Pagi harinya Zain terbangun dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi Zain keluar dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya. Zain membuka lemari dan memakai pakaian kantor.
Selesai berpakaian Zain menatap sebentar ke arah Angela kemudian keluar dari kamar pribadinya. Zain menuruni anak tangga sampai ke lantai dasar dan bertemu dengan asisten pribadinya.
Zain duduk di meja makan bersama asisten pribadinya menikmati sarapan pagi. Selesai makan asisten pribadinya menatap ke arah Zain.
" Tidak biasanya tuan tersenyum bahagia seperti ini, ada apa tuan?" tanya asisten pribadinya.
" Mungkin hanya perasaanmu saja." ucap Zain
" Tidak tuan, apakah ini ada hubungan dengan nona Angela?" tanya asisten pribadinya.
" Mungkin." jawab Zain singkat
" Apakah tuan sudah melakukannya?" tanya asisten pribadinya.
" Ya dan rasanya sangat enak." jawab Zain tersenyum sambil membayangkan semalam mereka melakukannya berulang - ulang
" Apakah nona Angela menikmati?" tanya asisten pribadi
" Tentu saja dia menikmati." ucap Zain.
Zain tidak bisa membedakan mana yang menikmati dan mana yang tidak bagi dirinya apa yang dilakukan adalah benar dan bila dirinya menikmati tentunya dia juga menikmati tanpa tahu kalau yang dilakukannya justru melukai hati Angela.
" Apakah nona Angela tersenyum dan mengeluarkan suara misalnya enak, terus atau desahan." ucap asisten pribadinya.
" Tidak, dia menangis." ucap Zain polos
Asisten hanya bisa menghela nafas panjang.
" Apakah tuan mencintainya?" tanya asisten pribadinya.
" Tentu saja aku mencintainya." ucap Zain
" Tuan, kalau tuan memang mencintainya tuan harus bisa mengendalikan emosi tuan kalau tidak dia akan membenci tuan." ucap asisten pribadinya.
" Kalau dia membenciku aku akan menenggelamkan lagi ke bathtup.'' ancam Zain
" Kalau nona Angela mati bagaimana? apakah tuan ingin mencari mangsa baru?" tanya asisten pribadinya.
" Tidak mungkin dia mati, buktinya setiap aku tolong dia hidup lagi." ucap Zain polos
" Maaf tuan, apakah tuan tidak ingat dengan orang tua tuan dulu, tuan besar sering melakukan itu dengan nyonya besar dan nyonya besar akhirnya meninggal dunia karena tidak kuat menerima siksaan. Akhirnya tuan besar bunuh diri karena menyesali perbuatannya. Apakah tuan siap jika akhirnya Angela pergi meninggalkan dunia ini?" tanya asisten pribadinya berusaha menasehati tuan mudanya.
deg
Jantung Zain berdetak kencang, Zain teringat akan masa lalu orang tuanya dan Zain tidak sangup jika Angela pergi dari dunia ini.
" Aku... aku.... bingung.. jiwa psychopathku susah dihilangkan terlebih jika Angela melawanku, membentakku maka aku tidak bisa mengendalikan emosiku yang meletup - letup." ucap Zain sambil menarik rambutnya yang kasar.
" Saya mengerti tuan tapi usahakan kendalikan emosi tuan karena kalau tidak tuan akan sering menyiksanya dan akhirnya nona Angela benar - benar pergi dari dunia ini." ucap asisten pribadinya.
" Aku akan mencobanya." ucap Zain pasrah
" Semoga berhasil tuan. Oh ya apakah tuan ada rencana menikah dengan nona Angela karena tuan dan nona Angela sudah melakukan hubungan suami istri?" tanya asisten pribadinya.
" Ya aku akan menikahinya. Kamu siapkan pernikahan kami, kami akan menikah 3 hari lagi" ucap Zain berbisik
" Mewah atau sederhana?" tanya asisten pribadinya ikutan berbisik
" Sederhana saja karena kamu tahu musuhku sangat banyak dan aku tidak ingin Angela dilukai." ucap Zain berbisik
" Baik tuan saya akan siapkan semuanya. Kita berangkat kerja sekarang." ucap asisten pribadinya
" Ok tapi sebelumnya aku panggil kepala pelayan dulu." ucap Zain
" Silahkan tuan saya tunggu di mobil." ucap asisten pribadinya.
Zain hanya menganggukkan kepalanya kemudian memanggil kepala pelayan.
" Bibi." panggil Zain
" Iya tuan ada apa?" tanya kepala pelayan ramah
" Siapkan makanan untuk nyonya Zain yang berada di kamarku." ucap Zain
" Baik tuan." ucap kepala pelayan bingung karena baru kali ini majikan membawa seorang wanita apalagi dengan menyebutkan sebagai nyonya Zain.
" Satu lagi bi, jika dia tidak mau makan maka bibi saya hukum." ucap Zain tanpa punya rasa bersalah.
" Baik tuan." ucap kepala pelayan sambil terkejut dan takut.
Kepala pelayan berharap tuannya bahagia dan mengharapkan isrtrinya bisa menghilangkan jiwa Psychopath tuannya.
Tanpa sepengetahuan Zain dan asisten pribadi Zain, seseorang mendengar percakapan mereka membuat dirinya sangat syock dan kemudian kembali ke kamarnya. Wanita itu bernama Angela yang tidak sengaja turun ke bawah untuk sarapan karena dirinya sangat lapar.
" Berarti Zain seorang psychopath? seandainya waktu itu aku membiarkan mati di jalan aku tidak akan tersiksa seperti ini. Tapi aku tidak bisa melihat orang terluka. Kenapa aku berbuat baik di balas sangat menyakitkan?" ucap Angela sambil terisak.
Angela duduk di sofa sambil menangis dan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
" Aku akan berpura - pura baik agar tuan Zain tidak menyiksaku sambil mencari cara agar aku bisa kabur dari sini." ucap Angela berbicara pada dirinya sendiri.
Angela memulai rencana untuk kabur dari mansion ini sambil berfikir untuk menghadapi Zain dengan tidak membantah perkataannya dan menahan emosi ketika Zain pulang dari kantor.
tok
tok
tok
tok
Angela tersadar dari lamunannya dan berdiri untuk membuka pintu.
" Maaf nyonya Zain, saya membawa makanan untuk nyonya." ucap kepala pelayan itu sopan.
" Terima kasih bi, maaf merepotkan." ucap Angela lembut sambil memegangi nampan yang berisi nasi dengan lauknya dan juga 2 gelas berisi air dan susu coklat hangat.
" Maaf nyonya biar saya yang bawa dan saya taruh di meja." ucap kepala pelayan ramah
" Baik bi, bibi jika seandainya saya tidak makan apakah tuan Zain akan menghukum bibi?" tanya Angela pura - pura tidak tahu.
" Iya nyonya saya akan di hukum." ucap kepala pelayan
" Hukuman? hukuman apa bi?" tanya Angela
" Hukuman cambuk. Jadi aku mohon pada nyonya makanlah yang bibi bawa." mohon kepala pelayan
Angela menutup mulutnya tidak percaya. Tidak terasa air matanya mengalir kembali.
" Bibi, kalau tuan Zain menghukum orang biasanya menghukum dimana bi?" tanya Angela penasaran
" Di samping mansion ada sebuah gudang. Nyonya bisa melihat di balkon kalau ada orang yang di bawa oleh salah seorang bodyguard di gudang bisa dipastikan orang itu akan terkena hukuman cambuk." ucap kepala pelayan menjelaskan
" Biasanya jam berapa tuan Zain mencambuk? atau suka - suka tuan Zain mencambuk orang?" tanya Angela penasaran
" Biasanya sore pulang kerja tuan Zain akan mengganti pakaian. Jika nona melihat tuan Zain pulang kerja tidak mandi tapi langsung mengganti pakaian serba hitam berarti tuan akan menghukum orang." ucap kepala pelayan
" Baik bi, terima kasih." ucap Angela
" Nona makan yach? karena saya takut terkena hukuman cambuk." ucap kepala pelayan penuh harap.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
wooow woooww woooww bner²
2022-02-21
1