" Aku bersedia, bebaskan anak itu." pinta Angela
" Baiklah dan buang pisau lipat itu." ucap Zain singkat
" Baiklah." jawab Angela sambil menjatuhkan pisau lipat tersebut ke lantai.
" Hans, bawa mereka berdua keluar dan tinggalkan kami berdua." printah Zain dengan suara tegas
" Tapi tuan.." ucapan Hans terpotong oleh Zain
" Hans!!!" bentak Zain
" Baik tuan." ucap Hans pasrah
Hanspun memerintahkan ke duanya keluar dan Hans menyusul dari arah belakang. Tepat berhadapan dengan Angela, Hans mengatakan sesuatu.
" Aduh nyonya kenapa ikut campur, itu bisa membahayakan nyawa nyonya." ucap Hans pelan agar tidak terdengar oleh Zain.
Angela hanya tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju ke arah suaminya.
" Walau aku mencintaimu tapi aku tidak pernah segan untuk melukaimu." ucap Zain dingin
" Aku tahu, lakukanlah sayang jika itu bisa membuatmu puas." ucap Angela pasrah sambil tersenyum.
" Kamu tidak takut kalau kamu mati di tanganku Angela?" tanya Zain masih dengan nada dingin
" Jika takdirku mati di tangan orang yang kucintai aku rela asalkan aku minta permintaan terakhirku." ucap Angela sambil berjalan perlahan mendekati suami dengan mata sendu.
" Apa yang kamu minta? tidak mungkin kamu minta hidup sedangkan kamu harus mati di tanganku." ucap Zain tertawa sinis.
" Aku tahu, aku hanya meminta akulah wanita terakhir yang di bunuh oleh orang yang kucintai." ucap Angela sambil tersenyum dan tidak terasa air matanya mulai mengalir.
Kini Angela sangat dekat dengan suami dan memeluknya membuat tubuh Zain menegang. Zain terdiam tanpa membalas pelukan Angela.
jleb
Angela menahan rasa sakit karena Zain masih memegang pisau tanpa disadari oleh Zain. Angela memegang tangan Zain agar pisau itu masuk lebih ke dalam perutnya.
" I Love You, ku mohon jangan melukai orang lain." ucap Angela lirih sambil menekan pisau itu lebih dalam.
Zain langsung tersadar ketika tangannya mulai basah dan langsung menarik pisaunya dari perut Angela.
akhhh
Angela berteriak kesakitan dan darah segar keluar dari perut Angela. Angela melepaskan pelukan suaminya karena kedua tangannya memegang perutnya.
bruk
" Angela apa yang kamu lakukan!!" teriak Zain panik dan langsung menangkap tubuh Angela yang akan ambruk ke lantai. Zain menggendong Angela ke luar dari ruangan itu.
" Sayang, aku mohon jangan melukai orang lain. Aku rela mati di tanganmu asalkan orang yang kucintai tidak melakukan itu lagi." ucap Angela lirih sambil tersenyum dan mengangkat tangannya dan membelai pipi suaminya.
" I Love You." ucap Angela sambil tersenyum dan menatap wajah tampan suaminya. Tidak berapa lama matanya terpejam dan tangan kanannya jatuh terkulai.
" Angela jangan pergi, Hans!!!" teriak Zain sambil berlari menuju garasi mobil.
Hans yang mendengar namanya di panggil langsung berlari. Matanya membulat sempurna dan berlari menuju ke garasi mobil.
Hans mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. 20 menit mereka sudah sampai di rumah sakit. Angela langsung di bawa ke ruang ugd sedangkan Zain dan Hans duduk menunggu. Rasa ketakutan Zain kembali menyergap dirinya.
" Hans.. kenapa aku tidak bisa menahan emosi dalam diriku?" ucap Zain sambil mengusap wajahnya.
Hans hanya diam dan tidak berani berkomentar.
" Siapa yang memberitahukan Angela? aku ingin menghukumnya." ucap Zain kesal
" Tuan, sabarlah tunggu nyonya sadar." ucap Hans
Zain terdiam dan berusaha meredam emosinya.
ceklek
Seorang dokter keluar dari ruangan ugd, Zain dan Hans mendekati dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Zain
" Untunglah lukanya tidak terkena janinnya dan tuan membawanya dengan cepat dan tepat waktu kalau tidak janin dan istri tuan tidak bisa diselamatkan." ucap dokter itu
" Apa dok janin?" tanya Zain bingung
" Iya janin, istri tuan hamil 3 bulan, apakah tuan tidak tahu?" tanya dokter itu.
" Saya belum tahu dok, kalau istri saya hamil. Apakah dokter tidak bercanda?" tanya Zain
" Saya serius, tuan bisa mengeceknya di dokter kandungan." ucap dokter
" Terima kasih dok, seperti mimpi rasanya." ucap Zain tanpa sadar mengucapkan terima kasih
" Sama - sama tuan sebentar lagi akan di bawa ke ruang perawatan." ucap dokter. Dokter itu pergi meninggalkan Zain dan Hans.
" Hans, Angela hamil... aku akan mempunyai anak." ucap Zain sambil menangis terharu karena keinginan mempunyai anak sekarang terpenuhi.
" Iya tuan, aku juga turut bahagia." ucap Hans
" Hans berikan bonus untuk semua karyawan." ucap Zain
" Baik tuan, tapi..." Hans tidak berani melanjutkan kata - katanya.
" Tapi kenapa Hans?" tanya Zain dengan nada bingung.
" Bukankah orang kantor tidak tahu kalau tuan sudah menikah dan apakah tidak membahayakan nyawa nyonya jika semua orang tahu kalau kelemahan tuan terletak pada nyonya dan anak tuan?" tanya Hans.
" Benar katamu Hans, aku tidak kepikiran sampai ke sana. Bilang saja perusahaan mengalami keuntungan." ucap Zain
" Baik tuan." ucap Hans
Tidak berapa lama Angela dipindahkan ke ruang perawatan vvip. Zain masuk ke dalam ruang perawatan dengan senyum kebahagiaan.
" Sayang." panggil Zain sambil duduk di kursi dekat ranjang istrinya.
" Sepertinya sayangku bahagia? ada apa?" tanya Angela penasaran.
" Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua sayang." ucap Zain sambil memegang tangan Angela kemudian mengecup kening Angela.
" Kita akan menjadi orang tua?" tanya ulang Angela
" Iya sayang, sayangku hamil 3 bulan dan sebentar lagi kita akan mempunyai anak." ucap Zain
" Benarkah sayang?" tanya Angela tersenyum bahagia sambil memegang perutnya.
" Iya benar sayang di dalam perutmu ada anak kita." ucap Zain
" Sayang... peluk.." ucap Angela manja
Zain menunduk dan langsung memeluk tubuh Angela dan mengecup bibir yang sudah jadi candunya. Zain melepaskan pelukan dan kembali berdiri tegak.
" Sayang, mulai besok dan seterusnya kamu jangan bekerja ya karena aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu." ucap Zain
" Baik sayang tapi..." Angela tidak berani melanjutkan ucapannya.
" Tapi apa sayang? kamu ingin uang atau kartu kredit tanpa limit, aku akan berikan semua yang kamu minta asalkan sayangku tidak bekerja." ucap Zain bersemangat.
" Apapun yang aku minta?" tanya Angela ulang dengan senyum bahagia.
" Kecuali kamu memintaku perpisahan aku tidak setuju." ucap Zain tegas
" Hais.. tidaklah sayang.. aku hanya minta satu saja." pinta Angela
" Apa itu sayang?" tanya Zain penasaran
" Tapi sayang janji jangan marah dan menuruti satu permintaanku." pinta Angela
" Iya sayang, aku janji." ucap Zain pasrah
" Aku hanya ingin mas tidak menyiksa apalagi membunuh orang lain. Hanya itu permintaanku tidak ada yang lain." ucap Angela sambil tersenyum dan memandangi wajah tampan suaminya.
" Kenapa kamu tidak minta perusahaan atau mansion atau apa saja sayang?" tanya Zain heran.
" Tidak sayang, aku tidak butuh semua itu. Asalkan suamiku selalu setia bersamaku dan tidak melukai orang lain itu sudah lebih dari cukup buatku." ucap Angela
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Amrih Ledjaringtyas
sayang....sayang.....
mas bossku klo aku panggil sayang..ktnya nggk ada😅 takut di palak bini duluaan
2021-11-20
2
Sri Wahyuti
Seorang istri yang sangat mulai. Ayo smagat bruang untuk merubh suami jadi lebih baik.
2021-11-20
0
Thia Montea
like
2021-08-17
0