Malam Kelam

" Tidak usah nona, saya kenal tuan Zain." ucap security ramah sambil memerintahkan temannya untuk membuka gerbang utama.

" Ok. Terima kasih pak." ucap Angela ramah

" Sama - sama nona." ucap security ramah

Angela mengendarai mobil dan masuk ke dalam gerbang.

" Di mana rumahnya?" tanya Angela ramah

" Gang ke dua belok kiri kemudian di barisan rumah ke dua di sebelah kiri itu rumah bosku. Oh ya kenapa kamu tadi mengatakan terima kasih?" tanya Zain heran

Bagi Zain kata maaf dan terima kasih paling sakrar untuk diucapkan.

" Mereka kan sudah berbaik hati membuka gerbang pagar dan juga berbicara ramah jadi sudah sepantasnya mengucapkan terima kasih." ucap Angela lembut

deg

Jantung Zain berdetak kembali ketika mendengar perkataan Angela. Baru kali ini melihat seorang gadis yang sopan dan membayar pengobatan dirinya dan mengantarnya ke rumahnya tapi perasaan suka segera ditepisnya.

" Maaf tuan apakah benar ini rumahnya?" tanya Angela lembut.

Zain menatap rumah mewahnya dan menganggukkan kepalanya.

Angela mematikan mobilnya dan menatap ke arah Zain

" Maaf tuan apakah ada teman tuan yang bisa dipanggil?" tanya Angela

" Buat apa?" tanya Zain

" Minta tolong mengangkat tuan ke kursi roda." ucap Angela

" Tidak ada." ucap Zain bohong

" Apakah mereka tidak saling tolong menolong jika temannya membutuhkan pertolongan?" tanya Angela

" Tidak ada." ucap Zain berbohong lagi

" Kenapa mobilmu tidak masuk ke dalam saja?" sambung Zain

" Tidak karena setelah mengantar tuan saya akan pulang ke apartemen saya." ucap Angela

" Kenapa tidak menginap di sini saja?" tanya Zain

" Maaf saya tidak pernah menginap di rumah laki - laki." ucap Angela

" Ya sudahlah bawa aku ke dalam kamarku dengan menggunakan kursi roda dan setelah itu kamu boleh pulang." printah Zain

" Baiklah." ucap Angela menuruti keinginan Zain

Angela membuka pintu mobil dan menutupnya kembali. Angela membuka bagasi mobil dan mengambil kursi roda. Angela mendorong kursi roda ke arah samping Zain kemudian membuka pintu mobil.

Angela perlahan mengangkat tubuh Zain dan dibaringkan di kursi roda. Angela mendorong sampai ke gerbang.

" Malam pak." panggil Angela ramah

" Malam." jawab salah satu bodyguard

Para bodyguard yang berjaga menelan saliva dengan kasar karena di depannya bosnya sedang menatap mereka dengan tajam.

" Silahkan masuk nona." ucap salah satu bodyguard

" Terima kasih pak." ucap Angela lembut

" Sama - sama nona." ucap salah satu bodyguard sambil membuka gerbang.

Angela mendorong kembali dan masuk ke dalam mansion. Seorang bodyguard membuka pintu utama Angela pun melanjutkan mendorong Zain ke dalam.

" Kamarnya dimana tuan?" tanya Angela

" Lantai 4 gunakan pintu lift." ucap Zain

" Ok. Jawab Angela singkat.

Singkat cerita Angela kini berada di lantai 4.

"Maaf tuan kamarnya di mana?" tanya Angela lagi.

" Di sana kamarku." ucap Zain menunjukkan kamar pribadinya.

Angela mendorong kursi roda menuju kamar pribadinya Zain. Sampai depan pintu Angela membuka pintu dan mendorong pintu itu agar terbuka lebar kemudian menyalakan saklar lampu hingga ruangan kamarnya terang benderang.

Angela mendorong kembali kursi roda tersebut.

" Tuan sudah sampai kamar kalau begitu saya pulang dulu." pamit Angela lembut.

" Baringkan aku di ranjang." printah Zain sambil tersenyum menyeringai

" Baiklah." jawab Angela tanpa curiga.

Angela perlahan mengangkat tubuh Zain dan membaringkannya di ranjang.

" Maaf tuan saya lepaskan sepatu dan kaos kaki." ucap Angela

" Silahkan." ucap Zain singkat

Angela membuka sepatu dan kaos kaki Zain

" Sepatunya taruh di mana tuan?" tanya Angela

" Kamu belok kanan di situ ada tempat khusus penyimpanan sepatu." ucap Zain sambil tersenyum menyeringai

" Baiklah. Kamar tuan sangat luas. Majikan tuan sangat baik." puji Angela pada bosnya Zain

" Ya begitulah." jawab Zain

Angela hanya tersenyum dan berjalan ke tempat penyimpan sepatu. Tanpa sepengetahuan Angela, Zain langsung berdiri dan menutup pintu perlahan dan mengunci pintunya. Kunci tersebut langsung di simpan di meja yang ada lacinya.

Angela kembali dan menatap Zain sambil tersenyum.

" Maaf tuan sudah sangat malam saya pulang dulu." pamit Angela

" Bisa minta tolong sekali saja." pinta Zain

" Boleh apa itu?" tanya Angela

" Saya terbiasa kalau tidur hanya menggunakan boxer maukah membantuku melepaskannya karena tenagaku sangat lemas." ucap Zain

Angela terdiam dan memperhatikan Zain, hatinya tidak tega tapi Angela tidak pernah melakukan itu apalagi dengan seorang pria.

" Maaf aku tidak bisa." ucap Angela lirih karena merasa tidak enak dengan Zain

" Kenapa tidak bisa?" tanya Zain

" Karena aku belum pernah melakukan itu." cicit Angela

" Baiklah aku mengerti." ucap Zain

Zain berusaha bangun tapi Zain berpura - pura berteriak kesakitan membuat Angela tidak tega.

" Jangan diteruskan, baiklah aku akan melakukannya." ucap Angela.

Angela duduk di samping Zain kemudian Angela perlahan membuka resleting celana panjang milik Zain kemudian membuka kaitannya kemudian Angela berdiri dan memutar ke arah ranjang dimana Angela melepaskan celana panjang Zain hingga menyisakan boxer milik Zain.

Angela melanjutkan kembali membuka kancing kemejanya setelah terbuka Angela menatap Zain.

" Maaf aku buka kemejanya." ucap Angela gugup karena melihat tubuh Zain yang berotot.

Angela memeluk tubuh Zain agar bisa duduk bersamaan Zain memeluk Angela.

" Tuan, apa yang tuan lakukan?" pekik Angela panik

" Bercin*a denganmu." bisik Zain

Zain membalikkan tubuhnya dan kini Angela berada di bawah Zain.

" Tuan, bukannya tuan tadi bergerak badannya terasa sakit?" tanya Angela terkejut

" Aku berpura - pura sayang " bisik Zain sambil tersenyum menyeringai

sretttt

sretttt

Zain menarik dres milik Angela hingga dres milik Angela robek hingga menampakkan dua gunung kembarnya dan segi tiga bermudanya. Dres tersebut di buang secara asal.

" Tuan kumohon jangan." mohon Angela berusaha mendorong tubuh Zain tapi tubuh Zain sangat kuat sehingga sia - sia Angela mendorong

Zain tidak memperdulikan permohonan Angela karena dirinya sudah dikuasai untuk melakukan hubungan suami istri. Malam kelam yang harus dialami oleh seorang gadis bernama Angela.

Tangan kiri Zain memegang ke dua tangan milik Angela dan di angkat ke atas dan tangan kanannya menyelinap ke punggung Angela untuk melepaskan ikatan bungkusan gunung kembar milik Angela.

Srettt

srettt

Bungkusan gunung kembar dan segi tiga bermudanya itupun juga dibuang secara asal.

" Tuan aku mohon jangan hiks...hiks.." tangis Angela pecah

" Kamu milikku dan apa yang sudah menjadi milikku tidak akan aku biarkan orang lain memilikimu." ucap Zain sambil tersenyum menyeringai

" Kamu sakit." bentak Angela tanpa sadar

Zain yang mendengar bentakan Angela langsung mencekik Angela dan melakukan penyatuan tanpa ada pemanasan.

" Sa...kitttt." rintih Angela menahan rasa perih di bagian privasinya dan rasa sakit karena lehernya dicekik oleh Zain

Zain tidak memperdulikan rintihan Angela karena dirinya menikmati jepitan milik Angela. Pandangan Angela semakin lama mengabur dan tidak memberontak lagi.

Kurangnya pasokan oksigen dan di tambah rasa sakit di bagian in**mnya membuat Angela memejamkan matanya.

Setelah mengeluarkan laharnya Zain menarik kerisnya dan melepaskan cekikkan di leher Angela.

Zain terkejut dan tersadar kalau Angela memejamkan matanya dengan wajahnya yang sudah mulai pucat.

Terpopuler

Comments

vvvvvv

vvvvvv

Bagus thor bagus penulisanmu pas, seneng aku gk alay kyk bocil baru mateng,pasangan tokoh pun cocok

2022-05-20

2

Lani Lani

Lani Lani

dasar ...b jingan... 😤

2021-11-20

0

Red

Red

parah amat

2021-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Awal Pertemuan 2
3 Jatuh Cinta
4 Malam Kelam
5 Kepanikan Zain
6 Fakta Baru
7 Ucapan Sayang
8 Jatuh Cinta
9 Keputusan Angela
10 SURAT PERJANJIAN PERNIKAHAN
11 Pernikahan Angela dan Zain
12 Mengantar Makanan Siang
13 Makan Bersama
14 Amarah Zain
15 Hukuman
16 Kesedihan Angela
17 Angela Hamil
18 Kebahagiaan Zain dan Angela
19 Zain dan Angela
20 Angela Koma
21 Kritis
22 Kebenaran
23 Penyesalan Zain
24 Kematian Dokter Diana
25 Cintai Aku
26 Perkenalan Karekter
27 Kematian Angela
28 Max Berduka
29 Kematian Hanson
30 Max Pindah
31 Kematian Paman Zul
32 Kematian Tante Helena
33 Masa Lalu Max
34 Kematian Zain
35 Anggota Baru di Keluarga Alvonso
36 Mencari Kebenaran
37 Terungkapnya Kebenaran
38 Terungkap Kebenaran Dua
39 Jiwa Psycopath Max
40 Jiwa Psycopath Max 2
41 Max Kuliah
42 Max dan Denisa
43 Denisa dan Max
44 Pertemuan Pertama Denisa dan Max
45 Max dan Denisa Makan Bersama
46 Ciuman Pertama Denisa dan Max
47 Jatuh Cinta
48 Kecewaan Max
49 Kembali Bertemu Denisa dan Max
50 Bertemu Kembali
51 Indentitas Denisa
52 Membawa Denisa ke Mansion Max
53 Kebencian Denisa
54 Penyesalan Max
55 Permohonan Maaf Max
56 Max dan Denisa
57 Denisa Setuju Menikah
58 Max dan Denisa
59 Pernikahan Max Dengan Denisa
60 Pernikahan Max Dengan Denisa 2
61 Denisa Keguguran
62 Aku Adalah Seorang Psychopath
63 Kehangatan Keluarga Besar Alvonso
64 Max dan Denisa
65 Mencintaimu Dengan Tulus
66 Dua Bulan Kemudian
67 Kekejaman Max
68 Mencintaimu Dengan Tulus
69 Max dan Denisa
70 Hukuman Dokter Cantik
71 Hukuman Dokter Cantik 2
72 Hukuman
73 Hukuman Sekretaris dan Dokter Cantik
74 Masa Lalu Baron dan Charli
75 Persahabatan
76 Pertemuan Pertama Baron Dengan Amora
77 Baron dan Charli
78 Perkenalan Karakter
79 Charli dan Mira
80 Charli dan Mira 2
81 Charli dan Mira 3
82 Baron dan Charli
83 Charli dan Mira
84 Charli dan Mira 2
85 Charli dan Mira 3
86 3 Pria Psychopath
87 3 Pria Psychopath 2
88 3 Pria Psychopath 3
89 Max dan Denisa
90 Terbongkar Rahasia Max
91 Sahabat
92 Bangunnya Jiwa 3 Pria Psychopath
93 Bangunnya Jiwa 3 Pria Psychopath 2
94 Bangunnya Jiwa 3 Pria Psychopath 3
95 Kedatangan Mommy Laras
96 Kebenaran Yang Terungkap
97 Kebenaran Yang Terungkap 2
98 Kebenaran Yang Terungkap 3
99 Penyesalan 3 Pria Psychopath
100 Penyesalan 3 Pria Psychopath 2
101 Penyesalan 3 Pria Psychopath 3
102 Penyesalan 3 Pria Psychopath 4
103 Tiga Sahabat
104 Curahan Hati 3 Sahabat
105 Penyesalan Terdalam Ketiga Pria Psychopath
106 Kebesaran Hati Keluarga Alvonso
107 Kebesaran Hati Keluarga Alvonso
108 Pertengkaran
109 Derita Daddy Alvonso
110 Daddy Alvonso
111 Tiga Sahabat
112 Amora Buta
113 Penyesalan Charli
114 Penyesalan Charli 2
115 Kehangatan Keluarga Alvonso
116 Penyerangan
117 Pilihan Sulit
118 Max dan Denisa
119 Cerita Amora
120 Baron dan Amora
121 Amora dan Mira Bersedia Menikah
122 Pernikahan Baron dan Charli
123 Charli dan Mira
124 Satu Syarat
125 Mira
126 Max Dan Baron
127 Rencana Pembunuhan
128 Charli dan Mira
129 Musuh Dalam Selimut
130 Debby
131 Debby dan Leo
132 Debby dan Leo 2
133 Debby dan Leo 3
134 Debby dan Leo 4
135 Leo Seorang Psycopath
136 Max dan Dennisa Keliling Mansion
137 Baron Panik
138 Kel. Bsr. Daddy Alvonso Khusus Pria
139 Gagal Total
140 Bantuan Datang
141 Lagi - Lagi gagal
142 Penyerangan Mansion Charli
143 Debby dan Leo
144 Apartemen Leo
145 Ciuman Pertama
146 Leo dan Debby
147 Keluarga Besar Alvonso
148 Keluarga Besar Alvonso 2
149 Keluarga Besar Alvonso 3
150 Kedatangan Daddy Alvonso dan Mommy Laras
151 Senyuman Leo
152 Jalan - Jalan Ke Mall
153 Emosi
154 Rencana Jahat Alex
155 Jiwa Psycopath Alex dan Leo
156 Jiwa Psycopath Alex dan Leo 2
157 Alexa Keyla Abner
158 Pertemuan Keluarga Besar Alvonso
159 Pertemuan Keluarga Besar Alvonso 2
160 Foto dan Makan Bersama
161 Amora Bisa Melihat
162 Inge
163 Pertemuan Pertama Alex Dengan Inge
164 Inge dan Alex
165 Rencana
166 Pindah
167 Bertemu Kembali
168 Alex dan inge
169 Alex dan Inge 2
170 Cemburu
171 Malam Pertama
172 Tidur Bersama
173 Membeli Pembalut
174 Keluarga Besar Alvonso
175 Makan Bersama Keluarga Besar Alvonso
176 Nasehat mommy Laras dan daddy Alvonso
177 Hadiah Pernikahan
178 Inge dan Debby
179 Sisi Lain Alex
180 Inge dan Alex
181 Inge Pergi
182 Angelina Federick
183 Kepergian Inge
184 Alex dan Kirana
185 Penyesalan Alex
186 Alex Frustrasi
187 Mencintai Inge
188 Rencana Daddy Alvonso
189 Terungkap Identitas Tiga Bersaudara
190 Masa Lalu Louis Vuitton Abner
191 Inge Di Culik
192 Angelina dan Louis
193 Angelina dan Louis 2
194 Makan Bersama
195 Mobil Debby Di Ikuti
196 Dendam
197 Louis dan Angelina
198 Debby dan Leo
199 Alex Terluka
200 Angelina Pingsan
201 Angelina Di Rawat Di Rumah Sakit
202 Olahraga Malam
203 Mencari CCTV Yang Tersembunyi
204 Rencana
205 Pernikahan Alex dan Leo
206 Pernikahan Alex dan Leo 2
207 Pernikahan Alex dan Leo 3
208 Kehangatan Keluarga Besar Alvonso
209 Penyesalan Louis
210 Daddy Alvonso
211 Part 1
212 Part 2
213 Part 3 ( END )
214 Novel Ranjang Sang Mafia
215 Novel Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-Bar
216 Novel My Obsession Husband
217 Novel Agung (Sulitnya Mengikhlaskan)
Episodes

Updated 217 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Awal Pertemuan 2
3
Jatuh Cinta
4
Malam Kelam
5
Kepanikan Zain
6
Fakta Baru
7
Ucapan Sayang
8
Jatuh Cinta
9
Keputusan Angela
10
SURAT PERJANJIAN PERNIKAHAN
11
Pernikahan Angela dan Zain
12
Mengantar Makanan Siang
13
Makan Bersama
14
Amarah Zain
15
Hukuman
16
Kesedihan Angela
17
Angela Hamil
18
Kebahagiaan Zain dan Angela
19
Zain dan Angela
20
Angela Koma
21
Kritis
22
Kebenaran
23
Penyesalan Zain
24
Kematian Dokter Diana
25
Cintai Aku
26
Perkenalan Karekter
27
Kematian Angela
28
Max Berduka
29
Kematian Hanson
30
Max Pindah
31
Kematian Paman Zul
32
Kematian Tante Helena
33
Masa Lalu Max
34
Kematian Zain
35
Anggota Baru di Keluarga Alvonso
36
Mencari Kebenaran
37
Terungkapnya Kebenaran
38
Terungkap Kebenaran Dua
39
Jiwa Psycopath Max
40
Jiwa Psycopath Max 2
41
Max Kuliah
42
Max dan Denisa
43
Denisa dan Max
44
Pertemuan Pertama Denisa dan Max
45
Max dan Denisa Makan Bersama
46
Ciuman Pertama Denisa dan Max
47
Jatuh Cinta
48
Kecewaan Max
49
Kembali Bertemu Denisa dan Max
50
Bertemu Kembali
51
Indentitas Denisa
52
Membawa Denisa ke Mansion Max
53
Kebencian Denisa
54
Penyesalan Max
55
Permohonan Maaf Max
56
Max dan Denisa
57
Denisa Setuju Menikah
58
Max dan Denisa
59
Pernikahan Max Dengan Denisa
60
Pernikahan Max Dengan Denisa 2
61
Denisa Keguguran
62
Aku Adalah Seorang Psychopath
63
Kehangatan Keluarga Besar Alvonso
64
Max dan Denisa
65
Mencintaimu Dengan Tulus
66
Dua Bulan Kemudian
67
Kekejaman Max
68
Mencintaimu Dengan Tulus
69
Max dan Denisa
70
Hukuman Dokter Cantik
71
Hukuman Dokter Cantik 2
72
Hukuman
73
Hukuman Sekretaris dan Dokter Cantik
74
Masa Lalu Baron dan Charli
75
Persahabatan
76
Pertemuan Pertama Baron Dengan Amora
77
Baron dan Charli
78
Perkenalan Karakter
79
Charli dan Mira
80
Charli dan Mira 2
81
Charli dan Mira 3
82
Baron dan Charli
83
Charli dan Mira
84
Charli dan Mira 2
85
Charli dan Mira 3
86
3 Pria Psychopath
87
3 Pria Psychopath 2
88
3 Pria Psychopath 3
89
Max dan Denisa
90
Terbongkar Rahasia Max
91
Sahabat
92
Bangunnya Jiwa 3 Pria Psychopath
93
Bangunnya Jiwa 3 Pria Psychopath 2
94
Bangunnya Jiwa 3 Pria Psychopath 3
95
Kedatangan Mommy Laras
96
Kebenaran Yang Terungkap
97
Kebenaran Yang Terungkap 2
98
Kebenaran Yang Terungkap 3
99
Penyesalan 3 Pria Psychopath
100
Penyesalan 3 Pria Psychopath 2
101
Penyesalan 3 Pria Psychopath 3
102
Penyesalan 3 Pria Psychopath 4
103
Tiga Sahabat
104
Curahan Hati 3 Sahabat
105
Penyesalan Terdalam Ketiga Pria Psychopath
106
Kebesaran Hati Keluarga Alvonso
107
Kebesaran Hati Keluarga Alvonso
108
Pertengkaran
109
Derita Daddy Alvonso
110
Daddy Alvonso
111
Tiga Sahabat
112
Amora Buta
113
Penyesalan Charli
114
Penyesalan Charli 2
115
Kehangatan Keluarga Alvonso
116
Penyerangan
117
Pilihan Sulit
118
Max dan Denisa
119
Cerita Amora
120
Baron dan Amora
121
Amora dan Mira Bersedia Menikah
122
Pernikahan Baron dan Charli
123
Charli dan Mira
124
Satu Syarat
125
Mira
126
Max Dan Baron
127
Rencana Pembunuhan
128
Charli dan Mira
129
Musuh Dalam Selimut
130
Debby
131
Debby dan Leo
132
Debby dan Leo 2
133
Debby dan Leo 3
134
Debby dan Leo 4
135
Leo Seorang Psycopath
136
Max dan Dennisa Keliling Mansion
137
Baron Panik
138
Kel. Bsr. Daddy Alvonso Khusus Pria
139
Gagal Total
140
Bantuan Datang
141
Lagi - Lagi gagal
142
Penyerangan Mansion Charli
143
Debby dan Leo
144
Apartemen Leo
145
Ciuman Pertama
146
Leo dan Debby
147
Keluarga Besar Alvonso
148
Keluarga Besar Alvonso 2
149
Keluarga Besar Alvonso 3
150
Kedatangan Daddy Alvonso dan Mommy Laras
151
Senyuman Leo
152
Jalan - Jalan Ke Mall
153
Emosi
154
Rencana Jahat Alex
155
Jiwa Psycopath Alex dan Leo
156
Jiwa Psycopath Alex dan Leo 2
157
Alexa Keyla Abner
158
Pertemuan Keluarga Besar Alvonso
159
Pertemuan Keluarga Besar Alvonso 2
160
Foto dan Makan Bersama
161
Amora Bisa Melihat
162
Inge
163
Pertemuan Pertama Alex Dengan Inge
164
Inge dan Alex
165
Rencana
166
Pindah
167
Bertemu Kembali
168
Alex dan inge
169
Alex dan Inge 2
170
Cemburu
171
Malam Pertama
172
Tidur Bersama
173
Membeli Pembalut
174
Keluarga Besar Alvonso
175
Makan Bersama Keluarga Besar Alvonso
176
Nasehat mommy Laras dan daddy Alvonso
177
Hadiah Pernikahan
178
Inge dan Debby
179
Sisi Lain Alex
180
Inge dan Alex
181
Inge Pergi
182
Angelina Federick
183
Kepergian Inge
184
Alex dan Kirana
185
Penyesalan Alex
186
Alex Frustrasi
187
Mencintai Inge
188
Rencana Daddy Alvonso
189
Terungkap Identitas Tiga Bersaudara
190
Masa Lalu Louis Vuitton Abner
191
Inge Di Culik
192
Angelina dan Louis
193
Angelina dan Louis 2
194
Makan Bersama
195
Mobil Debby Di Ikuti
196
Dendam
197
Louis dan Angelina
198
Debby dan Leo
199
Alex Terluka
200
Angelina Pingsan
201
Angelina Di Rawat Di Rumah Sakit
202
Olahraga Malam
203
Mencari CCTV Yang Tersembunyi
204
Rencana
205
Pernikahan Alex dan Leo
206
Pernikahan Alex dan Leo 2
207
Pernikahan Alex dan Leo 3
208
Kehangatan Keluarga Besar Alvonso
209
Penyesalan Louis
210
Daddy Alvonso
211
Part 1
212
Part 2
213
Part 3 ( END )
214
Novel Ranjang Sang Mafia
215
Novel Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-Bar
216
Novel My Obsession Husband
217
Novel Agung (Sulitnya Mengikhlaskan)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!