“Permisi tuan maaf mengganggu waktunya. Bukankah hari ini anda memimpin rapat dengan rekan kolega tuan,” tanya seseorang di seberang dengan nada suara yang di lembutkan.
“Bukankah aku sudah pernah memperingat dan mengatakan padamu. Jika ada rapat seperti kau bisa meminta Sean untuk membantumu mengurusnya. Jadi aku tak perlu turun tangan secara langsung,” jawabnya dengan nada dingin.
“Tuan saya hanya mengingatkan kepada Anda tentang rapat yang harus Anda pimpin langsung,” elaknya dengan bernegosiasi untuk beralasan mencari perhatian dari tuannya.
“Siapa kau berani mengaturku hidupku ha? Aku tak mau tahu rapat hari ini kau minta Sean untuk membantumu mengurusnya! Jangan lagi kau memberanikan dirimu untuk mengganggu waktuku. Kau telah membuang banyak waktuku.”
“Tapi tuan ....” bunyi panggilan mereka terputus secara sepihak tak kala Raymond pun terlebih dahulu memutuskannya tanpa mendengar perkataan yang di lontarkan oleh dirinya.
Sedangkan Raymond pun hanya bisa mengumpati dan menahan emosi saat waktu berharganya di ganggu oleh seorang wanita yang membuatnya menatap wanita tersebut dengan jijik. Ia pun bisa merasakan ke tidak nyamannya saat berdekatan dengan sekretarisnya tersebut.
Tanpa membuang waktu lagi ia segera meninggalkan apotik tersebut untuk mengajak sang istri tercinta ke sekolah sang putra sulungnya. Agar ia bisa meluangkan waktunya bersama dengan orang yang sangat berharga dalam hidupnya.
******
Di tempat lain di sebuah kantor di dalam ruangan sepi. Terdapat seorang wanita menahan amarahnya. Karena ia merasa gagal mengambil simpati pada tuannya tersebut. Ia pikir menghubungi dengan alasan rapat maka tuannya akan langsung berangkat ke kantor. Justru ia salah menduga, bahwa tuannya tersebut seseorang yang sangat sulit di taklukkan.
Dan sekarang ia sedang berpikir keras bagaimana cara menyingkirkan istri pertama dan mengambil alih posisinya. Karena sampai kapan pun ia selalu bermimpi untuk bisa bersanding dengan seorang Raymond.
“Kita lihat nanti Ray. Aku yang akan membuatmu bertekuk lutut padaku. Seperti dia yang telah aku buat untuk tak bisa memiliki apa pun,” gumamnya dengan seringai licik di wajahnya.
Rapat tersebut di pimpin langsung asisten pribadi milik Raymond dengannya yang di tugaskan secara langsung untuk mengambil alih jalannya rapat yang seharusnya di pimpin oleh Raymond.
Waktu terus berjalan hingga tak terasa sampailah sore hari di mana ia sebagai sekretaris tersebut menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan tuntas.
Dengan ambisi yang penuh tekad akhirnya ia mendatangi seorang dukun langganannya untuk memintanya membunuh seseorang yang tak berdosa. Bahkan ia telah membuat seorang pria yang mana merupakan mantan suami menjadi pria yang tak bisa berbuat apa-apa. Meski pun pengobatan medis tak dapat mengembalikan apa yang sedang di alami oleh pria itu.
Ia pun meminta bantuan dukun tersebut untuk membantunya menjerati seorang dari Raymond agar bisa bertekuk lutut padanya seperti yang ia lakukan pada mantan suaminya.
Sampailah ia di mana tempat ia biasa melakukan apa yang ia inginkan. Di tempat ini ia berada di sebuah rumah sangat sederhana jauh berada keramaian itu. Dengan seorang pria tua yang tak lagi kaget dengan kedatangannya ke rumah tersebut.
Tanpa menunggu jawaban tentang kedatangan sang dukun tersebut terlebih dahulu mengetahui niat terselubung dari wanita tersebut yang tak lain tak bukan wanita bernama Marista Mayang.
“Ada gerangan apa yang membuatmu kemari?” tanya sang dukun itu.
“Aku kemari untuk memberimu sebuah tugas Mbah. Apakah kau bisa melakukannya?” jawab Marista dengan bertanya balik pada dukun itu.
“Apa yang menjadi keinginanmu?”
“Aku ingin Mbah membunuh seorang wanita dan buatlah Mbah memikat suaminya untuk terhipnotis denganku. Apa kau bisa melakukannya?” ucapnya dengan menyodorkan sebuah foto seorang wanita yang tengah hamil kembar itu pada seorang dukun di hadapannya. Yang langsung di terima oleh sang dukun tersebut.
Namun ia tak menduga bahwa foto yang sedang ia tatapi itu mempunyai aura yang sangat kuat. Karena ia bisa merasakannya kemungkinan besar anak yang berada dalam kandungan wanita tersebut mempunyai kelebihan yang tak di punyai oleh siapa pun. Bahkan ia hanya seorang dukun pun tak ada tandingannya dengan wanita tersebut. Sang dukun tersebut di buat terkejut dengan ke ambisius dari wanita di hadapannya ini bukanlah manusia melainkan seorang iblis yang berkedok manusia. Sungguh sangat di sayangkan ia pun pernah membuat sang suami dari wanita tersebut tak bisa berbuat apa-apa. Sekarang ia harus membunuh wanita yang ada dalam foto itu dari ambisi seorang Marista Mayang.
Sedangkan Marista Mayang pun sangat berharap cemas semoga keinginannya menyingkirkan istri dari Raymond tersebut terwujud. Karena ia tak sabar untuk masuk ke dalam kehidupannya.
“Bagaimana Mbah. Apa kau bisa membunuh wanita yang ada dalam foto tersebut?” tanyanya kembali pada sang dukun itu.
“Baiklah aku akan melakukan tugasku dengan baik. Kau tak perlu risau,” jawabnya setenang mungkin untuk menutup keraguan yang ada di hati dukun itu.
“Ingat Mbah aku ingin wanita di foto itu mati sekarang juga. Jika kau berhasil melakukan tugasmu. Aku akan membayarmu tiga kali lipat. Bila kau gagal melakukannya maka nyawamu yang jadi taruhannya!” ucapnya dengan tegas. Serta tak lupa memberi ancaman pada dukun tersebut.
Tanpa menunggu perkataan yang di lontarkan oleh sang dukun tersebut. Marista Mayang pun bergegas untuk segera pergi dari rumah dukun itu sebelum mengancamnya dengan membunuh dukun itu bila dukun gagal membunuh wanita yang ia benci. Ia pun akan membunuh dukun itu dengan tangannya sendiri.
Kembali ke dalam rumah sederhana di mana sang dukun tersebut berusaha menetralkan deru nafasnya yang sangat tercekat saat mendengar sebuah ancaman yang di tuju untuk dirinya.
Ia pun tak menyangka wanita yang di hadapinya kini mempunyai ambisi yang sangat besar untuk mendapatkan apa yang mau.
“Dasar wanita serakah dan tamak. Biar pun kau melenyapkanku sekalian. Kau tak akan pernah bisa membunuhnya, karena anak yang berada dalam kandungannya itu pun mempunyai aura yang sangat kuat. Jadi biarkanlah ia membunuhku, dan juga aku sudah cukup usia untuk melakukan hal yang sangat fatal. Sekarang saatnya aku mempersiapkan diri untuk melindunginya dari tangan manusia yang serakah.”
Batinnya penuh tekad dan keyakinan.
Kemudian dukun itu melakukan tugas yang ia lakukan dengan memanggil sesosok makhluk hitam yang menyeramkan untuk membantunya memastikan sesuatu yang sedang mengganjal dalam pikirannya itu.
“Ada gerangan apa Mbah. Hingga Mbah memanggil diri hamba. Apa ada tugas yang sedang Mbah ingin lakukan?” tanya sesosok makhluk hitam pada dukun itu.
“Kau benar aku memang punya tugas dari wanita itu datang kembali padaku setelah kau berhasil membuat suaminya lumpuh,” jawab sang dukun itu.
“Apa yang ingin di minta oleh wanita itu Mbah. Bukankah ia sudah mendapatkan apa yang di inginkan olehnya?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
🤒
Aku baru sadar aku sudah baca novel ini 🙈🙈🙈 pantas kok nggak aneh ceritanya.
2022-03-26
0
lidia
oohhj cwekkk gila
2022-02-23
0
Ie Ie
dukun kok takut... si mayang kan bisa disantet mbah
2022-02-02
0