“Dia memintaku untuk membunuh wanita yang berada dalam foto ini! Kau tahu bukan walau hanya menatapnya dalam foto ini aku pun sudah merasakan. Bahwa aura di dalamnya sangat kuat, karena bayi di dalam tubuhnya mempunyai sebuah perlindungan yang tak bisa aku tembus.”
Ucapnya pada makhluk hitam itu sambil menyodorkan sebuah foto yang mana di dalam foto tersebut ada seorang wanita hamil dengan perutnya sedikit membesar.
“Lalu apa yang harus hamba lakukan Mbah? Bukankah saya yang mengambil alih tugas Mbah?” tanyanya pada dukun itu.
“Aku memintamu untuk mengumpan seseorang yang menjaga wanita ini. Karena aku sangat yakin dia pasti di jaga dan di lindungi oleh makhluk sepertimu.”
Kata dukun tersebut sambil memberi perintah pada sesosok makhluk hitam itu untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh dukun tersebut.
Tanpa menunggu waktu lama makhluk hitam tersebut pergi meninggalkan rumah sang dukun tersebut untuk melakukan sebuah tugas yang di perintahkan langsung dari tuannya itu.
*******
Beberapa jam sebelumnya dengan Raymond yang masih berdiri di depan apotek itu pun hanya bisa mengumpati dan menahan emosi saat waktu berharganya di ganggu oleh seorang wanita yang membuatnya menatap wanita tersebut dengan jijik. Ia pun bisa merasakan ke tidak nyamannya saat berdekatan dengan sekretarisnya tersebut.
Tanpa membuang waktu lagi ia segera meninggalkan apotek tersebut untuk mengajak sang istri tercinta ke sekolah sang putra sulungnya. Agar ia bisa meluangkan waktunya bersama dengan orang yang sangat berharga dalam hidupnya.
“Maaf sayang sudah membuatmu terlalu lama menungguku. Ayo kita pergi dari sini, kamu tak lupakan untuk menemaniku menghabiskan waktu kita dengan mereka.”
Ajak Raymond pada sang istri tercinta dengan mengulurkan tangan untuk membantu sang istri berdiri dari tempat yang di duduki olehnya.
Dan kini keduanya pun telah berada dalam perjalanan dengan sang putra sulungnya yang masih berdiam setelah mengetahui kesedihan sang mama tercinta.
Beberapa menit kemudian sampai mereka di tempat yang telah di janjikan olehnya. “Boy kita sudah sampai di taman bermain. Apa kamu merasa senang?” tanya Raymond pada Leonard sang putra tercinta.
Yang hanya di jawab oleh Leonard dengan mengangguk pertanda betapa bahagianya ia dengan limpahan kasih sayang dari sang papa dan mama tercinta. Meski pun saat ini sang mama tengah mengandung adik bayi kembarnya.
Kemudian Raymond pun meminta sang istri tercinta untuk duduk di sebuah tempat kursi yang tak jauh dari pandangannya ketika sedang menemani Leonard bermain.
“Sayang apakah kamu tak keberatan duduk di kursi ini untuk menungguku? Karena aku sangat ingin menemani putra kita bermain,” ujarnya pada sang istri tercinta dengan penuh cinta.
“Sudah sana temani putramu itu. Daripada nanti ia merajuk padamu. Karena kamu tak menemaninya bermain,” sahutnya seraya mengusir Raymond yang mana membuat bibirnya mengerucut kesal.
Karena sang istri tercinta tak ada rasa takut saat di tinggalkan olehnya. “Itu tuh kamu dari tadi di panggil sama Leonard. Sudah sana aku mengawasi kalian dari sini,” kata Siska pada sang suami tercinta.
Tanpa menjawab perkataan yang di lontarkan oleh sang istri tercinta Raymond pun beranjak meninggalkan Siska tengah duduk itu dengan sendiri untuk menghampiri sang putra tercinta yang tengah memanggil dirinya.
Namun tak lama kemudian ia pun melihat kembali sekelebat bayangan tentang seseorang yang berhubungan dengan mimpinya itu. Hal tersebut membuatnya kembali murung. Entah mengapa ia selalu merasa bahwa pertanda yang tengah ia alami itu. Menjadi sebuah bencana yang akan datang untuk dirinya. Namun ia pun berusaha untuk tetap tegar meski pun bencana tersebut yang sedang mengintainya.
Tanpa ia sadari sedari tadi Albert dan Angel pun sedang memantaunya dari arah berlawanan. Mereka pun sangat bisa merasakan kesedihan yang tengah menimpa Siska tersebut. Yang mana secara tak langsung mereka memutuskan untuk tetap menjaga ibu beserta dengan bayi yang berada dalam kandungan apa pun yang terjadi.
“Kak apa kau tahu mengapa sedari tadi aku hanya melihatnya terlihat murung. Apakah sesuatu akan terjadi akan menimpanya?” tanya Angel dengan serius.
Kening Albert mengernyit tak kala mendengar sebuah pertanyaan yang sangat serius dari Angel. “Apa maksudmu Angel? Bukankah aku sudah pernah memperingatkanmu untuk tak terlalu campur kehidupan manusia. Kau tahu bukan kau dan aku hanya sebuah arwah yang mati penasaran selama ratusan tahun,” jawab Albert seraya menodongnya dengan cercaan. Yang mana membuat Angel terdiam membisu.
“Oke ... Maaf ... Aku tak akan mencampuri urusannya. Tapi kau harus ingat kak melihat keadaannya seperti ini aku semakin tak tega dengannya.”
“Untuk sekarang kita hanya perlu melindunginya dengan sekuat kemampuan kita. Karena aku sangat merasakan firasat buruk yang berhubungan dengannya. Kau juga Angel, jangan sampai kau lengah sedikit. Karena kita di sini untuk menjaga mereka yang merupakan perintah langsung dari seseorang yang sangat kita kenal,” peringat Albert serta tak lupa ia memberi perintah yang tegas pada Angel untuk tetap berhati-hati dengan keadaan sekitar luar.
Setelah memberi perintah pada Angel. Mereka pun memutuskan untuk tetap memantau dan mengawasi Siska yang masih duduk berdiam diri yang mana masih setia menunggu sang suami tercinta.
Kembali lagi di mana dengan Siska yang tengah mengelus perutnya yang semakin membuncit itu. Tanpa terasa air matanya mengalir dengan sendirinya. “Jika memang nanti ini sudah menjadi garis takdir hidupku. Aku berharap semoga kalian tetap kuat menghadapi segala rintangan yang ada. Serta tetaplah jadi dirimu sendiri. Tegarlah menghadapi kerasnya kehidupan,” batinnya dengan sendu. Dan ia pun merasa bahagia menjadi istri sekaligus menjadi seorang ibu bagi ke empat anak-anaknya.
Kemudian ia pun hanya tersenyum tipis tak kala melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah tampan sang suami tercinta.
Tak ingin terlarut dalam kesedihannya ia pun memutuskan untuk tetap tersenyum di depan dua orang pria yang sangat berharga di dalam kehidupannya.
Melihat kedatangan sang suami dengan putra tercinta ia pun mengubah ekspresi wajahnya menjadi terlihat ceria seperti sedia kala.
“Sudah puas bermain-mainnya?” tanyanya sembari mencium pipi sang putra tercinta.
Leonard pun hanya bisa menyengir saat sang mama tercinta mencoba menanyainya. Namun tak lama kemudian sang papa tercinta pun mengajak mereka pulang ke mansion setelah ia puas bermain-main.
“Sayang ayo kita pulang ini sudah sore hari. Kamu tahu anak kita sangat puas saat mencoba hal baru yang baru terlihat di depan matanya. Sampai ia tak mau berhenti terus saja merengek bahkan merajuk padaku ketika aku membujuknya untuk tak mencoba permainan yang ekstrim untuk seusianya.”
Ajak Raymond sembari mengadu pada sang istri tercinta tentang kelakuan putranya tersebut.
Mendengar aduan sang suami tercinta. Ia pun hanya bisa terkekeh. Karena baginya melihat mereka merupakan kebahagiaan sendiri yang tak akan bisa ia lihat kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
🤒
Dijaga sama makhluk kasat mata 😱😱😱
2022-03-26
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
Albert Angel hny bs pasrah krn tugasnya hny utk menjaga Siska dan tak boleh lebih dr itu
2021-09-27
0
CebReT SeMeDi
lg ngeh aq mput karyamu
2021-07-29
6