Kiran dan Nadia sudah sampai di rumah utama. Setelah memarkirkan mobilnya, kedua cewek cantik itu baru masuk kedalam rumah dengan menenteng baper bag belanjaan mereka tadi.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, kalian berdua sudah pulang"
" Hhmm"
Kiran duduk di sofa ruang tamu. Anggun kaget melihat putrinya hanya memakai celana pendek.
" Adek pakai celana pendek kek gitu ke Mall?"
Kiran melihat penampilannya, dia baru sadar kalau tadi roknya udah dia robek. " Nggak Mom"
" Terus ini apa?"
" Tadi rok adek kena saos, jadi adek buka pas mau pulang"
" Emang adek nggak bawa baju ganti?"
" Nggak mommy"
" Lain kali bawa, karena kita nggak tau akan ada kejadian seperti apa. Seperti sekarang ini" nasihat sang mommy.
" Iya Mom, lain kali adek akan bawa"
" Ya sudah, kalian berdua mandi dulu gih"
" Siap Mom, kita keatas dulu ya"
" Iya sayang"
Kiran dan Nadia berjalan menaiki tangga menuju kamar. Sungguh tadi kejadian yang mengasyikkan bagi Kiran, tapi tidak dengan Nadia. Dia sangat takut jika Kiran terluka, karena hanya Kiran lha sahabat sekaligus keluarga yang dia punya.
" Princess"
" Hhmm"
" Tadi pas kita mau pulang, aku melihat ada satu mobil juga di sana?"
" Mobil?"
" Hhmm"
" Apa kamu mengenal mobil itu?" tanya Kiran.
" Kenal, lagi pula itu mobil limited edition "
" Oh ya. Siapa?"
" Sepertinya mobil milik tuan Darren"
" Darren?"
" Iya, Presiden direktur perusahaan Narendra Group"
" Ngaco kamu"
" Beneran"
" Ngapain dia di sana?"
" Mana aku tau lha"
" Ya udah, aku mau mandi dulu" kata Kiran.
" Hhmm"
Kiran berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket karena keringat. Sedangkan Nadia memilih untuk tidur, karena dia merasa ngantuk yang teramat. Tak butuh waktu lama dia pun terlelap.
Di tempat lain.
Monica sedang menikmati waktu santainya dengan menonton televisi. Dia menunggu telepon dari orang suruhannya untuk mencelakai Kiran.
Dia tidak tau saja kalau orang suruhannya lah yang sudah babak belur oleh Kiran. Bahkan ada dari mereka yang mengalami patah tulang karena serangan Kiran tadi.
" Tidak sabar menunggu kabar kematian wanita manja itu"
Monica mengambil ponselnya kemudian dia mencari kontak Daffin. Sudah satu hari kekasihnya itu tidak mengabarinya. Setelah menemukan nomor Daffin, dia langsung menghubungi kekasihnya itu.
" Hallo"
" Hallo sayang, kok kamu nggak ada kabari aku seharian ini?"
" Maaf sayang, aku lagi sibuk"
" Apa kerjaan kamu lebih penting daripada aku?"
" Jangan ngomong gitu. Kamu juga penting buat aku"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Aku nggak percaya"
" Terus aku harus gimana, supaya kamu percaya"
" Kamu harus ajak aku makan malam yang romantis"
" Ok, besok malam aku akan bawa kamu makan malam yang romantis"
" Janji ya"
" Promise sayang. Aku lanjut kerja dulu ya"
" Ya sayang. Semangat kerjanya"
" Makasih sayang. Aku tutup dulu ya telponnya"
Tut.
Panggilan pun berakhir.
Monica menyimpan kembali ponselnya di atas meja. Dia kembali melanjutkan menonton acara fashion show yang ada di layar televisi itu. Baru saja mau menonton acara kesukaannya, tiba-tiba bel berbunyi.
" Siapa sih siang-siang gini bertamu" gerutu Monica sambil berjalan menghampiri pintu apartemennya.
Ceklek.
Monica kaget melihat siapa yang ada di depan pintu apartemennya. " Sayang"
Tanpa membalas sapaan dari Monica, lelaki itu malah langsung mencekik leher Monica.
" Sa-sayang, kamu apa-apaan sih" kata Monica sambil mencoba melepaskan tangan Darren dari lehernya. Ya lelaki itu adalah Darren.
" Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Darren dengan masih mencekik leher Monica.
" A-apa maksud kamu?"
" Jangan berpura-pura bodoh Monica!"
" Su-sumpah, aku nggak tau maksud kamu"
Darren menghempaskan tubuh Monica, sehingga dia tersungkur ke lantai apartemennya.
" Jangan bohong!"
" Aku nggak bohong! lagian kamu datang-datang langsung nyekek aku. Kamu mau membunuh aku!"
" Iya, berani sekali kau menyentuh gadisku?!"
" Gadis kamu, siapa?"
" Bukankah kau habis menyuruh orang untuk membunuhnya?"
Deg.
Darimana Darren tau? tunggu! apa maksud dia gadisnya itu cewek manja itu. Nggak! ini nggak mungkin!.
" Jawab!"
" A-aku nggak ngerti maksud maksud kamu?"
" Denger ya, jika kau berani menyentuh gadisku lagi. Maka aku nggak akan segan-segan lagi untuk membunuh kamu!" kata Darren sambil menendang pintu apartemen itu, kemudian berlalu pergi meninggalkan apartemen Monica.
Monica menatap tubuh Darren yang menghilang di dalam lift. Setelah itu, tubuhnya merosot ke lantai. Dia nggak menyangka Darren akan berbuat kasar padanya.
" Bagaimana mungkin cewek manja itu jadi gadis Darren?"
Monica segera berdiri, dia akan menghubungi orang suruhannya itu. Kenapa Darren bisa tau soal dia ingin mencelakai wanita manja itu. Sesampainya di ruang tamu, dia segera mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Dia mencari kontak orang suruhannya itu.
" Hallo!"
" Apa kalian sudah berhasil menyingkirkan wanita itu?"
" Tidak! gara-gara mengikuti perintah mu, aku dan anak buah ku hampir saja terbunuh!"
" Apa maksud kalian?"
" Gadis yang ingin kau lenyap kan itu jelmaan iblis"
" Jangan ngaco kamu, jelas-jelas dia itu wanita yang lemah"
" Kalau kau tidak percaya, kau bisa coba sendiri. Kami tidak ingin berurusan dengan wanita itu lagi. Silakan kau cari orang lain untuk melanjutkan keinginanmu itu"
Tut.
Sambungan terputus secara sepihak. Ya bos penjahat itu mematikan telepon dari Monica.
" Sialan! berani sekali dia mematikan telpon ku!" umpat Monica sambil membanting ponselnya. " Membunuh wanita lemah seperti itu saja tidak bisa!"
Monica benar-benar frustrasi. Dia tidak menyangka orang suruhannya gagal melenyapkan cewek manja itu. Dia harus memikirkan cara lain untuk menyingkirkan wanita manja itu. Bukankah banyak jalan menuju Roma.
🍃🍃🍃
Darren baru sampai di mansion miliknya. Hari ini suasana hatinya sangat buruk. Ingin rasanya dia membunuh wanita ******* itu. Seperti biasa, para bodyguard sudah berbaris rapi untuk menyambut kedatangan tuan muda mereka.
" Siang tuan muda"
" Hhmm"
Para bodyguard itu tau kalau suasana hati tuan mudanya lagi tidak baik. Jadi mereka tidak berani bertanya kenapa tuan mudanya itu cepat pulang hari ini.
Darren berjalan memasuki mansion mewah miliknya itu. Para pelayan kaget melihat tuan mudanya sudah pulang. Karena biasanya tuan mudanya itu akan pulang sore hari atau nggak malam hari.
" Tuan muda sudah pulang?"
" Kenapa? apa aku nggak boleh pulang lebih awal ke mansion ku?!"
Deg.
Pelayan itu tidak tau salahnya dimana, tiba-tiba udah kena semprot aja. Pelayan itu memilih untuk diam dan tidak bertanya lagi. Karena kalau dia nekad, bisa-bisa dia di pecat.
" Kalian semua dengar! tidak ada yang boleh bertanya kenapa aku pulang cepat. Kalian urus saja pekerjaan kalian masing-masing. Mengerti?!"
" Me-mengerti tuan"
Darren berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sepanjang jalan dia terus menggerutu. Para pelayan hanya mampu mendengarkan gerutu sang tuan muda, dan sesekali terdengar keluar umpatan dari mulut tuan muda itu.
To be continue.
Mansion Darren.
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
andi hastutty
wah megahnya 🥰😍😘😘😘❤️❤️❤️
2022-08-18
0
Wanda Everdine Kambey
Keren amat rumahnya.. Nyasar deh saia...
Mantaps ... Nah monica ada yg tahu kan.... Tunggu saja, moga2 mo ca sendiri yg berhadapan dg Kiran... Juga Darren duet dg Kiran.. Asyikk Thor
2022-07-09
0
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
mampus loe Monica hedeeeh hedeeeh ah bikin jengkel aja nih Monica
2022-02-02
0