" Tidak ada kata maaf buat kalian berdua." ucap Zain sarkas
sreeetttt
akhhhh
Sama seperti gadis pertama, tangan kanan gadis ke dua pun putus.
sreettttt
akhhhhh
Begitu pula tangan kanan ke tiga gadis itupun putus. Jeritan kesakitan tidak diperdulikan oleh mereka. Zain menatap satu persatu gadis itu dengan tatapan membunuh.
Tangan kanan Zain mencengkram rahang kanan gadis pertama dengan kencang sedangkan tangan kirinya mencengkram rahang gadis ke dua juga kencang.
" Bagaimana sakit?ini belum seberapa karena ada lagi penyiksaan yang kedua." ucap Zain sambil tersenyum menyeramkan membuat ketiga gadis itu bertambah ketakutan.
" Maafkan kami tuan hiks... hiks...hiks...kami sangat menyesal." ucap ketiga gadis itu ketakutan.
Zain melepaskan ke dua tangannya dan berjalan mendekati gadis ke tiga kemudian mencengkram rahang gadis itu dengan ke dua tangannya.
" Tidak ada kata ampunan buat kalian karena perbuatan kalian istriku tidak bisa mempunyai anak!!!!" bentak Zain kemudian melepaskan ke dua tangannya karena gadis ke tiga kehabisan oksigen.
Mereka bertiga tidak menyangka bos yang terkenal dingin ternyata sangat kejam, mereka sangat menyesali perbuatannya. Mereka bertiga tidak menyangka mereka mendapatkan hukuman yang sangat mengerikan.
" Tuan hiks... hiks... hiks.. berikan kami kesempatan... hiks... hiks... hiks..." mohon ke tiga gadis itu.
" Aku tahu kalian bertiga sering membuly pegawai baru, selama ini aku diamkan tapi ketika kalian bertiga menyiksa istriku aku tidak bisa untuk memaafkan kalian terlebih istriku tidak bisa mengandung karena perbuatan kalian bertiga." ucap Zain tanpa sadar air matanya keluar
" Aku sangat menginginkan anak tapi karena perbuatan kalian maka terimalah hukuman kalian bertiga." ucap Zain sambil menatap tajam ke tiga gadis itu.
" Hans potong ke tiga kaki gadis itu karena kaki mereka yang telah menendang perut istriku." ucap Zain sarkas
" Tuan kami minta maaf." tangis ke tiga gadis itu pecah.
Ketiga gadis itu tidak menyangka ternyata perbuatannya yang sering membuly anak baru diketahui oleh bosnya. Mereka sangat menyesal terlebih mereka tidak menyangka akibat perbuatannya istri bosnya tidak bisa mempunyai anak.
Hans yang mendengar ucapan Zain langsung mengambil alat potong buat menebang pohon. Suara mesin yang berisik membuat ke tiga gadis itu semakin ketakutan.
akhhhh
bruk
akhhhh
bruk
akhhhh
bruk
Ke tiga gadis itu langsung ambruk dan pingsan di lantai karena tidak mempunyai dua kaki.
" Siram dengan air garam." perintah Zain
" Baik tuan." ucap Hans
Hans dan ke dua bodyguard itu langsung menyiram dengan air yang sudah di tambah dengan garam yang sudah disiapkan.
byur
akhhhh
byur
akhhhh
byur
akhhhh
Ke tiga gadis itu membuka matanya dengan wajah sayu dan berteriak kesakitan.
" Tuan bunuhlah aku." rintih gadis itu
" Ya tuan, bunuhlah aku, aku tidak sanggup." rintih gadis ke dua.
" Tuan sakit, bunuhlah aku." rintih gadis ke tiga.
" Sebentar lagi kalian akan mati. Tapi sebelum itu aku ingin merobek mulut kalian bertiga karena mulut kalian telah menghina istriku." ucap Zain sambil tersenyum menyeringai.
Zain pun merobek ke tiga gadis mulut itu membuat mereka hanya bisa menahan rasa sakit karena mulutnya tidak bisa lagi berteriak.
" Tinggalkan mereka hingga mereka mati mengenaskan dengan kehabisan darah. Baru bakar ke tiga gadis itu." ucap Zain dengan nada dingin.
" Baik tuan." ucap Hans
Zain pun berjalan keluar menuju kamar pribadinya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terkena noda darah dan mengganti pakaian baru. Zain berjalan ke mansion yang berada di sebelahnya menuju ke meja kerja diikuti oleh Hans yang juga sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Zain duduk di kursi kebesarannya sedangkan Hans duduk dihadapannya dengan dibatasi oleh meja.
" Hans, cari dokter yang terbaik agar istriku bisa hamil." pinta Zain
" Baik tuan." ucap Hans
Hening
Hening
" Maaf tuan sebenarnya apa kata dokter?" tanya Hans.
" Dokter bilang istriku hanya sedikit kemungkinan bisa hamil. Aku salah Hans seandainya waktu itu aku bisa mengendalikan emosiku untuk tidak mendorong istriku hal itu tidak mungkin terjadi. Seandainya saja aku tidak egois untuk memintanya untuk datang ke kantor mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini." ucap Zain lirih sambil mengusap ke dua tangannya dengan kasar.
Penyesalan demi penyesalan hinggap di hati Zain. Tanpa sadar di ke dua sudut matanya menetes cairan bening. Tidak berapa lama ponselnya berdering. Tanpa melihat Zain langsung mengangkatnya. Setelah berbicara sebentar Zain langsung berdiri dan keluar dari ruangan kerja diikuti oleh Hans.
" Angela sudah sadar kita ke rumah sakit." ucap Zain ketika mereka sudah sampai di dalam mobil.
" Baik tuan." ucap Hans.
Hans mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, 15 menit kemudian mereka sudah sampai di lobby rumah sakit. Zain langsung keluar dan menuju ke ruang perawatan.
ceklek
Zain masuk ke dalam dan melihat istrinya menatapnya dengan sendu sedangkan dokter pribadinya menatapnya dengan senyum menggoda tapi tidak diperdulikan oleh Zain.
" Kau berdirilah." usir Zain
Dokter Diana hanya mendengus kesal menerima sikap dingin sahabat lamanya sekaligus dokter pribadinya, tapi tidak diperdulikan oleh Zain. Zain duduk di samping istrinya dan menggenggam tangan istrinya.
cup
" Sayang, apakah ada yang sakit?" tanya Zain sambil mengecup kening istrinya.
" Perutku masih sakit sayang, sayangku habis dari mana?" tanya Angela sambil menatap wajah suaminya.
" Ada urusan sayang." ucap Zain
Zain tidak mengatakan kalau dirinya telah memberikan pelajaran ke tiga gadis itu sekaligus pegawainya. Angela yang seorang psikiater tahu kalau suaminya menyembunyikan sesuatu tapi Angela hanya bisa diam dan tidak berani mengatakan karena melihat raut wajah suaminya yang masih menyimpan amarah.
" Sayang apa kata dokter?" tanya Angela mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Baik - baik saja sayang." ucap Zain sambil memalingkan wajahnya menatap ke arah lain.
" Apakah ada sesuatu yang sayangku sembunyikan?" tanya Angela curiga karena suaminya tidak menatap dirinya.
Hening
Hening
" Sayang kumohon katakanlah ada apa?" pinta Angela
" Sayang, kesempatan kamu hamil sangat kecil." ucap Zain lirih
" Kenapa bisa begitu sayang?" tanya Angela dan tidak terasa air matanya keluar karena dirinya ingin sekali bisa hamil.
" Akibat tendangan yang di lakukan ke tiga pegawaiku membuat dirimu sulit hamil." ucap Zain lirih sambil menghapus air mata istrinya dengan ke dua ibu jarinya.
" Sayang, aku tahu kalau sayangku ingin sekali mempunyai anak karena itu menikahlah dengan gadis lain contohnya dokter Diana sahabat dan sekaligus dokter pribadimu. Aku tidak apa - apa dan aku akan pergi dari kehidupanmu untuk selama - lamanya." ucap Angela sambil tersenyum menahan luka di hatinya.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Teteh Nadia
like kakak salig dukung salam dari "dijodohkan karena ibu tiri"
2021-06-24
2