semua pria penjahat itu langsung terkapar di jalan aspal itu.
Kiran menghampiri bos penjahat itu, kemudian dia menginjak perut laki-laki itu. Karena kuatnya injakan kaki Kiran pria itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.
" Bilang sama orang yang membayar kalian. Kalau dia mau ngirim mainan untukku lagi? kirim yang banyak dan pastikan mainannya itu kuat, kalau tidak! aku sendiri yang akan menjadikannya samsak tinjuku" kata Kiran sambil mengangkat kakinya dari tubuh pria itu.
Para penjahat itu tidak bisa melawan lagi. Karena tubuh mereka seakan remuk karena serangan yang di berikan gadis kecil itu. Mereka tidak menyangka kalau yang mereka lawan itu adalah iblis berwujud manusia.
" Satu lagi, titip salam ku untuk orang yang sudah membayar kalian. Salam dari Dewi kematian" kata Kiran sambil berlalu pergi meninggalkan penjahat itu.
Kiran masuk kedalam mobil. Mobil mewah itu melaju meninggalkan para penjahat yang sudah terkapar dan tidak berdaya itu.
Darren hanya memandang kepergian mobil gadisnya. Setelah mobil gadisnya menjauh, dia turun dari mobil dan menghampiri para penjahat itu. Para penjahat itu heran melihat ada lelaki tampan yang menghampiri mereka.
" Siapa orang yang membayar kalian?" tanya Darren to the point.
" Emang kau siapa?" tanya balik bos penjahat itu.
" Malaikat maut" jawab Darren.
Bos penjahat itu tertawa mendengar ucapan Darren. Dia menatap Darren dengan tatapan meremehkan.
" Kalau kami tidak mau memberi tau, kau mau apa!"
Darren langsung mencekik leher penjahat itu. Bos penjahat itu berusaha melepaskan cengkraman tangan Darren dari lehernya, tapi tidak bisa. Karena cengkraman tangan Darren sangat kuat.
" Kalau kau tidak mau memberi tau, maka jangan salahkan saya kalau kau akan kehilangan nyawa mu"
" Ba-baik a-akan sa-saya be-beri Ta-tau" kata bos penjahat itu dengan terbata-bata.
Darren pun melepaskan cengkraman tangannya dari leher lelaki itu.
Uhuk...uhuk
" Cepat beri tau, karena waktuku tidak banyak"
" Kau harus janji dulu tidak akan membunuhku"
" Berani sekali kau memberikan persyaratan kepadaku!"
" Kalau kau tidak mau, aku tidak akan memberi Taukan mu siapa orang yang sudah menyuruh kami"
" Baiklah, saya tidak akan membunuh mu"
" Monica, dialah orang yang menyuruh kami melenyapkan gadis tadi"
" Monica?"
" Ia, bahkan dia akan mentransfer sisa pembayarannya pada kami, jika kami berhasil membunuh gadis itu"
Darren mengepal tangannya menahan emosi. Dia tidak akan melepaskan wanita jal*ng itu. Berani sekali dia menyentuh gadisnya.
" Baiklah, kali ini kalian ku ampuni. Tapi jika kalian masih menuruti perintah wanita itu. Maka saya sendiri yang akan melenyapkan kalian!" kata Darren sambil pergi meninggalkan penjahat itu.
Para penjahat itu susah payah menelan ludahnya mendengar ucapan Darren tadi. Mereka merasa sial hari ini, karena bertemu dengan sepasang iblis.
To be continue.
Udah up dua nih. Kasih kopinya boleh dong🤗🤗
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
HARTIN MARLIN
lebih baik kalian berhenti saja jadi bayaran dari Monica
2023-03-19
0
andi hastutty
good
2022-08-18
0
Wanda Everdine Kambey
Mantaps beladiri kiran bkn gadis manja, nunggu Darren dg beladirinya.. Monica mantaps cari lawan
2022-07-09
0