“Kau ada di mana? Aku sudah terlalu lama menunggumu! Maafkan bila aku sempat tak mempercayai akan tetapi aku sangat bisa mengenalmu lebih dari sekedar keluargaku,” bisik Kevin dengan sendu. “Bantulah aku untuk berdiri kembali membalaskan rasa sakit ini pada istriku!” ucap Kevin dengan penuh tekad yang bulat.
Dan ia pun memutuskan untuk tetap merahasiakan kesembuhan yang terjadi pada tubuhnya dari istrinya tersebut.
Agar ia bisa leluasa untuk memulai kehidupannya kembali. Kehidupan pribadinya yang telah lama hilang.
Saat sedang berkutat dengan pikirannya ia pun di kejutkan dengan suara manja yang berasal dari putrinya Tercinta.
Hanya satu-satunya putri Tercintanya tersebutlah yang mampu mencairkan sebuah hati yang beku.
Jika sedang di lihat memang benar hanya kepada putrinya ia bersikap hangat dan untuk itulah ia pun tetap merahasiakan kesembuhan yang terjadi pada dirinya sendiri dari siapa pun yang di kenal olehnya sebelum asisten pribadinya datang menemuinya tersebut.
“Papa,” panggil sebuah suara manja nan lembut itu membuyarkan lamunannya.
Yang membuat menoleh ke arah suara manja tersebut. “Ya sayang ada apa?” sahut sembari bertanya. “Kemarilah.”
Dengan patuh putrinya itu pun menghampiri dirinya dengan raut wajah yang terlihat murung kemudian ia mendudukkan putrinya di atas pangkuannya sembari mendengarkan suara hati putrinya tersebut.
“Ada apa hem?” tanya Kevin pada putrinya tersebut. “Apa tadi di sekolah kamu mengalami kesulitan?”
Putrinya tersebut pun menggelengkan kepala sembari berusaha mengeluarkan isi hatinya yang sejak lama di pendam oleh putrinya tersebut.
“Pa,” panggilnya dengan nada sendu. “Kenapa mama tak pernah mau melihatku? Apakah aku punya salah di mata mama? Dan juga kenapa mama selalu menghindariku? Apakah aku nakal.”
Sahutnya sembari berkaca-kaca berusaha tegar untuk menghadapi kenyataan yang sebenarnya.
Lagi-lagi Kevin di buat geram dengan kelakuan istrinya tersebut sejak putrinya di lahirkan oleh Marista Mayang.
Istrinya tersebut seperti enggan mempunyai seorang anak darinya karena bagi istrinya menikah dengannya merupakan momok yang bisa saja menghujankan jantung milik Kevin Morgan Adhitya.
‘Mengapa kamu melakukan hal ini pada kami Marista? Apalagi putrimu yang masih membutuhkan kasih sayang darimu! Sejak di lahirkan engkau sebagai seorang tak pernah mau menyentuhnya. Terbuat dari apa hati nuranimu itu tak pernah sedikit pun menyayanginya dan engkau seakan-akan enggan mengakuinya. Aku tahu ambisi besarmu terhadap orang itu dan rasanya sesak di dada ini engkau tikam begitu dalam. Arrghhh’
Batinnya bermonolog seraya mengepalkan tangannya yang menonjol urat nadi biru tersebut untuk menyembunyikan amarahnya yang begitu memuncak.
Dan ia pun bersumpah setelah asisten pribadinya di temukan segera mungkin ia menceraikan istrinya dan meninggalkannya hanya untuk bisa merawat putrinya yang tak mendapatkan kasih sayangnya.
Ia pun semakin tak peduli setelah mengetahui suatu rahasia besar yang sudah lama di sembunyikan oleh istrinya.
Bahwa selama ini istrinya tersebut mempunyai ambisi yang besar untuk bisa melenyapkan seseorang.
Yang sialnya orang tersebut merupakan istri dari rekan bisnisnya yang sangat di kenal oleh dirinya sendiri.
Yang mana mereka merupakan sepasang suami istri yang berusaha di pisahkan oleh istrinya tersebut.
‘Kau sebenarnya tak pernah mencintainya akan tetapi kau hanya terobsesi sehingga membuatmu menjadi wanita berambisi besar yang sangat licik. Aku tak peduli apa yang kau lakukan padanya maka lakukanlah akan tetapi aku tak akan pernah tinggal diam saat kau berusaha menyakiti keduanya jika hal itu terjadi maka aku bersumpah akan berusaha untuk melindungi dari wanita iblis sepertimu’
Kilatan kobaran api terpancar dari sorotan mata yang mendingin tersebut.
Kevin Morgan Adhitya itu pun bersumpah sejak kesembuhannya ia akan melakukan cara untuk melindungi suami istri yang berusaha di pisahkan oleh istrinya sendiri.
Dan sebelum itu terjadi secepatnya ia harus bertemu dengan asistennya tersebut.
Ia pun tersentak tak kala mendengar suara manja khas putrinya tercinta. “Papa,” panggilnya dengan sendu.
“Kenapa papa tak menjawab pertanyaanku! Apa yang sedang papa lamunkan?” cecarnya bertubi-tubi.
Sebelum menjawab cecarnya pertanyaan dari putrinya tersebut ia pun menghela nafas berat sembari menjelaskan dengan pelan agar tentang seorang ibu bagi putrinya itu tanpa harus melukai hatinya.
“Sayang,” panggil Kevin dengan lembut. “Sebelum papa menjawab pertanyaan darimu bolehkan papa mengajukan pertanyaan untukmu?”
Hanya dengan anggukan kepala putrinya itu pun menggunakan bahasa tubuh untuk menjawab pertanyaan dari papanya.
“Apakah kamu sangat mencintaimu mamamu?” tanya Kevin seraya menahan sesak di dada.
“A---aku sangat mencintai mama dan juga sangat mencintai kalian,” jawabnya dengan mata yang berkaca-kaca serta dengan tiba-tiba air mata tersebut mengalir dengan lancar tanpa bisa di ajak kompromi.
Deg---Seketika tamparan halus mengenai jantung hati Kevin yang begitu tersentuh mendengar isi hati putrinya itu.
“Lalu apa kamu tidak membenci dengan mamamu? Kamu tahu sendiri bukan setiap kali kamu berusaha mendekatinya justru kamu selalu berakhir seperti saat ini.”
Sahut Kevin seraya merengkuh tubuh mungil itu untuk memberinya kekuatan yang dapat membantu putrinya tersenyum.
“Aku sama sekali tidak pernah membenci maupun kecewa terhadap mama meskipun mama selalu begitu padaku. Biarkanlah aku menyimpan ini dalam lubuk hatiku.”
Semakin tak tahan dengan perkataan yang terlontar dari mulut putri tersebut membuat Kevin bertekad untuk membahagiakan putrinya tersebut apa pun caranya bahwa dengan nyawanya sekalipun ia taruhkan demi putrinya tercinta.
“Mau berjanji satu hal dengan papamu ini sayang?” tanya Kevin. Yang mendapat anggukan dari putrinya itu.
“Berjanjilah pada papamu jika kamu sedang mendengar apa pun tentang mamamu ... Jangan pernah menanggapinya abaikan setiap orang berkata tentang mamamu jika kamu memang benar-benar mencintainya dengan tulus,” pinta Kevin seraya mengecup kening putrinya tercinta.
‘Aku akan berjanji segenap nyawaku untuk terus berusaha membahagiakanmu meski tanpa cinta kasih sayang dari mamamu’
Kedua orang berbeda generasi itu pun saling berpelukan melepaskan semua beban yang selama ini selalu mengganjal di benak mereka.
*****
Di tempat lain di sebuah rumah sederhana milik dukun tersebut tengah melamunkan nasib makhluk hitam yang sudah menjadi keluarganya setelah ia gagal melakukan tugas yang diberikan oleh Marista Mayang seorang wanita yang berambisi besar tersebut.
Karena biar bagaimanapun ia berusaha siap untuk menghadapi kenyataan bahwa ia tidak mungkin menolak takdir yang tengah terjadi pada dirinya.
Oleh karena itu dengan terpaksa ia akan meminta maaf pada putranya tercinta atas apa yang selama ini di lakukan olehnya.
Dan ia pun sangat bahagia tak kala melihat putranya tersebut mendapatkan cinta yang begitu tulus tanpa adanya kecacatan yang menimpa putranya.
Dengan tekad yang bulat kemudian dukun tersebut meminta bantuan salah satu makhluk tak kasat mata lainnya untuk bisa menemui sang putranya .....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
mbah Dukun juga merasa bahwa ajalnya uda dekat 😭😭😭😭
2021-09-27
1
¢ᖱ'D⃤ ̐Nu⏤͟͟͞R❗☕𝐙⃝🦜
done boom like 🙏
2021-07-28
4
¢ᖱ'D⃤ ̐🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
done
2021-07-28
4