“Argh ... Marista mengapa kamu melakukan hal ini padaku. Dosa apa yang telah aku lakukan padamu sehingga kau membuatku menjadi seperti ini. Padahal aku begitu sangat mencintaimu tapi kau membalas rasa cintaku dengan menusukku dari belakang,” gumamnya lirih sambil tersenyum kecut serta tak lupa manik mata hazel miliknya meneteskan air mata yang tiba-tiba mengalir dengan sendirinya.
Sambil melamun pria malang yang menderita kelumpuhan bernama Kevin Morgan Adhitya tersebut tak akan pernah melupakan kejadian buruk yang menimpa dirinya dan terus merutuki kebodohannya bagaimana dia bisa mencintai wanita berambisi tersebut dengan tulus tanpa ragu yang sebenarnya hanya punya niat buruk yang di lakukan olehnya.
Namun takdir yang merenggut dirinya itu tak dapat di ubah olehnya semuanya tersebut seperti ibarat kata nasi yang telah menjadi bubur. Sekarang ini ia pun sangat menyesal atas kebodohan yang di lakukan oleh dan dengan penuh tekadnya yang kuat ia berjanji jika saja Tuhan mau mengabulkan doanya untuk kesembuhan dirinya. Ia berjanji akan menuntut balas atas penderitaan yang telah di lakukan oleh istrinya tersebut.
Dan kini ia memutuskan untuk menutup mata dan hati untuk tak mencintai seorang wanita lain terkecuali istrinya entah mengapa ia sedikit enggan menyebut istrinya karena menurut baginya sebutan untuk istrinya tersebut adalah seorang manusia berhati iblis yang telah membuatnya menjadi seperti sekarang.
Flashback on
Pada saat itu ada seorang pria tampan dengan segala yang dia punya mampu membuat para wanita menetes air liur saat melihat wajahnya yang begitu tampan nan gagah dengan rahang kokoh yang sangat tegas itu menghampiri sebuah pesta pernikahan dari rekan bisnisnya yang sangat terkenal di negara sendiri mau pun negara lain.
Bukannya ia tak mau datang ke pesta tersebut hanya ia terlalu malas untuk berurusan dengan para wartawan yang selalu berusaha menggali informasi tentang pribadinya karena ia terkenal dengan sebutan pebisnis yang sangat dingin di mata dunia yang memandangnya namun siapa sangka justru kalah dari seorang wanita yang berambisi.
Setelah memberi selamat pada ke dua pengantin yang berbahagia ekor matanya memicing ke arah seorang wanita dengan dandanan yang sedikit menarik perhatiannya.
“Ada apa dengannya mengapa ia sedikit tak suka dengan kebahagiaan ke dua mempelai itu?” gumamnya lirih sambil terus menatapnya dengan dalam.
Timbul rasa iba di dalam dirinya ia pun memutuskan untuk menemuinya secara serta tak lupa menanyakan maksud tujuan dari tatapan raut wajah yang terlihat begitu membenci ke arah pengantin wanita seakan-akan ia sedikit bisa menebak wanita tersebut mencuri pria pengantin tersebut saat arah matanya mengikuti gerakan yang sedang di lihat oleh wanita itu.
“Apa yang terjadi? Mengapa wanita itu seakan-akan seperti sedang terluka karena pengantin prianya menikahi wanita lain! Apakah ia kekasihnya?” batinnya bertanya-tanya sembari menenggak minuman spesial yang di sediakan oleh pengantin tersebut.
Tak ingin rasa penasarannya semakin menjadi ia pun memutuskan untuk bertanya tentang privasi dari rekan bisnisnya ke asisten pribadinya yang kini tengah menemaninya menenggak minuman kesukaannya.
“Apakah Raymond pernah mempunyai seorang kekasih?” tanyanya pada asisten tersebut sambil mata miliknya terus menatap wanita yang tak jauh dari tempat duduknya berada.
Mendengar pertanyaan dari bos sekaligus tuannya asisten tersebut di buat terkejut saat sang bos sedikit menyinggung privasi dari rekan bisnisnya tersebut. “Bos bukankah Anda tadi sudah mendengarkan semua yang di katakan pengantin pria itu? Lalu apa yang membuatmu ragu bos. Sampai-sampai Anda ingin menyinggung tentang privasinya?” jawabnya sambil bertanya balik pada bosnya tersebut.
Pertanyaan balik asisten pribadinya yang duduk bersebelahan dengannya membuat ia gelagapan saat berusaha menyinggung privasi dari seorang Raymond Wesley Wiratmaja itu.
Berdehem dengan berpura-pura batuk yang berusaha menormalkan rasa gugup yang melanda dirinya itu pun tanpa banyak bicara ia pun sama sekali tak menanggapi pertanyaan balik dari asisten pribadinya itu.
Sedangkan sang asisten itu sendiri pun di buat heran dengan sikap yang dilakukan oleh bos sekaligus tuannya tersebut yang tak menjawab pertanyaan terlontar darinya.
Entah mengapa saat melihat wajah bosnya yang tengah sedang memandang ke arah lain. Seketika rasa penasarannya pun muncul dan kemudian ia pun mengikuti arah pandangan mata dan ia terkejut saat bosnya menatap seorang wanita tanpa berkedip sedikit pun dan seketika tengkuk lehernya sedikit merinding tak kala merasakan aura yang mempunyai ambisi besar dari wanita yang sedang di tatap oleh bosnya tersebut.
Meskipun ia terlahir bukan seorang indigo satu fakta yang harus ia garis bawahi bahwa di tubuhnya mengalir darah dari seorang dukun yang terkenal di kampung halamannya dan sialnya dia anak dari dukun itu.
Ia pun terus memandang wajah tersebut dengan tatapan yang begitu sulit di artikan dan ia pun menduga di dalam wajahnya yang cantik mengalahkan kecantikan alami dari pengantin wanita tersimpan sebuah susuk pelet di wajah wanita tersebut yang pastinya hanya bisa di lakukan oleh ayahnya.
Dan untuk memastikan rasa penasarannya setelah beranjak dari pesta ini mau tak mau ia pun akan mengunjungi ayahnya setelah sekian lama memilih berpisah diri dari ayahnya. Karena ia hanya ingin bisa hidup normal seperti lainnya bukan untuk meneruskan bakat ayahnya hingga hubungan ke duanya renggang.
Saat tengah melamun ia di kejutkan dengan tepukan bahu yang mendarat di pundak dan ia menatap seorang yang menepuknya itu dengan raut wajah yang sangat datar untuk menyembunyikan rasa tak sukanya terhadap seorang wanita yang sedang di tatap oleh bosnya itu.
“Apa kau tak keberatan aku tinggal balik dulu? Tapi mengapa tatapanmu mengapa datar sekali bung? Ada apa denganmu?”
Sang bos tersebut merasa sedikit heran dengan tatapan datar dari asisten pribadinya. Namun mau tak mau saat ini ia harus mengejar seorang wanita yang telah menarik perhatiannya.
Tak ada jawaban dari asisten pribadinya ia pun memutuskan beranjak dari pesta tersebut untuk mengejar wanita itu karena hati kecil merasa sedikit iba meski ia berusaha menipiskan perasaannya.
Setelah berpamitan pada asistennya yang masih menatapnya dengan sorot mata yang datar mau tak mau ia pun bergerak cepat mengikuti langkah kaki dari wanita tersebut yang telah beranjak dari pesta pernikahan rekan bisnisnya.
Sedangkan sang asisten itu sendiri hanya bisa berdiam membisu saat sang bosnya termakan pesona susuk pelet milik ayahnya itu. Setelah sang bos berpamitan dengan dirinya untuk mengejar wanita bersusuk pelet itu mau tak mau ia pun harus segera menemui sang ayah yang berprofesi sebagai seorang dukun.
Saat di dalam mobil ia pun bisa melihat dengan jelas dengan mata kepalanya sendiri bahwa sang bos tercinta sudah jatuh hati terhadap wanita tersebut.
*******
.
.
.
.
.
...mohon maaf ya untuk readers ku aku lagi sakit jadi mohon pengertiannya ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Ana
seru 😉👍
2022-03-26
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
waaaaah Marista menggunakan susuk leepeeet eeeeh salah dink....maksud saya susuk pelet gaaaeees
2021-09-27
1
Ananda Andin Angraini
Bukan iblis LG to Dajjal... 😒 Tuh kan aq emosi Lg.. 🤭🤭🤭
Cepat sembuh Kakak.... 😘
Lanjut lagi Kakak.... semangat... semangat... semangat.... jaga kesehatan ya... 😘
2021-07-07
3