Monica kembali ke tempat acara dengan kesal. Bagaimana tidak, dia sudah membayangkan bibir seksual milik Darren menempel di bibinya. Eh taunya Darren malah kabur. Alhasil dia hanya mencium angin.
" Kamu kenapa?" tanya Daffin melihat kekasihnya kembali dengan wajah cemberut.
" Nggak apa-apa"
Darren duduk di kursi kosong yang ada didekat pelaminan. Dia melihat kekasih bayarannya duduk berdampingan dengan seorang lelaki yang kira-kira seumuran dengan gadis kecilnya.
Sedikit pun dia tidak merasa cemburu melihat pacar bayarannya bersama lelaki lain.
" Kalau jal*ng mau seperti apapun kita kasih uang, dia akan tetap cari mangsa" kata Darren.
" Siapa?" tanya Romy.
" Monica"
" Dia ada disini juga?" tanya Romy lagi.
" Hhmm"
" Mana?"
" Tu di seberang kita"
Romy refleks memutar tubuhnya. Benar saja apa yang dibilang sama sahabatnya itu. Kekasih bayarannya sedang asik berbincang dengan lelaki yang mungkin umurnya 3 tahun lebih muda dari dia dan Darren.
" Kapan lo mau lepasin tu jal*ng?"
" Kalau gue udah bisa dapatin gadis kecil gue"
" Apa lo yakin dia mau sama lo?"
" Yakin. lagipula siapa yang bisa menolak ketampanan gue. Anak tunggal dari pengusaha nomor satu di Eropa"
" Kumat lagi sifat Arrogant-nya"
" Lo nggak ada niat mau deketin cewek Rom?" tanya Darren pada sahabatnya itu.
" Kagak"
Darren melirik sahabatnya itu. " Lo nggak suka sama gue kan?"
" Ngaco lo, gue masih normal kali" protes Romy.
" Ia siapa tau, karena kelamaan jomlo"
" Ck... jomlo-jomlo gini gue masih doyan donat" kata Romy.
Kiran dan Nadia kembali ke tempat acara. Dia menghampiri keluarganya. Di sana sudah ada mommy, Daddy dan juga para aunty-nya.
" Princess ?" sapa aunty Sinta.
" Hai aunty" balas Kiran sambil mencium orang yang lebih tua darinya satu persatu. Kemudian diikuti sama Nadia.
" Kamu tambah cantik aja sayang" puji Sisil.
" Terima kasih, aunty juga tambah cantik" puji balik Kiran.
" Eh, gadis cantik satu lagi siapa namanya?" tanya Sisil.
" Nadia " Tante.
" Coba kalau Tante ada anak laki satu lagi. Pasti Tante jodohkan sama kamu" kata Sisil.
Nadia hanya tersenyum mendengar ucapan Sisil. Sedangkan Anggun dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Ya mereka tau setiap ada anak gadis yang cantik Sisil pasti bicara seperti itu.
" Adek sama Nadia udah makan?" tanya Anggun.
" Udah Mom" jawab Kiran.
" Kiran udah ketemu sama Abang Ian dan Abang Tian?" tanya Sinta.
" Sudah, tadi pas nyampe Kiran langsung temui kedua Abang tampan itu" jawab Kiran.
" Maafkan Daffin ya sayang" kata Sinta.
" Kiran sudah memaafkannya kok aunty. Lagipula itu sudah masa lalu" kata Kiran sambil tersenyum.
" Terima kasih" ucap Sinta lagi.
Kiran menganggukkan kepalanya.
" Mom, adek ke sana dulu ya" kata Kiran pada sang mommy.
" Ia sayang"
Setelah berpamitan sama mommy dan juga para aunty-nya. Kiran pergi menemui abang dan kakak iparnya.
" Bang"
" Ia Dek"
" Abang ada kenalan orang properti nggak?"
" Ada, emang kenapa?"
" Adek mau beli rumah"
" Kenapa harus beli rumah, adek kan bisa tinggal di rumah mommy"
" Maunya juga gitu bang, tapi adek kesini kan bukan cuma untuk pergi liburan adek juga kerja"
" Terus"
" Adek ingin punya satu ruangan yang khusus untuk bisa adek pake untuk ruang kerja dan juga latihan"
" Kalau untuk latihan di rumah mommy kan juga ada Dek. Kalau satu ruangan untuk tempat bekerja, adek bisa minta satu ruangan kosong sama Daddy"
" Ia deh, tapi tetap carikan adek satu rumah"
" Ntar Abang cariin, adek mau rumah kek mana?"
" Ukuran nggak usah terlalu besar Bang. Cukup dua lantai aja. Kalau bisa tempatnya agak jauh dari ibukota"
" Ntar Abang coba cariin"
" Makasih Bang"
" Sama-sama sayang"
" Ia udah, adek pamit pulang dulu ya"
" Cepat banget adek pulangnya" kata Melodi.
" Udah ngantuk kak"
" Anak gadis satu ini masih sama seperti dulu, suka tidur"
" Karena ini udah jam tidur adek, kak"
" Ya udah, kalian berdua hati-hati di jalan "
" Baik kakakku yang cantik"
Setelah berpamitan Kiran dan Nadia berjalan menuju parkiran. Daffin tidak berani menghampiri Kiran. Dia hanya menatap kepergian Kiran dari kejauhan.
Sampai di parkiran, Kiran dan Nadia dikagetkan sama kehadiran Darren dan asistennya. Dia tidak menyangka kalau Darren benar-benar menguntitnya.
" Ikut aku" kata Darren sambil menarik tangan Kiran ke mobilnya.
" Apa-apaan sih, lepasin nggak!" kata Kiran.
" Saya mau culik kamu sebentar aja kok gadis kecilku" kata Darren sambil membukakan pintu mobilnya untuk gadisnya. Setelah gadisnya masuk kedalam mobil, Darren melemparkan kunci mobil milik Kiran pada Romy.
" Lo bawa mobil milik gadis gue, jangan lupa antarkan nona yang di samping mu itu" kata Darren sambil masuk kedalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya meninggalkan hotel itu.
Mobil itu terus menjauh meninggalkan hotel itu.
" Anda mau bawa saya kemana?"
" Bicaranya jangan formal begitu dong baby"
" Dasar gila!"
" Ia, aku jadi gila karena kamu"
Mobil itu berhenti di salah satu restoran di pinggir pantai. Kiran menatap tempat itu dengan begitu takjub. Dia tidak pernah tau ada restoran sebagus ini di kota itu.
" Yuk turun" ajak Darren.
" Hhmm"
Kiran benar-benar kagum melihat desain restoran itu. Menurut dia restoran itu sangat unik, beda dari restoran-restoran yang sering dia kunjungi.
" Kenapa tidak ada satu orang pun disini?" tanya Kiran setelah mereka masuk kedalam restoran itu.
" Tentu saja tidak akan ada orang, karena restoran ini milik aku"
" Oh"
Apa hanya oh doang. Apa dia tidak lihat betapa hebatnya lelaki yang ada di hadapannya ini. Sudahlah tampan, kaya dan perusahaannya ada dimana-mana.
" Berhentilah memuji diri sendiri"
Darren tersenyum. " Ternyata kamu tau yang ada dalam pikiranku baby"
" Berhenti memanggil saya dengan sebutan baby"
" Why"
" Saya tidak suka"
" Kamu juga berhenti berbicara formal dengan aku"
" Kenapa saya harus nurutin permintaan anda, lagi pula kita nggak terlalu dekat"
" Maka izinkan aku untuk dekat dengan kamu" kata Darren.
Kiran mengeyitkan alisnya mendengar ucapan Darren. Dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran lelaki yang ada di hadapannya itu.
" Sudahlah, kenapa anda membawa saya kesini?"
" Oh iya hampir saja lupa. Kita kesini mau makan malam"
" Makan?"
" Hhmm, aku tau di tempat pesta tadi kamu belum makan"
" Itu juga karena anda"
" Makanya aku mau menebusnya dengan membawa kamu kesini"
" Tapi disini tidak ada satu orang pun, jadi siapa yang mau masak"
" Aku"
" Kamu?" tunjuk Kiran ke Darren.
" Ia, kenapa?"
Tawa Kiran pun pecah. Dia tidak menyangka, seorang tuan muda dari keluarga kaya bisa masak. Apalagi dari tampilan Darren, sungguh tidak meyakinkan. Darren juga ikut bahagia melihat tawa gadisnya.
To be continue.
Udah up 2 😉😉
Happy Reading 😚😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 225 Episodes
Comments
HARTIN MARLIN
kamu jangan meremehkan Darren Kiran
2023-03-19
0
andi hastutty
jadi ikutan gila juga kaya Darren senyum senyum sendiri bacanya 🤭🤭🤭
2022-08-18
0
Risky Titi sarlinda
apa deren Abang nya dafin kan kan tadi Monica pacar nya dafin Kok deren gak kenal atau aku salah baca ya duh bingung Karin vjuga kalau tau pacar bayaran deren Monika kan pasti tertawaan soal Monica pacar daffin
2022-08-11
0