" Iya bi, aku akan makan." ucap Angela
" Terima kasih nyonya, semoga nyonya bisa mengubah sifat tuan Zain." harap kepala pelayan.
" Aku tidak tahu bi, tuan Zain saja sering menyiksaku." ucap Angela lirih
" Apakah nyonya tidak tahu ketika nyonya pingsan tuan Zain sangat ketakutan dan bibi tidak sengaja melihat tuan Zain menitikkan air mata. Sepertinya tuan Zain sangat mencintai nyonya." ucap kepala pelayan
" Kalau memang mencintaiku tidak seperti itu bi, menyiksaku sampai aku hampir mati." ucap Angela sendu
" Cara tuan mencintai nyonya memang berbeda karena tuan Zain memang tidak bisa mengendalikan emosi." ucap kepala pelayan
" Maaf nyonya saya tidak bisa lama - lama karena masih ada pekerjaan lain." sambung kepala pelayan.
" Silahkan bi, sekali lagi terima kasih." ucap Angela sambil tersenyum.
Kepala pelayan itu menundukkan badannya setengah kemudian pergi meninggalkan Angela seorang diri.
Angela mulai menyantap makanan yang sudah disiapkan. Angela memakan dan meminum hingga bersih karena memang dirinya sangat lapar.
" Aku berubah pikiran, aku tidak akan kabur karena aku akan melindungi orang - orang yang akan di cambuk oleh tuan Zain. Mungkin dengan apa yang kulakukan bisa mengurangi dosa - dosaku bersama tuan Zain walau nyawaku akan melayang aku tidak perduli yang penting di sisa hidupku aku masih bisa berbuat baik." ucap Angela berbicara pada dirinya sendiri.
Angela keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju ke ruangan dapur. Angela sempat bingung mencari letak dapurnya sampai Angela bertemu dengan kepala pelayan.
" Nyonya mau kemana?" tanya kepala pelayan.
" Mau nyuci piring dan gelas yang tadi aku makan dan minum." ucap Angela ramah.
" Maaf nyonya biar saya saja karena ini tugas saya." pinta kepala pelayan
" Tidak apa - apa bibi, aku sudah terbiasa melakukannya." tolak Angela halus
" Oh iya bibi panggillah Angela karena aku dan tuan belum menikah." ucap Angela menunduk malu.
" Maaf nyonya saya tidak berani hanya memanggil nama." ucap kepala pelayan agak terkejut mendengar kalau majikannya ternyata belum menikah.
" Terserah bibi saja, sekarang di mana dapurnya?" tanya Angela
" Maaf nyonya biar saya saja nanti saya takut terkena hukuman." ucap kepala pelayan sambil memohon pada Angela.
Akhirnya Angela luluh dan memberikan cucian kotor ke kepala pelayan.
Karena bingung mau melakukan apa, Angela berkeliling mengelilingi mansion milik Zain yang sangat luas. Semua pelayan dan kepala bodyguard menunduk hormat dan di balas dengan senyuman Angela.
Sampai Angela melihat sebuah rumah di samping mansion pintu rumah itu tertutup. Perlahan Angela membuka pintu dan matanya membulat sempurna melihat seorang pria paruh baya yang mengalami banyak luka di sekujur tubuhnya sedang duduk dan terikat dengan ke dua kaki dan tangannya. Pria itu menatap sendu ke arah Angela
" Tolong lepaskan saya, badan saya sakit dan saya sangat lapar. Tolong saya nyonya?" mohon pria paruh baya.
Angela langsung membalikkan badannya dan meninggalkan pria paruh baya membuat pria paruh baya tersebut sedih karena usaha untuk kabur tidak terlaksana dengan baik.
5 menit kemudian Angela datang dengan cara mengendap - ngendap karena takut ketahuan. Angela mendekati pria paruh baya itu yang sedang terikat.
" Makanlah, agar ada tenaga untuk melarikan diri" pinta Anggela.
Angela menyuapkan makanan ke pria paruh baya itu yang badannya sudah lemah dan penuh dengan luka. Suapan demi suapan pria paruh baya itu memakannya dengan cepat agar bisa keluar dari tempat itu dan akhirnya makanan di dalam piring habis tanpa sisa kemudian Angela memberikan minuman ke pria tersebut.
Angela mengambil pisau di balik dres dan memotong ikatan tali ke dua tangan pria tersebut kemudian dilanjutkan dengan ke dua kakinya.
" Apakah tuan bisa berjalan?" tanya Angela lembut sambil menaruh pisau yang tadi digunakan untuk memotong tali ikatan ke atas meja.
" Bisa nona, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan nona." ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum menyeringai.
Pria paruh baya itu berusaha bangun dengan menahan rasa sakit karena tidak tega Angela memegang bahu pria paruh baya itu agar dapat berdiri dan berjalan. Tanpa sepengetahuan Angela pria paruh baya itu mengambil pisau yang berada di atas meja. Baru beberapa langkah terdengar suara bariton menggema di ruangan itu.
" Apa yang kamu lakukan Angela!!!" bentak Zain
deg
deg
Jantung Angela berdetak sangat kencang mendengar suara laki - laki yang ingin dihindarinya. Angela berusaha memberanikan diri untuk tidak memperdulikan Zain dan tetap melanjutkan langkahnya.
" Apakah kamu benar - benar ingin mati Angela?" tanya Zain sambil menodongkan pistolnya ke kening Angela
" Lakukanlah sayang jika memang itu membuatmu bahagia." ucap Angela lembut sambil tersenyum untuk menutupi rasa takutnya.
deg
Jantung Zain berdebar sangat kencang mendengar ucapan sayang dari mulut Angela membuat Zain seperti mimpi.
" Apa yang tadi kamu katakan?" tanya Zain tidak percaya
" Yang mana?" tanya Angela polos
" Tadi kamu bilang lakukanlah... coba lanjutkan yang tadi?" tanya Zain ulang.
" Sayang, apakah tidak boleh?" tanya Angela dengan suara lembut sambil tersenyum manis
deg
Jantung Zain kembali berdebar sangat kencang mendengar sebutan sayang membuat Zain langsung tersenyum.
" Tentu saja boleh, aku sangat senang." ucap Zain sambil tersenyum membalas senyuman Angela
Pria paruh baya itu perlahan mengarahkan pisaunya ke arah leher Angela tapi gerakkan langsung terbaca oleh Zain.
Zain langsung menahan pisau itu dengan tangan kirinya agar tidak melukai Angela membuat tangan Zain langsung berdarah.
" Jangan coba - coba kamu melukai orang yang kucintai." ucap Zain sambil menarik Angela ke dalam pelukannya dengan menggunakan tangan kanannya dan menatap tajam ke arah pria paruh baya itu.
deg
Jantung Angela berdetak kencang mendengar perkataan Zain terlebih tiba - tiba Zain memeluknya membuat Angela menatap wajah tampan Zain dan menghirup wangi maskulin di tubuh Zain.
Angela belum menyadari kalau pria paruh baya itu akan mencelakai dirinya.
tes
tes
Darah menetes di telapak tangan Zain karena menahan pisau dari pria paruh baya itu. Angela merasakan ada yang menetes di hidung mancungnya.
Angela menengok ke atas dan matanya langsung membulat sempurna melihat Zain menahan pisau itu agar tidak mengenai dirinya.
Pria paruh baya itu melihat Zain memeluk Angela sambil memegang pistol. Pria itupun merebut pistol tersebut.
" Oh gadis ini yang tuan cintai? baguslah mungkin dengan kematian gadis ini tuan akan merasakan apa itu arti dari kata kehilangan." ucap pria paruh baya itu dan mengarahkan pistol itu ke arah Angela.
" Aku sudah menolongmu, apakah ini balasanmu?" tanya Angela sendu sambil mengalihkan pandangannya ke arah pria paruh baya itu.
" Salahmu nona kenapa menolongku." ucap pria paruh baya itu dengan tersenyum licik.
dor
akh
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Hilmi Miluri
bikin jantung aku dag Dig thorr,,Tpi crita mu luar biasa sukses buat karyamu thorr 🥰💪
2024-12-15
0
YaNaa Putra Umagap
padahal kalo di dunia nyata psikopat itu menyeramkan yah....
2021-10-07
3
Masmilah mila dayanti fadillah
kaka novel semua nya tntang psikopat .. aku suka ssma novel nya bgs bngt.. yg baru up trs ya ka
2021-09-15
0