Angela sejujurnya mulai mencintai suaminya sejak Zain menyelamatkan dirinya waktu Angela ingin dilukai oleh pria paruh baya.
Angela yang awalnya membencinya, berusaha bersikap baik terhadap Zain karena Angela mempunyai misi yaitu untuk melindungi orang lain dari kekejaman Zain. Tetapi sikap baik Angela membuat Zain berubah menjadi baik karena pada dasarnya Zain baik dan tidak bisa untuk dikasari terlebih orang yang dicintainya. Hal itu membuat perlahan Angela belajar mencintai suaminya.
" Tidak sayang, aku hanya bisa mencintaimu" ucap Zain sambil memegang tangan Angela kemudian mengecup punggung tangan istrinya.
Dokter Diana yang mendengar itu tersenyum licik dan akan berusaha merebut Zain dari Angela.
" Maaf aku ingin mengecek pasien lain." ucap dokter Diana sambil berdiri dan membalikkan badan meninggalkan mereka yang bikin hatinya sangat kesal.
" Terima kasih ya dok." ucap Angela
" Ok." jawab dokter Diana singkat sambil melanjutkan langkahnya.
Sedangkan Zain bersikap biasa saja dingin dan tidak mengucapkan kata terima kasih karena sudah di tolongnya.
" Sayang, kamu lapar?" tanya Zain
Angela hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum malu. Zain pun mengambil mangkok yang berisi bubur.
" Sayang buka mulutnya." pinta Zain
Angela pun membuka mulutnya dan langsung menelannya.
" Sayang sudah makan?" tanya Angela
" Belum, nanti saja." ucap Zain sambil memasukkan sendoknya ke mulut Angela.
" Sayangku juga makan ya?" pinta Angela sambil menahan tangan Zain dan diarahkan ke mulut Zain.
Zain dengan senang hati menerima suapan Angela. Akhirnya mereka saling suap - suapan dan tidak terasa bubur sudah habis. Zain pun menaruh mangkok ke meja kemudian mengambil minuman yang sudah ada sedotannya dan diberikan ke Angela.
Angela meminum hanya setengah gelas dan dilanjutkan oleh Zain hingga habis.
" Sayang sekarang tidur ya? biar cepat sembuh." pinta Zain
" Sayang, temani aku tidur ya?" pinta Angela manja sambil menggeserkan tubuhnya agar Zain tidur di sebelahnya.
" Ok." jawab Zain sambil tersenyum.
Zain melepaskan sepatu dan jas hitamnya kemudian membuka dasi dan di taruh di sofa. Zain membuka beberapa kancing kemeja dan menggulung lengan kemeja menambah ketampanan.
Zain naik ke atas ranjang sambil memeluk Angela dan Angela merebahkan kepalanya di dada suaminya sambil tangannya membuat pola abstrak di dada Zain.
" Sayang, jangan lakukan itu." ucap Zain dengan nada agak berat.
" Kenapa?" tanya Angela yang masih membuat pola abstrak.
Zain tidak menjawab pertanyaan Angela tapi tangannya menggenggam tangan Angela dan diarahkan ke bawah perut.
" Adik kecilku tegang, kamu ingin kita berci**a?" bisik Zain
" Ah tidak badanku masih sakit." ucap Angela langsung menghentikan tangannya dan menutup wajahnya di dada Zain.
Zain hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. Tidak berapa lama mereka tertidur pulas saling berpelukan.
Ceklek
Hans membuka pintu sambil membawa makanan, Hans hanya tersenyum melihat tuanya tertidur pulas sambil berpelukan.
( " Tuan aku senang melihat tuan dan nyonya saling berpelukan terlebih melihat tuan tidurnya sangat damai setelah menikah dengan nyonya. Nyonya Angela terima kasih kehadiran nyonya bisa merubah sedikit demi sedikit sifat tuan. Semoga tuan dan nyonya selalu bahagia dan di karuniai seorang anak." ucap Hans dalam hati ).
Hans pun menutup pintunya kembali dan makan di luar sedangkan punya Zain, Hans berikan ke bodyguard yang menjaga di luar ruang perawatan.
xxxxx
Tiga Hari Kemudian
Angela sudah pulang ke mansion dan Zain mengijinkan Angela untuk bekerja membuat Angela sangat senang karena bisa bekerja kembali.
" Sayang, besok kamu sudah mulai bekerja." ucap Zain ketika mereka sudah sampai di kamar
" Benarkah sayang? terima kasih sayang." ucap Angela sambil memeluk suaminya
" Tapi tidak gratis, layani aku dulu." bisik Zain sambil mendorong perlahan istrinya.
Terjadilah kegiatan panas suami istri setelah selesai mereka saling berpelukan dan saling menatap wajah pasangannya.
" Sayang, jika kamu kerja jangan berdekatan dengan laki - laki." pinta Zain dengan nada cemburu.
" Sayang, kan pasienku kadang laki - laki dan kadang perempuan apalagi seorang dokter tidak mungkin kalau tidak berdekatan. Sayangku jangan kuatir aku tidak akan merusak kepercayaan yang sayang berikan padaku." ucap Angela sambil tersenyum dan membelai wajah suaminya.
" Baiklah aku percaya padamu tapi jika kamu langgar kamu akan aku hukum." ancam Zain
" Iya tenang saja." jawab Angela
Tidak berapa lama merekapun tertidur pulas sambil saling berpelukan.
xxxxx
5 Bulan Kemudian
Hari - hari seperti biasanya Angela menyiapkan makanan untuk sarapan mereka berdua, menyiapkan pakaian kerja dan berangkat kerja bersama. Mereka hidup sangat bahagia dan terlebih cinta mereka semakin dalam.
Segala upaya memanggil dokter ahli serta yang sudah berpengalaman dan juga memanggil alternatif tidak membuahkan hasil membuat Angela sedih. Melihat kesedihan istrinya Zain tidak tega dan Zain menghentikan memanggil dokter ahli serta yang sudah berpengalaman.
Zain juga tidak pernah menyinggung soal anak lagi membuat Angela senang sekaligus sedih karena dirinya sangat menginginkan anak dari Zain. Kesedihan Angela berusaha ditutupi agar suaminya tidak ikutan sedih.
Angela pulang dari tempat kerja prateknya sebagai dokter dan melihat mobil suaminya sudah datang. Angela dengan langkah terburu - buru masuk ke dalam mansion dan menemui kepala pelayan.
" Bibi, suamiku sudah datang?" tanya Angela
" Sudah nyonya." ucap kepala pelayan
" Dimana suamiku bi?" tanya Angela
" Di mansion sebelah nyonya eh salah maksudku sedang keluar lagi" ucap kepala pelayan dengan nada gugup
" Ada apa bibi? apakah ada orang yang melakukan kesalahan?" tebak Angela
" Maaf nyonya, iya ada orang melakukan kesalahan." ucap kepala pelayan
" Kesalahan apa bi?" tanya kepala pelayan
" Anak dari salah satu bodyguard mencoret mobil kesayangan tuan Zain." ucap kepala pelayan.
bruk
Angela menjatuhkan tas kerjanya ketika mendengar ucapan kepala pelayan. Angela langsung berlari sambil melepaskan ke dua sepatunya dan keluar menuju ke mansion sebelah. Angela mendorong pintu perlahan dan matanya membulat sempurna melihat anak berumur 8 tahun tangannya di pegang oleh Hans dan diletakkan di atas meja dan siap di potong oleh Zain menggunakan pisau tajam sedangkan salah satu bodyguard berlutut meminta pengampunan.
Angela melihat sekeliling dan melihat sebuah pisau lipat tergeletak di lantai, Angela berlutut dan mengambilnya.
" Sayang, aku mohon jangan lakukan itu." ucap Angela sambil menahan air matanya tidak keluar.
deg
Jantung Zain berdetak kencang mendengar suara istrinya. Pisau Zain yang diarahkan ke tangan anak kecil itu langsung di tarik dan tidak jadi di potong. Zain menatap tajam wajah istrinya, Angela melihat mata suaminya yang menggelap menahan amarah.
" Hans bawa istriku keluar." perintah Zain
" Baik tuan." ucap Hans sambil melepaskan tangan anak kecil itu.
" Jika melaju selangkah lagi pisau ini akan aku tusuk ke leherku." ancam Angela sambil mengarahkan pisaunya ke lehernya.
" Lakukanlah " ucap Zain santai sambil menatap wajah Angela
" Baiklah." ucap Angela, Angela menekan sedikit ke leher hingga darah segar keluar.
" Kamu ingin menggantikan anak kecil itu?" tawar Zain
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments