Ketika pria paruh baya itu menembak ke arah Angela, Zain menjadikan dirinya sebagai tamengnya agar Angela tidak tertembak.
" Tuan Zain!!" teriak Angela sambil menahan tubuh Zain agar tidak terjatuh.
" Pergilah." ucap Zain lirih
" Tidak aku tidak mau." isak Angela sambil memeluk Zain agar tidak terjatuh
" Bukankah kamu ingin bebas, aku akan membebaskanmu, maafkan aku." ucap Zain sambil menahan sakit dipunggungnya dan mengeluarkan darah segar.
" Aku... aku.." ucap Angela tidak sanggup meneruskan ucapannya.
Angela merasa sangat senang dia bisa bebas dari Zain tapi hati kecilnya tidak bisa melakukan itu.
" Pergilah." usir Zain kembali
Angela hanya menggeleng - gelengkan kepalanya dan tidak menuruti keinginan Zain hanya air mata tidak berhenti keluar. Hatinya sangat bimbang antara pergi atau tidak.
Pria paruh baya tersebut melihat Zain tertembak membuat dirinya tersenyum puas.
" Hahahaha... cintamu terlalu buta tuan Zain? ternyata tuan Zain lebih memilih terluka daripada gadis yang tuan cintai. Sekarang terimalah kematianmu tuan Zain." ucap pria paruh baya itu menodongkan pistol ke arah jantung Zain.
Angela memeluk tubuh Zain sambil memejamkan mata karena Angela tidak sanggup jika Zain kembali tertembak karena itulah tubuh Angela sebagai tamengnya.
Zain yang mengetahui tubuh Angela sebagai tamengnya dengan sisa kekuatan yang ada membalikkan badannya sambil membalas pelukan Angela. Kini tubuh Zainlah yang menjadi tamengnya.
" Aku tidak ingin kamu terluka." lirih Zain sambil memandang sendu Angela dan menahan rasa sakit di tangan dan punggungnya yang terluka.
" Jangan kuatir kalian berdua akan mati di tanganku, hahahaha.." tawa jahat pria paruh baya tersebut.
Pria paruh itupun menarik pelatuknya dan diarahkan ke kepala Zain.
dor
akh
Bertepatan datangnya asisten pribadinya dan menembak kening paruh baya tersebut hingga pria itu mati seketika.
" Tuan, maafkan saya terlambat." ucap asisten pribadi Zain dan mendekati Zain.
" Maaf nyonya, saya akan angkat tuan Zain." ucap asisten pribadi Zain.
Angela hanya menganggukkan kepalanya dan asisten tersebut mengangkat tubuh Zain bersama salah satu bodyguard Zain menuju ke garasi mobil milik Zain dan diikuti oleh Angela menuju ke rumah sakit.
Asisten pribadi Zain mengendarai mobil dan disamping pengemudi bodyguard Zain sedangkan Zain berbaring di belakang pengemudi dengan memakai paha Angela sebagai bantalannya.
Angela mengusap kepala Zain dengan tak henti - hentinya menangis. Zain mengarahkan tangannya ke wajah Angela untuk menghapus air mata Angela.
Angela memegang tangan Zain kemudian mengecup punggung tangan Zain. Hati Zain sangat tersentuh dengan perlakuan Angela.
" Jangan menangis, aku pasti sembuh." ucap Zain lirih sambil menahan rasa sakit di tangan dan punggungnya.
Angela hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Zain.
Sampai di rumah sakit Zain di bawa ke ruangan operasi untuk mengambil peluru yang bersarang di punggung Zain. Sedangkan Asisten pribadi Zain dan Angela menunggu di luar.
" Nyonya saya ingin membeli minuman di kantin, nyonya mau pesan apa?" tawar asisten pribadi Zain.
" Aku ingin meminum susu coklat hangat. Maaf kalau merepotkan tuan." ucap Angela ramah.
" Tidak merepotkan nyonya dan Maaf nyonya jangan panggil saya tuan, nama saya Hanson, nyonya bisa memanggil saya dengan sebutan Hans." ucap Hanson
" Baik Hans." ucap Angela sambil tersenyum.
Hans pun berjalan meninggalkan Angela seorang diri menuju ke arah kantin sedangkan bodyguard berjaga tidak jauh dari Angela.
( " Seharusnya aku senang karena tuan Zain menyuruhku pergi tapi ketika melihat tuan Zain terluka aku tidak bisa meninggalkannya padahal tuan Zain sering menyiksaku dan tuan Zain jugalah yang mengambil mahkota berhargaku dengan cara di paksa tapi kenapa aku tidak bisa membencinya dan sangat takut kehilangan dirinya. Apakah aku sudah jatuh cinta padanya? tidak itu tidak mungkin, mungkin karena tuan Zain menolongku dan karena itulah aku tidak bisa meninggalkan dirinya. Akhhh... aku pusing." teriak Angela dalam hati ).
Tidak berapa lama Hans datang sambil membawa 3 gelas, satu untuk dirinya, satunya untuk Angela dan satunya lagi untuk bodyguardnya.
" Maaf nyonya, apakah nyonya mencintai tuan Zain?" tanya Hans
uhuk
uhuk
uhuk
Angela yang sedang meminum susu coklat hangat langsung terbatuk - batuk dan menepuk - nepuk dadanya agar berhenti batuk. Hans sebenarnya ingin menepuk punggung Angela tapi dirinya tidak berani dengan Zain karena Zain tidak menyukai apa yang sudah menjadi miliknya tidak boleh di sentuh oleh siapapun termasuk dirinya.
Seperti contohnya Zain menyukai mobil dan motor kesayangan dan jika ada yang menyentuhkan maka tak segan - segan akan menghukumnya. Zain juga mengatakan kalau Angela kini menjadi miliknya otomatis Hans tidak berani menyentuh milik Zain.
" Aku tidak tahu Hans, aku tidak tega ketika melihat dirinya terluka. Seharusnya aku senang ketika tuan Zain memintaku untuk pergi tapi kenapa di hatiku yang paling terdalam tidak tega melakukannya." ucap Angela lirih.
" Nyonya, aku mohon jangan tinggalkan tuan Zain, belajarlah untuk mencintainya. Saya tahu tuan Zain beberapa kali menyiksa nyonya tapi tahukah nyonya ketika nyonya pingsan tuan Zain sangat ketakutan dan saya melihat tuan Zain menangis dan saya yakin tuan Zain sangat mencintai nyonya." ucap Hans
" Kalau tuan Zain memang takut terjadi sesuatu denganku dan juga sangat mencintaiku kenapa aku di siksa habis - habisan?" tanya Angela sambil terisak.
" Cara tuan mencintai berbeda dengan orang lain. Karena itulah aku mohon nyonya untuk bisa menahan diri dan tidak mengeluarkan kata - kata kasar karena tuan Zain tidak bisa menerima suara keras." ucap Hans
" Apakah tuan Zain seorang psychopath? maksudku dari tanda - tandanya tuan Zain seperti seorang psychopath?" tanya Angela memastikan.
" Benar nyonya, karena itulah nyonya pasti tahu apa yang nyonya lakukan karena nyonya berprofesi sebagai psikiater dan anggap saja nyonya mengobati seorang pasien." pinta Hans
Angela menghembuskan nafasnya secara kasar sambil memejamkan matanya setelah 2 menit Angela membuka matanya.
" Apakah tuan Zain sering menyiksa dan membunuh orang lain? " tanya Angela sambil menatap Hans
" Ya benar, saya tahu ini terasa berat untuk nyonya tapi saya yakin nyonya bisa mengatasinya." ucap Hans
Angela menghembuskan nafasnya secara kasar sambil memejamkan matanya setelah beberapa menit Angela membuka matanya dan menatap Hans.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Amrih Ledjaringtyas
itu berobt ke rumkit,bknnya tar di tnya mcm" oleh polisi y. bknnya orang"sprti zain mrk punya rumkit&dokter sendiri ya...itukan rahasia.
2021-11-20
1