“Kali ini apa kau akan menggagalkan lagi pekerjaan yang sedang aku lakukan?”
Sedangkan sesosok makhluk yang mengintai itu merupakan perwujudan dari Albert Van Derk Wijk yang secara tak sengaja melihat keberadaannya yang tengah berusaha menyembuhkan kedua kaki dari suami Marista Mayang.
“Untuk apa aku menggagalkanmu itu tak ada hubungan denganku tetapi akan sangat berhubungan denganku jika kau berusaha mencelakainya kembali. Lalu itu apa yang sedang kau lakukan padanya? Dan juga siapa dia?” tanya Albert dengan raut wajah yang terlihat penasaran.
“Aku hanya sedang melakukan tugas dari tuanku. Untuk dia adalah suami dari seorang wanita yang berusaha membunuh bayi kembar itu,” jawab makhluk hitam itu pada Albert.
Merasa kurang puas dari jawaban makhluk hitam itu Albert pun kembali bertanya sambil menatapnya dengan sorotan mata yang datar. “Lalu saat dia sembuh nanti apa yang akan di lakukan olehnya?” tanya Albert.
Sambil melipat kedua tangan di dadanya Albert pun menatap pria yang duduk di atas kursi roda tersebut dengan sorot mata yang datar sembari memikirkan tentang sebuah rencana yang akan di lakukan olehnya untuk menghindari sesuatu buruk yang akan terjadi pada diri Siska beserta dengan bayi yang berada dalam kandungannya.
“Aku pun tak tahu apa yang akan di lakukan oleh dia saat sembuh nanti karena aku hanya di minta oleh tuanku untuk melakukan tugasku dengan baik”
Setelah makhluk hitam tersebut menyelesaikan ritual yang di lakukan olehnya atas perintah dari dukun itu untuk proses penyembuhan Kevin Morgan Adhitya.
Tanpa banyak kata beberapa menit kemudian mereka pun membubarkan diri masing-masing dengan sang makhluk hitam tersebut melaporkan pada tuannya bahwa ia telah berhasil melakukan tugasnya dengan baik.
Sedangkan Albert kembali ke mansion milik Siska untuk membicarakan hal penting tentang penyerangan yang di lakukan makhluk hitam tersebut sebagai pertanda untuk ke depannya Siska harus selalu siap dan waspada dengan kejadian yang menimpa dirinya pasti akan selalu terhubung dengan seseorang yang menginginkan kematiannya.
Keesokan harinya pada pagi hari yang cerah dengan seorang Siska yang tengah menyiapkan segala kebutuhan sang suami itu melamunkan tentang kejadian di malam hari di mana tiba-tiba ia di serang oleh sesosok makhluk hitam yang sengaja berusaha untuk membunuhnya.
“Siapa dia ... Mengapa dia begitu terlihat ingin membunuhku! Apakah aku telah melewatkan suatu hal?” batinnya bermonolog sembari melamun.
“Kau tenang saja tak perlu risau begitu. Seseorang yang semalam berusaha menyerangmu itu hanya ingin memancingku keluar saja karena makhluk itu hanya suruhan dari seorang dukun dan kau tak perlu khawatir aku sudah memberinya sebuah peringatan untuk tak terlalu menuruti keinginan dari seseorang yang menyuruhnya untuk membunuhmu itu.”
Ucap Albert yang tiba-tiba datang dari arah lain yang tengah membuyarkan lamunan Siska. “Kau juga tak perlu khawatir aku sudah berjanji dengan arwahku yang bergentayangan ini untuk selalu berusaha melindungimu serta bayi kembar yang ada dalam kandunganmu itu dari segala mara bahaya yang tengah mengintaimu,” lanjutnya dengan penuh tekad.
“Terima kasih Albert ... Dengan adanya kehadiranmu sudah cukup membuatku bisa bertahan sejauh ini untuk mereka yang tak lama lagi akan segera melihat indahnya dunia meskipun kelak aku tak lagi menemani mereka untuk melihat tumbuh kembang dalam diri mereka,” ucap Siska dengan sendu.
Keheningan tercipta saat keduanya terdiam membisu setelah Siska mengatakan sesuatu yang membuat Albert menatapnya dengan raut wajah yang sulit di artikan.
Hingga tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan muncul seseorang yang sedang di tunggu-tunggu oleh Siska karena ia akan melakukan rutinitas bekerja untuk dirinya dan anak-anak mereka tercinta.
“Sayang ...” panggilnya pada sang istri dengan penuh cinta. “Saat aku tinggal mandi tadi kamu sendiri ini sedang berbicara dengan siapa hem?” tanya Raymond sambil memakai dasi yang sedang ia lilitkan di kemeja yang sedang di pakai olehnya.
Meskipun Raymond bukanlah seorang indigo namun ia sendiri pun tak bisa melarang sang istri bila sudah berhubungan dengan makhluk tak kasat mata itu.
Sejak sang istri melontarkan perkataan tentang mimpinya yang berhubungan dengan dirinya saat itulah ia sebagai seorang suami merasakan perasaan yang tak bisa membuatnya hidup tenang. Seakan apa yang di alami oleh istrinya itu menjadi tanda tanya di benaknya.
“Apa yang ingin kamu tahu sesuatu dariku atau apa kamu ingin melihat wujud asli orang tengah berbicara denganku hem!” tanya balik Siska pada suaminya tercinta.
Kesal akibat ulah jahil istrinya Raymond pun mengerucut bibirnya dengan cemberut saat sang istri tercinta justru bertanya balik pada dirinya. “Tidak terima kasih ... Jangan pernah memintaku untuk melihat sesuatu yang tak ada hubungannya denganku,” tolak Raymond dengan tegas.
Mengerti bahwa sang suami tercinta tak pernah mau di perlihatkan oleh makhluk tak kasat mata. Mau tak mau Siska pun mengalah pada suaminya itu yang sampai kapan pun tak akan bisa melihat sesuatu yang berhubungan dengan dunia lain.
.
“Baiklah aku tak akan memaksamu lagi tapi kamu harus perlu ingat jangan terlalu memforsir pekerjaanmu ingat ini juga kamu harus makan dengan tepat kalau kamu bersikeras jangan harap kamu bisa tidur seranjang denganku,” ancam Siska dengan tegas.
“Kalau begitu kamu yang harus mengantar makan siang di kantorku nanti apa kamu tak keberatan sayang?”
Setelah membuat sebuah permintaan pada istrinya ia pun bergegas meninggalkan mansion menuju ke tempat kantor perusahaan miliknya di mana ia telah di tunggu oleh beberapa karyawan yang akan mengadakan rapat penting mengenai kinerja yang di lakukan oleh karyawan-karyawannya tersebut.
Sesampainya di dalam kantor tersebut dengan raut wajah yang datar nan dingin itu telah di sambut oleh asisten pribadinya dan ia pun memutuskan untuk menceritakan tentang keresahan yang selalu mengganjal di hati dan pikiran tak kala selalu melihat wajah sendu istrinya tercinta.
“Sean setelah rapat usai nanti kau temui aku di ruangan pribadi milikku ada sesuatu yang ingin aku bahas denganmu,” perintah Raymond yang di sambut anggukan kepala dari Sean sang asisten pribadinya tersebut.
Tanpa Raymond sadari ada sebuah tangan dari seseorang yang sedang terkepal menahan gejolak emosi saat melihatnya membahas mengenai privasi tentangnya.
Ia pun berusaha mencuri-curi dengar apa yang akan di lakukan oleh Raymond tersebut dengan Sean sang asisten pribadinya dengan cara berusaha mengintip pembicaraan mereka namun hal tersebut tak akan pernah bisa ia lakukan.
Karena bagi seorang Raymond itu sendiri membahas hal penting tentang privasi miliknya haruslah bersifat sangat rahasia karena siapa pun tak ia izinkan untuk mengintip hal tabu yang akan ia bahas dengan Sean asistennya itu.
“Oh iya Sean ingat ini aku tak ingin siapa pun mendengarkan semua pembicaraan tentang privasi yang sedang aku ..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
Sean bnr2 asisten yg loyal
2021-09-27
0
🍾⃝ᴠͩɪ͜ᴠᷞɪͧᴀᷠɴᷧ ᴡɪᴊ͠ᴀʏᴀ
done
2021-07-18
2
¢ᖱ'D⃤ ̐🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
lanjut ..
2021-07-13
2