Suasana di ruang makan menjadi menyenangkan, karena perdebatan Darren dan juga Kiran. Anggun dan yang lain hanya jadi penonton dan pendengar saja.
" Om bisa katakan pada nona muda untuk tidak membatalkan kerjasamanya secara sepihak dan menurut saya agak sedikit kejam"
Kiran kaget mendengar ucapan Darren, bisa-bisa cowok tidak kompeten itu ngadu pada Daddy-nya.
" Benar itu Dek, yang dibilang sama Darren?" tanya Vandy.
" Ia Dad"
" Tu benar kan Om"
" Apa alasannya adek membatalkan kerjasamanya?"
" Dia datang terlambat Dad"
" Aku kan juga sudah jelaskan kenapa aku bisa terlambat"
" Saya itu suka on time, kalau janji temunya jam 9, ya jam 9 datangnya"
" Ya kan macet"
" Jangan macet yang di jadikan alasan. Bilang aja anda telat bangun"
" Nggak lah, aku itu nggak pernah telat bangun" protes Darren.
" Sudah-sudah, sekarang lanjutkan dulu sarapannya. Masalah kerjasamanya bisa di bicarakan nanti" kata Anggun.
Darren dan Kiran menghentikan perdebatan mereka. Karena ratu singa sudah bicara, kalau tidak ingin kena amukannya jadi harus manut. Mereka sarapan dengan tenang dan hikmat.
Selesai sarapan Darren berpamitan sama pasutri yang tak lama lagi akan jadi calon mertuanya itu. Karena asistennya sudah datang menjemput.
" Nggak ngobrol dulu kita tuan muda" tawar Vandy.
" Terima kasih Om, lain kali saja kita ngobrol-ngbronya. Soalnya pagi ini saya ada meeting"
" Baiklah, kapan-kapan main kesini ya"
" Siap Om. Makasih udah bolehin sarapan disini"
" Santai aja"
Vandy dan Anggun mengantarkan Darren ke depan pintu. Sedangkan Kiran dan Nadia membereskan meja makan.
" Jalan dulu ya Om. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Darren masuk ke dalam mobilnya. Setelah bosnya duduk dengan baik, barulah Romy melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Vandy.
" Pagi-pagi lo udah bertamu aja ke rumah orang?" kata Romy di sela menyetir.
" Gue bukan bertamu ke rumah orang lain, tapi ke rumah calon mertua gue"
" Mertua apaan, sama anaknya aja lo dibilang nggak kompeten"
" Gue bakal buktiin sama lo, kalau gue bisa menaklukkan hati nona muda itu"
" Coba saja kalau bisa"
" Ok, siapa takut"
Saat sedang asik ngobrol dengan sahabatnya, tiba-tiba ponsel Darren berbunyi. Dia mengambil ponselnya yang ada di saku jasnya.
Kening Darren berkerut melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
" Siapa?" tanya Romy.
" My Mom"
" Angkatlah "
Darren menggeser tombol hijau yang ada di sana.
" Hallo, assalamualaikum Mom"
" Wa'alaikum salam. Kamu lagi dimana?"
" Di jalan Mom, why?"
" Mommy sekarang ada di kantor kamu nih, bersama Monica"
" Ngapain mommy ke kantor aku?"
" Ada yang mau mommy bicarakan, cepat kesini. Kalau tidak mommy akan kacau kan ruangan kamu"
" Ia Mom"
Tut.
Telpon di tutup sepihak oleh sang mommy.
" Sialan!" umpat Darren.
" Lo kenapa?"
" Wanita jal*ng itu ada di kantor gue"
" Ngapain dia di sana?"
" Mana gue tau. Dia datang sama nyokap gue"
" Ada maunya tu betina " kata Romy.
" Mungkin. Awas aja kalau dia ngomong yang aneh-aneh"
" Makanya lo harus cepat buang iblis betina itu"
" Ia, ntar gue urus wanita jal*ng itu"
Tak terasa mobil mewah itu sampai di parkiran khusus CEO. Setelah memarkirkan mobilnya, kedua cowok tampan itu berjalan memasuki kantor.
Di lobi para karyawan membungkukkan badan memberi hormat saat berpapasan dengan Presiden direktur perusahaan itu.
Darren masuk kedalam lift khusus untuk dirinya dan juga sang asisten. Lift naik ke atas menuju lantai tempat dimana ruangannya berada.
Ting.
Pintu lift terbuka tepat di lantai 20. Darren berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Romy sang asisten.
" Pagi Pak" sapa sekretaris Darren.
" Pagi, apa mommy saya ada di dalam"
" Ia Pak, Nyonya besar datang dengan seorang wanita"
" Baiklah, tolong reschedule pekerjaan saya"
" Baik Pak"
Setelah memberikan titah pada sekretarisnya Darren masuk kedalam ruangannya, diikuti sama Romy di belakang.
" Sayang kamu sudah datang" kata Monica sambil menghampiri kekasihnya.
" Hhmm"
" Cepat duduk sini, ada yang mau mommy bicarakan"
Darren duduk di sebelah sang mommy, Monica duduk di samping Darren. Sedangkan Romy duduk di seberang Monica.
" Mau bicara apa Mom?"
" Kapan kalian berdua akan menikah?" tanya sang mommy to the point.
" Menikah?" tanya Darren.
" Ia menikah"
Najis banget nikah sama wanita jal*ng kek gitu.
" Kenapa diam?" tanya sang mommy lagi.
" Aku belum kepikiran untuk ke sana Mom"
" Kenapa belum? mommy rasa umur kamu sudah cukup untuk menikah, lagipula mommy sudah tidak sabar mau menggendong cucu"
" Mom, sebenarnya aku sama Monica nggak pernah pacaran"
Monica kaget mendengar ucapan Darren.
" Apa maksud kamu Darren ?" tanya sang mommy.
" Gini Mommy, aku pacaran sama Monica hanya pura-pura aja. Aku itu mau manas-manas in kekasih aku yang ada di luar negeri" bohong Darren.
" Terus?"
" Aku bayar Monica untuk jadi pacar aku"
" Bohong itu Tante. Darren! kamu jangan kek gitu, jelas-jelas kita saling mencintai. Tapi sekarang kamu bilang aku kekasih bayaran kamu"
Clarissa dibuat pusing sama ucapan putranya itu. " Sekarang kekasih kamu itu dimana Darren?"
" Di Indonesia Mom. Bahkan tadi aku sempat sarapan di rumah calon mertua aku?"
" Bohong itu Tante. Darren hanya mau menunda-nunda pernikahan aja "
" Kalau mommy nggak percaya, tanya aja sama Romy" kata Darren.
" Benar apa yang di bilang sama Darren Rom?"
" Benar Tante, bahkan saya tadi yang menjemput Darren di sana"
" Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Monica.
" Kita putus, lagipula aku udah memenuhi kebutuhan kamu selama ini"
" Nggak! aku nggak mau putus sama kamu!" kata Monica.
" Oh nggak mau putus, apa gue harus bilang sama kekasih lo. Kalau lo selingkuh di belakang dia" bisik Darren.
Deg.
Darimana Darren tau kalau aku sudah punya kekasih?. Nggak! aku nggak boleh putus sama Darren.
" Jadi mommy jangan paksa aku untuk menikah dengan Monica"
" Kamu bawa dulu pacar kamu itu ke mansion utama, setelah itu baru kita buat keputusan"
Mamp*s! gimana mau bawa dia ke mansion. Di dekati aja dia marah. Oh God tolonglah hamba mu yang tampan ini.
Monica tersenyum penuh kemenangan. Dia tau Darren berbohong pada mommy-nya.
" Benar kata mommy kamu, kalau kamu sudah berhasil membawa kekasih mu ke mansion dan mengenalkan sama aku juga, maka aku mau putus sama kamu"
" Bisa nggak bisanya aku bawa kekasih aku ke mansion, tidak akan mempengaruhi keputusan aku untuk putus dengan kamu"
" Mommy setuju dengan Monica, kamu harus bawa kekasih kamu dan kenalkan sama mommy dan juga Monica. Setelah itu kalian baru boleh putus"
" Nggak bisa gitu dong Mom" protes Darren.
" Kalau kamu emang punya kekasih, kenapa kamu harus takut" kata Monica.
" Siapa bilang gue takut"
" Kalau emang kamu nggak takut, bawa dan kenalkan aku dan juga mommy kamu" tantang Monica.
" Ok, secepatnya gue akan kenalkan dia sama lo. Karena hanya dia yang pantas jadi menantu keluarga Danendra" kata Darren.
" Kalau gitu mommy pergi dulu, kamu lanjutkan pekerjaan kamu. Mommy nggak akan ganggu. Yuk Monica kita pergi"
Clarissa dan Monica pergi meninggalkan ruangan Darren. Setelah mommy-nya menghilang di balik pintu, Darren langsung membanting guci yang ada di ruangannya.
" Brengs*k! dasar wanita jal*ng" umpat Darren.
" Sabar bro"
" Sabar lo bilang, wanita iblis itu berani provokasi gue"
" Lo harus tenang, sekarang kita harus pikirkan cara untuk membujuk nona muda dari keluarga Dwipangga itu supaya mau kerjasama sama lo"
" Lo benar juga, gue harus secepatnya menaklukkan hatinya"
" Kelamaan nunggu elo bisa menaklukkan hatinya"
" Terus gimana?"
Romy membisikkan sesuatu ke telinga Darren.
" Gila lo. Nggak! gue nggak mau ngikutin saran Lo yang jelek itu"
" Daripada lo dinikahkan dengan iblis betina itu"
" Gue akan pikirkan cara lain"
" Pake cara yang gue bilang tadi aja"
" Ogah"
" Ya udah, sekarang lo pikir aja sendiri. Gue mau balik ke ruangan gue dulu" kata Romy sambil berlalu meninggalkan ruangan kerja bosnya itu.
To be continue.
Apakah Darren akan mengikuti saran yang diberikan Romy padanya?
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Alejandra
Emang keluarganya nggak nyelidiki dulu siapa calon mantunya. Emang kemaren ortunya Darren nggak ke pesta Tristan dan Gian kemaren, seharusnya nggak susah gitu kan...
2024-11-21
0
Enung Samsiah
massa darren kalah sm Monika,, buang aje kelauut,,,
2024-01-14
0
Masy Udah
sesulit itukah kau ngadepin Monika derren,emang Lo gk punya kartu as buat bikin dia gak macam2
2022-08-23
0