Zain mengambil ponselnya di meja kemudian Zain menghubungi asisten pribadinya.
" Datang ke rumah sakit sekarang, alamat akan aku kirimi sekarang." ucap Zain
tut tut tut tut
Tanpa menunggu jawaban Zain mematikan secara sepihak kemudian mengirimkan lokasi di mana dirinya berada.
15 menit kemudian pintu ruang perawatan dimana dirinya di rawat terbuka kemudian di tutup kembali. Tampak asisten pribadinya berjalan ke arah Zain.
" Apa yang terjadi tuan?" tanya asisten pribadinya
" Ada 6 orang menyerangku ketika aku sedang bersenang - senang memutilasi seorang jalang di jalan Cempaka Raya." ucap Zain santai.
Asisten pribadinya hanya mendengarkan sambil menunggu cerita selanjutnya.
" Tiga di antaranya bisa bela diri karena itulah aku langsung kalah dan terluka dan tidak berapa lama aku tidak ingat apa yang terjadi tahu - tahu aku sudah berada di rumah sakit dan kata Angela aku ditemukan pingsan di pinggir jalan dan aku di bawa ke rumah sakit." ucap Zain
" Nona Angela." ulang asisten pribadinya
" Ya nama lengkapnya Angela Saraswati. Aku ingin kamu menyelidiki siapa Angela Saraswati dan tangkap ke 6 pemuda itu." perintah Zain
" Baik tuan, saya akan retas cctv di mana tuan terluka dan juga tentang nona Angela Saraswati. Apakah ada yang lainnya tuan?" tanya asisten pribadinya
" Bayar perawatanku dan pindahkan ke ruangan perawatan vvip." perintah Zain
" Baik tuan." ucap asisten pribadinya.
Asisten tersebut keluar menuju ke bagian administrasi. 10 menit kemudian asisten pribadi tersebut sudah kembali.
" Maaf tuan katanya sudah di bayar oleh nona Angela." ucap asisten pribadinya.
" Apa? ya sudah batalkan saja aku tinggal di kelas 2 saja, siapa tahu besok bertemu dengannya lagi." ucap Zain
" Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu." pamit asisten pribadinya.
" Pergilah." usir Zain sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
Asisten pribadi itupun pergi meninggalkan Zain seorang diri. Zain tersenyum sendiri sambil memegangi bibirnya membayangkan Angela yang sangat menggemaskan.
" Kamu bilang itu ciuman pertamamu asalkan kamu tahu Angel kalau akupun juga sama." ucap Zain sambik tersenyum menyeringai.
Zain memejamkan matanya tapi bayangan Angela selalu tersenyum membuat Zain tidak bisa tidur.
" Seandainya kamu datang bahagianya hatiku. Kenapa aku jadi seperti ini? tidak mungkin aku jatuh cinta padanya." ucap Zain berbicara dengan dirinya sendiri sambil memejamkan matanya.
" Tuan Zain jatuh cinta sama siapa?" tanya Angela lembut
deg
Jantung Zain berdetak kencang mendengar suara yang sangat familiar.
" Ah mungkin hanya perasaanku saja." ucap Zain bicara pada dirinya lagi tanpa membuka matanya.
" Maksud tuan apa?" tanya Angela
" Arghhhh... kenapa suara Angela seperti nyata? tapi tidak mungkin kalau dia datang." ucap Zain frustasi tanpa membuka matanya karena dirinya yakin kalau itu hanya perasaannya saja.
Angela yang bersembunyi di balik tirai membuka tirai kemudian menatap Zain
" Fiuhhhh.. Jangan teriak nanti mengganggu pasien lain." ucap Angela usil sambik meniup mata Zain.
" Angela kamu benaran datang?" pekik Zain sambil membuka matanya.
" Ya, aku pikiran pasti tuan merasa kesepian di rumah sakit karena itu aku kembali ke sini." ucap Angela
" Benar katamu, aku ingin pulang bisakah kamu mengantarku pulang?" pinta Zain
" Bukannya tuan belum sembuh?" tanya Angela bingung.
" Aku bosan, ayolah antar aku pulang." pinta Zain
" Aku tanya dulu dokter nanti kalau diijinkan aku akan antar pulang." ucap Angela
" Baiklah." ucap Zain
Angela menekan tombol yang menempel di dinding di atas kepala Zain. Tidak berapa lama dokter datang bersamaan dua perawat.
" Ada apa tuan dan nona?" tanya dokter itu ramah
" Tuan Zain ingin pulang bolehkah?" tanya Angela
" Sebentar saya cek dulu." ucap dokter tersebut.
Dokter itupun mengecek kondisi Zain, dokter itu membulatkan matanya karena luka - luka yang di derita Zain cepat pulihnya.
" Boleh nona, asalkan besok berobat jalan." pinta dokter itu.
" Baik, terima kasih dok." ucap Angela
" Sama - sama nona. Saya pamit dulu." ucap dokter tersebut.
Dokter dan dua perawat itu berpamitan dan pergi meninggalkan mereka berdua.
" Aku akan pergi mengurus administrasi nanti aku akan ke sini lagi." ucap Angela
" Ok." jawab Zain sambil tersenyum menyeringai
Angela pergi meninggalkan Zain sendirian. Setelah kepergian Angela, Zain menghubungi asisten pribadinya setelah 5 menit berbicara Zain mematikan ponselnya.
" Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku Angela." ucap Zain tersenyum menyeringai.
15 menit kemudian Angela membuka pintu ruang perawatan sambil membawa kursi roda menuju ke ranjang Zain.
Angela memeluk Zain dan mengangkat tubuh Zain perlahan menuju ke kursi roda.
deg
deg
Jantung mereka berdetak kembali ketika Angela memeluk Zain.
Angela mendorong kursi roda menuju ke pintu lift. Angela menekan tombol lift agar pintu lift terbuka dan tidak berapa lama pintu lift itupun terbuka. Angela mendorong kembali kursi roda itu kemudian menekan tombol menuju parkiran mobil rumah sakit.
ting
Pintu lift terbuka Angela memdorong kembali kursi roda tersebut menuju mobil milik Angela. Angela menekan tombol remote otomatis kunci mobil terbuka.
Angela membuka pintu mobil di samping pengemudi dan menurunkan sedikit agar Zain bisa beristirahat.
Angela mengangkat tubuh Zain yang lumayan berat menuju kursi samping pengemudi.
" Hati - hati kepalanya terbentur atap mobil." ucap Angela
Setelah selesai Angela memasangkan sealt belt hingga wajah mereka bersentuhan kembali. Harum wangi rambut Angela membuat Zain merasa pikirannya tenang.
Angela menutup kembali dan memutar kemudian duduk di kursi pengemudi.
" Alamatnya dimana tuan?" tanya Angela yang sudah berada di dalam mobil.
" Perumahan Oakwood Orange Country." ucap Zain sambil menatap wajah Angela
" Bukannya itu perumahan mewah?" tanya Angela
" Iya benar." ucap Zain tanpa berhenti menatap wajah Angela
" Tuan beli rumah mewah itu, hebat ya?" puji Angela
" Bukan punyaku, aku hanya tukang kebun." ucap Zain berbohong.
" Hahaha... saya tahu mana mungkin tuan bisa membeli perumahan mewah itu yang seharga 245 milyar." ucap Angela sambil tertawa
Zain hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Angela.
25 Menit Kemudian
Angela berhenti di gerbang Perumahan Oakwood Orange Country. Seorang security menghampiri mobil Angela. Angela membuka jendela mobilnya setengahnya.
" Selamat malam pak?" ucap Angela sambil tersenyum.
" Malam nona, maaf nona bisa tunjukkan KTP dan bertemu dengan siapa?" tanya security ramah
" Maaf pak, saya antar teman saya namanya tuan Zain." ucap Angela ramah sambil menurunkan jendelanya sampai full ke bawah dan menunjuk ke arah Zain.
Security itu melihat tuan Zain sambil menatap tajam tanpa sepengetahuan Angela karena Angela menatap ke arah security.
" Oh iya silahkan masuk nona." ucap security ramah
" Bagaimana dengan KTP?" tanya Angela
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmajaa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments