Darren benar-benar membuktikan ucapannya pada sang gadis. Dia masak berbagai macam olahan dari laut. Mulai dari udang saus Padang, cumi goreng crispy, dan capcay.
" Selesai" kata Darren setelah memindahkan masakan terakhir ke piring.
Pria tampan itu membuka apron yang dia pakai tadi. Setelah itu dia membawa satu persatu makanan yang dia masak tadi ke meja tempat dimana gadis kecilnya berada.
Wangi masakan yang Darren bawa, memenuhi indra penciuman Kiran. Dia terpaku melihat semua makanan yang ada di depannya. Sepertinya makanan itu enak, tapi harumnya masakan itu belum tentu rasanya enak.
" Yuk makan?" ajak Darren.
Kiran masih menatap makanan yang menggoda iman itu. " Anda nggak kasih racun kan dalam masakan ini?"
Darren tersenyum mendengar pertanyaan gadis kecilnya. Dia memasukkan satu cumi crispy ke dalam mulutnya, kemudian mengunyah dengan perlahan.
" Gimana? aku nggak matikan?"
" Hhhmm"
" Yuk makan"
Kiran mau mengambil nasi, namun Darren sudah mengambilkannya lebih dulu.
" Makan yang banyak supaya badan kamu berisi nggak kurus kek gini" cicit Darren sambil memberikan piring yang sudah berisi nasi pada Kiran.
" Ternyata kamu bawel juga ya, kek emak-emak kompleks"
" Cepat makan, ntar keburu makanannya dingin"
Kiran memasukkan suapan pertamanya kedalam mulutnya. Saat makanan itu menyentuh lidahnya matanya membulat sempurna. Masakan yang dibuat Darren sangat enak dan cocok dengan lidahnya.
" Gimana?"
" Mmm.. lumayan"
" Kalau gitu aku harus belajar lagi, supaya masakan aku benar-benar terasa enak di lidah kamu"
Kedua insan itu menikmati makan malam mereka dengan sangat hikmat. Tak berselang lama makanan yang ada di piring mereka berdua habis tak bersisa.
" Udah malam, yuk aku antar kamu pulang"
" Hhmm"
Darren membukakan pintu untuk gadisnya. Setelah itu dia mengitari mobilnya, setelah itu barulah dia masuk kedalam mobil. Dia melajukan mobilnya meninggalkan restoran miliknya.
" Kalau boleh tau yang menikah tadi siapanya kamu?"
" Abang"
" Terus laki-laki yang berpelukan tadi siapa?"
" Bukan siapa-siapa"
" Syukurlah, kalau nggak aku bisa cemburu"
" Cemburu?"
" Hhmm"
" Tuan, anda itu bukan siapa-siapa saya. Jadi kenapa anda harus cemburu"
" Siapa bilang aku bukan siapa-siapa kamu, aku lelakimu"
Kiran menutup mulutnya, supaya tawanya tidak pecah. Ucapan Darren tadi sungguh membuatnya geli.
" Anda jangan mengada-ada tuan"
" Kamu wanitaku dan aku lelakimu, cocokkan"
" Cocok di mimpimu"
" Sekarang tidak apa-apa hanya di mimpi. Tapi aku akan membuat mimpi itu menjadi kenyataan"
" Coba saja kalau anda bisa. Karena tidak akan ada yang bisa menembus benteng pertahanan yang saya buat"
" Aku akan menghancurkan benteng pertahanan kamu. Karena batu yang keras saja jika selalu ditetesi air pasti akan berlubang bahkan hancur. Begitu juga dengan benteng pertahanan kamu"
" Kita lihat saja nanti"
" Ok! jika aku berhasil, kamu harus jadi milikku"
Kamu tidak tau seberapa kuat benteng pertahanan ku. Aku takut nanti kamu akan kecewa.
Tanpa terasa mobil mewah milik Darren sampai di depan pintu gerbang rumah Vandy.
" Kita sudah sampai"
" Saya turun dulu"
" Apa kamu tidak mengizinkan aku untuk mengantarkan kamu sampai ke depan pintu utama rumah kamu"
" Tidak, mungkin lain kali"
" Baiklah, selamat malam"
" Hhmm"
Darren melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Vandy. Setelah mobil Darren sudah tak terlihat lagi, barulah Kiran masuk kedalam rumah.
Sepanjang perjalanan Darren selalu tersenyum. Dia bertekad akan mengejar cinta nona muda yang Arrogant itu. Langkah awal yang akan dia lakukan nanti adalah, menghancurkan benteng pertahanannya. Setelah itu pelan-pelan, dia akan mengisi hati wanita itu dengan namanya.
Kita akan lihat nanti nona muda, aku akan menghancurkan benteng pertahanan kamu itu.
Darren sampai di mansion miliknya. Dia memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Di depan pintu masuk mansion, para bodyguardnya sudah berbaris dengan rapi, menyambut kedatangan bos mereka.
" Selamat datang tuan muda"
" Hhmm"
Darren masuk kedalam mansion. Kepala pelayan menyambut kedatangan tuan mudanya itu.
" Apa tuan muda mau makan?"
" Tidak! saya sudah makan di luar. Bagaimana boneka milik calon istri saya?"
" Keadaannya sudah bersih dan rapi tuan"
" Good. Saya tidak mau, sedikit pun debu menempel di sana" kata Darren sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Tuan muda selalu bilang calon istri. Tapi sampai sekarang calon istrinya nggak juga ada.
Darren memeriksa boneka yang berwarna kuning itu. Dia tersenyum, karena memang tidak ada sedikit pun debu yang menempel di sana.
" Tidak lama lagi, kalian akan bertemu dengan mommy kalian. Jadi doakan Daddy supaya cepat bisa meluluhkan hati mommy kalian" kata Darren pada boneka-boneka Pikachu itu.
( Author: Emang tu boneka ngarti apa yang kamu bilang Darren 🙄🙄).
( Darren: Lo iri aja si Thor 😒😒).
Darren masuk kedalam kamarnya sambil bersenandung. Hari ini dia sangat bahagia, karena bisa makan malam berdua dengan gadis kecilnya.
Di dalam kamar mandi Darren masih bersenandung ria. Untung kamarnya itu kedap suara. Kalau tidak telinga semua orang yang ada di mansion itu pasti akan sakit karena mendengar suaranya yang tidak merdu itu.
" Wah.. Darren ternyata suara mu merdu juga" puji Darren pada dirinya sendiri.
Setelah 20 menit akhirnya mandi sambil konser itu selesai juga. Darren keluar dari kamar mandi dengan keadaan fresh. Rambutnya yang masih basah itu, menambah kesan seksi.
Dia berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya. Setelah memakai pakaiannya, dia langsung berbaring di atas kasur empuk miliknya.
" Tidak lama lagi kasur ini akan ditempati oleh pemilik aslinya. Dan kalian akan segera aku tendang" kata Darren pada guling nya.
Ya kalau dia sudah punya istri, untuk apalagi guling itu ada di sana. Mending dia memeluk guling yang bisa bergerak. Pasti akan terasa hangat dan juga nyaman. Membayangkan dia memeluk tubuh gadisnya saja sudah membuat juniornya meronta-ronta. Apalagi kalau beneran di peluk, pasti lebih wow lagi.
Tidak mau memikirkan hal-hal yang aneh-aneh lagi. Dia pun memejamkan matanya, karena besok pagi dia harus bekerja dan juga mengantarkan mobil milik gadis kecilnya itu. Ya Romy membawa mobil Kiran ke apartemennya.
🍃🍃🍃
Daffin sedang dalam perjalanan menuju apartemen kekasihnya. Malam ini moodnya tidak benar-benar baik. Entah kenapa melihat Kiran dekat dengan lelaki lain hatinya terasa di remas.
Mobil yang di kendarai Daffin sampai di apartemen sang kekasih. Monica turun dari mobil milik sang kekasih, tapi sebelum turun dia mengecup bibir Daffin sekilas.
" Kamu nggak mau mampir dulu?"
" Lain kali aja deh yank"
" Ya udah hati-hati di jalan. Langsung pulang ya yank"
" Hhmm"
Daffin melajukan mobilnya meninggalkan apartemen kekasihnya. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia ingin cepat sampai di rumah dan segera istirahat.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya Daffin sampai di kediaman orang tuanya. Dia memasukkan mobil ke dalam garasi, setelah itu barulah dia masuk kedalam rumah. Dia langsung berjalan menuju kamarnya. Dia ingin segera berbaring di atas kasur empuk miliknya.
To be continue.
Masih ada yang baca nggak ya 🤭
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Sumiati 32
Daging melepas berlian dapatnya batu kerikil
Daren cocok sama kiran
2024-01-21
0
The Lovely
Nah ini Darren yg pantas buat Kiran bkn Daffin yg anak bwhan Daddynya ya masa jabatannya lebih bagus Kiran klau nikah apalagi posisinya pengusaha no 2 lgi masa nikah anak buah daddy nya
2023-03-14
0
andi hastutty
pepet trus sampai dapat Darren
2022-08-18
0