Tak lama kemudian Siska pun terbangun dari mimpinya yang mana mimpi tersebut seperti nyata baginya. Hingga kemudian ia pun menengok ke arah jarum dinding yang masih menunjukkan pukul 04.00 pagi.
“Apakah tadi aku bermimpi, mengapa terasa begitu nyata,” beonya sambil melamun.
“Bukan terasa nyata, memang kenyataannya kau sudah melihat sesuatu dengan penglihatanmu yang selama ini tertutup, dengan tiba-tiba terbuka sendiri dari apa yang ada dalam dirimu selama ini.”
Sahut sebuah suara yang mengejutkannya yang tengah duduk bersandar di atas tempat tidur tersebut.
“Siapa di sana?” tanyanya dengan penuh tanda tanya.
Kemudian sesosok tersebut mendekatinya dan saat ia tengah duduk bersandar di atas tempat tidur.
Dan saat itu ia pun di kejutkan oleh sesosok makhluk tidak kasat mata yang menurutnya sangat tampan bak dewa meski dengan muka yang pucat pasi.
“Perkenalkan aku adalah Albert Van Der Wijk, selama ini aku selalu menjaga suamimu dari wanita yang selalu berniat menggoda suamimu.”
Ujarnya sembari berjalan mendekati Siska yang tengah bersandar di atas tempat tidurnya. “Dan juga aku ingin menyarankanmu untuk tetap memantau keadaan suamimu, karena biar bagaimana juga wanita itu tentunya tengah merencanakan sesuatu yang akan menimpa keluargamu. Mengingat ambisinya untuk menyingkirkanmu dan anak-anakmu sangat besar,” peringatnya dengan nada tegas.
“Sudah kuduga apa yang akhir-akhir ini selalu mengganggu pikiranku bakalan datang. Lalu aku harus apa? Entah mengapa pada kehamilanku saat ini, aku merasa bahwa nanti ke tiganya memiliki kelebihan sepertiku dan satu di antara mereka yang sangat spesial,” beo Siska.
“Kau memang benar ke tiga anakmu nanti akan mewarisi kelebihanmu, namun saat ini kau harus waspada terhadap wanita itu. Karena dia sangat berbahaya untukmu”
“Baiklah Albert aku akan selalu berhati-hati, terima kasih banyak sudah membantu menjaga suamiku,” ucapnya dengan tulus.
“Sudah menjadi kewajibanku. Tapi kau tidak usah khawatir ada aku, adikku dan juga temannya yang akan menjagamu dan menjaga anakmu, sementara waktu aku akan tetap menjaga suamimu. Aku sangat yakin wanita tersebut tidak akan pernah berhenti mengejar suamimu”
“Kalau begitu aku pergi dulu nanti akan ada adikku yang bakal menampakkan dirinya di depanmu,” pamitnya pada Siska.
Setelah lama mengobrol dengan Albert. Tidak terasa pagi hari pun telah tiba, ia pun mempersiapkan diri untuk melakukan rutinitas sebagai seorang istri dan ibu yang sangat hebat untuk suami dan anak-anaknya itu.
Setelah ia mencuci muka dan menggosok gigi, Siska keluar dari kamar tidur menuju dapur untuk memasak menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya. Walaupun di rumah sudah ada para asisten akan tetapi soal memasak ialah yang turut andil.
Ia pun berjalan menuruni sebuah tangga untuk menuju ke bawah yang mana terdapat beberapa asisten yang sibuk bekerja, di situlah ia melakukan tugasnya untuk memasak dan menyiapkan makanan kesukaan sang suami dan si sulung tercinta.
Bertepatan itu ia pun berpapasan dengan seorang kepala asisten yang sudah lama bekerja dengannya.
“Selamat pagi nyonya!” sapa kepala asisten tersebut sambil membungkuk badan. “Apakah nyonya ingin memasak sendiri?” tanya bibi Surti kepala asisten.
“Tolong bantu aku untuk menyiapkan bahan-bahan untuk nasi goreng ya Bu! Karena hari ini aku mau masak nasi goreng kesukaan mereka.”
Tidak butuh lama bahan racikan pun telah siap, dan ia pun mengeksekusinya dengan tangannya yang lincah menari-nari di atas kompor sembari bersenandung ria.
Dan ia pun di kejutkan dengan sebuah tangan kekar yang memeluknya dari belakang, dan menaruh dagunya di ceruk leher jenjang putih nan mulus tersebut.
“Kamu nakal sekali ... Sudah di bilang untuk tidak masak, masih tidak menghiraukanku perkataan. Lain kali biarkan bibi yang melakukannya, karena aku tidak mau kamu terlalu capek, dan juga jagalah merek dengan baik.”
Bisiknya dengan lembut di telinga sang istri tercinta.
“Kebiasaan kamu mas apa salahnya coba. Aku hanya ingin melakukan kegiatanku sebagai seorang istri! Bisa-bisanya kamu sangat over protektif dengan keadaanku,” cerocosnya dengan bersungut-sungut.
“Tapi aku tidak mau istriku ini kelelahan dalam melayaniku! Namun dengan sifatmu seperti ini lebih baik aku mengalah. Oh iya sayang apakah hari ini sudah masuk jadwal kandunganmu?” tanyanya pada sang istri.
“Seharusnya sudah masuk jadwal sih mas! Ada apa memangnya?” jawabnya dengan bertanya balik.
“Nanti setelah kita selesai mengantar kakak. Aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk melihat perkembangan mereka,” ujarnya dengan mengelus perut buncit yang terlihat besar.
“Ya sudah sana lebih baik kamu segera mandi mas. Dan jangan lupa untuk mandikan si kakak ya mas, hari ini juga pertama kalinya dia bersekolah.”
Di rasa semua telah sepi karena beberapa asisten mengerjakan tugasnya masing-masing dan sang suami tercinta pun membangunkan putra sulungnya.
Di situlah ia merasakan kehadiran seseorang yang tengah memantaunya. Ia pun bisa merasakan aura tersebut lebih besar dari sebelumnya. Yang mana aura tersebut sama dengan milik aura dari Albert.
“Tunjukan wujudmu. Aku tahu sejak tadi kau telah mengawasiku,” ujarnya dengan santai.
Dan sesosok tersebut menunjukkan wujudnya di hadapan Siska. Yang mana hal tersebut membuatnya terkejut saat mendapati sesosok makhluk tak kasat mata dengan wajah yang sangat cantik meski pun dengan muka yang pucat pasi.
Menatap sesosok tersebut dengan menajamkan penglihatannya dan ia pun sudah menduga bahwa sesosok yang ada di depannya merupakan perwujudan dari adik Albert.
“Perkenalkan aku Angel. Aku di utus oleh kakakku untuk menemuimu secara langsung. Dan tak aku sangka, kau sama sekali tak takut dengan kehadiranku?” tanya Angel.
“Untuk apa aku takut denganmu. Yang aku takutkan hanya kemurkaan tuhan. Karena kita adalah sama-sama makhluk yang di ciptakan hanya saja alam yang jadi pembedanya,” jawabnya dengan tegas. “Lalu apakah Albert yang menyuruhmu untuk menemuiku?” lanjutnya dengan bertanya balik pada Angel.
Tak ada yang menduga kedatangannya atas perintah dari sang kakak tercinta pun langsung ketahuan oleh Siska itu sendiri.
Seakan mengetahui yang ada di pikiran Angel. Siska pun angkat bicara dan mengatakan pada Angel bahwa tanpa di beritahu oleh Albert itu pun ia sudah mengetahui bahwa Angel merupakan adik dari Albert.
“Aku sudah tahu kau adalah adik dari Albert,” kata Siska tanpa menoleh ke arah Angel yang sedang menatapnya.
Kemudian Siska pun bertanya kembali pada Angel tentang kemunculannya di pagi hari saat matahari sudah mulai menampakkan dirinya. Bukankah hal yang lumrah bagi makhluk tak kasat mata seperti Angel yang selalu muncul sebelum magrib hingga menjelang subuh.
Tapi tidak berlaku bagi Angel mau pun Albert dengan kekuatan yang mereka punya. Baik Angel dan Albert dengan sesuka hati bisa menunjukkan wujudnya meski pun itu di pagi hari.
“Apa kau tak takut dengan sinar matahari. Bukankah seharusnya kau muncul di sore hari menjelang malam?” tanya Siska dengan penuh tanda tanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Chacha
JD tambh penasaran
2022-04-16
1
Kᵝ⃟ᴸωα⏤͟͟͞R∂αн🦐
rate like ma favorit ya mb
2022-04-10
0
delissaa
suka sama Siska 😁
2022-03-26
0