“Dan juga aku telah memperluas bisnis Kevin secara diam-diam agar aku dapat membebaskan kembali dari jerat wanita bersusuk pelet itu,” lanjutnya berujar dengan menjelaskan tentang aset berharga yang terlindungi itu yang mana membuatnya dapat di mengerti oleh istrinya tersebut.
Tanpa menjawab ucapan dari sang suami ia pun langsung mengerti mengapa sang suaminya tersebut rela bertaruh nyawa demi bisa melindungi aset berharga yang bukanlah milik dari suaminya itu.
“Di mana putra kita dear? Sedari tadi aku tak melihatnya?” tanya Andra sang asisten pribadi Kevin pada istrinya itu.
“Dia ada di kamarnya,” jawab istrinya dengan santai. “Sudahlah tak perlu khawatir dengan keadaannya biarkan ia bermain dengan dunianya sendiri.”
Ujar sang istri dengan menenangkan kekhawatiran dari putranya tersebut.
Ya secara garis besar bahwa putra mereka memiliki kelebihan yang mana putranya tersebut dapat melihat makhluk tak kasat mata yang selalu membuatnya menjerit ketakutan.
“Tapi Dear ...” elaknya yang kemudian di sela oleh istrinya tersebut dengan geram dengan kelakuan suaminya tercinta.
“Sudahlah tak usah mengkhawatirkan kondisinya. Lagi pula ada kita sebagai orang tua harus selalu mendukung apa pun keadaan dan kondisinya,” sahutnya dengan tegas. “Dan juga jangan pernah menghakimi seseorang yang memiliki kelebihan yang ada dalam diri putra kita merupakan anugerah bukan untuk di hindari bahwa setiap kita bernafas di dunia akan selalu berdampingan dengan makhluk dunia lain.”
Ungkapan dengan nada tegas dari istrinya tersebut mewakili perasaan yang menimpa putranya mereka bukanlah kesalahan dari putranya itu. Namun justru takdir sendiri yang menentukannya.
“Maaf!” sahut Andra dengan sesal. “Oke aku tak akan membahas apa yang sudah terjadi pada putra kita ... Entah mengapa tiba-tiba perasaanku mendadak tak nyaman,” keluhnya dengan perasaan yang sesak di dada.
Istri Andra itu pun mengernyitkan keningnya tak kala mendengar nada keluh yang berasal suaminya tersebut.
Ia pun sedikit merasa heran dengan sikap yang tidak biasa yang ia tangkap dari sorotan mata suaminya itu. “Ada apa denganmu?” tanya Ella pada suaminya itu.
“Aku tak tahu dear! Akan tetapi hatiku saat ini merasa sedikit gelisah,” jawab Andra dengan raut wajah yang terlihat khawatir. “Kamu tahu bukan selama ini aku begitu membencinya akan tetapi hari ini entah mengapa hatiku tengah memikirkan keadaannya.”
Dan Ella sebagai seorang istri pun hanya pasrah saat mendengar keluh kesah dari suaminya itu. Ia pun sangat memahami permasalahan yang terjadi di antara sang suami dengan mertuanya tersebut.
Bahkan ia pun menyadari bahwa putranya itu pun justru mewarisi sifat yang di dapat dari ayah mertuanya.
Justru dengan itu ia selalu berdoa meminta pada Tuhan untuk menyadarkan pada suaminya untuk selalu memaafkan kesalahan dari mertuanya tanpa ada rasa dendam yang membebani.
Menghela nafas panjang sembari memijit pelipisnya itu Ella pun hanya bisa menasihatnya dengan sabar tanpa mengurangi rasa hormat. “Apa saat ini kamu masih tak bisa memaafkan perbuatan ayah?” tanya Ella dengan nada yang serius.
Andra pun hanya bisa tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari istrinya itu sendiri sama sekali tak memiliki rasa benci terhadap seorang ayah yang selama ini membuat hidup Andra hancur.
Sebelum menjawab pertanyaan dari istrinya ia pun bertanya balik pada wanita yang selalu menemaninya di kala suka dan duka. “Dear mengapa kamu begitu tak membenci ayahku?” tanya Andra.
“Untuk apa aku membenci ayahmu,” jawab Ella dengan santai. “Justru aku merasa senang bisa memberinya kasih sayang untuknya meskipun kamu tak pernah mempertemukanku dengan beliau. Dan juga apa yang di lakukan oleh ayahmu itu sebenarnya hanya sebuah kedok untuk melindungi para makhluk tak kasat mata dari tangan dukun lain yang lebih serakah & tamak akan sarat duniawi. Maka dari itu berhentilah berpikir buruk tentangnya.”
Sahut Ella dengan tegas.
Agar suaminya tersebut menyadari sikap yang selama ini ia lakukan pada ayahnya itu memanglah salah. Dan ia sebagai seorang istri tersebut selalu mengingatkan dan menasihatinya.
Deg---Seketika tamparan menusuk ulu hati Andra saat mendengar semua yang di lontarkan oleh istrinya tersebut.
“Lalu aku harus bagaimana Dear?” tanya Andra sembari mengusap wajahnya dengan kasar.
Sejujurnya ia marah pada dirinya sendiri yang selama ini terlalu kecewa terhadap ayahnya tanpa pernah sedikit pun mau melihat keadaan yang sebenarnya.
Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan Ella pun menasihati suaminya dengan menyuruhnya untuk menemui satu-satunya orang di punya oleh sang suami tersebut.
“Aku tahu kamu sebenarnya sangat menyayangi ayahmu. Hanya saja kebencianmu yang mengalah rasa kasihmu kepada ayah,” ucap Ella. “Sekarang pulanglah temuilah beliau aku sangat yakin ayah pasti merindukan suamiku yang sangat tampan tiada duanya,” sahutnya dengan nada canda untuk menenangkan hati sang suami yang tengah gundah gulana.
Mendengar nasihat dari sang istri membuat ia merasa lega setelah ini ia akan bertekad untuk menebus semua yang pernah ia lakukan pada ayahnya tersebut.
Mengecup kening sang istri bahwa istrinya ini begitu sangat mencintai dan menerima segala kekurangan seraya menemaninya untuk bersembunyi demi bisa melindungi aset berharga dari tuannya yang kelak akan ia serahkan kembali kepada pemilik aslinya.
“Dear,” panggil Andra. “Aku sangat berterima kasih kepadamu atas semua pengorbanan yang kamu lakukan untukku hanya demi bisa melindungi semua aset ini sebelum kembali pada pemiliknya.”
“Maaf juga Dear untuk selama ini atas sikap yang aku lakukan pada ayahku,” sahutnya dengan rasa menyesal yang begitu dalam. “Aku akan menemuinya sekarang dan aku akan meminta maaf pada ayah.”
Dengan derai air mata yang deras Andra pun tak dapat membendungnya sesekali ia menyesali semua yang pernah di lakukan olehnya itu seraya merengkuh tubuh istrinya mencurahkan segala isi hatinya hingga membuat suasana itu menjadi diam membisu.
“Sudah ... Jangan menangis lagi sekarang cepat temui ayahmu,” ucap Ella dengan mencairkan suasana yang diam.
“Apa kamu tak keberatan Dear aku tinggal sebentar untuk menemui ayah?” tanya Andra dengan nada yang sedikit tenang.
“Kamu jangan khawatirkan aku dan putramu pasti baik-baik saja,” jawab Ella. “Apalagi wanita itu pasti tak akan bisa melacak keberadaan kita.”
Menghela nafas berat ia pun sangat khawatir dengan keadaan sang istrinya dan putranya saat di tinggal olehnya karena ia merasa takut keberadaan mereka dapat di lacak oleh istri dari tuannya yang tak lain ialah Marista Mayang.
“Baiklah Dear terserah apa katamu,” ucap Andra. “Tapi ingat satu hal jika terjadi dengan kalian segera berlari serta jangan lupa untuk mengamankan aset berharga itu dari tangan istri tuanku,” peringat Andra dengan tegas.
Tanpa menunggu jawaban sang istri itu pun dengan cepat dan tanggap untuk sebisa mungkin menyembunyikan semua aset berharga milik Kevin Morgan Adhitya.
Sementara itu di sebuah kamar kecil milik putra Andra dan Ella dengan ukuran yang sangat sedang terdapat seorang anak lelaki kecil yang tengah memikirkan perkataan dari temannya.
Yang mana ia di anggap gila oleh teman-temannya tak kala setiap berada di mana pun ia selalu melihat keberadaan makhluk tak kasat mata.
Namun ada seorang temannya yang mau berteman dengan dirinya sejak temannya tersebut menceritakan tentang keluarganya.
Bahwa sang mamanya tersebut juga sama seperti dirinya dan ia mendapat nasihat dari temannya itu untuk tak terlalu menghadapi keberadaan makhluk dari dunia lain.
Karena apa yang di alami olehnya merupakan anugerah yang Tuhan berikan untuknya dan sekali lagi ia sangat berterima kasih kepada temannya dan akan selalu berjanji untuk tak menanggapi para makhluk tak kasat mata tersebut.
Kala itu di hari kemarin ...
FLASHBACK ON...
Saat itu ia berada di sebuah taman bermain untuk mengikuti kegiatan sekolah yang mana semua para murid sangat berantusias.
Namun tidak dengan dirinya sendiri merasa ketakutan tak kala mendengar kegiatan di taman bermain yang merupakan rutinitas setiap tahun yang di selenggarakan oleh sekolahnya.
Mau tak mau akhirnya dengan terpaksa ia pun mengikuti kegiatan tersebut.
Saat sampai di tempat taman bermain tersebut seketika bulu kuduknya berdiri sembari menahan rasa takut yang sedang menderanya.
Deg---Jantungnya berpacu cepat dengan keringat dingin tak kala ia melihat sebuah makhluk putih pucat sedang menatapnya saat ia tertinggal jauh dari rombongan sekolahnya tersebut.
“Ayah ... Ibu ... Aku sangat takut,” cicitnya dengan suara bergetar hingga secara tak sadar air kencing membasahi celana seragam yang di kenakan olehnya.
Dari arah lain pada waktu itu ketika Raymond dan Leonard di taman bermain tak sengaja bertemu dengan putra Andra dan Ella yang sedang tersesat dari rombongan sembari menahan rasa takut yang menyerangnya.
Raymond pun memicingkan ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
El_Tien
eh, kakak ikut arisan di grup wlp kan?
2022-01-03
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
oooo Raymond Leonard sempat bertemu ama anak Andra Ella toooh
2021-09-27
3
sᴀɪɴᴛs✅
mampir
2021-07-29
4