Dengan tekad yang bulat kemudian dukun tersebut meminta bantuan salah satu makhluk tak kasat mata lainnya untuk bisa menemui sang putranya agar ia dapat menyampaikan permintaan maaf terakhir sebelum ia menyusul mendiang istrinya tercinta.
Setelah itu kemudian muncullah sesosok makhluk tak kasat mata lainnya yang berada dalam genggaman dukun tersebut.
Ia meminta bantuan pada makhluk tersebut untuk menemui cucunya sendiri yang mana sang cucu tersebut dapat melihat makhluk tak kasat mata.
“Ada gerangan apa sehingga Anda memanggil kami?” tanya salah satu dari makhluk tersebut. “Apa yang sedang terjadi dengan Anda Mbah?”
“Aku memanggil kalian ini karena memang aku sedang meminta bantuan pada kalian untuk menyampaikan pesan permintaan yang aku tuju kan pada putraku yang sedang bersembunyi itu.”
Sahut dukun tersebut dengan nada yang serius.
“Bagaimana cara kami berkomunikasi dengan putra Anda Mbah?” ucap makhluk tersebut. “Bukankah putra Anda tersebut hanya seorang manusia biasa? Dan kami tentunya tak dapat berkomunikasi dengan putra Anda tersebut.”
Terlihat tenang dan santai bagai riak air sang dukun tersebut menyahut obrolan itu dengan raut wajah yang sangat serius.
“Kalian tak perlu khawatir dan risau,” ucapnya dengan santai. “Karena cucukulah yang bisa berkomunikasi dengan kalian! Meskipun putraku hanya manusia biasa yang tak pernah mau meneruskan bakatku. Akan tetapi justru anaknya sendiri yang mempunyai kelebihan itu.”
Ucapnya dengan santai. “Dan juga aku ingin kalian yang selama ini menemaniku saat itu hingga sekarang! Dengan ini aku telah membebaskan kalian dari ikatan janji yang kalian buat denganku. Aku ingin kalian tetap menikmati hidup kalian sendiri di tempat yang bisa kalian tuju serta jangan lupa untuk tak melakukan apa pun yang berhubungan dengan dunia manusia yang memiliki hati iblis. Apa paham dengan permintaanku?” ungkapnya dengan panjang dan jelas.
Mewakili dari temannya makhluk tersebut menjawab petuah yang di berikan oleh dukun tersebut. “Baik Mbah petuah Anda akan saya laksanakan dan juga terima kasih banyak atas pengabdian kami pada Anda,” jawabnya dengan lantang.
“Dan sampaikan pada putraku tersebut! Maaf belum bisa menjadi ayah yang baik untuknya katakan untuk tak menangisi kepergianku,” kata dukun tersebut seraya membuat permintaan khusus untuk putranya tercinta. “Bila kalian ingin menjaga cucuku aku tak keberatan! Asalkan ia tetap berada di jalan yang lurus jangan sampai aku melihatnya berada di jalan yang sesat. Hanya itu yang aku minta pada kalian.”
Dukun tersebut sangat berharap banyak meskipun sang cucu tercinta mempunyai kelebihan yang dapat melihat makhluk tak kasat mata tersebut sembari tak melupakan kodratnya sebagai manusia biasa yang tercipta dari Tuhannya.
“Baik Mbah sekali lagi terima kasih banyak. Lalu untuk teman kami yang lain apakah harus menjaga cucu Anda?”
“Kalian tak perlu risau untuk dia aku telah menempatkan khusus untuknya agar ia tak di kendalikan oleh manusia yang memiliki nafsu serakah.”
Mereka pun beranggut-mangut setelah mendengar penjelasan dari dukun tersebut.
Tak lama kemudian mereka pun meninggalkan dukun tersebut untuk menyampaikan semua permintaan pada putra sang dukun tersebut yang mana dirinya sendiri tersebut telah bersiap diri untuk menghadapi kematian yang akan datang menjemputnya.
Dari arah luar beberapa meter tempat tinggal dukun tersebut masih dengan beberapa makhluk tak kasat mata yang sedang membicarakan tentang permintaan dari tuannya tersebut.
“Apa kau sudah menemukan tempat persembunyian dari putra Mbah?” tanya salah satu makhluk tak kasat mata yang berwujud seperti makhluk yang menyeramkan.
“Aku sudah menemukannya! Ternyata dia bersembunyi di tempat yang tak dapat di jangkau,” jawab makhluk lain.
“Sepertinya tugas kita akan sangat sulit. Mengingat cucu Mbah tersebut biarpun dapat melihat keberadaan kita akan tetapi aku sangat yakin dia belum terlalu berani berhadapan dengan kita,” ucap makhluk itu.
“Bagaimana kamu bisa seyakin itu,” sahutnya dengan raut wajah yang terlihat serius. “Aku merasa sedikit heran entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiranku! Apa kau tak merasakannya?”
Memang benar saja kalau mereka sedang memikirkan perkataan yang terlontar dari mulut Mbah tersebut seakan menjadi pertanda bahwa tuan mereka benar-benar akan segera pergi meninggalkan mereka semua menuju ke alam di mana istrinya tercinta sekian lama sudah menunggu kedatangannya.
“Kau benar aku pun juga merasa sedikit heran dengan tingkah laku dari Mbah! Seolah-olah beliau sedang berpamitan dengan kita semua.”
“Jika memang seperti itu kita tak dapat mencegah kematian tersebut pasti memang sudah menjadi pertanda bahwa siapa pun tak bisa menghindari kematian seperti kita sekarang hanya makhluk tak kasat mata yang selalu di rongrong oleh manusia tak beradab dan untungnya Mbah yang menyelamatkan kita semua.”
Ucapan dari lainnya memang benar bahwa mereka hanya makhluk tak kasat mata yang mana di antara mereka bekas di pakai untuk melakukan kejahatan hanya demi menuruti hawa nafsu dari manusia yang serakah.
Dan mereka sangat berterima kasih pada dukun tersebut meskipun sering di caci maki tentang pekerjaannya namun justru sebenarnya dukun tersebut hanya manusia biasa yang pasti penuh dengan dosa.
Mereka pasti mengingat dengan jelas bagaimana cara kerja dukun tersebut dari yang ingin memakai susuk pelet hingga menyuruh membunuh semuanya sangat teringat jelas di dalam diri mereka.
Dan kini akhirnya mereka pun mengetahui letak tanda di mana tuannya membuat permintaan untuk putranya tersebut.
“Baiklah kalau begitu sekarang kita berpencar melakukan tugas dari Mbah,” ajak makhluk tersebut pada temannya. “Sebisa mungkin kita harus melakukan tugas kita untuk Mbah! Karena biar bagaimanapun putranya harus segera tahu hal ini jangan sampai terlambat untuk menyelamatkan Mbah.”
*******
Sementara itu di lain tempat di sebuah rumah sederhana yang jauh dari keramaian kota tersebut terdapat sepasang suami istri yang hidup sangat bahagia walau harus rela menyembunyikan sebuah fakta bahwa keduanya sebenarnya melakukan hal tersebut untuk melindungi sebuah aset berharga milik Kevin Morgan Adhitya.
“Dear,” panggilnya pada sang istri yang tengah berjalan menghampirinya. “Apakah kamu merasa sudah bosan tinggal di tempat seperti ini?” tanyanya sembari tersenyum.
“Tidak,” jawabnya singkat padat. “Justru aku sangat merasa senang kita sekeluarga tinggal di tempat seperti ini dari kejaran wanita itu,” sahutnya dengan nada sinis.
Secara tak langsung ia pun hanya bisa tersenyum kecut mendengar pernyataan dari istrinya tersebut.
“Tapi dear aku merasakan sedikit firasat buruk yang terjadi di sana,” ucapnya dengan nada serius. “Kamu tahu bukan kita harus bersembunyi dari kejaran wanita itu untuk melindungi aset berharga dari Kevin.”
“Dan juga aku telah memperluas bisnis Kevin secara diam-diam agar aku dapat membebaskan kembali dari jerat wanita bersusuk pelet itu,” lanjutnya berujar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
cerdas tuh asisten Kevin
2021-09-27
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
waaah si mbah uda mau wafat kayaknya
2021-07-28
3
¢ᖱ'D⃤ ̐Nu⏤͟͟͞R❗☕𝐙⃝🦜
next kaka...
2021-07-28
3