Keesokan harinya.
Kiran dan Nadia terlihat tengah bersiap untuk pergi berolahraga. Itu terlihat dengan stelan mereka yang sudah memakai pakaian olahraga. Kedua cewek cantik itu berjalan menuruni tangga.
" Wah.. kalian berdua mau olahraga?" tanya Vandy.
" Ia Dad, Daddy mau ikut?" tawar Kiran.
" Nggak, Daddy sudah siap semalam olahraganya dan itu sangat menguras tenaga dan banyak menghasilkan keringat" kata Vandy.
" Oh ya? olahraga apa itu Dad?"
" Olahraga... ada deh" kata Vandy sambil meninggalkan putrinya. Dia tidak ingin sang putri memaksanya untuk menjawab olahraga apa yang dia lakukan di malam hari.
Kiran melongo melihat Daddy-nya pergi begitu saja tanpa memberi tau terlebih dahulu tentang olahraga yang menguras tenaga dan banyak menghasilkan keringat itu.
" Ck.. main pergi aja Daddy, aku kan kepo " kata Kiran.
" Yuk jalan, kata mau olahraga"
" Oh iya hampir lupa. Yuk"
Untuk pemanasan, kedua cewek cantik itu berjalan menuju pintu gerbang. Jarak rumah utama ke gerbang cukup jauh, jadi lumayan untuk membakar kalori.
" Pagi nona?" sapa Satpam saat Kiran dan Nadia sudah sampai di pintu gerbang.
" Pagi Pak"
" Mau olahraga ya non?"
" Ia Pak. Tolong bukakan pintu gerbangnya Pak"
" Baik nona"
Satpam menekan tombol remote yang ada di tangannya. Pintu gerbang terbuka dengan otomatis, tanpa harus didorong-dorong dulu. Namun saat pintu gerbang terbuka, Kiran dan Nadia dikagetkan sama dua makhluk astral yang sedang berdiri di depan pintu gerbang.
" Kau!"
" Morning bidadari ku" sapa salah satu dari cowok tampan itu sambil tersenyum manis.
" Ngapain anda pagi-pagi sudah ada disini?" tanya Kiran to the point.
" Kamu nggak liat aku sudah tampan dengan baju olahraga kek gini. Itu tandanya aku mau pergi olahraga cinta" kata lelaki itu.
" Nggak ada yang nama cinta disini?"
" Tentu saja ada. Nih yang lagi cemberut ini cintanya tuan muda Darren"
Ya lelaki yang percaya diri tingkat tinggi itu adalah Darren Evan Narendra. Berhubung sekarang weekend , Dia memang berniat mau mengajak Kiran olahraga. Eh ternyata pas sampai di depan pintu gerbang rumah gadis kecil itu. Sang bidadari keluar dengan stelan yang sama dengan dirinya.
" Kita memang sehati ya" kata Darren.
" Jangan ngaco"
" Coba liat, baju kita aja sama warnanya"
" Sama warna bukan berarti sehati juga kan?"
" Kalau aku bilang sehati ya sehati gadis kecil "
" Terserah anda saja" kata Kiran sambil berlalu pergi.
Darren sangat senang melihat gadisnya itu kesal. Dia segera menyusul gadis kecilnya. Diikuti sama Romy dan Nadia di belakang.
" Honey.. main tinggal aja" kata Darren setelah berhasil menyusul Kiran.
" Berhenti memanggil saya dengan sebutan aneh begitu"
" Aku suka memanggil kamu dengan sebutan aneh kek gitu"
" Dasar lelaki gila" kata Kiran sambil mempercepat larinya. Darren juga tidak mau kalah, dia juga menambah kecepatan larinya.
Saat dua sejoli itu main adu kecepatan, Nadia dan Romy malah memperlambat lari mereka. Karena mereka itu mau olahraga, bukan mau lomba lari.
" Kira-kira siapa yang akan menang ya?" kata Romy.
" Sudah pasti princess lha" kata Nadia.
" Jangan percaya diri dulu nona, tuan muda juga cepat larinya" kata Romy tidak mau kalah.
" Kita liat saja nanti, siapa yang akan menang"
" Yuk kita susul mereka" kata Romy.
Nadia dan Romy mempercepat juga lari mereka. Karena mereka akan melihat siapa yang akan menjadi pemenang.
Darren berhasil lagi menyusul Kiran. Dah itu sangat membuat Kiran kesal.
" Bisa nggak anda tidak mengikuti saya terus?!"
" Enggak!"
Kiran menghentikan larinya. Dia menatap tajam kearah Darren. Bukannya takut Darren justru tersenyum mendapatkan tatapan tajam. Bagi dirinya tatapan Kiran yang seperti itu adalah tatapan penuh cinta.
" Aku suka tatapan kamu yang tajam seperti mata elang itu"
" Dasar sinting!"
" Jangan terlalu membenci sesuatu. Karena suatu saat nanti benci itu bisa menjadi cinta"
" Cinta itu hanya memberi rasa sakit"
" Siapa bilang cinta hanya memberi rasa sakit?"
" Saya"
" Kalau sakit yang kamu rasakan, berarti itu bukan cinta"
" Anda tidak tau apapun soal cinta, jadi jangan sok mengajari saya"
" Saya bukan mau mengajari ataupun menggurui. Karena setau saya, cinta itu adalah hal yang paling indah dalam hidup"
Mungkin untuk sebagian orang cinta itu memang indah, tapi tidak dengan ku. Karena bagiku cinta itu hanya membuat rasa sakit, membuat ku pergi meninggalkan keluarga dan juga tanah kelahiran ku. Batin Kiran.
" Aku akan buktikan sama kamu kalau cinta itu indah"
" Oh ya, bagaimana caranya?"
" Jadilah kekasihku" kata Darren.
" Mimpi! saya tidak akan pernah jatuh cinta lagi. Apalagi sama cowok kek anda"
" Emang saya kenapa?"
" Tidak kompeten" kata Kiran sambil melanjutkan larinya. Darren dengan setia mengikuti gadis kecilnya.
Mereka pun sampai di taman kompleks. Di taman itu sudah banyak orang-orang yang akan berolahraga. Mulai dari anak-anak, remaja dan orang dewasa.
Kiran teringat masa kecilnya dulu. Ia sering olahraga di taman ini bersama kedua orang, abang dan juga orang yang dulu pernah ada di hatinya. Tapi waktu sudah merubah segalanya, sekarang tidak ada masa-masa indah itu lagi.
" Minum" kata Darren sambil menyodorkan sebotol air mineral pada Kiran.
" Saya nggak haus" tolak Kiran.
Darren tidak kehilangan akal, dia meletakkan botol air mineral itu ke tangan Kiran. " Aku tau kamu haus, jadi jangan gengsi untuk menerima minuman dari lelaki tampan ini"
" Ck.. percaya diri sekali anda"
" Tentu saja. Kalau aku tidak tampan, mana berani aku mendekati cewek secantik kamu"
Uhuk..uhuk..
Kiran tersedak sama air mineral yang barusan ia teguk. Darren refleks menepuk pelan pundak gadis kecilnya.
" Hati-hati, kamu minumnya masih kek bocah. Oh ya.. aku lupa, kamu kan emang anak kecil"
" Ia, dan kamu seperti om-om yang menggoda anak kecil"
Tawa Darren pun pecah, saking gedenya tawa Darren, orang-orang yang ada di taman itu menoleh ke arahnya.
" Ck.. kecilkan tawa anda tuan"
Darren pun menghentikan tawanya. Dia melirik kearah Kiran. " Izinkan lha om-om ini mengejar cinta mu gadis kecil"
" Kejar saja, tapi bersiap-siap juga untuk kecewa"
" Aku tidak akan pernah mendapat rasa kecewa itu. Karena aku percaya kau takdirku"
Kiran melirik lelaki yang ada di sampingnya itu. Kemudian dia tersenyum smirk. " Gimana kabar kekasih-kekasih anda tuan Darren?"
Deg.
" Kamu tau kalau aku punya kekasih?"
" Tentu saja, bukankah anda terkenal playboy di dataran Eropa"
Lagi-lagi tawa Darren pecah. Ternyata gadis kecilnya mengetahui dan mempercayai rumor di luaran sana. Ya rumor itu memang Darren sendiri yang membuatnya. Ia ingin dengan rumor itu mommy nya berhenti menjodohkannya. Tapi walaupun sudah ada rumor jelek tentang dirinya, wanita-wanita diluar sana bukannya mundur malah lebih gencar untuk mendapatkannya. Bahkan para wanita-wanita itu rela jadi kekasih bayaran Darren, termasuk Monica.
" Jadi sudah berapa wanita di luar sana yang menjadi kekasih anda?" tanya Kiran lagi.
" Tidak ada, hanya kamu satu-satunya yang saya cintai"
" Ck...ck.. anda masih saja berbohong"
" Aku tidak berbohong"
" Sudah mendapatkan julukan Playboy di dataran Eropa masih saja berbohong tidak mempunyai kekasih di luar sana? wah..anda sungguh luar biasa"
" Apa kamu baru mengetahui kalau aku ini tampannya luar biasa"
Kiran memutar bola matanya jengah. Dia sudah malas mendengar ucapan Darren yang tidak ada habisnya memuji diri sendiri. Ia merasa otak Darren sudah benar-benar error.
To be continue.
Segini dulu ya, ntar lanjut lagi kalau masih ada yang baca dan ngasih dukungannya untuk karya receh Feby 🤭
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
Umi Chomsatur Rochmah
sangat suka aku dengan gaya tulisannya... lanjutthor
2024-08-11
0
HARTIN MARLIN
lanjut lagi thor seru
2023-03-20
0
andi hastutty
hahahahha Darren gaskan hahahha😘
2022-08-18
0