“Oh iya Sean ingat ini aku tak ingin siapa pun mendengarkan semua pembicaraan tentang privasi yang sedang aku bahas denganmu! Kalau sampai aku mendengar orang lain mengupingnya maka kupingmu yang harus menjadi taruhannya,” lanjut Raymond sembari mengancam asisten pribadinya itu.
Sedangkan ia setelah mendengar perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menjadi obsesinya itu hanya bisa menahan gejolak amarah yang berusaha ia ledakan saat mendengar ancaman dari Raymond itu sendiri.
Setelah berpamitan pada semua orang yang berada dalam ruangan rapat tersebut termasuk Raymond sendiri.
Ia pun beranjak dari ruangan rapat itu menuju ruangan pribadinya yang telah di siapkan oleh Raymond saat dirinya di angkat menjadi sekretaris pribadi Raymond.
Sesampainya di ruangan tersebut ia pun mengamuk melampiaskan amarah yang sedari ia tahan mengapa harus selalu seperti ini setiap kali ia berusaha menjerat Raymond dengan berbagai cara namun tak pernah sedikit pun bisa membuat Raymond berpaling dari istrinya itu.
Seringai licik tersungging di bibir tipisnya saat ia mulai berpikir ke arah seorang dukun yang di suruh olehnya untuk melenyapkan istri Raymond.
Tanpa ia sadari dukun tersebut tak mampu melakukannya karena di dalam tubuh bayi kembar tersebut memancarkan aura yang begitu sangat spesial untuk dunia lain.
Tak ingin berlarut lama berpikir dengan gerakan cepat ia pun memutuskan untuk sedikit sabar sampai nanti waktunya ia akan berkunjung ke dalam rumah sederhana yang di huni oleh seorang dukun itu untuk menanyakan keberhasilannya dalam melakukan tugas yang di perintahkan olehnya.
Kembali di sebuah ruangan kantor pribadi milik Raymond itu tengah memikirkan perkataan yang terlontar dari bibir istrinya tercinta.
Sembari menunggu asisten pribadinya ia pun sedikit melamunkan tentang kejadian mimpi yang tengah di alami oleh istrinya saat secara tak sengaja membuka kemampuannya kembali setelah sekian lama tertutup.
“Entah mengapa perasaan ini menjadi semakin tak karuan sejak kamu mengatakan hal itu padaku! Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku sayang,” gumam Raymond dengan lirih.
Tak lama kemudian Sean pun datang menghampirinya dan secara tak langsung ia pun berusaha membahas sesuatu yang sedang mengganjal hati dan pikirannya yang tertuju pada istrinya tercinta.
“Apa yang ingin Anda bahas dengan saya tuan?” tanya Sean to the poin tanpa berbasa-basi.
“Sudah aku katakan bukan. Kalau sedang denganku tak perlu berbicara formal begitu Se. Kau tak pernah berubah sedikit pun,” ledek Raymond pada asisten pribadinya.
Sean pun hanya bisa mendengus saat mendengar ejekan yang terlontar dari tuannya sekaligus sahabatnya. Karena tak ada seorang lain pun tahu bahwa mereka sebenarnya bersahabat mengingat Sean tak ingin kedoknya sebagai seorang sahabat terbongkar begitu saja.
Maka sejak saat itulah baik Sean maupun Raymond selalu ahli dalam keprofesionalan mereka dalam berkomunikasi antara Raymond sebagai Presdir dan ia yang hanya seorang asisten pribadi.
“Sudahlah Ray cepat katakan apa yang ingin kau bahas denganku? Entah mengapa aku merasa hal ini sangatlah serius! Apakah sesuatu terjadi dengan istrimu?” amuk Sean sambil mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.
“Kau tahu bukan istriku itu sangatlah spesial,” ujar Raymond yang di angguki oleh Sean. “Akhir-akhir ini aku sedang tak baik-baik saja setelah istriku mengatakan padaku bahwa kemampuan yang di punyai olehnya terbuka kembali. Dia seakan-akan bisa merasakan firasat buruk yang akan terjadi dengannya. Hal itu yang membuatku merasa sangat takut kehilangannya.”
Lanjut Raymond sembari mengeluarkan semua yang selalu mengganjal di hati dan pikirannya tersebut. Yang membuat Sean sebagai asisten pribadinya terkejut dengan perkataan yang terlontar dari atasannya sekaligus sahabatnya sendiri.
Karena hanya kepada Sean sendiri itu yang menjadi saksi dari perjuangannya dalam mengejar cintanya pada istrinya tercinta.
“Ray apa kau akan menyerah dengan keadaan ini?” tanya Sean.
“Aku tak tahu Se ... Istriku sendiri sama sekali tak pernah mengatakan hal apa pun sejak dia membuka kembali apa yang seharusnya tertutup itu,” jawab Raymond. “Oh iya Se aku minta tolong padamu segera selidiki latar belakang Marista Mayang. Karena aku merasakan sesuatu yang tak beres pada dirinya kau ingat bukan saat aku secara tak sengaja menghadiri pesta yang tak di hadiri oleh istriku dia seakan-akan menunjukkan gelagat aneh seolah-olah dia adalah istriku bahkan aku sendiri pun berdekatan dengannya membuatku jijik.”
Pintanya pada Sean sambil memijit pelipisnya yang tengah berdenyut-denyut itu.
“Tentu saja aku masih mengingatnya dengan jelas bagaimana gelagatnya seolah-olah kau suaminya sendiri. Padahal aku sendiri pun jijik dengan kelakuannya” sahut Sean. “Lalu mengapa kau tak memecatnya jika dia membawa dampak negatif bagimu?” lanjutnya bertanya kembali pada Raymond.
Raymond pun menggeleng sembari menunggu kabar tentang penyelidikan yang di lakukan olehnya. “Aku bukannya tak bisa memecatnya begitu akan tetapi aku masih menunggu kabar darimu untuk menemukan latar belakangnya dengan jelas.”
“Baiklah aku akan menyelidiki latar belakangnya. Tunggu kabar dariku berkas tersebut akan datang esok hari di atas meja ruanganmu ini.”
Kemudian keduanya pun terdiam membisu setelah Raymond memberinya perintah untuk melakukan penyelidikan terhadap sekretaris pribadinya.
Hingga beberapa menit berlalu Raymond pun kembali melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya menandakan istrinya tercinta akan datang ke kantornya untuk mengantarkan bekal makan siang yang telah ia minta saat sebelum ia berangkat ke kantor.
“Se istriku sebentar lagi akan mengantarkan makan siang untukku. Ingat juga jangan buat dia terlalu lama menungguku,” usirnya dengan nada perintah.
Tanpa ada bantahan dari Sean. Dengan gerakan cepat ia pun berpamitan mengundurkan diri dari ruangan pribadi milik tuannya itu.
Sebelum ia keluar dari ruangan tersebut Sean pun melakukan penyelidikan yang di perintah oleh Raymond guna menyelidiki latar belakang dari sekretaris pribadi dari seorang Raymond yang selalu terpergok olehnya saat mencari perhatian dari tuannya tersebut.
Mengambil ponsel pintar dari saku kemeja yang di kenakan olehnya untuk menghubungi anak buahnya sendiri guna melakukan perintah dari Raymond.
Dengan suara yang datar tanpa berbasa-basi ia pun dengan perintah yang tak terbantahkan menyuruh anak buahnya bekerja cepat untuk melakukan penyelidikan terhadap sekretaris yang bernama Marista Mayang.
Deringan panggilan yang tersambung itu pun terangkat oleh anak buahnya yang secara tak langsung ia menyapanya tanpa berbasa-basi.
“Aku ada tugas untukmu” sapa Sean to the poin.
“Apa yang ingin saya lakukan bos?”
“Sudah jangan banyak tanya dan segera lakukan perintah dariku datanya akan aku kirim di emailmu segera cari tahu dan juga jangan sampai ada yang terlewatkan. Apa kau paham?”
“Sampai kapan batas waktu penyelidikan ini bos?”
“Aku tunggu besok berkas data tersebut harus kau kirim kembali ke email. Ingat juga jangan sampai ada yang bocor."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Shania Seven1
ceritanya menarik
2021-09-29
3
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
Sean....km bnr2 gercep deeeh
2021-09-27
1
OthoR⃟_Sii_Tomboi💯W⃠
Terima kasih sudah mampir
2021-09-24
0