Setelah itu Sean pun beranjak dari ruangan pribadi miliknya yang tak jauh dari tempat ruangan pribadi milik Raymond.
Entah mengapa perasaan hati dan pikirannya sedikit terganggu setelah mendengar perkataan yang terlontar dari istri sahabatnya tersebut.
Ada sesuatu hal yang sedang terlewatkan olehnya. “Apa yang sudah aku lewatkan barusan. Entah mengapa permintaan Siska sedikit mengganjal di hati dan pikiranku,” gumam Sean seraya mengusap wajahnya dengan kasar.
“Tapi meskipun begitu aku janji padamu untuk membuktikan bahwa aku akan tetap setia dan juga aku yang akan menjaga anakmu kelak,” bisik Sean dengan penuh tekad.
Masih berada di sebuah kantor perusahaan milik Raymond di tengah siang hari terdapat seorang wanita yang merupakan sekretaris dari Raymond tersebut tengah berjalan melenggak lenggok mendatangi sebuah restoran untuk mengisi caci di perutnya yang menabuh genderang.
Akan tetapi ia sedikit terganggu dengan perkataan dari beberapa karyawan di dalam kantor tersebut sedang membicarakan kebaikan dari istri Raymond.
Seketika amarahnya mendidik perkataan dari karyawan tersebut membuatnya semakin membenci seorang istri pemilik kantor perusahaan tersebut.
“Kurang ajar kau Mbah!” lirihnya dengan mengepalkan tangan menahan amarah.
“Jadi kau yang seorang dukun terkenal tersebut telah gagal melakukan tugasmu untuk membunuhnya,” murka Marista Mayang dengan berapi-api. “Tapi tenang saja kau tak akan pernah bisa lolos dariku dan bersiaplah maut datang menjemputmu.”
Dengan seringai licik yang tersungging di bibirnya Marista Mayang bertekad akan melenyapkan dukun tersebut sesuai dengan perkataannya sebelum ia memberi tugas tersebut tugas untuk membunuh istri dari seorang Raymond.
“Kita lihat nanti setelah aku berhasil melenyapkan istrinya itu kalian yang akan aku buat bertekuk lutut di hadapanku dan aku buat kalian tak bisa berbuat apa-apa tanpa kekuasaanku,” gumam Marista dengan kelakar emosi yang begitu dalam.
Tak ingin berlarut lama kemarahan yang tengah mendidih tersebut membuat Marista Mayang beranjak meninggalkan tempat di mana para karyawan tengah membicarakan kebaikan dan ketulusan dari istri pemilik kantor itu dengan membawa sebuah kebencian yang teramat besar.
Dan tekadnya pun menjadi bulat untuk segera menyingkirkan istri dari Raymond tersebut bagaimana pun caranya.
Sambil menunggu waktu dengan gerakan cepat Marista pun kembali ke dalam ruangan kerja miliknya untuk mempersiapkan waktu di mana ia akan melenyapkan dukun yang telah gagal melakukan tugasnya.
Sementara itu masih dengan Siska yang telah sampai berada di depan pintu ruangan kerja suaminya tercinta tersebut menghela nafas sejenak untuk menghilangkan rasa gugupnya setelah ia membuat permintaan pada Sean sahabat suaminya tersebut.
Karena biar bagaimanapun juga ia sendiri itu pun telah mempersiapkan waktu untuk menghadapi suatu badai yang akan mengantarkannya ke tempat jauh.
‘Maafkan aku yang tak bisa menceritakan hal ini padamu’ batinnya dengan sendu.
Sedangkan di dalam ruangan tersebut dengan Raymond yang tengah memeriksa berkas laporan keuangan perusahaan tersebut tengah menantikan kedatangan sang istri tercinta setelah ia menyuruh asisten pribadinya menjemput ke bawah yang mana ia memberinya perintah.
Saat sedang berkutat dengan berkas tersebut ia di kejutkan dengan pintu ruangannya yang di buka oleh seseorang.
“Bukankah aku sudah mengingatkanmu Se!” bentak Raymond. “Kalau masuk ketuk pintu terlebih dahulu.”
Dan seseorang tersebut tak lain merupakan istrinya tercinta. “Jadi kalau aku yang masuk apa harus ketuk pintu itu,” sahutnya dengan merajuk.
Lantas hal tersebut membuat Raymond gelagapan saat mendengar nada merajuk dari istrinya tercinta.
“Sayang,” panggil Raymond. “Kamu sudah datang?” sahutnya sembari bertanya.
Bukannya menjawab pertanyaan dari suaminya justru ia di buat kesal dengan ulah suaminya tersebut. “Kenapa ha!” sewotnya dengan bibir mengerucut kesal.
“Apa tadi kamu mengira yang masuk barusan itu Sean Hem!”
“Maaf.”
“Sudahlah tak usah meminta maaf,” ucap Siska. “Dan kau Angel pergilah tak perlu menemaniku ke dalam! Bisa-bisa suamiku merasakan hawa keberadaanmu,” usir Siska dengan menyuruh Angel yang menemaninya itu pergi dari ruangan sang suami tercinta.
Setelah Angel pergi menghilang ia pun melenggang masuk ke dalam ruangan kantor milik suaminya di mana ia mendapat sorotan mata yang terlihat serius.
“Siapa tadi yang kau usir sayang?” tanya Raymond. “Karena aku merasakan bulu kudukku berdiri.”
“Bukankah kamu tak ingin terlibat dengan keberadaan mereka yang tak terlihat oleh manusia!” tegur Siska dengan nada yang dingin sembari berjalan menghampiri suaminya tersebut.
Hal tersebut membuat Raymond terdiam membisu setelah mendengar teguran dari istrinya tercinta.
“Ya sudah kalau begitu ... Aku tak akan membahas mereka kembali,” ucap Raymond dengan sesal. “Apa kamu sudah membawakan makanan yang aku pesan?”
Tanpa menunggu jawaban ia pun mendudukkan diri di atas pangkuan sang suami meski pun dalam keadaan hamil besar hal tersebut tak bisa membuat suaminya tercinta bergerak dengan bebas.
“Apakah mereka menyusahkanmu?” tanya Raymond sembari mengelus perut buncit istrinya yang semakin membesar.
“Tidak.”
Sudut bibir Raymond berkedut mendengar jawaban singkat istrinya ini benar-benar memiliki kepribadian yang sangat misterius.
“Kalau begitu kamu temani di sini serta suapi aku,” ucap Raymond dengan manja.
Tanpa membuang waktu banyak Siska pun menuruti keinginan suaminya tercinta.
Hingga di dalam ruangan tersebut terdapat dua insan yang saling mencintai itu tengah meluapkan rasa kebahagiaan sebelum badai datang menghancurkan segala yang di miliki oleh mereka.
*******
Sedangkan di tempat lain tengah terjadi kehebohan lantaran seorang Kevin Morgan Adhitya tiba-tiba kedua kakinya yang lumpuh tersebut dapat berjalan seperti sedia kala.
‘Ada apa dengan ke dua kakiku ini? Bukan dokter mengatakan aku terkena stroke? Lalu mengapa tiba-tiba aku bisa berjalan kembali?’ batinnya bermonolog.
Ia pun semakin bingung dengan keadaan yang terjadi dalam dirinya seakan-akan apa yang di alami olehnya menjadi tanda tanya dalam benaknya.
Pada saat ia akan melakukan aktivitas seperti biasa dan dengan rasa penasaran kemudian ia pun mencoba untuk belajar tanpa bantuan tongkat dan kursi roda yang telah menjadi sandarannya.
Namun tanpa sadar secara mistis ia pun bisa berjalan kembali sembari merahasiakan hal tersebut dari istrinya yang tak pernah menganggap keberadaan dirinya.
Dan dengan tekad bulat yang kuat ia yang merupakan seorang pebisnis tersebut akan menaklukkan kembali dunia bisnis yang sempat hilang dalam kehidupannya setelah menikah dengan seseorang yang mana orang tersebut merupakan wanita yang berambisi.
Serta tak lupa untuk mencari jati diri dalam istrinya tersebut dan setelah itu ia akan menceraikannya karena hatinya kini telah menjadi beku atas perbuatan yang di lakukan oleh Marista Mayang.
Sebelum ia melakukan apa yang seharusnya dengan terpaksa ia pun berusaha berpura-pura tidak tahu tentang kesembuhan yang terjadi dalam dirinya sampai ia bisa menemukan asisten pribadinya yang mana membuatnya tak mempercayai dengan perkataan yang terlontar dari istrinya bahwa asisten melarikan semua aset pribadinya.
Akan tetapi justru asistennya tersebut telah mengamankan seluruh aset yang seharusnya memanglah miliknya sendiri.
“Kau ada di mana? Aku sudah terlalu lama menunggumu! Maafkan bila aku sempat tak ...”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Silvi Vicka Carolina
kok gak di santet aja marista nya ama dukunya
2025-02-02
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
ayoooo Kevin taklukkan kembali dunia bisnis yg sempat km tinggalkan dulu
2021-09-27
0
Ananda Andin Angraini
Apaan sih si Marista ini... 😒 Waaah akhirnya Kevin Morgan bisa bangkitagi, udh setelah ini istrinya gantung ajj langsung... Eeh.. 🤭
lanjut lagi Kakak.... semangat... semangat... semangat.... jaga kesehatan ya.... 😘
2021-07-26
5